![]() |
| Paijo |
Cerita ini bermula dari sebuah obrolan di sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan.
''Jo gimana kabarmu ??? Setelah dipecat oleh si nyonya, kamu jadi jarang nongol disini sih jadi kangen aku.'' ucap seorang lelaki setengah baya berpakaian satpam sambil tangannya mengambil sepotong pisang goreng yang tersaji dihadapannya.
''Ah biasalah Bang lagi sibuk, ada protek kecil-kecilan.'' jawab seorang laelaki berumur 40 tahunan sambil menyeruput secangkir kopi panas pesanannya.
''Wah udah sukses lo Jo, pake ngerjain proyek segala.'' kata sang satpam, dari papan nama yang dipakainya tertulis ''Bambang''. Orangnya gemuk, tingginya 169cm, berkulit coklat agak kehitaman, berkumis tebal dan kepalanya botak tengahnya.
''Sukses apaan bang ??? Proyek gue cuma copet sana copet sini doank hehehehehe.'' ujar sang lawan bicara sambil tertawa memperlihatkan giginya yang letaknya amburadul sama seperti yang punya.
''Owalah Jo Jo, daridulu gak pernah berubah lo.'' kata Bambang sambil tersenyum kecut mendengar penuturan Paijo sahabatnya itu. Paijo memang dari dulu terkenal sebagai preman kampung kerjanya kalau tidak malak ya maling, maka dari itu Paijo diajak Bambang ikut ke kota untuk merubah peringai buruknya itu tapi apa mau dikata sifat orang sulit dirubah.
''Eh Bang kamu masih kerja di rumah itu yah ???'' tanya Paijo sambil ikut-ikut Bambang mencomot pisang goreng.
''Masih, emang kenapa ?'' tanya Bambang.
''Gak apa-apa, cuma nanya aja.'' jawab singkat Paijo sambil memandang kosong ke arah gelas kopi yang ada dihadapannya. Pikirannya melayang saat dia pertama kali diajak Bambang ke kota untuk ikut bekerja di rumah majikan Bambang.





