Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 29 Juli 2011

The Hospital 1: The First Soul Experiment

Nama doktor itu  Dr Andre berusia 50 tahunan, ia adalah seorang yang jenius , dan karismatik, Doktor spesialis bedah otak. Ia mempunyai seorang istri bernama Jennifer , Dr Andre sangat mencintai istrinya walaupun istrinya sakit-sakitan.

Dr. Andre berusaha keras untuk menyembuhkan penyakit istrinya, segala macam cara kedoktoran sudah ditempuh dan dicobanya namun penyakit istrinya tidak kunjung sembuh. Semakin lama penakit istrinya bertambah parah, kodisi tubuh wanita yang disayanginya bertambah lemah.

“Andreee… aku sss udah tidak kuat lagi…”Carolina terkulai lemah dalam pelukan pria yang dicintainya. “Tidak… Tidakkkk sayanggg kamu harruss kuatt… aku tidak sanggup untuk kehilanganmu…”Dr Andre menangis terisak-isak. “Sellll..lepass kepergianku… khau Harus hidup dengan baikkk…”Carolina tampak kesulitan bernafas.


Dr. Andre menggenggam tangan wanita yang dicintainya erat-erat, Carolina tersenyum, perlahan-lahan nafasnya sirna , dan akhirnya berhenti, Dr Andre menangis terisak-isak menangisi kepergian wanita yang selama ini dicintainya.

Dr. Andre seperti teringat sesuatu, dengan bersusah payah Dr Andre menggotong tubuh istrinya kesebuah ruangan. Dr Andre tampak sibuk, mempersiapkan sebuah tabung besar,mengisi tabung besar itu dengan cairan berwarna keperakan, berbagai macam kabel berbagai ukuran menempel ditabung itu, dengan terburu-buru, Dr Andre memasukkan tubuh istrinya kedalam tabung besar itu. “Bersabarlah sayangku… sampai aku berhasil………..” Dr Andre berkata lirih sambil memandangi wanita yang dicintainya yang kini berbaring didalam tabung besar itu.

Semenjak kematian istrinya Dr Andre rajin melakukan berbagai macam experiment, sebuah buku tua   menarik perhatiannya belakangan ini, wajahnya kini brewokan dan tampak lusuh, selama 8 bulan Dr Andre bekerja keras siang dan malam. “Hmmmm….setelah ku-modifikas 70 % berhasil… namun jika gagal akibatnya sungguh mengerikan” Dr Andre memandangi hewan percobaannya, sorot matanya tampak dingin tanpa expresi, Dr Andre memandangi sebuah mesin barunya, “Mesin penukar roh X – 5 “(red : bacanya Ex Five he he he,kalo jadi sih T.T neh ceritanya  mengenai asal usul mesinX-5 akan dikupas diepisode Hospital episode sekian : X-5 The Origin  Crystal Liu Yi Fei Twin’s Babes) , senyuman dingin tersungging diwajahnya,

Disuatu malam dibasement Dr Andre yang kedap suara

“Arggggghhhh…..” terdengar suara lolongan kesakitan seorang pria tua lusuh, namanya Misdi seorang pengemis tua, wajahnya terlihat memelas didalam sebuah tabung besar terbuat dari kaca super kuat.

“Tollooonnnnnggggg….Ayahhhhh Hueggghhhhh….Hhhhhh” Tubuh anak kecil bernama Ade  itu kelojotan dan kemudian terkulai lemah didalam tabung besar lain, demikian juga tubuh sipengemis, suara mesin terdengar memekakkan telinga.

Perlahan-lahan tampak sebuah sinar yang berasap melayang-layang didalam kedua tabung itu. Sinar biru disebelah kanan dan Sinar kuning  disebelah kiri. Mesin itu kembali bersuara memekakkan telinga beberapa saat kemudian Sinar Biru dan Sinar Kuning itu bertukar tempat
Dr Andre tertawa gembira melihat percobaannya berhasil.

Disebuah rumah dikota Jakarta.
“Ayahhh… ini Ade ” seorang pengemis tua memasuki rumah mewah, sang pemilik rumah melotot dan segera memanggil satpam untuk mengusir sipengemis yang menangis meraung-raung seperti anak kecil.
Pemilik rumah itu memang sedang mencari anaknya Ade , koq malah ada pengemis yang ngaku menjadi anaknya, sambil menghela nafas  pemilik rumah mewah itu masuk kedalam rumah.

“Tolongg Non………., saya belum makan dari kemarin ” sesosok anak kecil memohon dengan wajahnya yang memelas. Seorang gadis SMA berwajah cantik dan kaya memberikan uang 20 ribuan, bahkan bertanya dengan ramah. “Oo jadi Nama Kamu Misdi ya….Ayo, masuk hujannn….”Sigadis dengan ramah mempersilahkan anak kecil itu untuk masuk kerumahnya, gadis cantik itu tidak memperhatikan senyuman aneh diwajah sang anak  yang tampak polos. “Esssttth… cantik amattt…rejeki gua  eh !!!” suara hati, sang anak
Fitri

“Misdi… emang kamu ngak punya orang tua ?” Gadis cantik bermata sipit itu bertanya pada Misdi yang tengah makan dengan lahap.
Nama gadis itu Fitri Diniyani, berusia 17 tahun, kulitnya putih bersih, lekuk tubuhnya benar-benar menggoda , buah dadanya tidak begitu besar, namun nampak keras dibalik baju seragamnya.

Misdi menggeleng-gelengkan kepala , wajahnya sengaja dibuat sedih “Uhukkk… uhukkkk… “Misdi sampai keselek ketika tanpa sengaja melihat Paha Fitri yang mulus tersibak.

“Ehhh kenapa…. Ini… duhhhh kasihannn….” Fitri memberikan segelas air minum pada Misdi.

“Waduhhh koqqq dikasih air sihhh…!!! yang gua mau isi didalam rok..!!! Gllekk Glekkkkk ” Misdi menggerutu sambil memperhatikan Fitri yang melangkah menghampiri telepon yang berdering diruangan itu.

“Hallo.. Ehhh mama… iya… emanggg sihhhh sepertinya begitu”Fitri berbincang-bincang dengan orang tuanya
“Gimana Papa… sehattt ?”Fitri menanyakan kabar ayahnya.
“Jadi kapannn pulangggg ?” Fitri terlihat gembira.

“Ci Fitri kenapa ? “setelah selesai makan Misdi menghampiri Fitri yang sedang duduk diatas Sofa empuk, Gadis itu agak manyun.
Fitri menggeleng-gelengkan kepalanya “Ngak apa-apa…. Cuma Sebelll banyak PR”, Misdi menatap Fitri dengan wajah serius, matanya memperhatikan tonjolan didada Fitri,melalui sela-sela kancing baju seragam Firti Misdi bahkan bisa melihat sedikit gundukan daging putih itu.
“Cuppp…”sebuah kecupan mendarat dipipi Fitri
“Heiiiii…. Ngapain sihhh…” Fitri mendadak sewot karena pipinya dicium misdi

“Aa Aaku Cuma mau ngucapin terimakasih aja Fitri…Ehh Ci Fitri” Misdi tersentak kaget.
“Yaa tapi ngak usah pake cium pipi segala….” Fitri protes. ( red : cunihin banget nihh anakk!! Kaya crayon sincan “ho ho ho…. Cie Cie yang cantikkkkk…”)

“Maaffffff……Ci Fitri”Misdi pura-pura menyesal
“Ihhhhhh… lucunyaaaa…. He he he…”Fitri mendadak mencubit pipi Misdi kemudian gadis cantik itu memeluk Misdi.
“Aduhhhh….. mampusss gua dahhhh !!!Uhhhhhh Asikkkkkkkkkkkkk” kata misdi dalam hati.

Pada saat Misdi lagi bersenang-senang dipeluk oleh Fitri tiba tiba suara bel berbunyi
“Kunyukkk…. Siapa sihhhh ganggu aja……” Misdi down berat ketika Fitri melepaskan tubuhnya yang kecil mungil dan melangkah menuju pintu.
“Mamahhhhhh…!!!! Ih sebelll tadi ditelopon bilangnya besok baru pulanggg” Fitri terlihat manja.
“Haa Haa Haa… bolehhh donggg kita godain anak kita yang manjaaa” terdengar suara laki-laki , yang sepertinya ayah gadis itu.

“Oooo iya Mahhh… Pahhhh kenalin ini misdi…. Kasian deh dia ngak punya orang tua…. Fitri mau ngajak dia untuk tinggal disini ya… boleh ngakkk ?lagian rumah kita kan besar” Fitri bergelayutan ditangan ayahnya.
“Hmmm… Yaw dahhh… terserahhh kamu… Duhh anak siapa ini baek amattt…”mamah Fitri mencubit hidung putrinya.

Misdi cengengesan , kedua orang tua Fitri sangat ramah,tanpa curiga mereka menerima sikecil berotak kotor dirumah mewah itu. Malam semakin larut, penghuni rumah itu masuk kekamarna masing-masing.
Dipagi hari , Misdi memperhatikan kamar barunya, sebuah tempat tidur yang empuk, bersih, hangat, otaknya yang ngeres berkhayal dengan kreatif sambil membayangkan tubuh Fitri yang telanjang.

“Tok.. tokkk tokkk…”pintu kamar diketuk
“Ehhh Ci Fitri…ada apa Ci”Mata Misdi seperti hendak menelanjangi tubuh gadis itu, yang kini memakai seragam SMAnya.
“Misdi.. ayo kamu ikut kesekolah… ntar pulangnya temenin aku shooping…Eitttt kamu mandi ama ganti baju dulu”Fitri tersenyum manis ketika misdi mendelik melihat baju barunya yang bermotifkan power ranger.
“Kamu suka ngakk ? tadi ada pedagang keliling lewat trus aku beliin buat kamu….”
“Su Su.. ehhh suka..” misdi gelagapan, jawabannnya tercampur dengan pikiran ngeres dikepalanya, agak manyun pahlawan kecil kita ketika melangkahkan kakinya kekamar mandi.

“Waduhhh masak gua pake baju ginian… norak amattt…. Pilihin baju yang rada-rada macho kek…”Misdi memandangi dirinya dicermin, misdi ngak sempat berpikir lebih lanjut,karena Fitri sudah berteriak-teriak memanggilnya.
Misdi yang duduk didepan berkali-kali memandangi Fitri yang sedang nyetir, sesekali Fitri tertawa kecil ketika Misdi membuat lelucon-lelucon konyol.

Akhirnya tiba juga mereka disekolahan elite itu, mata Misdi melotot lebar-lebar,ia tampak kesulitan mengambil nafas ketika Fitri menaikkan kaki kirinya untuk memakai sepatu, sepasang paha yang mulus dan tampak halus tersibak dari balik rok abu-abu, kedua paha mulus itu  bergerak-gerak karena pemiliknya kesulitan memakai sepatu dalam posisi duduk dihadapan Stir mobil.
“Kamu tunggu disini… ini kunci mobil… kantin ada disana…nih buat jajan ” Fitri terburu-buru memberikan uang 10 ribuan.
Misdi memandangi Fitri yang berlari-lari kecil menuju kelasnya, tangannya menyelinap kebalik celana pendek, kemudian dengan instensif mengocok-ngocok penis kecilnya.

Misdi tersenyum lebar melihat Fitri menghampiri mobil, gadis itu menepuk-nepuk kepala Misdi sambil berkata. “Kaciannn lama ya he he he” kemudian mobil yang mereka tumpangi berhenti disebuah mall.

“Yangg ini lebih baguss…”Misdi menyarankan sebuah pakaian seksi pada Fitri.
“Tapi itu terlalu terbuka… maluuu…”Fitri memandangi sebuah tank-top lengkap dengan rok mini.
“Udahhh beli aja… Ci Fitri bagus koq kalo pake baju ini…”Misdi mulai menjerumuskan Fitri agar mau sedikit mengekspose keindahan tubuhnya, akhirnya Fitri memberanikan diri membeli beberapa buah pakaian minim itu, misdi juga dibelikan beberapa buah pakaian anak, sesuai ukuran tubuhnya yang kini pendek dan kecil, sehabis makan dengan akal ngeresnya Misdi mengajak Fitri ke Sauna.

Mata Misdi melotot melihat tubuh indah itu kini hanya berbalut sebuah kain handuk.
“Misdi…  panas ya ?”Fitri kepanasan.
“Ya iya lah panas, coba lepasin anduknya pasti adem…”misdi menjawab sambil tersenyum rada-rada mesum.
“Enak aja… sini anduk kamu aja yang dilepas…he he he ” Fitri pura-pura hendak menarik handuk yang membalut tubuh pendek dihadapannya.
Walaupun Fitri menarik dengan pelan namun Handuk itu terlepas, atau lebih tepatnya sikecil jagoan kita sengaja melepaskannya.
“Ehhhh…. Aduh….” Misdi pura-pura terkejut ketika handuknya terlepas.

Fitri menahan Nafasnya melihat sesuatu diselangkangan Misdi, ada ulat kecil yang membengkak.
Dengan berani Misdi menghampiri Fitri, tangan Misdi hinggap dilutut Fitri.
“Apa boleh aku memanggilmu Fitri..”Misdi bertanya serius sambil mengusap-ngusap lutut Fitri.
Mata Fitri yang sipit memandangi Misdi kemudian mengangguk pelan, gadis itu memalingkan wajahnya kearah lain ketika Tangan misdi merayap semakin keatas.

“Ohhh…………” Nafas Fitri memburu ketika misdi menciumi pahanya, Fitri seperti kebingungan, disatu sisi ada rasa nikmat yang membuat penasaran, disatu sisi Fitri kaget berat dengan keberanian Misdi, mana mungkin anak sekecil Misdi seberani ini…begitu pikiran gadis bermata sipit itu. (red : badan sih anak kecil tapi isinyaaa… pengemis tua berotak bejad…). Fitri menggeliat resah antara mau menerima perlakuan misdi atau menolak pelecehan yang dilakukan oleh Misdi.

Fitri terdiam seribu bahasa ketika tangan kecil Misdi menarik lepas kain handuk ditubuhnya.

Mata misdi terbuka lebar-lebar memandangi tubuh Fitri yang mulus, buah dadanya tidak terlalu besar namun tampak keras, kulitnya yang putih mulus tampak lembab dan halus, rambutnya yang hitam sepunggung tampak basah. Kedua tangan Fitri menutupi wilayah selangkangannya, tapi hal itu bukan masalah bagi Misdi.

Perlahan-lahan Misdi meletakkan tangannya digundukan buah dada Fitri,
“Misdi… ahhh” Fitri menepiskan tangan misdi, mata sipitnya menatap misdi, dengan berani misdi menatap dalam-dalam mata Fitri. Misdi mengalungkan kedua tangannya keleher Fitri, ditariknya leher gadis itu dan dengan lembut bibir mereka mulai menyatu dengan erat, tubuh Fitri bergetar hebat ketika lidah Misdi begitu hebat mengait-ngait lidahnya.

“Hmmmm Mmmmmhhh Mhhhh…” suara itu keluar dari mulut mulut Fitri ketika Ciuman Misdi mulai berubah begitu rakus dan liar.

“Oufffhhh Haaa ahhh.. Mmmmmhhhhhh” untuk sesaat Fitri berhasil melepaskan bibirnya dari bibir Misdi untuk mengambil nafas  namun Misdi segera mengulum bibir mungil gadis itu kembali.
Rintihan-rintihan tertahan keluar dari mulut Fitri ketika ciuman dan cumbuan Misdi yang panas turun kearah dadanya, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik ketika merasakan hisapan kuat diputing susunya.
“Wadowwh…. Blukkkkkkk” Misdi terjengkang ketika Tangan Fitri dengan reflek mendorong kepala kecil yang sedang menghisap putting Susunya kuat-kuat.

Setelah berusaha menekan rangsangan yang membara, Fitri berdiri hendak meraih handuk yang tercecer namun dengan cekatan Misdi menyambar handuk itu dilemparkannnya handuk itu jauh – jauh.
Tangan kanan Fitri menutupi wilayah Vaginanya, sedangkan yang kiri disilangkan didepan dada ketika Misdi menghampirinya kembali.

“Fitri… he he he” sambil terkekeh-kekeh Misdi mengambil posisi dibelakang Fitri, tinggi kepalanya pas banget sebuah pantat Fitri yang bulat padat, tangan mungil itu melingkar melingkari pinggul Fitri, sedangkan wajahnya mendekati bulatan pantat yang empuk dan halus.

“Ohhh……..” Fitri hanya dapat mengeluh panjang ketika lidah Misdi menggelitiki sela-sela pantatnya, beberapa menit kemudian Fitri tampak rileks, rasa nikmat yang diberikan oleh Misdi sudah meracuni sekujur tubuhnya yang halus dan mulus.

Misdi menarik Fitri kearah bangku panjang diruangan sauna itu kemudian disuruhnya Fitri untuk berbaring diatas bangku itu, Fitri menuruti perintah misdi, tangan misdi mulai merayap dibuah dada Fitri, dielus-elusnya bulatan Susu Fitri, putting Susu Fitri tampak mengeras dan meruncing, rintihan-rintihan semakin sering terdengar dari mulutnya.

“Haaaa Ahhhhhhhhh….”mata sipit Fitri terbelak kemudian menatap langit-langit ruangan sauna itu dengan sayu, Kedua tangan Fitri tampak terkulai lemas ketika merasakan jilatan kasar dibibir Vaginanya.

Mata misdi tambah melotot diperhatikannya baik-baik sebuah gundukan mungil dihadapan wajahnya, belahan tipis mungil  diselangkangan gadis itu tampak masih rapat dan selama ini belum terjamah oleh siapapun, bulu-bulu tipis menambah indah pemandangan bukit kecil diselangkangan Fitri, ciuman-ciuman Misdi membuat tubuh Fitri menggeliat-geliat resah.

Dengan kedua jempolnya Misdi berusaha membuka garis tipis diselangkangan Fitri, berkali-kali Jempol misdi tergelincir karena licinnya bibir Vagina Fitri, sampai suatu saat….
“Achhhhhhh…. “Fitri mengeluh ketika merasakan sesuatu diselangkangannya seperti terbuka dengan tiba-tiba, rasanya nikmat mengiringi terbukanya sesuatu diselangkangan gadis itu.
Mata Misdi memandangi belahan tipis itu yang kini sedikit terbuka, Harumnya Vagina Fitri keluar dari belahan diselangkangannya, Misdi menjulurkan lidah kecilnya dan dengan ahli lidah kecil misdi mulai mengorek-ngorek sela-sela diselangkangan Fitri.

Tubuh mulus Fitri sesekali tersentak kuat ketika jilatan misdi mengulas-ngulas dan mengait -ngait daerah sekitar bibir Vaginanya yang selama ingin belum pernah disentuh oleh lawan jenis bahkan oleh mahluk kecil seperti misdi.

“He… Ennnnnnnnnggghhhh… Crrrrrrrrrrr CRRRRRRTT ” Fitri mengejang , matanya terpejam rapat-rapat merasakan sesuatu yang baru pertama ini dirasakannya.
“Slllllrrp Sllllllrrrpppppppppp SSSSSLLLLLLRRPP” berkali-kali misdi menghisap dan menelan cairan gurih diselangkangan Fitri.

Misdi tersenyum-senyum sambil menunggu Fitri keluar dari kamar ganti, senyumnya semakin lebar melihat Sosok cantik yang kini sudah berpakaian lengkap, sebuah seragam SMA menutup rapih tubuhnya yang putih mulus, tanpa banyak bicara Fitri berjalan mendahului Misdi.

“Duhhh body bahenol… mulus padet kencenggg he he he” Misdi merentangkan tangannya hendak bersandar ketembok yang putih.

“Heeeeiiii… kurang ajarrrrr” wajah misdi mendadak pucat ketika tembok yang disentuhnya berteriak dengan keras.

“Maa Maaaffff… kirain tembok….” Misdi meminta maaf dengan gugup pada wanita bertubuh gemuk berbalutkan handuk putih dipinggirnya.

“Tembok muka-lu… Bletakkkkkkkkkk”Wanita gemuk itu menjitak kepala misdi, suara dentuman diatas kepalanya terdengar dengan kuat.
“WAdouuhhhhhhhhhhh… ” Misdi sampai jatuh duduk diatas lantai, beberapa orang disana memandanginya.
“dasar mahluk cebol ngak tau diri… mau gua pencet lu kayak nyamukk hahhhh ?” wanita gemuk itu hendak menghampiri misdi kembali.
Tanpa perlu basa-basi Misdi mengeluarkan jurus terhebatnya, dengan sigap ia berdiri.

“Heuupp ciattttt” tubuh kecil itu mengeluarkan tendangan sakti, dengan sekali kibas siwanita gemuk  membuat Misdi terpelanting cium tanah.
“Hekkkkk…..” mata misdi melotot ketika tangan wanita itu mencekiknya.

“Sokkkk Ciatt-ciattt sagala!!!! gua remes lu biar tau tatakrama” Tangan Misdi berusaha setengah mati meraih handuk yang melilit tubuh wanita gemuk itu, dengan sekali sentak akhirnya……!!!!!!!!

“Waaaaaaw….. dasar monster cebolllll ” sigemuk melepaskan cekikannnya dileher misdi, tangannya kelabakan menutupi tubuhnya yang gembrot, misdi buru-buru merangkak dengan cepat kemudian ngacir sebelum segemuk selesai membalutkan handuk ditubuhnya yang berukuran raksaksa bagi sikecil misdi.

Misdi mencari-cari mobil Fitri, waduh koq ngak ada.,misdi tampak panik apa salah inget kali ya , perasaan tadi sih disini mobilnya. Apa ia ditinggal pergi oleh Fitri. Misdi tertunduk lesu
“Ditttt….” Misdi menolehkan kepalanya kearah klakson mobil, ia tersenyum setelah membuka pintu mobil ia meloncat masuk.
Misdi dengan kurang ajar menyelinapkan tangannya kebalik rok seragam Abu-abu yang dikenakan oleh Fitri. Gadis itu hanya menelan ludah, tanpa berani menepiskan tangan misdi yang semakin kurang ajar mengelus-ngelus pahanya.

Sebuah senyum kemenangan muncul diwajah misdi yang tampak mesum. Lagi asik-asiknya Misdi melecehkan Fitri tiba-tiba ia menarik tangannya dari paha Fitri, Misdi menundukkan tubuhnya kemudian ngumpet ketakutan melihat Wanita gemuk itu sedang mencari-cari dirinya. “Majuuuu ayooo cepattt…..!!” Misdi memberi perintah pada Fitri agar segera melarikan diri. Malam itu Fitri diam seribu bahasa, ia tampak risih ketika Misdi memandanginya, masih terbayang kejadian diruangan sauna sian tadi.
“Fitri bobo dulu mahh..”Fitri berlalu kekamarnya sedangkan kedua orang tuanya masih asik menonton Super Soulmate.

Suasana hening dirumah mewah itu terusik oleh sosok kecil yang mengendap-ngendap ditengah malam, didorongnya perlahan-lahan pintu kamar dihadapannya. Mata kecilnya berbinar-binar melihat penghuni kamar itu yang sedang terlelap, tanpa suara tubuh kecil itu masuk kedalam kamar, pintu kamar Fitri kembali tertutup perlahan-lahan.

Misdi tersenyum disisi ranjang, tangannya mengusur selimut diatas tubuh Fitri, perlahan-lahan dengan hati-hati dibukainya kancing baju piyama Fitri, tangan mungil misdi bergerak menyibakkan kekiri dan kekanan, matanya memperhatikan gerakan buah Susu Fitri yang bergerak dengan indah seirama dengan helaan nafas gadis itu.

Perlahan-lahan misdi merangkak naik, kedua tangannya memeluk pinggang Fitri, tubuhnya yang kecil mulai meneduhi tubuh Fitri, ciumannya lembut disekitar buah Susu Fitri, lidahnya mengait-ngait putting Susu Fitri.

“Uhhh.. Mmmmmm” Fitri terbangun matanya yang sipit terbuka dan berkedip beberapa kali, ia mulai mengenali wajah kecil yang tersenyum-senyum dihadapannya, matanya yang sipit melirik kebawah, baju piyama yang dikenakannya sudah tersibak dengan lebar menampakkan dua buah Susunya yang kini sedang diremas-remas oleh tangan mungil Misdi.

Nafas Fitri terlihat memburu, bibirnya mendesah-desah merasakan remasan-remasan dibuah dadanya, Misdi begitu ahli mempermainkan buah Susu Fitri yang semakin mengeras, tangan misdi membelai-belai bulatan Susu Fitri yang mulus dan halus, dicubitnya putting Susu Fitri kemudian ditarik-tariknya dengan lembut.

“Ahhhh Mm Mmissssdiiii…. ” kedua tangan Fitri menekan kepala misdi kearah buah dadanya, kedua kakinya melejang-lejang diatas ranjang empuk itu.
Lidah misdi mengelitiki putting Susu Fitri, diemutnya puncak payudara Fitri sampai gadis itu menggelepar-gelepar keenakan.

Misdi bergerak mengangkangi wajah Fitri sambil menyodorkan penisnya yang kecil. Fitri terdiam memandangi batang kecil itu, namun pada saat Misdi menjejalkan helm kecil miliknya mulut Fitri terbuka perlahan , misdi tersenyum sambil menekankan selakangannya kearah mulut Fitri.

Fitri mulai belajar menghisap penis Misdi, sebuah pelajaran mesum diajarkan oleh misdi , otak Fitri diracuni oleh hal-hal berbau porno, mulut Fitri tampak kempot ketika menghisap permen loli diselangkangan Misdi.

Mata Misdi terpejam-pejam menikmati emutan-emutan Fitri sibintang pelajar “Fitriii kamu pinter bangettt…. He he he…Flopp”misdi mendadak mencabut penisnya dari mulut Fitri.

Kini Misdi merangkul tubuh Fitri, bibir mereka bertaut rapat, suara decak rakus keluar dari mulut misdi, lidahnya terjulur mengait-ngait lidah Fitri, kedua tangan Fitri memeluk tubuh kecil yang berada diatas tubuhnya.

Fitri tambah mendesah-desah ketika ciuman misdi kini semakin turun dan turun…
Sebuah hisapan membuat tubuh Fitri menggelepar , kedua tangan Fitri memegangi kepala kecil diselangkangannya yang sangat rakus dan kehausan.

Misdi menekan belahan bibir Vagina Misdi, lidahnya mengulas-ngulas daging kecil mungil didalam Vagina gadis itu, semakin kuat misdi mengulas-ngulas Clitoris Fitri, daging kecil itu tampak semakin mengkilap, dikait-kaitnya dan diemut-emut dengan hisapan-hisapan yang teratur.

‘Hmmmmm Ohh Missd Ahhhhhhh” pinggul Fitri terangkat keatas , Misdi mengemut lubang Vagina Fitri, mulutnya menghisap kuat-kuat, Vagina Fitri
“Oww… CCCRRRRRRRTTTTT”Fitri memekik kecil, merasakan semburan kenikmatan itu meledak – ledak dan meleleh dari dalam Vaginanya.

Tangan Fitri mendorong kepala misdi yang masih asik melakukan jilatan-jilatan diselangkangannya, mata sipit Fitri melirik kearah lubang Vaginanya, Misdi telah menyedot cairan kenikmatan itu sampai kering.

Gadis Chinese itu terduduk diatas ranjang sambil memandangi Misdi yang sedang berpakaian, sebelum keluar dari kamar misdi menghampiri Fitri, sebuah kecupan mampir dikening gadis itu, entah apa artinya, mungkin sebuah rasa terimakasih Misdi karena boleh menikmati kemulusan dan kehangatan tubuh Fitri.

Disebuah meja makan tampak orang tua fitri, Fitri dan juga Misdi sedang menikmati sarapan pagi.
“Koqqq anak mama jadi pendiam sih”Mama Fitri berusaha membuka pembicaraan.
“Ngak koqq… Cuma perasaan mama aja kali..”Fitri mencoba seolah-olah tidak terjadi apa-apa, selanjutnya pembicaraanpun berlanjut diselingi oleh canda tawa.

“Wahhh ha ha ha ha” Misdi ngakak ikut-ikutan tertawa walaupun ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan, sedari tadi ia sedang asik dengan segudang pikiran-pikiran mesum.

Fitri dan kedua orang tuanya bengong memandangi Misdi, aneh sekali anak ini bercandanya tadi tapi koq ketawanya baru sekarang, begitulah pikiran mereka.

“Fitri berangkat dulu mah.. pahh…”
“Ya.. hati-hati ya nyetirnya…”

Misdi buru-buru menyambar segelas air dimeja, ia tidak mau ketinggalan
“Lohhh emang misdi ikut kesekolah ?” papah Fitri memandangi tubuh kecil itu yang bergegas minum dan bangkit.

“Ehhh anu… saya mau melindungi ci Fitri.. supaya ngak ada yang godain kayak kemarin….”Misdi mencari alasan.

Kedua orang tua Fitri saling berpandangan kemudian tersenyum, lucu sekali anak kecil ini, kecil-kecil sudah jadi pahlawan ingin melindungi anak mereka.

Fitri meraih tas sekolahnya dan kemudian dengan dibuntuti Misdi ia masuk kemobil , tidak berapa lama Mobil BMW berwarna silver itu meluncur menuju sebuah sekolahan elite.

Jika diperhatikan gedung sekolahan itu tampak seperti biasa, beberapa murid sedang asik bersenda gurau, sambil menunggu jemputan.

Namun disebuah ruangan olah raga seorang gadis cantik tengah asik berbaring diatas Matras busa, kedua kaki gadis itu mengangkang, sesuatu bergerak-gerak dibalik rok seragam SMAnya.

Tubuh gadis itu meliuk-liuk , mengeliat-geliat dalam gerakan yang erotic, desahan demi desahan terdengar dari bibir mungilnya.

“Mmm Mmmisdi.. aduhh Ohhhh ekhhhh…” kedua kaki gadis itu tiba-tiba merapat, matanya yang sipit terpejam-pejam.
“Ahhhh.. pelan-pelan Msss…..hdiiii Auhhhhhh ” Fitri Diniyani memekik kecil ketika merasakan cumbuan Misdi dibalik rok seragamnya berubah menjadi liar dan kasar.

Kepala kecil misdi bergerak-gerak dengan liar dibalik rok seragam sekolah Fitri, Misdi tidak mempedulikan permohonan gadis bermata sipit yang sedang kewalahan menghadapi cumbuannya yang kasar dan liar.

Kepala Fitri terkulai kekiri , kadang kadang terkulai kekanan, rintihan-rintihan kecilnya terdengar merdu dan asik untuk didengar.
“Ackkk ampunnnnnn Misdhiiiiiiiihhhhh Aww KCRRRTTTTTT CRRRRRTTTTTTTTTTT ” tubuh Fitri kelojotan diatas matras ketika sebuah kenikmatan melanda selangkangan gadis itu.

“Ihhhhhh…. ” Fitri menurunkan Rok seragamnya yang tersibak keatas ketika kepala misdi terangkat, jagoan kecil kita berlutut dihadapan Fitri, mulutnya terbuka, didalam mulut itu tampak cairan putih seperti lem.
“Glekkk Glekkkk… he he he asikkk gurihhh lezat….”tanpa merasa jijik Misdi menelan cairan kenikmatan dimulutnya.

Fitri duduk diatas matra busa, gadis itu berusaha mengatur nafasnya setelah terhantam oleh golombang nafsu birahi yang terasa sangat nikmat.
Misdi berdiri kemudian duduk diatas paha Fitri, kedua kakinya melingkari pinggul Fitri, mereka berduduk saling berhadapan, tangannya membelit leher gadis Chinese berwajah cantik dihadapannya.

Ciuman-ciuman kasar mulai mencecar bibir Fitri, kedua tangan Fitri memeluk tubuh kecil yang menduduki pahanya, entah kenapa Fitri mulai terbiasa menerima kehadiran misdi yang selalu dapat memuaskan dan memberikan sepercik kenikmatan yang tiada taranya, ataukah ini karena Fitri merasakan aman untuk melampiaskan kebutuhan seksualnya pada misdi jagoan kecil kita ? ? ?

Misdi menyuruh Fitri untuk membuka mulut dan menjulurkan lidahnya, walaupun masih merasa bingung Fitri menuruti keinginan Misdi.

“Hmmm…” Mata Fitri yang Sipit terbuka sedikit dengan tatapan mata yang tampak sayu ketika Misdi menghisapi lidah gadis itu yang terjulur keluar. Lidah Misdi mengait-ngait lidah Fitri kemudian menghisapi lidah gadis itu, kedua tangannya melepaskan beberapa kancing baju seragam Fitri, Tangan sikecil misdi kini menelusup kebalik BH yang dikenakan Fitri melalui sela-sela baju seragam gadis itu yang kini tersibak oleh tangan nakal misdi.

Misdi melepaskan hisapannya pada lidah Fitri, kini gantian Misdi yang menjulurkan lidah kecilnya keluar. Fitri hanya menatap lidah kecil Misdi yang terjulur keluar, wajahnya bersemu merah.

Tangan misdi bergerak kebelakang kepala gadis cantik dihadapannya, dengan lembut ditariknya kepala Fitri , mulut Fitri terbuka dan mencoba untuk menghisap lidah Misdi, sebuah hisapan lembut yang pertama, Fitri merasakan ada sedikit perasaan aneh yang mengiringi detak jantungnya.

Setelah menguatkan hati dan menekan perasaan jijik , Kali ini Fitri memberanikan diri membuka mulutnya untuk menghisap lidah Misdi, Misdi semakin menjulurkan lidahnya ketika merasakan mulut mungil Fitri menghisap lidahnya, saling hisap, saling mengkait lidah , dan kuluman-kuluman yang panas semakin menenggelamkan Fitri kedalam sebuah dunia baru, sebuah dunia kenikmatan yang sulit untuk dilawan dan ditolak, Apalagi ketika tangan mungil Misdi menjamahi buah Susunya yang semakin mengeras.

Kepala Misdi kini hinggap dibuah dada Fitri, jilatan-jilatannya mulai menjalar seputar bulatan Susu Fitri yang empuk dan halus.
Tangan Fitri menyangga punggung Misdi, posisi gadis itu seperti sedang menyusui Misdi.
“Ohhhh… geliii… misdiii enakkk.. akkkkkhhhh” Fitri semakin kuat menekan kepala misdi yang sedang asik menyusu diputing Susunya yang runcing kemerahan.

Sambil mengemuti putting susu gadis cantik itu, lidah Misdi bergerak menggelitiki dan mengait putting Susu Fitri yang runcing mengeras. Tangan Misdi tidak mau diam bergerak mengelus-ngelus paha gadis yang sedang menyusuinya. (Red : duhhh udahh disusui masih juga ngusap-ngusap paha… serakah banget ya…)

“Ahhhh AaaaAAAAAAAAHHHH CRRRTTT CRRRRRRRRR” Suara merdu Fitri terdengar seperti bergelombang, sebuah kemenangan bagi sikecil Misdi.

Fitri Diniyani tampak sedang merapikan rambutnya, pakaian seragam telah rapi menutupi tubuhnya yang mulus. Tangan Misdi masih berkeliaran dipermukaan Paha Fitri.

Perlahan-lahan Fitri dan Misdi keluar dari ruangan olahraga, dari belakang Misdi menatap pinggul Fitri yang bergoyang-goyang seirama dengan langkah kaki gadis itu.

Next issue : Hospital Eps 2 : Little Bos – Fitri Diniyani The Virgin Sex-xtacy
**************************************8
“Heiiii kalian mau apa…. Lepaskan dia….!!!!” Sikecil Misdi mencoba melawan para preman yang sedang asik mengerubuti tubuh Fitri, gadis cantik itu memekik ketakutan ketika tangan – tangan kasar itu mengerubutinya.
“Diem luuu dasar anak kecebong..!!! Hihhhhhhhhh” sebuah tendangan membuat Misdi terjengkang.

“Hiatttt…..” sebuah tendangan bersarang dibetis Preman bertubuh botak.
“Bukkkkkkk………” sebuah hantaman keras menghantam kepala Misdi.

“Sudahh.. kamu jangan galak begitu… sama aku aja yukk” Seorang gadis Chinese berwajah cantik mengajak Misdi keluar dari Kamar itu.
Mata misdi melotot melihat Shierlen membuka pakain seragam yang dikenakannya, sementara itu didalam terdengar jeritan Fitri diiringi oleh gelak tawa para preman bertampang kasar dan sangar.
Jantung Misdi berdetak kencang ketika gadis Chinese hipersex itu menghampirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar