![]() |
| Gaby |
Laman
Rumah Baru KisahBB
kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:
Order via email: mr_shusaku@yahoo.com
tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan
email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.
Promo diskon gede-gedean
Paket istimewa 500rb (50dvd),
untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.
Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!
Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.
jadi silakan order, bisa dilihat list barang di
untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com
Subject: paket istimewa 500rb
tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan
email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.
-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-
-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi
Selasa, 26 November 2013
Gaby, Istri yang Ternoda: Awal Perbudakan
Minggu, 17 November 2013
Pelacurku Bekas Penyanyi 3 (Final)
![]() |
| Yanti |
"Ini salahmu!" kata suara kecil dalam hatiku. "Kau melakukan ini padanya. Kamu bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi padanya. Kau pikir lucu memberi uang palsu cetakanmu, dan ini yang terjadi. Ini semua salahmu, harus kamu luruskan!"
Aku mengambil peta jalanku dari lantai, buka-buka halaman peta kota dan bertanya, "Di mana mall terbesar?"
"Apa?" dia tersengguk, "Apa om bilang?"
"Mall, di mana mall terbesar, paling besar? Mega-mal atau komplek pertokoan yang semuanya ada. Setiap kota biasanya punya, di mana di sini?"
"Carrefour," dia terisak-isak, "Di Jalan utama Cirebon atau kita ke Tegal."
Aku tahu tempat itu, dan aku segera merasa di peta - sekitar tiga puluhan menit berkendara.
"Oke," kataku, kutarik truk ke lalu lintas. "Let’s go."
"Kenapa?" dia beringus. "ngapain kita pergi ke mall?"
"Kamu butuh pakaian, dan mereka menjualnya di mall."
"Aku tidak punya uang," dan dia mulai menangis lagi. "Aku tidak punya apa-apa!"
"Biar aku yang khawatir, kamu tenang aja, oke? Aku belikan beberapa pakaian. Kamu dapat tinggal dengan aku di hotel untuk beberapa hari, dan kita akan coba untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan. Ini tidak banyak, tapi untuk saat ini itulah awalnya. " Kataku. "Mari kita pergi cari pakaian untuk dipakai."
"Oke, masa untuk dimakan" ingusnya menggoda. "Oke."
Tiga puluh lima menit nyetir membawa kita ke mall Perancis yang besar.
Minggu, 10 November 2013
Aksi Ki Joko Edan 2: Olla Ramlan dan Jin Lupa
![]() |
| Ki Joko Edan |
Hallo mupengers, jumpa lagi sama saya, Ki Joko Edan (66 tahun), dukun atau bahasa modernnya ahli pengobatan alternatif masalah seksual. Mupengers sekalian masih inget kan dengan penampakanku dalam Sis Diny yang judulnya Behind the Mask of Celebrity 2: Hynotized (cuma peran pembantu sih) dan Aksi Ki Joko Edan: Meisya Siregar (nah di sini aku dapet peran utama juga akhirnya
Cincin Perawan
![]() |
| Ayu Dyah |
Liburan Birahi 6: The Game I
![]() |
| Aida |
“Aryantiii,,, cepeeet,,, jangan mau kalaaahh,,,, loncat yang tinggi,,hahahaaa,,,”
Teriakan para suami terdengar ramai, tapi mereka bukan memberi semangat kepada istri masing-masing, teriakan itu justru ditujukan kepada istri yang memiliki gerakan paling liar. Yaa,, lomba balap karung dipilih sebagai laga pembuka untuk game pantai. Mata para suami tertuju pada Aida yang begitu semangat meloncat memacu tubuhnya, memimpin paling depan, dan bisa ditebak, mata jalang para suami tertuju pada sepasang payudara besarnya yang bergerak naik turun.
Rabu, 30 Oktober 2013
Stefanny: Gairah Dalam Lift Kampus
By: Dian Kanon
@kisahbb
Part 01 – Gairah Dalam Lift Kampus
I. Sekilas Tentang Diriku
![]() |
| Stefanny |
Pelacurku Bekas Penyanyi 2
![]() |
| Yanti |
"Aku ga perlu masuk ke dalam!" dia memotong. "Aku udah kapok ama kamu, setan! Lihat apa yang aku punya!" Yanti meraih tasnya, membukanya, dan mengeluarkan pen pendeteksi uang palsu.
Dia meletakkan tutup di giginya, dan mengeluarkan pena itu. Dia bekerja dengan cepat, dia memindai empat belas lembar cepekan, dan duduk kembali tanpa bilang apapun. Empat belas tanda benang pengaman di empat belas gambar duit cepekan.
"Kenapa?" dia bertanya dengan kasar. "Mengapa Om kasih aku uang?"
"Sebab Om ehm. ..aku.."
"Karena aku tidak bisa tidur di malam hari berpikir bagaimana aku bikin kacau hidup Yanti!" katanya sinis. "Jadi sekarang aku mau beli hati nurani sehingga ngerasa lebih baikan diri sendiri! Asu, ngentot!" dan dia melemparkan lembaran-lembaran itu kembali wajahku. "Yanti ga pingin ‘uang rasa bersalah’ dari Om!"
"Ya, aku akui, aku merasa bersalah tentang apa yang om lakuin," kataku. "Tapi juga lebih dari itu. Om tidak bermaksud menyakitimu. Aku tidak bermaksud untuk menyebabkan kamu menderita dengan cara yang kamu lakukan. Aku hanya bersenang-senang, hanya main-main guyon sedikit, tapi ternyata kelewatan. Aku ga pernah bayangkan jadinya berakhir seperti ini. "
"Sialan! Bajingan pembohong!"
"Aku sumpah, jika aku bisa kembali dan membatalkan apa yang udah terjadi, aku akan lakukan... Tapi aku ga bisa. Aku tidak pernah bermaksud nyakitin kamu, aku gak pernah maksudkan agar kamu kehilangan bayi, dan aku minta maaf. Aku sangat, sangat nyesal. "
Dia tak bilang apa-apa, hanya menatapku dengan mata kelam, dan jam menonton air mata di pipiku.
Selasa, 22 Oktober 2013
The Hottest Liveshow Continues: Ivana
- Cerita ini adalah khayalan belaka , tak ada kaitan dengan tokoh manapun dalam kehidupan sebenarnya
- Nikmatilah cerita ini dengan rileks , buanglah kepenatan setelah berjuang seharian mencari sesuap nasi
- Boleh dinikmati sekali , dua kali atau tiga kali sehari - tak ada keharusan pemakaian dengan resep dokter
- Dapat dinikmati sebelum makan , disaat makan atau sesudah makan , tidak akan mengganggu lambung
- Boleh dinikmati dengan busana resmi-lengkap , pakaian bebas , pakaian daerah , juga boleh tanpa baju
- Dapat dinikmati dalam posisi duduk , berdiri , tiduran , terlentang , terlungkup , atau bahkan nungging
- Boleh dibaca dikamar tamu, dikamar makan, dikamar mandi, dikamar tidur, tapi jangan dikamar kerja
- Baca sendirian boleh tapi pasti lebih mantab bersama partner dan keduanya berpakaian ala Adam & Eva
- Ilham cerita dari CWK GNS - di tulis menjadi cerita oleh CWK GTL - tambahan foto-foto dari CWK GNS
- Sebagai finishing touch dikoreksi, diberi bumbu lezat dan ditambahkan foto dimana perlu oleh CWK SDS
EPILOG
Cerita ini adalah lanjutan dari kisah hangat pernah di rilis diawal blogs yang semarak memenuhi cyberspace Nusantara. Pernah dimuat di weblog "ah-uh.tk" dengan judul "Desahan Santi dkk." , Hampir dalam waktu bersamaan tampil pula di weblog "17 Tahun.com" serta "Sawomatang.com" dan masih ada beberapa weblogs lainnya yang kini sudah almarhum. Tentunya tak terlupakan pula pernah muncul di-blog asuhan boss Shusaku namun judulnya diganti oleh sang pengarang menjadi "The Hottest Liveshow". Penasaran ? Silahkan tanya karena pasti boss Shu tahu persis cerita apa dimaksud - atau research sendiri sambil baca cerita-cerita lama tak kalah hot dengan yang baru.
Liburan Birahi 5: Get Me!!
![]() |
| Bu Sofie |
“Cantik,,,sangat cantik,,,”
Mata Bu Sofie menyapu panorama dari ruang tak berbatas, matahari pagi memberi warna berkilauan pada ombak yang pagi itu sedikit lebih jinak. Wanita berambut ikal yang diikat keatas itu melepas sendalnya, berjalan menyambut ombak kecil yang dengan cepat menjilati jari-jari dan telapak kakinya.
“Aku ingin seperti ini selamanya,,,” gumam Bu Sofie pelan, merentang kedua tangan seolah ingin memeluk langit. bibir tersenyum bahagia, bahagia dengan kebebasan yang tengah dinikmatinya.
Lepas dari sorotan mata bengis para wanita sosialita, lepas dari segala macam barang branded puluhan juta. Tas versace, gaun dari desainer ternama, jam tangan hingga kalung dan cincin berlian yang selalu menjadi barometer kesuksesan para suami. Bu Sofie menggerak-gerakkan tangannya yang serasa begitu bebas tanpa mata berlian yang setiap hari menjepit erat aliran darah, yang terkadang membuat jari-jarinya kebas.
“Bebaaass,,,” gumamnya, tersenyum lepas, terbebas dari segala beban.
Bukan sekedar bebas dari rintih persaingan para srikandi borjuis, tapi juga bebas dari kritik tajam Pak Prabu yang sehari-hari tak kalah cerewet dengannya. Tak ada pula komentar miring dari suaminya saat mendapati pantat montoknya hanya dibalut kain pantai tipis, tanpa underwear. Bahkan beberapa kali tubuh montoknya dipeluk Dako dan Munaf dihadapan suaminya, tapi lelaki berkumis itu hanya tersenyum, seolah mengizinkan dirinya mencari bahagia ditempat itu. Bibir Bu Sofia tersenyum kecut, saat teringat tingkah suaminya yang pura-pura tidak melihat saat tubuh montoknya diseret Dako ke kaki sebuah tebing.
Tantangan Aki Gila
![]() |
| Aki Uum |
"Biar saya gaek... dalam bercinta saya yakin saya lebih perkasa dari kamu!" begitu Aki Uum sesumbar saat kami mengobrol santai sepanjang jalan sepulang jumatan.
Kebetulan, nggak lama setelah aku, tetangga belakang rumah, si duda gaek Aki Uum, juga menikah. Istrinya Lidya si janda kembang yang jangkung bongsor.
"Iyalah, Ki. Aki kan pengalaman, sedang saya ting-ting." aku merendah.
"Ayo. Kita berlomba bercintaan dengan istri masing-masing," kata si Aki asal.
"Pegimana caranya tuh?" Balap karung sih aku masih ngerti, tapi lomba bercinta... mana mungkin istriku mau? Kalo bini dia sih serba bebas!
"Caranya gampang. Balkon loteng rumah kita kan belakang-belakangan. Siang ini, saya bakalan bercinta dengan istri di loteng, kamu silakan ngintip. Nah, besok... giliran kamu dengan istri kamu. Saya yang mengintip. Hasilnya kita bandingkan. Yang kalah nraktir sate kambing, ya?"
Udah aki-aki gila juga tuh idenya. Eh, tapi lama-lama aku jadi mikir juga. Kenapa nggak aku iyain aja, ya? Ini kan jadinya kesempatanku melihat aksi akrobatik Lidya melawan si Aki. Kapan lagi kalo nggak sekarang? Hmm... tapi, nanti kalo Mira nggak mau gimana? Ah, pusing amat. Abis aku puas nonton, ngaku kalah aja kan beres, jadi nggak usah ikut-ikutan life show. Bener nggak? Toh dia yang duluan.







