Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Rabu, 14 September 2011

Feby, the Innocent Seductress

3 Januari 2010

- Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/kejadian/peristiwa maka itu hanyalah kebetulan semata.
- Warning…!! Bacaan khusus dewasa, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read For Your Own Risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!!!!!)
- M’kasih buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini, untuk mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan untuk memposting cerita-ceritaku ^_^
nggak lupa, makasih juga buat semuanya yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u All he he he.
- M’kasih banget buat someone yang sudah membantuku untuk merapikan cerita (makacih ya Y^_^Y)
- Say NO To Rape ,DRUG’S & Crime’s n Terorisme in The Real World.
- Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

*************************


Feby
Namaku Feby, usiaku baru 17 tahun. Pagi ini setelah selesai mandi aku berdiri di depan cermin, kuperhatikan lekuk liku bayangan tubuhku di dalam sebuah cermin besar yang terpasang di dinding dikamar. Tubuhku yang putih mulus tanpa cela sedikitpun, wajah orientalku yang jelita, kedua mataku yang sipit khas gadis keturunan, rambutku yang hitam indah tergerai sepunggung.
Sekali lagi aku menyapu bayangan tubuhku di dalam cermin yang begitu mungil menggemaskan sebelum akhirnya menjatuhkan handuk yang membalut tubuhku, kuperhatikan buntalan payudaraku yang sekal dan ranum padat dihiasi pentil berwarna pink yang meruncing, bulu-bulu jembut tumbuh merintis menghiasi permukaan vaginaku. Tanganku merayap turun ke arah dada, kuusap bulatan susuku yang putih padat dan kuremas-remas sepasang buah dadaku dengan teratur. Ada rasa geli yang menggelitik saat jari tengahku bergerak lembut memutari putingku yang runcing mengeras. Anganku melayang tinggi mencoba menghayalkan seseorang , apakah dia tampan ?? bertubuh putih terawatt ? Tidak..!! aku sama sekali tidak membayangkan sosok lelaki seperti itu, sama sekali tidak…!! Aku sedang asik membayangkan Mang Nurdin , seorang tukang becak langgananku, membayangkan ia menggerayangi lekuk liku tubuhku yang putih mulus, membayangkan mulutnya mencucup puncak payudaraku, membayangkan ia meraih tubuhku yang mungil kemudian menjebloskan batang penisnya yang keras…. Ke dalam….

“Auhhh…. “

Aku tersentak kaget , sedikit kesadaranku yang tersisa mendorongku keluar dari pekatnya halusinasi kenikmatan di dunia khayal, idih!!! betapa kotornya pikiranku, aku bergegas mengenakan pakaian seragamku, kemudian berlari kecil menuruni anak tangga, menuju ruang makan.

“Pagi Mamm, Pihh, Cie..muahh he he he”

“duhh…ni anak…makin manja aja.., duduk sini…”

“emmmhh.. ci Debbie…”

Aku bergelayutan di lengan ciciku.

“Feby.., makan dulu yang bener….”

Mamaku menasihatiku, sedangkan papaku hanya tertawa melihat kemanjaanku.

Seorang pembantu berusia separuh baya menyediakan sarapan pagiku, Mbok Surti begitulah biasanya aku dan keluargaku memanggilnya, pembantu part time yang sudah 3 tahun bekerja di rumahku. Pagi ia kerja jadi pembantu sampe jam 12 siang teng, dengan lahap kusantap sarapan pagiku, waduh laper nih… ^_^.

“mihhh, Pihhh, Cii, Aku duluan yaa…”

“Lhoo…, Papa anter, sekalian nganter Cici kamu….”

“Nggak usah…, Feby naik beca aja pih..”

Aku menghindar saat papaku hendak mengantar.

“Feby… niii…ketinggal, cring cringgg…”

Ci Debbie menggoyang-goyangkan kunciku yang tertinggal di atas meja.

“ehhh iyaaa, mkasih ciii… thaaa..”

Ci Debbie tersenyum saat aku menyambar kunci dari tangannya.

Aku berjalan santai sambil menghirup dalam-dalam udara segar dipagi hari, sebuah senyum malu melintas di bibirku saat melihat sesosok tubuh tinggi kekar yang tengah mengaso di atas kursi becaknya, kudekati becak Mang Nurdin. Kedua mataku mengamati moment yang indah ini dengan menjelajahi tubuh Mang Nurdin yang kekar. Ih…mulut Mang Nurdin sampe mangap-mangap begitu, oww itu lidahnya kelihatan basah dan berlendir, dua orang tukang becak menghampiriku.

“Mau diantar sama saya Non ?? “ Mang Arif mencoba untuk merebut perhatianku.

“sudah Non sama saya sajaa…, “ Mang Oleh ikut-ikutan mencoba menarik perhatianku.

“Enggak makasih…” aku menjawab singkat.

“Mangg Nurdin, Feby sudah sampai nihh, Mangg…, waduh!! MAANGGG..!!“ aku berteriak agak keras mencoba untuk menyadarkan Mang Nurdin.

“E-ehh, Non Feby… “

Ia agak gelagapan, dengan sigap mang Nurdin turun dari atas kursi becaknya dan mempersilahkan-ku untuk naik keatas becak, saat becak melaju aku menengok kebelakang, ahhh, sesuatu itu tercetak menonjol dari balik celana Boxer belel yang dikenakan oleh mang Nurdin, aku pura-pura bercermin , kuarahkan cermin itu kesuatu titik diselangkangan Mang Nurdin , nafasku tertahan , sesak sekali rasanya, tidak terasa perjalanan yang menyenangkan itu berakhir dan aku melompat turun dari atas becak.

“Nonn, nanti mang Nurdin jemput ya”

“Iya mang..!!“

Aku berlari kecil melewati gerbang sekolahku, beberapa orang siswa dan siswi berlari di belakangku. Whuzzz…sebuah angin kencang lewat di kanan tubuhku dibarengi dengan sebuah tamparan keras pada buah pantatku “plakkkkkkk….!!”

“Owwww…!! Airin….!!” kontan saja aku menjerit terkejut, aku menjerit kesal kemudian berusaha mengejar seseorang yang terkekeh sambil berlari mendahuluiku., Airin mempercepat larinya, akupun tidak mau kalah, kejar mengejarpun berlangsung hingga pintu kelas I – E. Airin bersembunyi dibelakang seorang gadis yang tidak kalah cantik dengan kami berdua..

“E-eh kenapa nih ?? kenapa ??“ Santi mencoba meleraiku dan Airin

“Uhhh-ohh, Kingkong.. siKingkonggg…” Airin berbisik keras kemudian buru-buru masuk ke dalam kelas

Santi menarik lenganku ia membalikkan tubuh menyusul Airin, aku menoleh sebentar kebelakang, aku bergidik saat seorang guru bertubuh gembrot melangkah tergesa-gesa dari kejauhan menuju kelas kami, sudah gembrot, jelek, galak, sebel deh, HUEKKKK…!!

“Klekk…!!” Pak Harsono menutupkan pintu kelas

“Selamat pagi anak-anak, tadi bapak melihat ada tiga orang siswi di kelas ini yang tidak disiplin, bapak harap ketiga siswi itu tidak mengulangi perbuatannya..!! kalian kan datang ke sekolah ini untuk belajar dan blah.. blahhh blahhh ”

Suara Pak Harsono menggelegar pandangan matanya begitu tajam menghujam ke arahku, Airin dan Santi yang menggerutu panjang lebar di dalam hati kami masing-masing. Aduh koq wejangan-wejangan Pak Harsono nggak berhenti-berhenti sih..

“dan juga selain itu kalian sebagai anak bangsa seharusnya Ehemm..!! uhh ?!”

Pak Harsono berdehem keras, ia menghentikan wejangannya yang membosankan saat aku menumpangkan kaki kiriku ke atas kaki kanan. Dari arah meja guru mata si gembrot mendelik dengan wajah merah padam dengan leluasa mata Pak Harsono merayapi pangkal pahaku. Aku pura-pura tidak tahu sambil membolak-balik buku pelajaranku, aku membalas tatapan mata mesum Pak Harsono dengan tatapan mataku yang innocent hingga ia salah tingkah di depan kelas. Sambil mengajar Pak Harsono menikmati kemulusan pahaku, kunaikkan kedua kakiku pada besi yang melintang di bawah mejaku, kujingjitkan ujung kakiku sambil mengipas-ngipaskan kedua pahaku yang putih mulus. Pak Harsono semakin keras berdehem, ia terus mengajar sambil menatap pahaku. Aku tertawa kecil dalam hati melihat ekspresi wajah pak Harsono yang berusaha memendam nafsu birahi. Ia menghela nafas kecewa saat loceng sekolah berdentang keras dan menatap sekali lagi kekolong mejaku, matanya nanar menikmati kemulusan pahaku kemudian ia menatap wajahku, setelah merekam kecantikanku, dengan langkah yang terlihat berat ia melangkah keluar dari dalam kelas.

“Tic toc tic toc…!! “ jarum jam di kelasku berlari dengan kencang, tanpa terasa usai sudah kegiatan belajar dan mengajar di sekolahku

Setelah bercipika cipiki dengan kedua sahabatku, dengan cepat aku menuju gerbang sekolah, aku tersenyum saat seorang pengemudi becak menghampiriku.

“Ayo Non, lesss go……” dengan gayanya yang khas Mang Nurdin mempersilahkanku untuk naik becak

Dengan genjotan-genjotan Mang Nurdin, becak yang kutumpangi melaju dengan cepat. Aku melamun jorok sambil mengintip ke belakang melalui sebuah cermin kecil yang kupakai untuk bercermin sambil berpura-pura merapikan rambutku. Becak yang kutumpangi berhenti sebentar saat akan menyebrang jalan dan akhirnya berhenti tepat di depan rumahku, saat akan membayarnya tiba-tiba saja rintik-rintik hujan tercurah dari langit yang kelabu dan semakin deras, dengan spontan aku berteriak keras….

“Masuk dulu manggg, Hujannn….!!”

“Nggak usah Nonn..”

“Nggak apa Manng, ayo masukk!” aku mengundangnya masuk untuk menunggu hujan deras itu reda.

Setelah memarkir becaknya di depan rumah, ia menyusul dan duduk di lantai teras rumahku sambil mengipas-ngipaskan topinya untuk mengusir rasa gerah. Aku memperhatikan setiap lelehan keringat Mang Nurdin, tanganku melayang semakin tinggi, aku duduk di kursi tepat dihadapannya. Entah setan apa yang menggodaku saat perlahan-lahan kurenggangkang pahaku melebar, kuperhatikan Mang Nurdin yang tertunduk mengantuk, matanya terpejam rapat dan akhirnya tertidur sambil bersandar, pada tembok pendek setinggi 75 cm yang membatasi teras rumah dan rumput hijau di halaman depan.



Mang Nurdin
Aku memincingkan kedua mataku, perhatianku terfokus pada tonjolan dicelana boxer belel berwarna hitam itu, hatiku bertanya-tanya apakah benda itu juga hitam seperti kulit tubuh Mang Nurdin, lalu berapa kira-kira panjangnya batangnya. Dengan perlahan aku memajukan wajahku, posisi kedua kaki mang Nurdin sedikit tertekuk mengangkang, posisinya membuatku semakin terangsang, ceglukkk…ceglukk, berkali-kali aku menelan ludah untuk membasahi tenggorokanku yang terasa kering.

“ahhh…..!! gilaaa…“

Aku berseru kaget sambil menarik dan melengoskan wajahku ke arah lain saat kedua kaki Mang Nurdin terjatuh ke samping dari sela-sela bawah celana boxer yang kedodoran aku dapat melihat sebuah benda yang terkulai ke samping. Dengan memberanikan diri aku kembali mengarahkan mataku pada “benda” yang seharusnya tidak terlihat itu, tanganku gemetaran saat berusaha mengarahkan Hp Sony Ericson C905 milikku , c-klek, c-klek, c-klek…, beberapa kali kufoto benda yang terkulai itu dan terus kufoto, ku zoom dan kufoto lagi. Entah berapa puluh kali aku mengabadikan sebuah benda hitam fotogenik diselangkangan Mang Nurdin.

“Dhuarrrr….!! “

“Uhhhh…., beuhhhh… Hoaaaaammmm…”

“Deggg. Degg DEGGGG….!!” jantungku berdetak dengan cepat, suara sambaran petir yang menyalak keras membangunkan mang Nurdin

Ia menggeliat sambil menguap lebar, aku pura-pura mengotak-atik Hpku. Kutundukkan wajahku sedalam mungkin tanpa berani melihat kearah Mang Nurdin yang kembali menggeliat kemudian bangkit berdiri. Aku membuka folder di hpku dan tersenyum nakal melihat hasil jepretanku.

“Hujannya besar ya Non… “ Mang Nurdin mencoba untuk membuka pembicaraan dengan ku.

“i-iya mang , eumm , kelihatannya besar dan panjang banget.., eh, apanya mang ??”

“hujannya , emm, maksud non Feby apanya yang Panjang ya ??

“oooo, enggak koq, maksudku hujannya gede dan panjang , gitu loh mang, ehem..”

Aku berdehem untuk mengusir rasa jengah saat Mang Nurdin menatapku, kusandarkan punggungku ke belakang dan kutumpangkan kaki kananku di atas kaki kiri, secara otomatis rok seragamku naik hingga memperlihatkan pangkal pahaku bagian bawah.

“HAH ?? !! “

Seiring dengan suara seruan kerasnya, kedua mata Mang Nurdin melotot merayapi kemulusan pahaku, sesekali ia menatap wajahku dan menikmati kecantikanku kemudian kembali menatap ke bawah memelototi pangkal pahaku. Setelah menengok ke kiri dan ke kanan Mang Nurdin mendekatiku, ia duduk bersimpuh di hadapanku. Aku hanya tersenyum saat ia berkali-kali menelan ludah sambil menengadah kan wajahnya menatapku. Mang Nurdin semakin horny dan mupeng saat aku mengerlingkan ekor mataku dengan nakal berusaha memberikan lampu hijau untuknya, dan Mang Nurdin menangkap isyaratku dengan sangat baik sekali, bibirnya tersenyum lebar, sinar matanya bertambah mesum saat beradu pandang dengan mataku yang sipit. Aku diam saat ia mendekatkan matanya untuk menikmati kemulusan pahaku dari jarak yang lebih dekat hingga dapat kurasakan hembusan-hembusan nafasnya menerpa kulit pahaku, rupanya ia merasa tidaklah cukup kalau hanya dengan melihat kemulusan pahaku. Kurasakan permukaan telapak tangan kirinya yang terasa kasar mengusap-ngusap betisku kemudian semakin berani perlahan merayap naik ke atas mengusap-ngusap lututku dan menyusup ke dalam rok seragamku dan kemudian jatuh untuk mengusap-ngusap pangkal paha kananku. Dengan sengaja aku menurunkan paha kananku agar telapak tangan kirinya tergencet di bawah pangkal pahaku, tangan mang Nurdin bergerak menekankan kedua pahaku kearah yang berlainan kemudian mengusapi permukaan pahaku bagian dalam.

“Wahhh Nonnn, mulus banget….“ ia memuji kehalusan dan kelembutan permukaan pahaku, suara rintihan lirihku tertelan oleh suara hujan deras dihari itu, sekujur tubuhku merinding panas dingin saat telapak tangan Mang Nurdin semakin aktif merayapi pahaku.

Baru pertama kali ini ada seorang lelaki yang merayapi pahaku, ternyata seperti ini rasanya sentuhan tangan mang Nurdin, jauh lebih nikmat daripada khayalanku selama ini, telapak tangan mang Nurdin terasa kasar namun ada rasa nikmat saat kekasaran itu menyentuh permukaan pahaku yang halus lembut, kedua mataku yang sipit terpejam-pejam menikmati elusan tangan mang nurdin didalam rok seragamku.

“Non, Non Feby…psssssttt..”

“emm ?? eh i-iya mang…kenapa mang ??”

“Kalau ada orang bilang-bilang ya…hupp nge he he”

“Haaaaaa-uh…..!!”

Nafasku tertahan , tanpa meminta persetujuanku mang Nurdin menaikkan kakiku mengangkang ke atas pungungnya. Bagaikan anjing yang rakus ia menjilati dan mencumbui pahaku sebelah dalam, memangut, mencium dan menjilat. Aku berpegangan kuat-kuat pada lengan kursi yang terbuat dari kayu jati, tubuhku gemetar hebat saat cumbuannya hinggap di permukaan celana dalamku, hembusan-hembusan nafas mang Nurdin yang hangat merembas melalui pori-pori kain celana dalam yang kukenakan. Aku merasa nyaman, risih dan malu sekaligus saat ia mengendus-ngendus aroma celana dalamku.

“Wangi bangett, Wuihhh.. Snifffhh.. Snifffhhhh, Lecc-ccckkkkk..”

“Ahhhh…!! MAMPUS Akhuu….!!.maaanggggh…ahhhhhh”

Aku terperanjat, nafasku memburu berdengusan saat batang lidah mang Nurdin menyelinap melalui pinggiran celana dalamku, rasa nikmat itu begitu menggelitik, mengupas rasa ingin tahuku selama ini tentang rasa nikmat. Aku meringis saat batang lidah mang Nurdin berusaha menggapai-gapai bibir vaginaku, tubuhku berkelojotan kesana kemari menghindari rasa geli itu.

“Ahhh..!!”

Aku menepiskan tangannya yang berusaha menarik celana dalamku

“Liat Nonnnnn….”

“Enggak ah.., nggak boleh…!!ee-eh MANG…!!”

Aku terkejut saat mang Nurdin menekankan bahuku agar bersandar ke belakang, wajahnya mendekati wajahku, dengus nafasnya terasa hangat menerpa pipiku, dengan mesra bibir mang Nurdin menempel dibibirku, bibirnya terasa lengket melekat dibibirku, ini benar-benar gila..!! Kuberikan ciuman pertamaku pada seorang tukang becak…?? Sadar Febyyyy…, SADARRRR…!! Aku berusaha menyadarkan diriku, bibir Mang Nurdin yang lengket mulai mengulum-ngulum bibirku, aku menarik bibirku agar terlepas dari kulumannya

“Nggak mau mang, nggak mau, mmmfffhhh.. Mmmmmmm”

Aku merasa jijik sekaligus terangsang saat bibirnya membekap bibirku dan melumat-lumat bibirku, aku bertambah jijik saat merasakan bibirku basah oleh air liur mang Nurdin yang sudah bercampur dengan air liurku, rasa jijik berteriak agar aku menghentikan ciuman pertamaku sedangkan rasa terangsang menyemangati agar aku membalas kuluman mang Nurdin.

“Emmhhh.. mmmhhhh… ummmmhhhh…ckk.. ckk emum-mmhhhh”

Dengan canggung aku mulai memberanikan diri untuk membalas kuluman bibir mang Nurdin, oh, apa ini ?? ada sebuah rasa nyaman dan nikmat sekaligus yang kurasakan saat bibirku dan bibirnya saling mendesak dan saling balas berpangutan sementara tangan mang Nurdin berkeliaran dengan sebebas-bebasnya menggerayangi tubuhku dan mengusapi pahaku yang terkait dalam posisi mengangkang di kedua bahunya.

“M-manggghhhhh…”

Tubuhku seperti menggigil saat ciuman-ciumannya merambat turun keleherku, dengan kasar bibir mang Nurdin memanguti batang leherku dan menghisap leher kananku dengan kuat. Entah kenapa aku tiba-tiba mengingat film drakula apakah seperti ini dihisap oleh Count Nurdin ^_^ , kedua tanganku melingkar memeluk batang leher mang Nurdin, tanpa dapat ditahan lagi, aku merintih lirih dan tampaknya mang Nurdin menyukai suara rintihanku, ia semakin ganas menggeluti dan menghisapi batang leherku hingga meninggalkan bekas-bekas cupang kemerahan.

“Uhhhhh.!!” tubuhku melonjak seperti tersengat listrik saat tangannya meremas celana dalamku di bagian selangkangan dan kemudian mengusapi permukaan celana dalamku.

Mataku bertatapan dengan mata mang Nurdin yang berbinar –binar liar, aku terlena dalam nyamannya rasa nikmat hingga tidak menyadari saat tangannya yang satu lagi mempreteli dua buah kancing baju seragamku sebelah atas dan merayap masuk ke dalam baju seragamku.

“Ohhhhhhhhhhhh…..” aku tersadar kontan saja aku meronta sambil memegangi tangan mang Nurdin yang menyelinap kedalam bra dan merogoh payudaraku

Aku semakin resah saat ia meremas-remas buntalan payudaraku, ahh, luar biasa nikmatnya, ternyata seperti ini rasanya jika payudaraku diremas-remas oleh tangan seorang laki-laki, telapak tangan Mang Nurdin yang kasar bergesekan dengan kulit payudaraku yang halus dan membuahkan rasa nikmat yang sulit sekali untuk diungkapkan dengan kata-kata.

“rileks Nonnn, rileksss….” Mang Nurdin berusaha menenangkanku, aku mencoba untuk menikmati remasan-remasan tangannya, aku memperbaiki posisi bersandarku agar lebih nyaman dengan posisi kedua kakiku mengangkang pasrah, kubiarkan tangan kiri Mang Nurdin meremas dan mengelusi selangkanganku dan tangan kanannya meremas-remas payudaraku. Aku memalingkan wajahku ke arah lain, kugigit bibir bawahku untuk menahan suara desahan dan rintihan yang hampir melompat keluar dari bibirku.

“jangan mang…ee-ehh…, aaa..!!” aku mencekal tangan kirinya yang bergerak cepat menyelinap masuk melalui atas celana dalamku, keempat jarinya yang sudah terlanjur masuk menggaruki dan memijat-mijat permukaan vaginaku. Nafasku terasa semakin berat dan sesak saat rasa nikmat itu semakin menjadi-jadi, gairahku semakin sulit untuk kukendalikan. Untuk beberapa saat lamanya aku terdiam pasrah, seringai mesum mang Nurdin membuatku ketakutan, dalam ketidak berdayaanku aku berusaha untuk menolak dan menghentikan semua kegilaan ini.

“ufffhhh.., M-mang Nurdinn…, enggak ahh, nggakkk mau.. aaa..!!”

kutarik pinggulku ke belakang sambil berusaha mengeluarkan tangan kirinya dari celana dalamku, aku berusaha dan terus berusaha namun tangan mang Nurdin semakin dalam merayap masuk ke dalam celana dalamku dan akhirnya berhasil menangkup selangkanganku. Entah kenapa tubuhku terasa menghangat lemas saat belahan bibir vaginaku mengalami kontak langsung dengan tangannya yang mulai meremas-remas wilayah intimku. Aku mendesah nikmat saat tangan mang Nurdin merayapi bibir vaginaku dan mulai menguruti bibir vaginaku. Aku benar-benar keenakan menikmati urutan-urutan mang Nurdin bibir vaginaku.

“emmmhhh.., hsssshh.. sssshhhhh.. ahhhh” aku tidak menyadari sejak kapan aku mulai mendesis dan mendesah, semuanya terjadi begitu saja, berjalan alami, sealami cairan vaginaku yang meleleh melalui rekahan vaginaku yang masih suci

Aku semakin sering menggelinjang dan menggelepar keenakan saat jari kanan Mang Nurdin menjepit dan memilin-milin putting susuku. Sementara jemari kirinya terus menerus mengelus dan menggesek-gesek belahan bibir vaginaku.

“Manggggg, emmmh-mang Nurdinn aakhhhh cretttt… cretttttttt.. cretttttttt…”

aku mengejang dengan nafas tertahan saat merasakan vaginaku berdenyut-denyut dengan kuat

Semburan-semburan cairan hangat yang nikmat itu membuat tubuhku menggigil dengan hebat. Remasan-remas tangan mang Nurdin membuatku semakin terhanyut menikmati puncak klimas pertamaku bersama seorang laki-laki. Kedua mataku merem melek menikmati sisa-sisa puncak klimaks yang baru saja kualami.

“AWWWWW…..!!” aku menjerit keras saat ia membetot celana dalam yang kukenakan hingga terlolos melewati pergelangan kakiku, dengan reflek aku menarik turun rok seragamku yang tersibak, tanganku melayang di udara….

“Plakkkk……!!” aku menampar wajah Mang Nurdin hingga ia terjengkang.

“ee-ehh, Maaf Non, Maaf….” Mang Nurdin tersentak kaget saat aku bangkit dan meninggalkannya begitu saja diteras rumahku

Aku tidak menggubris permintaan maaf Mang Nurdin, dengan terburu-buru aku mengunci pintu rumahku, dengan dibatasi oleh kaca jendela aku dan Mang Nurdin saling memandang, ia berdiri sambil memegangi celana dalam berwarna putih milikku. Pahaku bagian dalam terasa lengket oleh cairan vaginaku yang meleleh, perlahan-lahan aku melangkah mundur kemudian membalikkan tubuh dan berlari menaiki anak tangga menuju kamarku, wajahku terasa panas karena jengah, masih terasa usapan-usapan telapak tangan mang Nurdin yang merayapi pahaku, masih terasa denyutan-denyutan kenikmatan puncak klimaks itu. Setelah menutup pintu kamar, aku merayap naik keatas ranjang dan bersembunyi di balik bedcover, kupejamkan mataku, aku berusaha menenangkan diri sambil berusaha mengusir sisa-sisa kenikmatan yang masih dapat kurasakan. Semenjak kejadian itu aku berusaha menghindari Mang Nurdin, aku memilih tukang becak yang lain, terkadang aku merasa kasihan saat Mang Nurdin menatapku dari kejauhan. Aku takut dan malu, semuanya berjalan lancar hingga pada suatu siang sepulang sekolah. Aku mendengar seseorang menekan bel rumahku, dengan malas aku melangkah untuk melihat siapa orang yang datang bertamu ke rumahku, deggg…!

“Ada apa ya Mang ??”

“Permisi Non, Mang Nurdin mau numpang ke wc, tolong Nonnn, Toloonggg..”

“Deggg.. deggg..degggg” jantungku berdetakan dengan kencang, aku menyangsikan jawaban Mang Nurdin saat mataku bertatapan dengan tatapan matanya, tatapan matanya begitu liar sementara bibirnya terus menerus memohon agar aku mengizinkan dirinya untuk masuk. Dengan ragu-ragu aku membuka slot berantai yang menahan pintu rumahku, aku mundur kebelakang saat sesosok tubuh hitam besar Mang Nurdin langsung menyelinap masuk kedalam, aku tersentak mendengar suara pintu rumahku yang ditutup dengan kasar.

Aku memejamkan mataku saat ia merengkuh tubuh mungilku ke dalam pelukannya, ah…rasa hangat ini, rasa hangat dan nyaman inilah yang begitu sulit untuk kuusir, Ohh begitu nyaman dan nikmat rasanya pelukan Mang Nurdin.

“Nonn, Mang Nurdin rindu banget sama Non Feby…”

Aku membiarkan tangannya yang menggerayangi tubuhku.

“mang Nurdin ?? mang ingin ke wc kan ??”

Ia tidak menjawab, aku membiarkan Mang Nurdin memelukku.

“ehh, jangan mang , ja-jangann emmmhh emmmhhhh…!! Hmmphh..” aku menarik wajahku kebelakang saat bibir mang Nurdin mengejar bibirku.

Hap…bibir Mang Nurdin mencaplok bibirku, tangan kirinya merengkuh pinggangku yang ramping, sementara tangan kanannya menggerayangi pinggul dan bokongku, pinggangku terjengking ke belakang saat bibirnya mencumbui dan mendesak bibirku. Ia melumat-lumat bibirku hingga aku sesak kehabisan nafas. Gairahku yang kupendam selama berhari-hari langsung meledak hebat menjebol dinding kokoh yang menghalangiku dengannya. Aku membalas memanguti bibir Mang Nurdin, kami berciuman dengan liar untuk melampiaskan rasa sesak di dada.

“Jangan disitu mang..” aku menahan langkahku, saat mang Nurdin menarikku ke dalam sebuah kamar.

“kamarnya Non Feby disebelah mana ??”

“di atas mangg…” jari telunjukku menunjuk ke atas tangga,

Mang Nurdin membopong tubuhku yang mungil menaiki anak tangga menuju kamarku, ditendangnya pintu kamarku yang sedikit terbuka dan dilemparkannya tubuhku keatas ranjang kemudian ia merangkak menaiki tubuhku. Aku terdiam saat Mang Nurdin merebahkan tubuhnya yang kekar menindih tubuhku yang mungil.

“aahhhhhhh, Manggggg!!” aku mendesah menahan beban tubuh Mang Nurdin yang menggeliut liar, aku mengangkat wajahku keatas memberi ruang agar mang Nurdin lebih leluasa menggeluti leherku, nafasnya memburu hangat di sela-sela leherku, tubuhnya yang besar mendesaki tubuhku yang mungil.

“Ufffhhh… “ aku mengeluh saat tangan mang Nurdin menjamah payudaraku yang masih rapih terbungkus dibalik pakaian seragam yang kukenakan

Aku menahan tangan kekar mang Nurdin yang hendak mempreteli kancing baju seragamku, kedua tangan mang Nurdin menekankan kedua tanganku ke atas kepala agar tidak banyak bertingkah, wajahnya mendekati wajahku. Untuk beberapa saat lamanya Mang Nurdin menatapku, aku memejamkan kedua mataku saat bibirnya membekap bibirku.

“emmm,,, mmmmmhh ckk emmmhhhhh” Mang Nurdin begitu rakus melumat-lumat bibirku, ia menyedot air liurku hingga kering, kemudian kurasakan batang lidahnya menekan masuk ke dalam mulutku dan menggelitiki langit-langit mulutku

Aku mencoba untuk membalas cumbuan Mang Nurdin, suara desah dan rintihanku ditimpa oleh suara gemuruh nafas seorang tukang becak bertubuh tinggi kekar yang tengah menindih tubuhku.

“Non Feby cantik banget sih, cicinya Non Feby juga cantik, bilang sama Non Debbie Mang Nurdin pengen nyomot susunya he he he he”

“jangan kurang ajar mang..!!”

Aku membentak mang Nurdin untuk membela ciciku Debbie. Mang Nurdin membelai wajahku kemudian bibirnya kembali memangut-mangut bibirku, dengan malu-malu mau aku membalas pangutan – pangutannya. Kujulurkan batang lidahku keluar, ada sengatan nafsu saat lidahku dan lidah Mang Nurdin saling membelai, bergelut bergelung, membelit-belit dan saling memutari dengan mesra.

“Huuhhh , mmmhhh.. Hssshh Sssshhhh” aku mendesis saat merasakan hisapan-hisapan mulutnya merambat mencupangi batang leherku

Aku pasrah saat tangan Mang Nurdin kembali menjamahi dadaku, wajahnya merosot turun, kemudian bersembunyi ke dalam rok seragamku, batang lidahnya menyelinap melalui pinggiran celana dalamku, terpaan hawa hangat menyelinap menghembus permukaan, jilatan – jilatan batang lidah mang Nurdin pada permukaan celana dalamku membuat diriku menggigil nikmat, tubuhku memanas terbakar oleh nafsu liarku.

“ee, ennnhhhhh crr crrrrr crrttttt…..”

Vaginaku berdenyutan dengan nikmat, nikmat sekali hingga aku menggelepar dengan nafas tertahan-tahan, cairan vaginaku yang merembes membasahi celana dalamku dihisap habis oleh Mang Nurdin kudorong kepala mang Nurdin keluar dari dalam rok seragamku, dengan mesra mang Nurdin memeluk tubuhku yang berpeluh, ia berbisik mesum di telinggaku.

“Cairan memek Non gurih sekali, boleh mamang lihat memeknya ??”

Mang Nurdin mendesah kecewa saat aku menggelengkan kepalaku, untuk melampiaskan kekecewaannya Mang Nurdin menggerayangi tubuhku. Seorang tukang becak berwajah buruk kini begitu leluasa dan bebas merayapkan tangannya pada tubuhku. Berkali-kali bibir Mang Nurdin mengecupi bibirku, tangannya merayap masuk ke dalam rok seragamku kemudian mengelus dan meremas-remas permukaan celana dalam di bagian selangkanganku. Berkali-kali mang Nurdin membimbingku menuju puncak klimaks, tubuhku terasa lelah, aku menolak keinginan Mang Nurdin saat ia hendak menggeluti tubuhku kembali untuk yang kesekian kali.

“Sudah mang, Feby nggak mau…, capek”

“Ya sudahh kalau Non nggak mau sih, nggak apa-apa, Mang Nurdin mau narik becak dulu yak Non…makasih ya”

Telapak tangan mang Nurdin mengusap peluh wajahku dan mengecup keningku. Aku hanya terdiam, entah harus berkata apa, setelah merapikan pakaian seragamku. Aku mengantar mang Nurdin, sebelum aku menutupkan pintu rumahku, mang Nurdin membalikkan tubuh dan menatapku, wajahku memanas saat ia berbisik pelan.

“Non,besok Mamang antar kesekolah ya…, terus kita main-main lagi, jangan terlalu pelit nonnn, supaya lebih nikmattt.. he he he he he”

Sebuah senyuman melebar diwajah Mang Nurdin saat aku mengangguk, kututupkan dan kukunci pintu rumahku. Dengan langkah gontai aku menuju kulkas yang terletak di dapur, kuteguk habis segelas air dingin untuk meredakan gejolak di hatiku. Aku menghempaskan pinggulku di atas sofa empuk di ruang keluarga, dengan sebuah remote kunyalakan TV LCD berukuran 42 inch, oh betapa nikmat kurasakan saat tubuhku digerayangi oleh seorang tukang becak langgananku, bisikan hawa nafsu menggelitiki akal sehatku. Aku mulai bertanya-tanya penasaran dalam hati, bagaimana rasanya jika batang penis Mang Nurdin menusuki belahan vaginaku??

“aaahhhh, kau gila Feby, kau gila….!!”

Aku menjauhkan rasa ingin tahu yang rasanya terlalu kotor untukku. Aku mengutuki diriku sendiri, walaupun pakaianku masih melekat ditubuhku namun seorang tukang beca sudah menggerayangi hampir seluruh lekuk liku tubuhku yang menggairahkan, menggeluti tubuhku sepuas yang ia mau, dan aku tidak kuasa untuk menolak keinginannya atau lebih tepatnya aku tidak kuasa untuk menahan keinginanku yang begitu liar.

******************************
Siang di sekolah

Entah kenapa hari itu terasa begitu lama, berkali-kali aku menatap kesal pada jam dinding kelasku yang berjalan lambat tertatih-tatih, saat aku sedang asik melamun, Airin menyenggol lenganku.

“Psssttt.., Feby…, halaman 105 paragraf 4” aku menoleh ke arah Airin yang berbisik.

“Hahh, ?? ngapain ??” aku gelagapan tersadar dari lamunanku

“dibacaaa, duhh, giliran kamu yang ngelanjutin tau” Airin kembali berbisik pelan

“ehem.., ehemmm”

Setelah pura-pura berdehem beberapakali aku mulai membaca. Entah kenapa aku merasa geli saat mengucapkan kata control, he he he, untung saja lidahku tidak sampat terpeleset, kalau saja lidahku sampai terpeleset mengucapkan sebuah benda di selangkangan mang Nurdin kan bisa gempar nich ^_^, Aku membaca sambil menahan tawa, akhirnya setelah berjuang mati-matian giliranku pun usai.

“hssshhh…” aku mendesis saat sebuah cubitan pedas mampir di pinggangku.

“kalau lagi belajar yang serius,…”

“Hssshhh…” Airin mendesis sambil menarik lengannya yang balas kucubit

“C-takk…”

“uffhh..”

Aku menarik dadaku saat sebuah karet menembak dibagian yang kubanggakan, aku mendelik ke arah si penembak yang cengengesan, ia duduk sejajar di depan Airin..

“he he he…” Shanti terkekeh,

“Krettt… Krrittttt….!!Kriitttt…” terdengar suara berderitan saat ia menggeserkan kursi maju ke depan hingga payudaranya menempel pada meja untuk menghindari tendanganku yang mencoba menendang pinggulnya dari belakang.

“COBA YANG TIDAK MAU BELAJAR!!, SILAHKAN KELUAR..YA!!” Ibu Grace membentak keras, pertarungan sengit antara aku, Airin dan Shantipun segera terhenti, kami bertiga tertunduk tanpa berani membalas tatapan mata Bu Grace yang dingin, bunyi lonceng sekolah menyelamatkan kami bertiga dari hukuman Bu Grace.

“dasar perawan tua , meow meow…” Shanti mengeong meledek Bu Grace.

“Belum merasakan sentuhan laki-laki sihh, jadi galaknya nggak ketulungan, belum tahu arti kenikmatan” tanpa sadar aku keceplosan mengucapkan hal yang seharusnya tidak pantas aku ucapkan..

“Iya betul tuhh..!! Eittt….tar dulu.., emangnya kamu pernah ya??”

Airin mengintrogasiku, ia menatapku dengan tatapan mata menyelidik.

“HAhh ?? apaan…?? Enak aja..!! ” aku memalingkan wajahku kearah lain.

“Sama siapa ?? gimana rasanya?? enak nggak?? “ Shanti ikut bertanya, ia semakin antusias ikut menyelidikiku

“Feby cerita dongg, sama siapa ?? ayooo dooonggg” Airin merengek agar aku membagikan pengalamanku.

Akhirnya dengan terpaksa aku bercerita dengan suara berbisik-bisik, Airin dan Shanti mendengarkan ceritaku. Wajah mereka merona merah karena merasa jengah dan risih mendengar apa yang terjadi antara aku dan Mang Nurdin, untuk beberapa saat lamanya aku, Airin dan Shanti hanya terdiam. Ceritaku memang sudah usai namun efeknya menjalar hebat menghangati tubuh kami bertiga, tanpa banyak ber ba – bi – bu, kami bertiga meninggalkan ruangan kelas yang sepi, Airin dan Shanti pulang saling menyusul dengan dijemput oleh sopir mereka, kuperhatikan dari kejauhan mang Nurdin mengayuh becaknya, dia sopirku T_T.

“ayo nonn, kita… he he he” Mang Nurdin tidak melanjutkan kata-katanya,

Aku menekuk wajahku dalam-dalam, tanpa bicara aku naik dan duduk di bangku becaknya. Setelah sampai, mang Nurdin mengikat becaknya pada teralis besi yang memagari rumahku, ia pura-pura mengaso di dalam becak. Setelah keadaan aman ia menyelinap masuk ke dalam. Detak jantungku berdebar dengan kencang saat mendengar suara langkah-langkah kaki menghampiri kamarku, pintu kamarku terbuka lebar dan tertutup dengan suara keras, “Brakkk…”

Tubuhku terasa mencair saat Mang nurdin menyergapku, tangannya mencapit pinggangku yang ramping dengan mudahnya ia mengangkat dan mendesakkan tubuhku menggantung pada dinding kamar. Wajahku sejajar dengan wajahnya, bibirnya langsung memangut dan melumati bibirku, gejolak birahi begitu hebat merayapi tubuhku hingga sepasang kakiku melejang-lejang di udara.

“aa-aduhh oummm…, emufffhhh. Emuffff, eummmmhhhhh…” suara keluhanku ditelan oleh mulut Mang Nurdin, ia begitu rakus menghisap-hisap bibirku

Nikmat sekali rasanya saat bibir mang Nurdin mengulumi bibirku, tanpa melepaskan kulumannya batang lidah Mang Nurdin memaksa menyeruak kedalam mulutku dan mencoba untuk membelit-melit lidahku. Aku semakin tersiksa oleh rasa sesak dan juga terhanyut oleh rasa nikmat, aku menggigit lidahnya untuk membebaskan sekapannya pada bibirku.

“Ataaatahhh…??!!, Hepphhhh…” Mang Nurdin menarik mulutnya, bibirnya agak manyun, aku buru-buru menarik nafas untuk mengisi rongga dadaku yang kekurangan udara,tanpa mempedulikanku yang termegap-megap kehabisan nafas. Batang lidah mang Nurdin menari-nari di rahang dan telingaku, sesekali ia melumat bibirku yang berdesahan, sekeliling mulutku terasa basah oleh air liur mang Nurdin, saat aku sedang asik menikmati cumbuannya pada daun telinggaku tiba-tiba.

“akhhsss, manggg, “ aku menarik kepalaku kesamping menghindari gigitan mang Nurdin pada daun telingaku.

“Mang ..! jangan main gigit begitu dongg…!!” aku cemberut.

“Lho ?? koq marah, Febykan tadi ngigit lidah Mang Nurdin masa mang Nurdin nggak boleh bales….hemm ?? cuphhh,, cupphh cuppphhh” Mang Nurdin mengecupi bibirku yang meruncing.

“Salah sendiri lidah mang Nurdin nyelenong seenaknya, nggak minta izin dulu..” aku menjawab ketus, mau memang sendiri, kumenarik kepalaku kesamping untuk menghindari mulut mang Nurdin yang mengejar daun telinggaku

Tubuhku menggeliat kuat , meronta untuk melepaskan diri namun tampaknya cekalan kedua tanganku pada pinggulku terlampau kuat, percuma saja aku mencoba untuk meronta melepaskan diri darinya.

“aaaaaaa-ahh-ahhhhhhh Mangggggg…” aku mendesah-desah saat ia kembali menggeluti daun telinggaku

Aku mencoba menggeleng-gelengkan kepalaku saat rasa geli itu menggelitikidaun telinggaku, tubuhku terasa menghangat saat bibir mang nurdin mencumbui daun telinga, rahang dan sisi leherku sebelah kiri. Aku menolehkan wajahku ke arahnya, kupangut bibirnya agar mulutnya dan lidahnya berhenti menggelitiki daun telingaku, lidahku terjulur melawan desakan batang lidah Mang Nurdin. Lidahku dan lidah Mang Nurdin saling menjilat, mendesak dan bergelut.

“Happp., nyemmmm, emmmhhhhh.. “

Saat mang Nurdin mencapluk batang lidahku aku mendesakkan wajahku hingga bibirku mendesak bibir mang Nurdin, suara decak-decak keras terdengar menggairahkan menaikkan birahiku bersamanya,suara rintihan tertahanku membuat mang Nurdin bertambah bernafsu mengulum bibirku.

“Manggg Nurdinnnnnn, Mannngggg….,ohhhh” suaraku gemetar seperti orang yang sedang kedinginan, wajahku terangkat-angkat keatas menikmati cumbuan dan hisapan-hisapan mulut Mang Nurdin, terkadang aku merasa mulutnya seperti sedang mengunyahi batang leherku yang putih jenjang, wajahku terkulai ke kiri dan ke kanan saat tukang becak itu menyantap batang leherku, menjilat, menghisap-hisap, mengecupi hingga aku merintih menahan rasa geli yang membuatku semakin gelisah., sesekali aku meringis saat merasakan gigitan-gigitan lembut Mang Nurdin.

Aku tertunduk malu saat mang Nurdin menurunkan tubuhku, jari telunjuknya mengangkat daguku, ia mengecup keningku dan menarikku ke arah ranjang.

“duduk disini Non…” Mang Nurdin duduk di pinggiran ranjang, ia memintaku untuk duduk di pangkuannya dalam posisi melintang agar lebih nyaman aku mengaitkan lenganku pada lehernya

Tangan kiri mang Nurdin menopang punggungku sementara tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam rok dan menggerayangi pahaku.

“manggg..!!” aku mencegah tangannya yang hendak mempreteli kancing baju seragamku.

“Feby, Mang Nurdin pengen lihat susu, boleh ya?” mang Nurdin terus membujukku agar mau menuruti keinginannya.

“buka ya, liat dikitt.. ajaaaaa…”

Akhirnya aku mengangguk.

“Tapi Cuma sedikit kan mang..??janji ?”

“Iya mamang janji, cuma liat…dikit”

Mang Nurdin menyibakkan rok seragamku ke atas kemudian telapak tangannya mengelus-ngelus pahaku yang halus mulus, aku membuka sebuah kancing baju seragamku bagian atas.

“Ah, belum kelihatan, satu lagi…”

“satu ya mang…”

“Iya satuu, ayoo dibuka…”

Aku melepaskan kancing baju seragamku yang kedua.

“belumm, masih belum kelihatan…satu lagi”

Aku menekuk wajahku berusaha melihat kearah payudaraku.

“Sudah mang, kelihatan koq..”

“belumm satuuu aja, cuma satu lagi koq…”

“satu ya mang…., terakhir…”

“iyaaa.., satu aja , nahhh begituuu.., aduh masih belumm…”

Akhirnya satu per satu kancing baju seragamku terlepas dari lubangnya, entah aku yang bodoh atau Mang Nurdin yang cerdik hingga aku tidak menyadari seluruh kancing baju seragamku kini terlepas, dengan gerakan kilat mang Nurdin menyibakkan baju seragamku, kedua matanya melotot kearah dadaku sambil berseru keras.

“ANJINGGG…!! WAHHHH !!!”

Mata mang Nurdin menatapku kemudian menatap bongkahan payudaraku yang mengintip dari pinggiran cup bra putih yang kukenakan, sepertinya ia hampir tidak percaya menyaksikan keindahan gundukan payudaraku yang padat dan putih.

“Ahh Mangggg…” aku terperanjat saat tangan mang Nurdin menarik cup Bra kiri yang kukenakan kebawah, payudaraku melompat keluar dan tersangga oleh cup braku. Tanganku melintang berusaha menyembunyikan payudaraku dari tatapan matanya yang liar.

“Uhhh ?? jangan mangg..!!ahhh, aduhhh..!! ee-ehhh…!!aww..!!“

Tangan kiriku mencekal pergelangan tangan Mang Nurdin yang hendak menarik celana dalamku, sementara tangan kananku menahan turunnya celana dalam berwarna krem yang kukenakan. Tangan mang Nurdin yang tadinya hendak menarik turun celana dalamku kini bergerak cepat keatas menangkap buntalan payudaraku. Aku terdiam sambil memegangi celana dalamku kuat-kuat saat merasakan mang Nurdin meremas-remas payudaraku, keringatku mengucur, entah kenapa hari ini terasa begitu panas….

“Manggg, Mang Nurdhinnnn ii-ihhh…,adu-duh aaaa..”

“Gimana non, enakk ?? nge he he he”

Jari tengah mang Nurdin memutari putting susuku yang mengeras, aku merintih lirih akibat gerakan nakal yang dilakukan mang Nurdin, ia meremas dan menggelitiki putting susuku. Dadaku terangkat saat tangan Mang Nurdin mendorong punggungku, wajahnya menunduk menghampiri payudaraku yang membusung ke atas.

Sekujur tubuhku serasa membeku sulit untuk kugerakkan saat mulutnya memayungi puncak payudaraku. Ada rasa hangat bercampur rasa takut saat mulut Mang Nurdin mendekati puncak payudaraku.

“aaaa, AHHHHHHHHH….!!ennh ennmmMANGG, Ahhhh hsssh ahssshho-uhh” aku mendesis keras saat mulutnya yang terbuka lebar mencucup puncak payudaraku.

“Aduhhh….!!” aku mendorong kepalanya saat merasakan hisapan kuatnya pada puncak payudaraku.

“he he he, kenapa Non ?? “

“geli, mang, sudah ah, sudah, ahhh-emmmhh mmmhhhh….“

Mulut Mang Nurdin membekap bibirku yang protes ingin menyudahi permainan yang tidak sepantasnya kumainkan, suaraku menghilang terbekap oleh mulutnya, kurasakan tangannya mengelusi pinggang dan meremas pinggulku kemudian turun menggerayangi kemulusan pahaku. Aku menggelepar saat mang Nurdin meremasi permukaan celana dalam di bagian selangkanganku.

“aaaaww.., crrr crrr crrr…”

Aku memekik kecil, cairan kenikmatanku muncrat berdenyutan, selangkanganku terasa hangat, ada rasa lengket saat mang Nurdin mengurut-ngurut permukaan celana dalamku, dengan menggunakan punggung tangan aku mengusap peluh yang mengucur di dahi dan rahangku.

“ahh…” aku mendesah pendek saat ia membalikkan tubuhku ke arahnya

Tangan mang Nurdin menarik cup braku yang satunya lagi, kini kedua buntalan payudaraku yang padat membusung tertahan oleh cup braku. Kedua tangannya yang kekar merengkuh pinggangku dan membelit bagaikan gelang yang melingkar mengunci tubuhku. Wajahnya mendekati dadaku, aku mendesah saat merasakan nafas mang Nurdin memburu menerpa payudaraku, ada udara hangat yang menghembusi payudaraku dan aku gelisah merasakan hembusan-hebusan nafas hangat mang Nurdin, rasa takut kembali mencekamku saat mulutnya menghampiri payudaraku sebelah kanan.

“Manggg, MAnggg Nurdin, eh-eh, Ow Ow Owwww…!!”

Aku berusaha mendorong, menjauhkan kepala Mang Nurdin dari dadaku, jika ia berusaha menjilat putingku sebelah kiri maka aku menarik payudaraku sebelah kiri hingga terhindar dari jilatan lidahnya demikian juga halnya jika ia berusaha menjilat putting dadaku sebelah kanan. Aku terus mencoba meronta untuk melepaskan diri dari belitan kedua tangannya. Semakin kuat aku meronta semakin kuat pula mang Nurdin membelitkan kedua lengannya pada tubuhku, belitannya semakin kuat seperti akan meremukkan-ku, belitan lengan kekarnya mengendor saat aku kecapaian dan berhenti meronta. Ia medekap tubuhku erat-erat seolah sedang mematenkan kepemilikannya atas diriku yang kini terdiam pasrah saat wajahnya menghampiri payudaraku, mulutnya memanguti puncak payudaraku.

“auhh, enh-nnnhhh ohh mangg Nurdinnnn…, aa-ampun mang Ampun akhh.. gelii”

Aku mencoba menahan rasa geli saat mulut Mang Nurdin mengecupi buntalan payudaraku, kucuran keringat semakin banyak melelehi belahan payudaraku. Mang Nurdin menjilati lelehan keringatku sambil mengecupi belahan payudaraku, habis sudah buntalan payudaraku dihisap dan dicumbui olehnya. Berkali-kali wajahku terangkat keatas dengan kedua mata terpejam menikmati jilatan-jilatan batang lidahnya pada putting susuku yang keras meruncing, semakin sering pula tubuhku terbungkuk-bungkuk menahan rasa nikmat saat mulutnya mengenyot-ngenyot puncak payudaraku bergantian yang kiri dan yang kanan. Kedua telapak tanganku menjepit wajah mang Nurdin kemudian mengangkat wajahnya, kujulurkan batang lidahku mendesak mulut seorang tukang becak yang wajahnya sangat jauh dari kata tampan, kupanguti bibir Mang Nurdin, ia membalas pangutan-pangutanku. Dengan mesra bibirku dan bibirnya saling mengulum, dengan membawa tubuhku mang nurdin menggeser tubuhnya, ia berbaring dibawah tindihan tubuhku yang mungil,perlahan kuturunkan sepasang payudaraku mendesak dada mang Nurdin, tangan kanan mang nurdin menekan punggungku hingga dadaku semakin tergencet menekan dadanya, kugerakkan payudaraku menggeseki dada mang Nurdin yang berbulu lebat.

Aku menurut saat diposisikan menungging bertumpu pada dengkul dan telapak tanganku sementara wajah mang Nurdin bergeser dan berhenti tepat ke bawah payudaraku yang menggantung, kurasakan kedua tangannya mengelusi dan meremas-remas payudaraku, punggungku ditekan hingga payudaraku turun kebawah, putting susuku jatuh kedalam mulut mang nurdin, nyot.., nyotttt…! Ia mengenyot susuku kuat-kuat.

“aduhh mangg, aduhhhh, adu-du-duh!!” aku mengaduh berkali-kali sambil merusaha mengangkat payudaraku dari mulut mang Nurdin,

Gerakan punggungku tertahan oleh tangannya, aku menjerit kecil, sekujur tubuhku mengejang hebat saat mulutnya mengemut-ngemut puncak payudaraku dan lidahnya menggelitiki putik susuku yang runcing karena terangsang. Nafasku terengah-engah menahan rasa nikmat saat ia menyusu dengan rakus pada buah dadaku yang ranum, aku seakan dipaksa untuk merintih dan terus merintih menahan kenyotan-kenyotan mulut mang Nurdin yang terasa geli dan nikmat.

“Ouhhh…, Owwwww…!!!! “

Aku buru-buru menggulingkan tubuhku ke samping, tanganku menahan celana dalamku, dengan kasar ia membetot celana dalamku. Aku menjerit saat celana dalamku terbetot lepas, terlolos melewati pergelangan kakiku, dengan nafas yang memburu Mang Nurdin menindih tubuhku yang sudah setengah telanjang. Aku terus meronta di bawah tindihan tubuh Mang Nurdin yang semakin bernafsu menggerayangi dan menciumiku.

“Enggak , Nggak mauuu…!!” dengan sekuat tenaga aku meronta dan mendorong tubuh mang Nurdin

Aku berguling dan melompat dari atas ranjang, aku berusaha berlari keluar dari dalam kamar saat mang Nurdin mengejarku.

“TIDAKK…!! Aaaahhh Hummphhh, MHEEMMMMPHHH…!!” aku menjerit ketakutan dan tangan kekar itu membekap mulutku dan yang satunya membelit tubuhku dari arah belakang.

“Nonn, tenang Non, tenanggg….” Mang Nurdin berusaha menenangkanku, setelah aku mengangguk, ia melepaskan bekapan tangannya pada mulutku.

“J-jangan mang, sudah…, sudahhh….”

Aku menepiskan tangannya yang menggerayangi tubuhku.

“Non Feby, Mang Nurdin janji nggak akan ngapa-ngapain Non Feby…, tapi tolong biarkan mang Nurdin nyicipin memeknya Non Feby, sebentar aja…, mang nurdin pengen ngisepin memeknya Non Feby, cuma oral koq nggak akan lebih dari itu..”

“T-tapi Mang, Saya takut..hhk hkkkk…”

“Aduhh, jangan nangis Non…., sini Non…, dijamin enak”

“Nggakk Maa…UUU…!!keluar mang..!!, KELUAR atau saya teriak Nihhh..!!“

Aku menepiskan tangannya dengan kasar dan mengusir Mang Nurdin, wajah mesum mang Nurdin berubah panik dan ketakutan, dengan terburu-buru ia keluar dari dalam kamarku.

“Cklekkk…” secepat kilat aku menutupkan dan mengunci pintu kamarku , aku bersandar pada daun pintu kamarku yang terkunci rapat, jantungku berdetak dengan kencang “dig dugg.diggg duggg diggg dugggg…” Perlahan-lahan tubuhku merosot turun, aku meringkuk sambil memeluk kedua lututku. Aku benar-benar ketakutan dengan apa yang baru saja kulakukan bersama seorang tukang becak yang tentu saja statusnya jauh sekali dibawahku. Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang membuka dan menutupkan pintu pagar rumahku.

To be Continued
^_^
****************

59 Tanggapan

  1. pertamax kah???
    coment dulu baru baca hehehehe
    Mantap kayaknya… dlihat dari fotonya hehehehe
  2. Pertamax lagi…
    Duh nunggu sambungannya nhe yang bikin BT ( Birahi TinggI )
    Jangan lama2 ya !!!
    Baca dulu ah…
  3. pada 3 Januari 2010 pada 14:47 | Balas mengaku_tobat
    tahun baru cerita baru
    komen dulu baru baca :p
  4. pada 3 Januari 2010 pada 15:50 | Balas Haugh jackman
    Hadedeh…eskekusinya mana?
    Re: blm ini kan baru permulaan, sabar lah
  5. pada 3 Januari 2010 pada 16:43 | Balas peri_cantik
    asik cerita kaya gini yg di tunggu2!! tukang becak atau kuli2 sama ce2 cantik kaya peri .Baguuuuuuuuuuusssssssss bgt dech!! Buat lagi terusannya jangan lama2 sama kuli2 juga donk plss!!
    Re: sis peri suka yg kaya gituan ya :D
  6. wah ceritanya asik nih bikin penasaran….kira2 dpt gk tuh mang udin y ?? foto febi nya mantep bos….moga2 ceritanya lanjut k cici nya, temen2 dll…ahahahah !!
  7. nice story… di tggu klanjutan nya.
    moga moga gk berhenti di tgh jalan kyk crita yg lain..
  8. mantabbbbbbb sip2 bener ditunggu kelanjutannya new year new story,… btw yg pernikahan yg ternoda di lanjutin dong…
  9. pada 3 Januari 2010 pada 20:13 | Balas kloset_jongkok
    Wah boleh jadi ning bos shu…. klanjutannya dinantikan….
  10. pada 3 Januari 2010 pada 20:49 | Balas Newkidontheblock
    Mantap.. Cerita2nya sll bikin penasaran terus.. Lanjutkan sist..!!
  11. pada 3 Januari 2010 pada 21:57 | Balas Bukan Kapolri Biasa
    jadi pengen alih profesi tukang becak nih…
    mangkal-nya daerah mana ya?
  12. bener2 bikin kontol ngaceng
  13. mantap sist..
    5 jempol dh..
    hehe
    school diary’na mn sist??..
    pmnggemar berat nh..
    dh lama nunggu…
  14. pada 4 Januari 2010 pada 00:31 | Balas roy yudistira
    mantab bos lanjoooooooootkan……….
  15. cerita baru nih menyambut taun baru.
  16. bagus bro, gw suka cerita kayak beginian, coli dulu ah…. sambil baca sambil bayangin anak bos gw. mantaph !!! lanjut lagi ya, jangan kelamaan.
  17. pada 4 Januari 2010 pada 05:06 | Balas syahrul khan
    mantap bos.. di tunggu lanjutannya!!!. jangan lama*.. hhe*
  18. manteb banget boss…
    begini baru enak…suasana dibangun per lahan2..gak maen tabrak lari…
    tob abis…lanjut gaaan
  19. pada 4 Januari 2010 pada 11:20 | Balas The Fallen Princess
    wah
    baru mampir lagi ke KBB
    dah ada karyanya sis Yo..
    asik asik…hhe
    jarang-jarang nih ceritanya sis Yo yang se aliran ma cerita q..
    ada apa dengan sis Yo?
    tapi asiik ceritanya…
    wajib di save nih..hhe
    btw…
    para komentator KBB makin banyak nih…
    makin rame yia KBB
    hidup bos Shu !!!!
    Re; sealiran dlm hal apa sis?eksibisionisnya gitu?
  20. pada 4 Januari 2010 pada 11:35 | Balas raja sulaiman
    mana foto cicinya?
    mamanya pasti tante yang cantik juga nih…..!!!
  21. ini bru cerita yg di tgg
  22. pada 4 Januari 2010 pada 13:32 | Balas Diny Yusvita
    Sis Yo memang wokeeeh…gimana KBB tanpa-mu Sis hiks hiks, kok aku jd nangis ciii…oya, nangis banyak kerjaan, horny bentar ah…
    Re: iya gw juga terharu kalau dipikir2, apa bisa kbb bisa sebesar sekarang tanpa sis yo, sampai kapanpun sampai gw pensiun dari kbb gw akan selalu mengingat sis & juga penulis2 lain yg berkontribusi disini yg telah membuat hidup lebih hidup, hik hikss
  23. busyet baru juga pulang liburan si imron sdh On nih. adegan Feby-mangNurdin asli bikin horny
    seks scane segitu panjangnya padahal belum ada esksekusi-nya.
    pasti sis Yo panas dingin plus napas tersengal-sengal waktu ngetiknya he he
    reques : eksekusinya nanti klo bisa jgn di rape atau Gangbang sis.
    Loh sis Diny kembali BadMood yah? padahal gw sdg tunggu itu lanjutan ksh miss kunti tempo hari. sis Dinaamel jg lama absen nih.
    Re: kok imron bro? iya ini kayanya sis yo sengaja eksekusinya pelan2 supaya pembaca panas hehehe
  24. mntaap…………….
    prlahan tapi pasti…………….
    bdw kalo bisa tmen2 feby juga diajak ngentot sekalian
    Re: iya rame kali kalau di eps mendatang ada pesta seks
  25. pada 4 Januari 2010 pada 16:59 | Balas hello K!tty
    *Bro Andriyan
    Mkasih Bro andri, perlahan namun pasti menuju Free Trade Area he he he.. ^_^ (kapan ya ??)
    *DR H
    mkasih dok,
    bukan cuma tersenggal dok, sampe dingin-dingin gitu kemaren pas lagi ngetiknya eh ternyata jendela kamar lupa ditutup, pantesan sliwir sliwir dingin hi hi hi…,
    rencana eksekusinya emang ngak akan terarah pada rape sih dok ^_^
    *sis Din
    wiw ?? badmood, ilang lagi niy feel nya ??
    karena kecapean kali malem taun baruan ^_^
    *Bro Arya
    mkasih Bro ^_^
    *Bro Raja
    sebenernya mamanya kaya omas, papanya jimmy kaya lin he he he
    *Sis Din’amel
    iy niy kemana aja sis ??,sedang sibukkah diluar sana ??
    aku mau coba belajar jenis baru, pan rape udah, rape action juga udah, rape komedi, sex romantic , karang cobain eksbitionis ama sex adiccted ke ke ke,
    yang belum kucoba horror kali ya, entar deh kalau sudah menguatkan diri, coba bikin satu tamat aja hi hi hi
    *bro Zhephyr, brosyahrul khan, bro hendro, bro baltarzord, bro roy, bro renvy
    mkasih bro, susah kalo tabrak lari, kan pemeran utamanya naek beca sih…, keburu kekejar ama massa ntar he he
    *Bro Pepe
    mkasih, wahh, berapa kilo beratnya niy ??
    school diarynya dah beres tinggal tunggu tayang koq , satu-satu he he ^_^
    *Bro bukan Kapolri biasa
    wahh, jangan alih profesi, ntar yang jadi kapolri sapa dong??
    *Bro NewKid, Bro kloset, bro cuplease, bro spy di,bro jontor, sis peri, bro haugh, bro mengaku tobat, bro stagnazi, bro bedhes
    mkasih apresiasinya ya, mudah-mudahan ngak lama lanjutannya, ^_^
    *Bos Shu
    widih , kepikiran judulnya ama si bos ke ke ke….
    mkasih dah dicariin pic nya bos,
    bos emang ebad deh^_^
    foto mang becanya dapet dari mana bos…??
    atau pas lewat dijepret ama bos shu,
    ampe mengkerut gitu mukanya, ha ha ha ha
    Re: wah2 sis yo mau ekspansi ke genre cerita lain, hebat deh, salut. fotonya seach di yahoo…masa gw minta tukang beca langsung jadi model hehehe, serem ah moto cowok
  26. maaf sis ga selesai baca…
    udah keburu ke kamar mandi hehehehe
    pas banget sama segala hayalan gw :p
  27. pada 4 Januari 2010 pada 17:08 | Balas hello K!tty
    *bro art sex
    hah ?? ke kamar mandi
    m-moo, ngapain ?
    (curiga mode : On )
    Re: iya nih ngapain ya?
  28. cerita yang bagus dan alur ceritanya yang mengalir tanpa ada rasa jenuh dalam membacanya dan semoga lanjutannya tidak terlalu lama dan seperti biasa bulan baru tahun baru dan di awal bulan selalu dimulai dengan cerita dari sis Yohana dan semoga school diarynya ngak harus tunggu ampe bulan baru untuk muncul di blog ini (permohonan untuk bro shu) dan kayanya bro shu lagi sibuk ya ngak sempet dalam mengcomment komentar dari pengunjung blog KBB ini (berharap bisa menjadi pengedit dan menjadi salah satu quality control untuk cerita2 yang akan tayang didalam blog ini karena hanya bisa menjadi penulis pasif) sory ya kalo kepanjangan dalam menulis komentarnya karena untuk saat ini hanya itu yang bisa dilakukan
    Re: iya lumayan sibuk nih, thx perhatiannya. tapi gpp saya masih sanggup ngurus sendiri kok. :)
  29. wow.. kereenn.. as usual sis Yo mmbuat awal bulan menjadi basah.. basah kringetan.. he3..
    Eh Sis Yo, tp koQ seperti gak ada klimaksnya ya? jd walopun panjang, ngocol, tapi keknya datar2 aja gitu critanya sis.. But that’s only in my opinion though.. I can’t even write like yours.. he3..
    Re: basah keringatan atau basah apa? hehehe…mngkin ini baru pembukaan kali ya jadi ga begitu panas, kita tunggu beriktunya
  30. Nungguin lanjutannya ajah ,,,
  31. pada 5 Januari 2010 pada 08:31 | Balas The Fallen Princess
    @ sis Diny
    cup cup sis Diny..jangan nangis..
    banyak kerjaan? tar q suruh Dr. H bantuin sis deh..
    hihi
    @dr H
    yia…setuju ama dr H..jangan di rape yia
    jadi romantic flirty Beauty & The Beast aza
    hehe
    absen? kn q udah nitip absen ama bos Shu (kebiasaan di kampus..hihi)
    lagi sibuk..kbanyakan ujian ‘n tugas..hehe
    @sis Yo
    sibuk ngerjain orang sis..haha
    hmm…yang belum itu rape horor comedy action kan? (gado-gado kalee..)
    haha
    eksibisionis mulai menjamur lagi niih..hihi
    @bos shu
    setuju sama bro Teddy
    kyaknya bos Shu lagi sibuk nih..
    harus dipilih 2 orang lagi buat ngontrol KBB
    supaya tetap terawat dengan baik..hihi
    q bersedia juga..hehe
    Re: duh sis dina, sibuk juga ya jarang nongol. thx perhatiannya nih, banyak sekali yg perhatian ke gw, jadi terharu. skrg ini sih masih kehandle kok ngurus tempat ini, walau emang komentnya gw kadang telat bales.
  32. pada 5 Januari 2010 pada 12:59 | Balas Diny Yusvita
    Sis Yo & dr. H : Udah mood lg koks, sorry y gw moddy-an orgnya. I Know Who-nya lum aku terusin neh, baru Lavenia 2 aja, Memoirs 3 & AKdK 2. Lagi mau kolab dulu sama Bang Shu, Bang Binal, Bang Ninja & Sis Yo (Sis Dina Amel jd khan di ajak kolab ?).
    Dina Nakal : Bikin eksibisionis juga dunk Sis, Sis Yo khan buat nih, aku juga buat…Sis ikut, kan rame tuh kaya parade xixixi.
    Bang Shu : bisa aja Bang, foto tukang becaknya, dapet dari mana sih, yg kaya gitu ?
    Re: dari search di google sis, masa potret sendiri hehehe
  33. pada 5 Januari 2010 pada 13:44 | Balas Pendekar Maboek
    Eehmm… karya salah satu srikandi KBB ni ya? Pantesan OK bgt, so naugty… kayaknya mencerminkan pribadi dr yg bikin nih hehe…
    Tapi sayang, setiap ada adegan Mang Nurdin ama Feby kok rumah selalu sepi ya Sis? Coba ada orang lain di rumah bisa Mbok Surti, Ci Debbie atau papa mama Feby pasti lebih seru tuh, soalnya horny-nya campur takut2 ketahuan. Tapi kayaknya yg kedua bakal ada orang tuh di rumah tuh, soalnya ada seseorang yg masuk, hhhmm… qra2 siapa y?
    Btw si Bos kemane ye? Udah rame kayak gini kok ngga ada komen? Ngajak sembunyi2an kali nih, qta yg giliran jaga y? Ayo cariin rame2 yuk…
    Re: ini2 gw, sori emang sibuk banget bbrp hari ini puyeng deh, u juga kemana aja? jarang di ym nih?
  34. pada 5 Januari 2010 pada 14:04 | Balas Ninja Gaijin
    wah, tukang becak langganan Shusaku dapet kehormatan masuk sini fotonya hehehe…
    Re: wakakaka iya tuh dipotret jadi model jadi ngetop deh, ada yg pernah naik becak si abang ini ga?
  35. pada 5 Januari 2010 pada 14:37 | Balas Hello K!tty
    *Bro NG
    iya coba liat ampe manyun-manyun gitu photo si abang ke ke ke..
    kayaknya bos shu pas motret ketahuan tuhhh… ^_^
    mungkin ceritanya begini,,,
    suatu hari , entah dimana dan kapan, ciehh
    bos kita mengendap-ngendap.., mau moto mang beca
    nahh begitu cepret…, ternyata mang beca malah ngeliat kedepan…, keduanya sama-sama kaget…
    Mang beca : eh, ada apa den ?? poto poto segala
    Bos Shu : ehh ini mang lagi ngetes poto, waduh mau ujan nih mang, belum ngangkat jemuran…., mari mang
    (Langsung ngacir)
    Mang beca : wahh co ko moto co, jadi serem nihh glekkk
    (canda ke ke ke ke)
    Re: wadoh gw ga jeruk makan jeruk sis, mendingan minum pulpy orange, mamerin pulpy ke sis yo
    *Bro Pendekar
    hush, engak mencerminkan pribadi yang bikin lha ^_^
    waa koq bisa sejalan pikiran kita ya ??,
    emang betul engak setiap saat koq rumah sepi
    ada dieps 2 deh.., udah ku submit, bagaimana ceritanya ??
    just wait and sii ^_^(ngak kasih tau dulu…la la la)
    *Sis Din
    maunya aku juga sis Dina kita ajakin, pan ce nya jadi tiga ke ke ke ke,,, kaya di Charlie Angel….
    *Sis Din’amel
    kan musim ujan nih jadi banyak jamur tumbuh dengan subur he he eh
    Gimana sis din ?? mau ya..,. kita barengan paket kombo jadinya…
    *Bro Thanatos
    di halteu ini ku tunggu, lupa lagi liriknya (singging mode : on)
    *Bro Dhalsim
    makasih, yang eps ini lebih kearah pembangunan feel dulu , gitu loh
    *Bro Teddy
    walahh sampe segitunya nungguin Sd, makasih ya apresiasinya
    tapi, jangan semuanya dimunculin, nyicil aja,
    tar aku kewalahan ngelanjutinnya dong ^_^
  36. pada 5 Januari 2010 pada 14:42 | Balas Ninja Gaijin
    baru ngelihat… tnyata ada yg ngajakin kbb ladies eksibisionis? XD
  37. anjritt ampir ngecrottt gue, hahaha…
    keren abis nih cerita…
    feby oh feby..
    btw bro shu, klo next time gue bikin cerita, terus fotonya dari orang orang di fb bole gak?
    haha…
    uuuhhh…
    kenap kenapa kenapa bikin penasaran uuhh uuhh croot
    Re: kalau bisa jangan tar diprotes sih takutnya
  38. dari sisi cerita dan alurnya, terkesan dipaksakan… paling jg Endingnya gitu2 aja kan Boss………… bikin ngantuk….hihihi…
    Re: sabar2 ini baru pembukaan, jadi ga heran kalau masih kurang panas, ke depan gw yakin bakal hotter
  39. wah cici yo semakin hari semakin mantap dalam berkarya pokoke di kbb penulis favorit ku tetap cici yo he he he kalo penulis cowoknya dr h.. ku kira foto feby dari cici yo ternyata dari boss shu wah mbak dina amel dan sis dinny ada juga toh wah kalo charlie angel kbb beraksi maka kagak ada loe kagak rame (kayak iklan rokok hi hi hi) oh ya boss shu apa foto feby tsb tuh si lee ye won betul ngak ya apa salah mugkin mirip aja kali ya
    Re: wah gw ga tau namanya tuh, mungkin iya kali ya
  40. pada 6 Januari 2010 pada 08:27 | Balas naga_langit
    beneran deh….baca cerita kayak gini , jadi bikin minder
    Re; minder kenapa bos?
  41. pada 6 Januari 2010 pada 11:35 | Balas Hello K!tty
    *Bro Mike
    mkasih ^_^,
    ehh btw beneran nih mo bikin cerita,
    jadipenasaran..
    (minta bocoran judulnyanya kalo boleh he he),
    kutunggu ahh…
    *Bro Andra
    mkasih, untung aja dikasih ama bos shu pic nya..,
    soalnya aku masih blum dapet hi hi..
    *Bos Naga
    ahhbos naga bisa aja,
    maunya juga aku yang minder loh ^_^
    *Bro NG
    eeittt…, bikin cerita loh maksudnya ^_^
    bukan jadi charlie angel the eksibisionis…..
    *Bos Shu…,
    kayanya ada wangi-wanginya si imron nihh…
    kayanya dah 90 % yak Bos, ampe kecium ampe dimari
    Re: blm kok kalau sampe 90% sis, lagi fokus ke cerita satu lagi dulu
  42. @ sis Yo:
    komen dulu ah baru baca ceritanya hehe :p
    waow, ada cerita baru lagi dari sis Yo, mantapppp ^^
    sis Yo ini banyak sekali ide2nya, keren dan jadi makin loph sama sis Yo, hohoho:)
    ..eitss maksudnya loph sama tokoh2 dan ceritanya hohoho :p
    btw sis Yo, buka FB sis. jadi ketagihan sama2 dengan para kbb ers hohoho :D
    @bro mikenjess:
    waow, bro mau coba buat cerita…smangat bro. ditunggu ceritanya hehe :)
    kalo foto dari FB mungkin agak susah atau ga enak. misalnya kalo si empunya foto tau dan keberatan.
    oya bro mikenjess, mau pm ke bro, tapi sy kan ga tau email bro atau aktif di forum apa dan dengan id apa. hmm ada ikut join group KBB bro?
    atau mungkin nanya ke bro shu ya: @bro Shu, boleh tau email nya bro mikenjess? tolong di email ke email sy bisa? thanks bro Shu ^^
    Re: ini emailnya bro sir_mikejess@yahoo.com semoga bisa kerjasama
  43. pada 6 Januari 2010 pada 17:27 | Balas peverell brother
    oke ni story,…baguss bangett malahan,..ibarat kopi susu pas banget “susu” nya,…hee…
    ampe jd pusing sendiri,.hedew,,,…n satu lagi,.maap komen na byk titik na,….:D
  44. mantap nian..
    menggairahkan..
    ditunggu lanjutannya
    tks
  45. pada 8 Januari 2010 pada 01:07 | Balas kelana putra
    abat2 deh bikin horni banget and nunggu lanjutan neh
  46. *Bro Kelana & Bro Dogol
    mkasih apresiasinya ^_^
    *Bro Prevell
    waduh, bagus banget ?? makasih ya he he
    mudah-mudahan eps berikut pas “susunya”
    *Bro Isenk
    wahh, jadi makin cinta juga nihhh…
    eittt maksudnya ama apresiasinya lohhh he he he ^_^
  47. @sis yo
    ini kapan lanjutannya ya?
  48. * Bro Mike
    udah selesai koq yang ke duanya,
    tinggal tunggu…, wan bay wan ^_^
    btw, beneran nih, dah ngirim cerita ke bos shu ??
    jadi ngak sabar pengen baca karya bro mike
    Re: iya udah kok sis, cuma lagi dirapiin & waiting list
  49. d tunggu cepat sambungannya… mantaaap!!
  50. hahaha… yup.. rencana 7 cerita. kayak harry potter gitu sis
  51. *Bos Shu
    sip deh bos,
    tinggal tunggu di wanted list he he he
    *Bro Mike
    kalau mau lebih dari 7 cerita juga , kita-kita pasti ngak akan nolak kok.. ^_^,( ngarep mode : On )
    tul ngak bos shu ??
    *Bro Upit
    mkasih ya bro ^_^
    Re; udah rilis tuh sis punya bro mike
  52. hahaha… btw sis yo minta alamat email donk, atau pm ke aku sir_mikejess@yahoo.com
    thanks ya
    Re: wah bro mike kayanya mau kolab dgn bbrp penulis nih, nulis apa ya kira2?
  53. pada 31 Januari 2010 pada 10:21 | Balas Penikmat Cerita
    Nice story…. kapan2 join bikin cerita yuk
  54. gw suka banget sama cerita ini…
    pokoknya cerita ini membuat penis gw terus ngaceng,,, padahal kan di cerita ini si feby gak sampai di entot…
    kalau bisa cerita ini ada lanjutannya…
    di tunggu y lanjutannya…
  55. mana lanjutannya nih…
    gak sabar pengen baca lanjutannya…
    plisss dong cepetan..
  56. pada 15 Februari 2010 pada 16:42 | Balas Pemburu Jilbaber
    Lanjutannya, Bro?
  57. pliissss lanjutkan ceritanya…
    gw ga bosen2 baca cerita ini ampe 17 kali..
    Re: sapa dulu dong penulisnya, bu mensexneg tea
  58. bos mana ni lanjutan cerita Feby nya ku salah satu penggemar situs kisahbb.wordpress.com
    jadi lanjutkan ya bos.. biar asik dan rame di tunggu kan bos
  59. ceritanya bagus sis, seperti cerita2 yglain karena mengandung yin & yang, yang cantik sama yg kurang menarik, yg hitam sama yg putih, sikaya dengan si miskin, sungguh sangatmenarik, terus berkarya soalnya ceritany abener2 bikin turn on (gara2 kisah model bb gini gw suka praktekin cyber sex dgn partner di YM)

1 komentar:

  1. 4 Just what purchased you should only endeavor to as
    well as notification. What is a keylogger causing the trouble.
    This is why the best keylogger software is a solution to this problem: a Wireless keylogger.
    If you want to use it to their advantage.

    BalasHapus