Ringkasan episode sebelumnya :
Ketidaksenangannya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.
#########################
Di rumah sakit
![]() |
| Alfi |
Di sebuah kamar VIP nampak Lila terbaring tengah menanti persalinan dirinya. Tadi pagi Lidya sempat mampir sebelum pergi ke kantornya dan mengutarakan niatnya buat mengajak Alfi tinggal serumah dengannya dengan alasan dia dan Sabrina merasa tidak aman tinggal berdua tanpa adanya lelaki di rumah itu. Ini aneh! pikir Lila. Sekalipun alasannya masuk akal tetap saja Lila merasakan jika ada sebuah kejanggalan. Mengapa Lidya justru memilih Alfi? Bukankah Lidya sangat tidak menyukai Alfi? Hhhhhh! Lila berkali-kali menghela napas. Ia terus menduga-duga apa sebenarnya yang tengah Lidya rencanakan. Kedua gadis ini benar-benar tak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Keluh Lila. Meski demikian ia belum memberikan persetujuan kepada Lidya. Tak lama kemudian masuk Sandra dan Niken ke kamarnya. Lila sengaja memanggil ke duanya untuk mendiskusikan masalah ini bersama.
“Ibuku sedang dalam perjalanan menuju kemari. Jadi kita tak punya waktu banyak buat membahas soal ini” ujar Lila.
“Aku belum tahu seperti apa rupa si Sabrina itu tapi aku pernah melihat adikmu, La. Dia itu sangat cantik dan mengoda. Dan aku kira Alfi tak bakalan kuat menahan hasratnya jika harus terus-terusan berdekatan dengan Lidya ”ujar Sandra.
“Ini Sabrina. Foto ini kuambil saat kami makan malam beberapa hari yang lalu”ujar Lila sambil memperlihatkan sebuah foto dari handphone-nya kepada Sandra dan Niken






