Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Sabtu, 21 September 2013

Presiden Gendeng, Nurkosa Kribo: Gaby Rianawaty

HARI SENIN. 21 Desember 1976 sekitar tengah hari

Hujan angin lebat tak hentinya membasahi bumi sejak semalam. Di sebuah kota tak terlalu besar di dekat perbatasan propinsi tengah dan timur terletak makam seorang pemimpin yang di abad lalu amat terkenal di negara antah berantah ini. Makam itu bahkan diajadikan tempat ziarah bagi banyak penduduk - baik daerah sekitar situ maupun dari jauh. Tak jarang pula datang pengunjung dari luar negeri untuk menunjukkan hormat mereka terhadap pemimpin ini. Makam yang bagus dan terawat rapih itu terletak di sebuah kompleks yang amat luas. Sebuah mobil kijang baru dengan sopir berhenti beberapa ratus meter dari makam yang terawat rapih itu, dan dari mobil itu turun pasangan yang sangat menarik namun kontras : seorang wanita hampir setengah baya yang masih terlihat amat ayu cantik menarik dengan tubuh yang langsing semampai. Jas hujan dipakainya menutup sampai dibawah lutut tetap tak dapat menyembunyikan lekuk liku tubuh yang dimasa remaja-nya pasti membuat setiap mata lelaki menoleh. Cara berjalan wanita ini tidak secara sengaja di-lenggang lenggok-kan seperti peragawati di mode show zaman sekarang namun jelas terlihat sangat menarik dan goyangan pinggulnya akan membuat setiap pria menelan ludah. Betisnya yang tidak seluruhnya tersembunyi terlihat sangat sempurna ibarat padi ranum membunting seolah mengundang tangan lelaki mengusap dan membelainya.Sangat kontras adalah pria yang berjalan disamping wanita ayu ini - tubuhnya tinggi besar, terlihat amat kekar kasar, dimana tinggi si wanita tak sampai ke bahunya sama sekali. Wajahnya terlihat kaku, mahal senyum, tidak menarik, sama sekali tak serasi dan tak sebanding untuk mendampingi wanita cantik yang digandeng pinggangnya itu. Tanpa ada kesan bergegas namun dengan langkah pasti, setapak demi setapak kedua insan yang secara badaniah alamiah luar sama sekali tak pantas menjadi pasangan itu mencapai gapura kompleks makam agung yang kebetulan saat itu sepi karena hujan lebat dan angin keras. Hanya sedikit saja pengunjungnya tak seperti dihari-hari kerja biasa atau dihari Sabtu atau Minggu. Sang pria tak menyadari bahwa semakin dekat mereka mendekati makam semakin berubah sinar wajah sang wanita : dari mula mula cerah menjadi sedih seolah olah dibebani kenangan hitam, segelap udara mendung pembawa hujan saat itu. Tak hanya perubahan wajah yang muncul namun mata jernih si wanita mulai berkaca-kaca, air mata mulai berkumpul dipelupuk matanya dan mengalir ke pipinya, namun karena hujan angin maka air mata itu tak sampai terlihat nyata. Selain itu air mata yang jatuh tercampur dengan air hujan seolah ingin menambah kesuburan tanah.

Kamis, 19 September 2013

Liburan Birahi 2: Get Ur Happy, Honey!

Aryanti meloncat dari ranjangnya dengan wajah kaget. Jam di samping ranjang menunjukkan Pukul 07.30, Aryanti khawatir mereka akan ditinggalkan oleh rombongan yang berangkat pukul 09.00 tepat. Bagaimana tidak, sejak kemaren sore mereka bermain gila-gilaan hingga semalam suntuk, mungkin ini sebuah pemanasan yang berlebihan untuk bulan madu mereka yang tertunda. Namun Aryanti terpaksa sedikit lebih lama menyabuni tubuhnya, setiap bagian tubuhnya terasa lengket, entah oleh keringat mungkin juga karena cairan mereka yang menghambur keluar. Aryanti tersenyum sendiri saat teringat aksinya tadi malam, dirinya berhasil meyakinkan Arga suaminya bahwa sperma yang mengalir keluar dari vaginanya adalah milik Pak Egar dan disebabkan keadaan yang sangat memaksa. Busa sabun yang menutupi sebagian kulitnya membuat tubuh itu semakin eksotis, baru kali ini dia merasa bangga ketika Pak Egar memuji tubuhnya dan mencumbunya dengan sangat bernafsu. Padahal sebelumnya dirinya selalu jijik jika pria itu memandangi nya dengan penuh nafsu. Aryanti berdecak kagum dihadapan cermin kamar mandinya, dibiarkannya shower manyapu busa sabun yang tersisa. Jika suaminya memang mengizinkannya untuk bersenang-senang pada liburan nanti, lalu kenapa dia harus menahan diri untuk mencari kesenangan, begitulah yang ada diotak Aryanti saat ini. Air shower yang hangat membuatnya betah untuk berlama-lama melihat tubuh telanjangnya dialiri air yang menciptakan sungai-sungai kecil, mengalir disela bukit payudaranya yang membusung dan akhirnya menyelusup keselangkangannya. Komentar apa yang akan keluar dari bibir teman-teman suaminya itu jika dirinya membiarkan tubuhnya ditelanjangi oleh pandangan mereka. Adakah kekaguman bila dirinya membiarkan payudaranya tersenggol oleh ulah mereka yang usil?  Adakah celoteh-celoteh nakal yang terlontar bila dirinya membiarkan selangkangannya diintip oleh mata nakal mereka?. Oohhh,,, tampaknya Aryanti sangat ingin menikmati petualang-petualangan yang mendebarkan. Tapi Aryanti kemudian mendesah panjang, tidak mungkin semua itu terjadi, dia adalah seorang istri yang baik-baik dari suami yang baik-baik pula. Biarlah kegilaan yang kemarin menjadi intermezzo dalam kehidupannya yang takkan terulang lagi.
 “Duk,duk,duk,,,”
 “Sayang, buka dong pintunya, bakal telat nih kita,” teriak Arga, yang bergegas masuk kedalam kamar mandi setelah dibukakan pintu oleh Aryanti.

Liburan Birahi: Sayang...Ini Hanya Sebuah Permainan


“Gilaa,, dah miring otak ni orang,,,”
 Dalam hati Arga mengumpat mendengar usul yang ditawarkan oleh Dako, usul gila yang dengan cepat disetujui oleh atasannya Pak Prabu, dan kedua teman yang juga memegang jabatan manager. Hari itu, Kantor Arga menerima kunjungan pimpinan pusat yang menetapkan kantornya sebagai cabang perusahaan dengan kinerja terbaik, memberikan bonus liburan dan berhak untuk menggunakan cottage milik perusahaan yang ada disalah satu pesisir pulau jawa. Tentunya ditambah bonus sejumlah uang. Namun di antara berbagai kegembiraan itu mungkin Arga lah orang yang paling berbahagia. Ya,,, atas bantuan Pak Prabu, Arga disetujui oleh pimpinan pusat untuk menempati bangku pimpinan yang sebelumnya ditempati oleh Pak Prabu. Prabu sendiri atas prestasinya diminta untuk membantu pusat. Setelah rombongan pusat meninggalkan ruangan, Pak prabu langsung mengangkat gelas yang hanya diisi air mineral mengajak bawahannya untuk bertoast ria. Walau bagaimanapun ada kebanggaan atas penghargaan yang diberikan. Namun Pak Prabu dengan berat hati menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat ikut serta dalam liburan itu, karena telah memiliki janji tersendiri dengan istrinya untuk sebuah liburan di pulau dewata. Arga tidak begitu peduli dengan keabsenan Pak Prabu, toh dirinya tetap dapat mengikuti liburan rombongan kantor bersama istrinya. Dan ini dapat menjadi kado bulan madu bagi istrinya yang baru dinikahi 3 bulan lalu.
“Tapi apakah Pak Prabu tetap tidak mau ikut rombongan walaupun nantinya kami mengadakan sebuah game dengan perjanjian yang menarik?,” celetuk Dako.

Senin, 09 September 2013

Butuh Uang

Part 1, The Beginning

Sherly

“OK… siap ya. 1… 2... 3….” Terdengar bunyi klik dari sebuah kamera yang bersamaan dengan kilatan cahaya lampu.
“OK, sekali lagi. 1… 2… 3…. Cakep!”
Saat itu di satu studio foto sedang dilakukan sesi pemotretan. Studionya tidak terlalu besar namun nyaman dan peralatannya juga cukup lengkap. Ada 2 buah kamera di sana dengan flash yang bagus, ada juga lampu besar berjumlah 2 buah, satu tripod dan satu payung reflektor yang digunakan untuk meredupkan pencahayaan. Ada juga beberapa kostum di sana, mulai dari gaun pesta, baju pengantin, tank top, rok mini, sampai beberapa bikini dan lingerie.
“Coba ganti posenya lebih sexy sedikit… Ya begitu… 1… 2… 3…” demikian suara yang keluar dari seorang fotografer. Fotografer itu beberapa kali mengarahkan pose sang model, yang kelihatannya masih amatir. Nama fotografer itu adalah Pandu, fotografer profesional berumur 38 tahun yang sudah 10 tahun menekuni bidang fotografi. Fotografer berbadan gempal dan berambut keriting itu sebenarnya dari tadi sudah sangat nafsu melihat model amatir yang sedang berpose di hadapannya. Maklum saja, si model itu berwajah cantik dan masih malu-malu sehingga menambah kesan tersendiri bagi sang fotografer. Apalagi saat ini si model hanya memakai kemeja putih yang 2 kancing atasnya sudah terbuka, sehingga memamerkan lekukan dadanya yang ranum.

Pendekar Pemanah Rajawali XXX: The Other Story

Kisahnya adalah mengenai Kwee Ceng (Guo Jing), seorang anak yang dianggap banyak orang dungu dan naif, namun juga baik hati. Dengan kebaikan hatinya ia pernah menolong Jengis Khan dan sebagai balasannya ia dapat tinggal bersama Khan dan dianggap seperti anak sendiri. Ia kemudian bertualang dan bertemu Oey Yong (Huang Rong). Mereka bertualang bersama dan menemukan rahasia ilmu silat yang dahsyat dan bertemu dengan banyak pendekar terkenal, di antaranya adalah Kaisar Selatan (It Teng Taysu), Pengemis Utara (Ang Chit-kong), Racun Barat (Auwyang Hong, ayah Auwyang Kongcu), dan Sesat Timur (Oey Yok Su, ayah Oey Yong). Kisah Legenda Pendekar Pemanah Rajawali ini telah berulang kali dibuat filmnya, baik yang versi layar lebar, maupun serial TV. Untuk versi layar lebar, salah satu versinya diperankan oleh mendiang Fu Shen sebagai Kwee Ceng, dan Tanny Tien Niu sebagai Oey Yong. Pasangan Kwee Ceng dan Oey Yong ini merupakan salah satu pasangan dalam karya Jin Yong yang paling populer, karena Kwee Ceng yang jujur dan sedikit bodoh, berpasangan dengan Oey Yong yang nakal dan cerdas. Meskipun hubungan mereka awalnya mendapat banyak tentangan, namun pada akhirnya mereka bisa bersatu.

#######################
Tokoh

  • Kwee Ceng (郭靖), dilahirkan dan dibesarkan di Mongolia, ia diajar oleh Tujuh Manusia Aneh dari Kanglam (江南七怪武功) atau Kanglam Chit-koay. Kemudian ia juga belajar dari Ang Chit Kong dan Ciu Pek Tong. Lugu, lamban belajar dan tidak suka kekerasan, namun kejernihan pikirannya justru membantunya mempelajari ilmu silat tertinggi dari kitab Kiu Im Cin Keng. Ia adalah suami Oey Yong.

Istriku Dalam Kenikmatan Terlarang 2

Anastasya


Setelah memastikan istriku sudah tertidur pulas karena kecapaian maka aku dengan leluasa mulai mencoba file movie yang ada. File pertama kubuka ternyata file itu berisikan film ketika istriku berada di atas panggung sedang tarian striptease dan aku langsung mematikannya karena aku ingin mencari film lain seperti yang tertulis di sms. Kemudian aku mengklik file movie ke dua dan tak lama terlihat gambar istriku yang dalam keadaan telanjang bulat sedang duduk di sebelah pria gendut berkulit kecoklatan yang malam itu mendapatkan kesempatan memiliki istriku selama perayaan pesta tahun baru. Kulihat istriku duduk dengan tersipu malu sambil berbincang-bincang dengan pria gendut itu yang pada akhirnya aku ketahui bernama Samsudin aka Udin. Kulihat sambil berbincang bincang Udin yang duduk menempel di sebelah istriku meremas-remas dengan pelan payudara istriku dan membuat istriku sulit konsentrasi dalam perbincangan itu serta terkadang istriku mendesah kenikmatan dikarenakan ulah nakal Udin. Sekilas ku mendengarkan perbincangan mereka,

Kamis, 15 Agustus 2013

Perangkap gairah Dua mawar Jelita

 

Chapter 18
Bunga-bunga terakhir buat Alfi
Bagian 7 dari 11 : Perangkap gairah Dua mawar Jelita


--
Ringkasan episode sebelumnya :

Rasa ketidaksenangnya terhadap hubungan Alfi dan kakaknya Lila membuat Lidya menyetujui usul sahabat baiknya Sabrina untuk menjebak Alfi agar pemuda itu menyingkir dari kehidupan rumah tangga Lila untuk selamanya.

--
Sorenya itu..pukul 19.30

Seusai santap malam. Sabrina dan Lidya-pun langsung menjalankan rencana mereka.
“AAAAAAAAA!!!!” terdengar suara teriakan cukup keras.
Alfi yang bary saja hendak meminum obat-nya terpaksa menunda dulu niatnya itu. Dengan cepat ia berlari menuju ke arah muasal teriakan itu.
“Ada apaa, kak?!” tanya Alfi.
Dari ambang pintu dilihatnya Sabrina dan Lidya tengah meringkuk di atas tempat tidur sambil berpelukan. Wajah keduanya nampak ketakutan.

Pelacurku Bekas Penyanyi

Dengan sigap kumundurkan truk gandeng trailer ke tempat yang ditunjuk tukang parkir, aku turun dari kabin sopir, membuka pasak roda kelima, melepas saluran udara dan koneksi listrik, dan menurunkan roda penyangga gandengan.
"Sialan," gumamku, melihat langit gelap, "Mudah-mudahan gak hujan!"
Naik kembali ke kabin, kuambil unit radio SSB/CB yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perusahaan.
"Lagi markir di derah Indramayu, over", aku kisiki mereka. "Aku mau out dari jam ini, dan mau mandi dan makan malam disik. Ada yg isa tak kerjakno besok?, ganti"
Aku mulai baca-baca pos kota yang kubeli di jalan dari Jakarta tadi. Kuletakkan koran ke bawah, melepaskan rem dan masukkan gigi truk gandeng buah-buahan.
"Berangkat dan makan malam," kataku penjaga di pintu gerbang, "Sampe nanti yo!"
Aku berbelok ke jalan raya menuju arah Cirebon, dan dalam lima belas menit aku masuk parkiran truk. Aku menemukan tempat parkir di barisan tengah, dan matikan mesin. Kulemparkan kemeja bersih, alat mandi, dan beberapa kaus bersih dan pakaian ke dalam tas plastik. Melongok keluar jendela, kulihat awan makin tebal, dan pasti hujan sebentar lagi. Menuju restoran yg menyediakan kamar mandi, dan mandi dengan cepat. Setelah membersihkan diri, makan malam – Nasi ikan sayur lagi - dan memeriksa ruang TV. Tidak ada acara tv yang layak ditonton, kembali ke truk, dan mungkin mau main game di hape. Hujan telah mulai turun, cukup dingin.

Senin, 15 Juli 2013

Farrah Quinn XXX: Demo Memaseks

Featuring:
Olgaaaaa......

Lydiaaa!!!

##################
“Mbak Farah…!”, seorang laki-laki tambun berlari tergopoh-gopoh mendekati seorang wanita cantik yang baru saja menyelesaikan  proses rekaman untuk sebuah acara yang akan ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.
“Oh, ada apa ya?”, wanita cantik bertubuh sexy yang saat itu sedang didampingi oleh seorang wanita yang juga tak kalah cantik, langsung menghentikan langkahnya.
“Maaf mengganggu Mbak, bisa minta waktunya sebentar?”.
“Bapak sendiri siapa?”, wanita cantik itu sedikit mengerutkan keningnya karena merasa ia belum pernah bertemu dengan laki-laki tersebut sebelumnya.
“Oya, nama saya Subagyo”, laki-laki itu mengulurkan tangan kanannya

Forgotten Melody

From the bottom of my heart
let me introduce you to, ladies and gentleman... to a brand new concept of story
a different world, a different life... less sex scene, more content
i would not say, a story of many sex scene in it, is a poor story or something like that
that's a good story, i mean... yeah, honestly it's a good story
well, i don't know how to say...
umm, yeah... just forget it. whatever!
i just... want to introduce a something new
well, hope you enjoy!


########################
Selasa, 27 Februari 2007
Taman Pemakaman Umum Cikutra, Bandung

Melody Nurramdhani
Seorang gadis remaja meratap di atas sebuah pusara yang tampak masih baru. Gadis itu mengenakan kemeja hitam, sama hitamnya dengan suasana hatinya saat ini. Air mata tidak mau berhenti mengalir keluar dari pelupuk matanya, terpancar kesedihan yang amat sangat yang bahkan dirinya sendiri tidak mampu untuk mengungkapkannya. Gadis remaja itu meraung-raung, memanggil-manggil nama yang tertulis di papan nisan milik pusara itu.