Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 22 Juli 2011

Di Balik KKN

Pendahuluan
Lisa

Aku Andi 17 tahun kelas 2 SMU. Keluargaku adalah orang
Cina miskin dari satu kota kecil di Jawa. Aku dan ciciku
(kakak perempuan) tinggal dengan pamanku, sepupu papa,
pengusaha sukses di kotanya. Kakakku setahun lebih tua
dariku, namanya Lisa. Kami ikut papa sejak kecil setelah
orangtuaku bercerai. Kami jarang kontak dia lagi setelah
dia kawin lagi dengan gadis pribumi 20 tahun dan pindah
ke kota lain. Karena kasihan dan demi pendidikan yang
lebih baik di kota besar, setahun lalu pamanku
menawarkan untuk pindah ke tempatnya. Lagipula, putri
tunggalnya Hani sejak SMP kelas 1 disekolahkan di
Singapura sehingga dia hanya tinggal dengan tanteku.
Aku orang yang paling pesimis sedunia dan sejak kecil
selalu jadi bahan tertawaan. Sekarang pun, aku sering
disuruh-suruh dan dimaki-maki oleh pamanku dan istrinya,
juga kakakku. Sementara kakakku dimanja oleh mereka,
sering dibelikan baju bagus dan barang mahal lainnya
terutama bibiku. Aku menyadari aku memang pantas
disuruh-suruh dan direndahkan orang. Jadinya aku
malah”menikmati” saja ketika dimarahi dan disuruh-suruh.
Bahkan urusan seks dan masturbasi pun aku tidak pernah
mambayangkan diriku sendiri namun sedang menonton orang
lain terutama kakakku yang berhubungan seks atau sekedar
dipegang-pegang oleh cowok lain. Utamanya cowoknya
adalah pribumi. Karena sering aku melihat ia diliatin
dan digodain oleh cowok-cowok pribumi. Setiap pulang
sekolah selalu melewati STM yang cowok semua dan
pribumi. Banyak yang lagi nongkrong dan selalu
mengeluarkan celoteh-celoteh usil. Mungkin mereka jarang
liat cewek. Ditambah kakakku memang cakep, kulitnya
putih, tinggi sekitar 160-an, badannya langsing karena
memang sering olahraga. Rambutnya yang dicat agak pirang
membuat makin merangsang saja. Ditambah, baju seragam
putih yang dipakai dari kain yang agak tipis sehingga
kelihatan BH-nya (apalagi kalau lagi pakai bra warna
gelap jadi makin mencolok) dan kelihatan besarnya
tonjolan di balik baju tipisnya.


Iseng kulihat bra-nya di lemari baju, ukurannya 34c.
Tidak heranlah setiap kali banyak omongan-omongan yang
usil dan jorok. Aku sebenarnya ingin marah tapi karena
takut jadinya diam saja. Kakakku sendiri diam saja tak
pernah menanggapi. Untungnya mereka tidak pernah berbuat
kurang ajar kecuali komentar-komentar joroknya saja.
Bahkan ada salah satu yang menirukan desahan cewek
ketika disetubuhi. Membuatku membayangkan kalau kakakku
benar-benar disetubuhi oleh dia dan mengeluarkan suara
seperti itu! Di angkot juga selalu ada cowok iseng yang
memperhatikan dia, mulai dari mukanya, lehernya yang
putih akhirnya menatap dadanya atau ke paha. Walau takut
dan kesal, anehnya tiap kali masturbasi selalu
membayangkan kakakku menikmati disetubuhi dan diperawani
oleh mereka.

Pengalamanku tidak cuma di sekolah saja. Ketika jalan ke
mall atau ke manapun malah lebih parah karena
kesukaannya memakai baju yang terbuka atau ketat.
Kausnya yang ketat membuat payudaranya tampak indah dan
makin menonjol. Apalagi kalau belahan dadanya agak
rendah membuat payudaranya yang putih sedikit kelihatan.
Ketika berenang atau fitness malah lebih parah lagi.
Sebenarnya aku tidak suka dengan keadaan ini tapi
juga”suka”. Diam-diam, anuku jadi menegang kalau ada
tatapan atau komentar kurang ajar. Aku takut, tegang,
dan juga terangsang.

Voyeurism

Suatu saat aku tergoda untuk melihatnya telanjang karena
ada kesempatan untuk itu. Antara kamarku dan kamarnya
ada taman kecil yang sudah tak dipakai. Pintunya hanya
dari kamarku, yang di kamar dia sudah dimatikan. Dengan
tangga aku bisa melihat ke dalam dari jendela atas
kamarnya dan kamar mandinya. Dalam beberapa kesempatan
aku sempat melihatnya telanjang bulat.

Kecantikannya ditambah dengan kemolekan tubuhnya memang
betul-betul luar biasa indah! Payudaranya padat berisi,
ukurannya cukup besar, kencang, dan berdiri tegak. Tidak
turun seperti pada film-film bokep. Kedua putingnya
berwarna kemerahan berdiri dengan tegaknya dan agak
panjang menonjol. Rambut kemaluan di sekitar vaginanya
tidak terlalu lebat namun sangat indah. Kulitnya yang
putih mulus membuatnya makin menarik. Putingnya yang
kemerahan dan rambut kemaluannya yang hitam amat kontras
dengan kulitnya yang putih. Beberapa kali aku melihatnya
telanjang atau setengah telanjang baik ketika mandi
maupun di dalam kamar.

Setelah aku melihatnya telanjang bulat, kebiasaanku
bermasturbasi jadi makin menjadi-jadi. Karena aku makin
jelas membayangkan bagian-bagian tubuh tertentu dari
kakakku digerayangi dan dinikmati oleh para cowok
tersebut. Komentar-komentar usil yang pernah kudengar
ditambah dengan pengetahuanku tentang tubuhnya membuatku
makin nikmat bermasturbasi. Bayangan cowok yang hitam
menindihi tubuh cewek yang putih mulus dan memainkannya.
Seorang cewek yang muda, cakep, tampangnya polos dan
innocent, putih, sexy, high class, dadanya berisi dan
masih perawan namun menyerahkan keperawanannya dengan
sukarela dan menikmati apapun yang dilakukan oleh cowok
yang statusnya lebih rendah darinya. Membuatku
benar-benar nikmat dalam bermasturbasi. Kadang aku
menyesal setelah melakukannya tapi selalu mengulangi
lagi. Mungkin aku sudah GILA!

Lalu apakah kakakku memang masih perawan? Menurutku sih
dia masih perawan. Dia tidak pernah pergi dengan cowok
mana pun. Paman dan tanteku melarang kakakku sembarangan
pergi dengan teman-temannya terutama cowok. Kemana-mana
selalu aku disuruh menemaninya. Namun anehnya beberapa
kali mereka mengajak kakakku dan juga aku ke pub atau
night club dan mereka pula yang mengenalkan kami ke
minuman keras. Menurut mereka, daripada pergi dengan
teman mending pergi dengan orang tua jadi ada yang
menjaga. Pamanku dan istrinya memang doyan minuman keras
dan sering ke pub-pub. Disana kami juga dikenalkan
kepada beberapa rekan-rekan bisnis pamanku.

Pak Joko

Orang yang paling penting diantara semuanya adalah Pak
Joko karena dia pejabat pemerintah yang memegang peran
kunci dalam hal perijinan bisnis pamanku. Dia adalah
orang Jawa, umurnya 40-an. Makanya pamanku dan bibiku
sangat hormat kepadanya. Sering mereka menjamu Pak Joko
dan mengundang Pak Joko datang ke rumahnya. Aku tidak
begitu suka dengannya dan kelihatannya juga dia tidak
terlalu suka denganku dan menganggap kehadiranku.

Tapi dia baik sekali dengan kakakku, malah sepertinya
dia punya mau terhadap kakakku. Kakakku memang pandai
berdandan dan berpakaian untuk membuat dirinya menarik
perhatian cowok serta pintar mengambil hati orang.
Apalagi kalau gaun yang dipakainya dengan belahan dada
agak rendah membuatnya nampak sexy. Sementara kakakku
malah enjoy berbicara dengan Pak Joko bahkan sampai
sering bercandaan. Membuatku jadi makin rendah diri.
Sekarang dikala masturbasi aku jadi sering membayangkan
Pak Joko, bandot tua hitam jelek menikmati tubuh mulus
kakakku. Apalagi setelah beberapa kali ia datang
malam-malam, kakakku mengenakan daster tipis agak
menerawang. Mata Pak Joko bersinar-sinar melihat tubuh
sexy yang dibalut kain tipis itu.

“The show must go on”

Suatu malam mereka ke pub tapi aku disuruh menunggu
pengiriman barang di rumah. Sekitar jam 9.30 pamanku
telpon bilang aku boleh tidur dulu karena mereka pulang
agak malam. Saat tiba kakakku agak mabuk. Sebelumnya
lebih parah lagi ngoceh-ngoceh tak karuan, kata bibiku.
Bibiku membawanya masuk ke dalam kamar. Sementara
pamanku marah besar kepadaku, menurutnya barangnya tidak
lengkap. Oleh bibiku aku disuruh masuk ke kamarku.
Dengan sangat ketakutan aku masuk ke kamar dan kukunci
pintu kamar.

Tak lama kemudian kudengar bibiku masuk ke kamar
kakakku. Karena penasaran aku mengintip dari jendela.
Kakakku baru selesai mandi sedang berbaring di tempat
tidur dengan memakai kaos atasan saja yang panjangnya
sampai ke pahanya. Kakakku sudah tidak mabuk hanya agak
lemas saja. Kemudian bibiku memberikan segelas air dan
satu tablet kecil. Setelah kakakku tidur ia keluar.

Beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka. Ternyata
adalah Pak Joko! Ia kelihatan habis mandi, memakai
celana pendek dan baju kaos. Kok tadi aku tak
melihatnya? Dengan tegang kuperhatikan apa yang
dilakukannya. Ia menuju ke tempat tidur kakakku. Kakakku
tidur telentang, kakinya agak terbuka terlihat pahanya
yang mulus. Dadanya turun naik. Pak Joko duduk di
pinggir ranjang. Tangannya mengulur memegang pipi
kakakku. Tiba-tiba kakakku terbangun. Sesaat Pak Joko
kelihatan terkejut, tapi sambil menarik kembali
tangannya ia lalu berkata,

“Kamu sudah baikan Lisa? Saya ingin melihat keadaan
kamu.”
“Sudah mendingan Oom, hanya masih lemas saja.”
“Sini deh Oom pijitin supaya lekas sembuh.”
“Nggak usah deh Oom. Masa kok oom mijat saya,” kata
kakakku sambil ia duduk di tengah ranjang.
“Nggak apa-apa kok. Lagian Oom tidak keberatan kok,”
kata Pak Joko sambil tangannya langsung meraih tengkuk
kakakku dan mulai memijat-mijat dan meraba-rabanya.
“Aduuh geli Oom. Jangan ah,” kakakku meronta kecil dan
memendekkan tengkuknya.
“Ssst. Jangan berteriak gitu, nanti kasihan pada bangun
semua. Tenang saja kamu,” kata Pak Joko sambil tangan
yang satunya memegang lengan kakakku.
“Nah gitu, kamu diam saja. Nikmati saja,” kata Pak Joko
sambil kedua tangannya meraba-raba tengkuk dan lengan
kakakku. Membuat kakakku terlena dan memejamkan matanya.
Berdekatan dengan Lisa begitu dekat, langsung membuat
Pak Joko terangsang. Aroma tubuh Lisa yang harum
membuatnya mabuk kepayang. Kedua, dalam jarak begitu
dekat, baju tidur yang agak transparan membuatnya mampu
melihat dengan jelas kemulusan dan bentuk tubuh yang
begitu menggairahkan. Di balik dasternya, branya
berwarna biru tua nampak jelas membuatnya makin
menggairahkan. Juga pahanya yang putih dalam jarak
begitu dekat. Tiba-tiba Pak Joko langsung mencium bibir
Lisa yang sedang memejamkan mata.

“Ooh kamu cantik sekali Lisa, mmhh”

Bibir Pak Joko langsung membekap bibir Lisa dan
melumatnya. Sesaat aku berdetak, lalu apa yang akan
dilakukan kakakku pikirku. Ternyata Lisa tidak
memberontak, malah ia menikmati ciuman Pak Joko. Kedua
tangannya kemudian meraih memeluk Pak Joko.

“Mmmh ahh.”

Bibir ketemu bibir, lidah ketemu lidah. Dengan penuh
nafsu Pak Joko sambil tetap menciumi Lisa, tangannya
mulai meraba-raba tubuh Lisa. Punggung.. Lengan.. Lalu
satu tangannya meraba-raba paha. Tangan itu masuk di
bawah baju, meraba-raba, bergerak naik ke atas. Lisa
mengerang perlahan. Pak Joko membaringkan Lisa, setengah
menindih sambil terus menciumi seluruh muka.. Leher..
Dengan penuh nafsu. Tangan kanannya merayap naik di
balik daster Lisa. Meraba-raba daerah paha lalu naik ke
sekitar perut.

Pak Joko mengangkat kepalanya. Menatap dan mengagumi
tubuh Lisa yang sebentar lagi akan dinikmatinya. Tangan
kirinya membelai-belai rambut, pipi, leher, dan turun ke
dada! Bersamaan dengan tangan kirinya menyentuh dadanya,
tangan kanan bergerilya di balik daster ke aarah
payudara kanan Lisa. Sambil kedua tangannya meraba-raba
payudara Lisa, daster Lisa tersingkap terlihatlah
pahanya yang putih mulus dan celana dalamnya. Kaki kanan
Pak Joko bergerak naik meraba-raba paha Lisa dan daerah
CD nya. Lisa mengerang-erang merasa kegelian karena bulu
kaki Pak Joko menyentuh bagian sensitifnya.
Sesaat kemudian, Pak Joko melepas daster Lisa dan
membuka baju dan celananya sendiri, sambil menikmati
indahnya tubuh Lisa yang terduduk hanya memakai bra dan
CD saja. Tapi ia belum puas dengan itu karena sesaat
kemudian ia segera melepas branya dengan membuka
kaitannya di belakang, lalu direngkuhnya bra itu. Nampak
sepasang payudaranya yang indah berayun dengan bebasnya
menantang untuk dinikmati. Kedua putingnya agak panjang
kemerahan begitu sensitif akan sentuhan. Sambil
pandangan terus tertuju pada payudara Lisa, Pak Joko
melepas CDnya sendiri dan kemudian CD Lisa.



Kini seluruh tubuh Lisa tak tertutup selembar benang
pun. Tampaklah bulu kemaluan Lisa yang nampak kontras
dengan kulitnya yang putih mulus. Sementara penis Pak
Joko yang hitam dan besar itu terlihat sudah menegang
dengan gagahnya. Segera kedua tangannya bereaksi meraih
kedua payudaranya. Mengelus-elus, meraba-raba, dan
meremas-remasnya dengan lembut. Lisa mendesah-desah
kenikmatan. Pak Joko jadi makin nafsu, ia langsung
mencium bibir Lisa sambil kedua tangannya masih terus
meraba-raba payudaranya. Kedua tangannya beraksi di
sekitar kedua puncak gunung Lisa. Memencet-mencet dan
menggerak-gerakkannya akibatnya kedua payudara
bergerak-gerak akibat perbuatannya. Kedua putingnya
menjadi mengeras tanda bahwa Lisa juga ikut terangsang.

“Oohh ahh ahh ahh”

Pak Joko membaringkan Lisa dengan kedua tangan mendorong
dadanya. Lalu ia membuka kedua kaki Lisa, menatap bagian
yang paling rahasia itu. Jari-jarinya dimainkan di
sekitar vaginanya, membuat Lisa mendesah-desah makin
terangsang. Pak Joko demikian ahli memainkan jarinya
sampai vaginanya menjadi basah. Setelah puas dengan apa
yang diperbuatnya, dengan setengah menindih, ia menciumi
leher Lisa yang sebagian rambutnya yang sebahu menempel
disana. Dengan ganas, Pak Joko menciumi dan mengecupi
leher Lisa kiri kanan. Tangannya meraba-raba ke dada dan
daerah vagina.

Lisa nampak mengerang-erang kenikmatan. Lalu ciuman Pak
Joko mulai beralih turun ke bawah, sampai menciumi kedua
payudaranya. Mula-mula ia mengecupi bagian pangkalnya
yang putih itu, lalu perlahan naik makin ke atas. Sampai
ia mengemut dan menjilati kedua puting Lisa yang
berwarna kemerahan segar itu, ujung lidahnya
menggerak-gerakkan kedua putingnya bergantian.
Digigit-gigitnya dengan lembut putingnya yang sangat
sensitif itu. Lisa makin mendesah-desah. Ia nampak
kegelian kenikmatan. Selama ini Lisa banyak pasifnya
namun ia juga tidak melawan bahkan menikmati apa yang
dilakukan Pak Joko terhadapnya.

Kemudian ia mendekatkan penisnya ke dada Lisa dan
menjepit penisnya yang ujungnya disunat itu diantara
kedua payudaranya sampai penisnya terbenam di antara
kedua payudara Lisa. Penisnya yang hitam nampak kontras
dengan kedua payudara yang menjepitnya itu. Kali ini
giliran Pak Joko yang merasakan kenikmatan. Lalu kepala
penisnya disentuhkan dan digerak-gerakkan ke puting
Lisa. Nampak keduanya terangsang dengan aksi itu. Lalu
Pak Joko meraih tangan Lisa dan mendekatkannya ke
penisnya. Ternyata Lisa cukup cekatan juga. Tangannya
segera meraba-raba, dan mengocok-ngocok penisnya yang
membuat Pak Joko bereaksi dengan hebat.

Tak lama kemudian, Pak Joko melepaskan tangan Lisa, dan
membuka kedua kaki Lisa lebar-lebar sehingga nampaklah
vaginanya dengan jelas. Rupanya ia sudah tidak sabar
lagi mendapatkan hadiah utamanya yaitu menikmati
keperawanan Lisa. Ia mendekatkan penisnya ke vagina yang
sudah kuyup dan dalam posisi siap itu. Ia dalam posisi
duduk, sementara Lisa dalam posisi pasrah telentang. Pak
Joko segera memajukan badannya memasukkan penisnya ke
dalam vagina Lisa.

“Oooh.. Ahh”, teriak Lisa, ketika kepala penis itu
akhirnya menembus vaginanya sebelum akhirnya semuanya
masuk ke dalam. Segera kemudian Pak Joko memaju
mundurkan tubuhnya, penisnya yang hitam masuk keluar ke
vagina Lisa.
“Oooh oohh ahh ahh ahh”

Akhirnya malam itu Pak Joko berhasil merenggut
keperawanan Lisa. Nampak darah keperawanannya membasahi
seprei. Sambil memegang kedua tangan Lisa, dengan
semakin cepat Pak Joko memainkan penisnya di dalam
vaginanya. Akibatnya, tubuh Lisa bergetar hebat
sampai-sampai kedua payudara Lisa bergerak-gerak
berputar putar. Pak Joko nampak puas sekali bisa
melakukan itu. Sementara Lisa merasakan kenikmatan luar
biasa sambil mendesah-desah.

Lalu Pak Joko mengeluarkan penisnya. Ia berganti posisi.
Ia menyuruh Lisa menungging, lalu dari belakang kembali
ia menyodok vagina Lisa dalam posisi doggy style, sambil
kedua tangannya menepuk-nepuk, meremas-remas payudara
dan memainkan kedua putingnya. Setelah menikmati
beberapa saat, kembali ia menidurkan Lisa. Lalu sambil
tubuhnya menindih Lisa, ia kembali menyetubuhi Lisa yang
beberapa saat lalu masih perawan itu. Nampak pemandangan
yang kontras, badan Pak Joko yang hitam seperti aspal
menindih Lisa yang putih mulus bagaikan kapas.

Kembali ia memasukkan penisnya ke dalam vagina Lisa.
Sambil menciumi seluruh muka dan leher Lisa, ia kembali
mengocok penisnya. Sampai akhirnya tiba-tiba tubuh Lisa
menggelinjang kenikmatan dan kedua tangannya
mencengkeram rambut Pak Joko, sampai akhirnya Lisa
berteriak-teriak dengan suara tinggi (inikah yang tanda
orgasme pada wanita?). Beberapa saat kemudian Pak Joko
meneruskan ciumannya ke payudara Lisa. Bergantian ia
menciumi kedua payudara dan menyedot-nyedot kedua
putingnya, sambil terus penisnya dimainkan di dalam
vagina Lisa. Dan tak lama kemudian giliran Pak Joko yang
mengalami ejakulasi. Setelah ejakulasi, Pak Joko masih
terus mengocok penisnya sampai beberapa saat, sebelum
akhirnya ia menghentikan aksinya. Lalu ia terengah-engah
berbaring telentang di samping Lisa.

Sampai disini aku tersadar dan menyudahi “pengintipan”ku
karena ternyata aku sendiri juga mengalami ejakulasi
entah karena apa. Apakah tegang, atau marah, atau tak
berdaya, ataukah heran, atau semuanya campur jadi satu?
Setelah itu aku jadi tidak berminat lagi melihat apa
yang terjadi seterusnya. Malah kini aku berpikir keras.
Apa yang terjadi pada diriku? Apa yang telah kulakukan?
Apa yang harus kulakukan? Sudah benar-benar gilakah aku?
Haruskah aku senang? Atau sedih? Atau marah? Atau malu?
Atau semuanya? Kenapa aku tidak bisa berpikir normal?
Ataukah semua orang juga tidak normal? Lalu kenapa kok
semua orang seperti mendukungku bersikap tidak normal?
Juga kakakku sendiri? Kejadian ini membuatku shock dan
linglung beberapa saat..

Iblis betina itu..

Keesokan harinya aku menguping pembicaraan antara
tanteku dan Pak Joko.

“Wah, Pak Joko pagi ini segar sekali. Bagaimana kemarin,
seru dong?”
“Wah, hebat. Dia benar-benar mantap deh. Obat ibu
benar-benar manjur. Dia sangat bergairah sekali semalam.
Semalam kita maen dua ronde. Pertama dia masih canggung
maklumlah masih perawan. Tapi kedua sudah mulai ‘in’,
apalagi saya ajari dia cara-cara baru.”
“Syukurlah. Kemarin kita sempat panik waktu dia mabuk.
Yah, yang penting tujuan akhir terlaksana khan. Yang
penting Bapak puas.”
“Heh heh heh, wah saya puas sekali. Sebenarnya dari
sejak ketemu, saya sudah suka karena dia sesuai dengan
kesukaan saya. Orangnya cantik, putih, sexy, dan yang
paling saya suka face-nya itu yang innocent dan juga
masih perawan.”
“Jadi proyek pasti goal ya Pak? Bapak khan mintanya amoy
anak sekolahan yang cantik dan masih perawan. Susah
dapatnya yang seperti dia lho pak, tapi kita bisa
sediain buat Bapak. Dan yang lebih penting, kalau Bapak
suka, dia akan selalu siap melayani Bapak karena dia
menurut kepada kami. Juga, nanti setelah pengumuman
pemenang, bagian Bapak akan kita berikan sesuai
perjanjian”
“Oh, itu beres Bu. Masa saya lupa kebaikan Bapak dan
Ibu, masa sih saya orang yang tidak tahu budi.. Dst, dst
Bangsaat!! Iblis betina itu! Ternyata sejak awal adalah
ide bibiku untuk mengajak kakakku dan aku (hanya sebagai
kamuflase) tinggal bersama mereka dan menyekolahkan kami
supaya kami tergantung kepada mereka. Dari awal memang
dia berencana untuk menjual kakakku kepada Pak Joko.
Karena Pak Joko sangat gila wanita sementara kakakku
masih muda dan cantik serta dari keluarga tidak mampu;
sementara kami tidak dekat dengan famili yang lain.
Karena itu dari awal mereka mengontrol pergaulan
kakakku.

Dia tidak cuma bermaksud menjual keperawanan kakakku
saja, tapi lebih jauh lagi supaya menjadi gundik Pak
Joko. Pak Joko kelihatan tergila-gila kepadanya dan
dengan tahu ia masih keponakan sendiri, Pak Joko lebih
merasa tidak enak untuk berkata tidak kepada mereka. Ini
sesuai dengan kepentingan jangka panjang mereka. Di sisi
lain, kakakku mudah dikuasai karena keponakan sendiri
dan bergantung mereka. Untuk itu kakakku “dimanjakan”
dengan dibelikan barang-barang mahal, supaya terlena dan
terbiasa hidup mewah sehingga tergantung kepada mereka.
Putrinya sendiri, Hani, disekolahkan di luar negeri
memang sengaja dijauhkan dari hal-hal busuk seperti ini.
Pamanku, walaupun masih ada hubungan darah, namun lebih
cinta uang dibandingkan saudara.

Malam itu mereka berencana membawa kakakku ke hotel
bintang lima untuk dijebak dengan Pak Joko. Pengiriman
barang adalah rekayasa agar ada alasan supaya aku tidak
ikut. Namun karena kakakku mabuk teler (mungkin ini
pengaruh obat perangsang yang diberikan dalam minuman?),
jadinya mereka takut menimbulkan kecurigaan pihak hotel.
Akhirnya diputuskan untuk dilakukan di rumah, karena Pak
Joko sendiri sudah ngebet. Pamanku memarahiku bukan
karena barangnya kurang namun ia takut kalau-kalau aku
bisa menggagalkan rencananya. Karena takut reaksinya
sudah berkurang, bibiku memberikan obat perangsang lagi
kepada kakakku.

Setelah semuanya terjadi, kakakku mau tidak mau harus
menuruti skenario mereka. Ia tidak bisa menolak selama
masih tergantung. Kalau kabur dari rumah, mau lari
kemana dia? Bisa jadi nasibnya nanti malah lebih buruk
lagi. Jelek-jelek sekarang dia keponakan orang kaya yang
hidup dalam kemewahan. Yang tahu sisi kelamnya hanya
orang sendiri saja yang semuanya berkepentingan untuk
tidak menyebarkan keluar. Benar-benar terkutuk
semuanya!! Memanfaatkan orang demi keuntungan sendiri.

Dan aku, si orang tanpa guna, adalah pelengkap
penderita. Walaupun aku juga ada kesalahan namun aku
tidak terima kakakku diperalat dan dipermainkan orang
begitu. Satu kelebihanku, yaitu mereka tidak tahu bahwa
aku adalah saksi mata dari semua peristiwa, kalau aku
tahu semua rencana busuk mereka. Suatu saat nanti aku,
si orang tanpa guna, akan menyaksikan mereka semua
menderita akibat perbuatan busuk mereka ini. Ronny
(pamanku), Tina (tanteku), dan Joko adalah tiga orang
yang akan kuingat seumur hidupku.

Aku akan membalas kalian semua! Aku harus membalas
kalian semua!

Ratu iblis betina..Tiga minggu sesudahnya..

Saat ini aku sedang merenung mencerna apa yang ada di
benak kakakku Lisa setelah ia kehilangan keperawanannya
di tangan bandot tua Pak Joko. Aku merasa bersalah juga
karena aku membayangkan sesuatu yang jelek dan akhirnya
kejadian betulan. Juga, aku tak berusaha mencegah
peristiwa itu terjadi malah aku menonton sampai akhirnya
mendapat kepuasan juga. Tapi, salahkah aku dalam hal
ini?
Ketika itu bukannya aku tidak mau mencegah namun aku
sama sekali TIDAK TERPIKIR untuk melakukannya dan aku
terpana akan apa yang kulihat. Seolah jarum waktu
berhenti berdetak ketika itu dan aku terjebak di dalam
kebekuan waktu. Sampai setelah semuanya terjadi baru aku
menyadarinya.

Namun ada hal aneh pada diri kakakku. Ada yang tidak
sesuai. Setelah peristiwa itu kakakku masih tetap
bersikap manis kepada Pak Joko bahkan beberapa kali ia
tidak menolak meladeni dia lagi. Memang, paman dan
terutama bibiku pasti berusaha keras dan memaksa dia
untuk melayaninya dengan sebaik mungkin. Namun aku bisa
melihat bahwa ia melakukan itu bukan terpaksa melainkan
sungguh-sungguh! Anehnya, walau kakakku mencoba melawan
dan mengeluh pada tanteku, namun di dalam kamar ia
selalu benar-benar melakukan dengan sungguh-sungguh.

Oooh.. Kini aku mengerti semuanya. Kakakku bukanlah
korban yang terjerumus tetapi ia juga AKTRIS utama dari
semua ini. Sesuatu yang menurutku merupakan aib, baginya
adalah sebuah berkah. Dari sejak awal memang dia
menginginkan semua ini! Demi keuntungan material bagi
dirinya, ia rela menyerahkan tubuhnya kepada seorang
pembeli yang tepat. Namun dia tidak perlu terburu-buru
ataupun menunjukkan inisiatif kesana. Karena dia tahu
hal itu pasti akan terjadi. Cepat atau lambat pamannya
akan mengorbankan dia kepada pejabat penting demi
kepentingan bisnis. Bagaikan pemain catur ulung, ia
sudah tahu beberapa langkah ke depan yang akan dilakukan
oleh lawannya.

Ketika itu bukannya obat perangsangnya” terlalu kuat”,
tapi tanpa itu pun sebenarnya sudah jalan. Ia membiarkan
dirinya seolah masuk dalam jebakan. Dari sejak kecil
memang ia matre dan sangat membenci kehidupan melarat di
kota kecil. Sementara itu ia mengelabui bibiku dengan
menunjukkan bahwa sepertinya ia tak tahan. Ia tidak mau
mereka melihatnya” terlalu bersemangat” yang akibatnya
membuat mereka curiga. Ia membiarkan bibiku mengira ia
melakukan ini semua karena terpaksa dan sesuai dengan
skenario sang bibi. Namun aku yakin, pada saat yang
tepat nanti ia akan memberontak dan jadi pemenang dari
permainan ini semua. Bibi dan pamanku terlalu
underestimate kakakku. Kalau bibiku adalah iblis betina,
kakakku adalah ratu iblis betina-dengan penampilan
bidadari.

Namun apa pun itu, semuanya tak bisa lepas dari
observasi tersembunyiku.

Si Manusia Tanpa Guna

Setelah aku mengetahui semuanya, aku jadi muak dengan
kakakku. Kini aku tidak mempunyai siapa-siapa. Semua
orang punya maksud dan tujuan sendiri dan saling
memanfaatkan yang lain. Ketika peristiwa itu, sepertinya
memang lebih baik kubiarkan saja. Kalau kucegah malah
akan merusak skenario ketiga belah pihak, paman-bibiku,
Pak Joko, dan kakakku sendiri. Lalu kini setelah
mengetahui semuanya, untuk apa aku membela kakakku atau
membalas mereka?
Bukankah ini sejalan dengan kemauan mereka semua?
Aku jadi makin terpuruk. Memang aku ditakdirkan menjadi
si manusia tanpa guna. Tidak ada yang bisa aku lakukan
kecuali menerima nasibku sebagai seorang pesuruh dan
mengikuti apa yang mereka mau. Dengan begitu mungkin aku
menjadi sedikit ada guna. Sigh..

Apabila teringat janjiku untuk membalas perbuatan mereka
seolah-olah mereka semua sedang mentertawakan
kebodohanku. Jangankan untuk membalas, menolong diriku
saja tidak sanggup. Kubayangkan kakakku sedang
memamerkan mobil barunya (yang baru diberikan pamanku
sebagai” hadiah lulus SMU”). Pamanku duduk di gelimangan
uang emas dan tanteku berkalung mutiara berlian sedang
tersenyum sinis kepadaku. Pak Joko sedang memeluk
kakakku sambil meraba-raba dadanya yang telanjang
tertawa terkekeh melihatku kebingungan.

Seolah ia berkata,” Lihat betapa kakakmu menikmatinya.
Lalu apa yang mau kamu lakukan?”

Kalau sudah begini, jangan salahkan kalau akhirnya aku
balik lagi memainkan peranku sendiri yaitu ke hobi
awalku mengintip kakakku yang dengan semangatnya
melayani semua kemauan Pak Joko sambil masturbasi.

Sepuluh bulan kemudian..

Bisa ditebak bahwa pemenang tender proyek itu dan juga
berikut-berikutnya adalah perusahaan pamanku. Tak lama
sesudah itu, pamanku membeli rumah sebelah dan
menyambungnya. Mereka berdua tinggal di rumah yang baru
sementara aku dan kakakku tetap tinggal di tempat yang
lama, memberikan keleluasaan bagi Pak Joko untuk
memuaskan hasratnya. Boleh dikata kini kakakku sudah
resmi” diangkat” jadi peliharaan Pak Joko. Makin sering
saja Pak Joko datang ke rumah dan kakakku sekarang
memanggilnya” Mas” bahkan aku juga harus memanggil” Mas”
kepadanya sebagai” suami” dari kakakku. Yah apa boleh
buat, karena aku juga dapat makan dari dia.

Kini hubungan mereka jadi makin liar dan menggairahkan.
Terutama kakakku yang kini makin pandai memuaskan”
suaminya” di tempat tidur. Sekarang mereka tidak
malu-malu lagi menunjukkan keintiman mereka di depanku.
Kini kakakku suka tidak memakai bra apabila ada Mas
Joko. Mereka bebas berciuman di depanku. Kadang Mas Joko
suka meraba-raba payudara kakakku atau tangannya masuk
ke dalam roknya atau yang lain di depanku. Sepertinya ia
ingin memamerkan kepadaku bahwa kakakku adalah
mainannya. Juga sekarang mereka dengan enaknya
menyuruhku menyiapkan makanan buat mereka sehabis mereka
bercinta.

Ketika aku disuruh masuk ke kamarnya, mereka berdua
sedang berpelukan telanjang di dalam selimut. Mas Joko
dengan enaknya menyuruhku mencuci bajunya atau menyemir
sepatunya. Apabila ada yang tidak beres sedikit, ia
memaki-makiku. Kini aku benar-benar menjadi kacung yang
sebenar-benarnya. Sebagai satu-satunya hiburan, aku
makin sering melakukan masturbasi sambil mengintip
mereka. Apalagi hanya itulah saat dimana aku tidak harus
melayani mereka.

Suatu hari Mas Joko datang ke rumah dan kakakku juga
baru datang. Kakakku memakai baju lengan panjang warna
gelap dan celana panjang. Walaupun memakai baju lengan
panjang warna gelap, tetap saja kelihatan sexy. Dadanya
kelihatan menonjol. Tak lama kemudian mereka berdua
masuk ke kamar. Timbul niatanku untuk mengintip apa yang
mereka lakukan kali ini. Mula-mula mereka ngobrol saja
sambil bercanda. Tak lama kemudian mereka berciuman,
lalu saling membuka baju masing-masing sampai akhirnya
keduanya telanjang bulat. Tubuh kakakku masih tetap
indah saja walaupun telah sering dimainin oleh Mas Joko.
Keduanya makin seru berciuman, lalu Ci Lisa mendorong
tubuh Mas Joko ke ranjangnya. Ci Lisa berada di atas,
mereka berciuman sambil tubuhnya menempel. Dada Ci Lisa
menempel ke dada Mas Joko. Lalu Ci Lisa menciumi leher
Mas Joko dan turun ke bawah ke dadanya, memainkan
lidahnya di putingnya, dan tangannya mengelus-elus
‘jago’ nya Mas Joko sambil menempelkan dadanya di bagian
perut Mas Joko. Sementara Mas Joko membelai belai
punggung Ci Lisa yang putih dan sesekali membelai rambut
sebahunya yang dicat agak kecoklatan itu.

Mas Joko mengerang-erang kenikmatan karena ‘jago’nya
dielus tangan halus Ci Lisa dan merasakan dadanya yang
empuk menempel ke perutnya yang agak buncit. Lalu Ci
Lisa meneruskan kecupan-kecupannya dan jilatannya ke
sekujur tubuh Mas Joko. Mulai dari leher, dada, perut,
bawah perut, paha, tangan, bahkan kesepuluh jari-jarinya
juga diemut satu-satu sementara matanya menatap mata Mas
Joko! Sementara Mas Joko juga tidak tinggal diam, kedua
tangannya membelai-belai tubuh putih mulus Ci Lisa
terutam bagian dada, paha, pantat, dan sekitar
vaginanya. Namun bagian yang sering dijamah adalah dada
dan vaginanya.

Rupanya Mas Joko menggemari bagian dada terutama puting
Ci Lisa. Ia sering menjilati, menyedot-nyedotnya atau
memainkannya dengan jarinya. Lalu sekarang Ci Lisa
beralih ke kaki. Mulai dari paha di dekat penis Mas
Joko, turun ke bawah sampai pergelangan kaki. Rupanya
mereka sedang main mandi kucing. Akhirnya tinggal satu
bagian tubuh itu yang belum dijamah lidah Ci Lisa yang
kini akan dilakukannya! Ci Lisa menjilat seluruh bagian
penis Mas Joko mulai dari pelirnya sampai ke ujung atas.
Diulangi lagi. Sekali lagi, kali ini jilatannya berputar
ke bagian depan penisnya.

Kemudian ditempelkan penisnya ke pipinya, hidung, pipi
satunya lagi sebelum ujung lidahnya menyentuh ujung
penisnya kemudian lidahnya dimainkan di ujung penisnya,
lalu berputar turun ke bawah sampai ke bagian pangkal
kepalanya. Kemudian Ci Lisa melakukan deep throat
seperti di film bokep, menyeruput dan mengemut penis
coklam hitamnya Mas Joko masuk ke dalam mulut Ci Lisa
sampai mentok! Ia melakukan itu beberapa lama sambil
dadanya ditempelkan ke kaki Mas Joko. Kudengar suara
mulut Ci Lisa ketika mengemutnya. Bagian putingnya
menempel di persis di bawah lutut Mas Joko. Kedua tangan
Mas Joko memegang kepala Ci Lisa ikut menggerakkan
kepalanya mengemut penisnya. Ia benar-benar menunjukkan
kemachoannya di atas ranjang. Mas Joko sepertinya
benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa. Tapi hebat
juga dia, walaupun sudah diemut oleh Ci Lisa begitu
masih belum keluar juga.

Beberapa saat kemudian Ci Lisa menghentikan aksinya lalu
giliran Mas Joko yang beraksi. Ci Lisa berbaring
telentang, kedua kakinya dibentang lebar-lebar oleh Mas
Joko sampai aku juga bisa melihat klitorisnya. Mas Joko
menindih tubuh Ci Lisa menciuminya di bagian bibir,
kemudian leher. Lalu tanpa basa basi Mas Joko langsung
memberikan kejutan dengan menyeruput bagian vagina Ci
Lisa. Dari sekitar daerah vagina sampai ke klitorisnya.
Lidahnya memainkan klitorisnya, bahkan masuk ke dalam
liang vaginanya dengan bantuan kedua tangannya.

Tentu saja Ci Lisa mengerang-erang dan mendesah-desah.
Sampai beberapa saat setelah puas, Mas Joko menghentikan
aksinya, namun vagina Ci Lisa menjadi basah kuyup!
Kemudian Mas Joko bergerilya di atas. Tangan kiri
memainkan puting kirinya, mulutnya menikmati puting
kanannya, dan tangan kanannya menjamah vaginanya.
Sementara tangan kanan Ci Lisa kembali mengelus ‘jago’
Mas Joko. Sempat beberapa saat mereka saling memuaskan
begitu. Lalu Mas Joko kembali menyedot-nyedot dan
memainkan lidahnya di bagian vagina Ci Lisa. Tak lama
setelah itu Mas Joko memasukkan penisnya ke vagina Ci
Lisa yang sudah kuyup itu. Tak ayal lagi, hanya beberapa
saat ia memompa, Ci Lisa mengalami orgasmenya yang
pertama.

Setelah beberapa saat menikmati cengkeraman vagina Ci
Lisa, Mas Joko menarik penisnya yang kini jadi basah,
lalu memainkannya di sekitar payudara Ci Lisa,
menjepitnya. Lalu Ci Lisa mendorong Mas Joko sampai
telentang. Penisnya berdiri tegak. Lalu ia
menggerak-gerakkan kedua payudaranya ke penis Mas Joko.
Menyentuhkan putingnya sendiri ke ujung penis Mas Joko
dan terkahir menjepitnya dan menggesek-gesekkan
diantaranya. Lalu Mas Joko giliran mendorong Ci Lisa
sampai telentang. Ia jongkok di wajah Ci Lisa, penisnya
didekatkan ke mulut Ci Lisa, kembali Ci Lisa menjilat
sekujur penisnya dari buah pelirnya sampai ujung
penisnya.

Lalu Mas Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut Ci
Lisa, memaju mundurkannya sambil kedua kalinya ditekuk
dan menjepit kepala Ci Lisa. Namun Mas Joko masih belum
keluar juga. Setelah itu, Mas Joko berdiri di atas
ranjang dan Ci Lisa kembali melakukan deep throat dalam
posisi berlutut sementara dadanya ditempelkan di kaki
Mas Joko sambil sesekali lidahnya dijulurkan menjilati
bagian kepala penisnya. Aku bisa mendengar suaranya,
slep, slep, slep, begitu. Kali ini Mas Joko akhirnya
tidak tahan lagi. Ketika ujung penisnya dijilati, ia
mengalami ejakulasi. Pertama kali semprotannya cukup
kuat sampai membasahi muka Ci Lisa. Kemudian Ci Lisa
segera melakukan deep throat lagi sehingga sisa
spermanya masuk ke dalam mulutnya dan ditelannya.
Kemudian ujung penisnya dijilat-jilat sampai benar-benar
kering!

Setelah selesai bertempur, keduanya berbaring
berpelukan. Tak lama kemudian Ci Lisa bangkit dan ke
kamar mandi. Ia membersihkan badannya kemudian sikat
gigi. Ia kembali ke kamar tidur. Mas Joko minta
dipijitin yang segera dituruti oleh CI Lisa. Mas Joko
tidur tengkurap. Kedua tangan Ci Lisa memijiti punggung,
kaki, dan tangan Mas Joko. Kemudian, ia mengubah cara
memijatnya. Karena kini ia tidak menggunakan tangannya
tapi dengan dadanya! Mulanya dadanya memijiti
punggungnya, kakinya.

Lalu Mas Joko berbalik telentang. Ini makin seru saja.
Karena semua bagian tubuhnya dipijit mulai dari kepala
sampai ujung kaki. Yang terakhir tentu saja penisnya
yang kini sudah mulai menegang kembali. Dadanya
digosok-gosokkan ke penisnya sampai akhirnya dijepit
diantara kedua susunya. Ronde itu berakhir dengan Ci
Lisa berada di atas dan mencapai orgasme hampir
bersamaan dengan Mas Joko

Setelah tiduran dan nonton TV, mereka kembali bercinta.
Mula-mula Ci Lisa diatas. Kemudian mereka memainkan
doggy style, gaya konvensional, tak tahu apa namanya (Ci
Lisa berbaring sambil satu kali ditaruh di pundak Mas
Joko, sementara Mas Joko menyetubuhinya), sampai
akhirnya gaya konvensional namun kedua kaki Ci Lisa
menjepit kaki Mas Joko sementara memompanya. Disini CI
Lisa mendapat orgasmenya yang ketiga, sebelum ejakulasi
dari Mas Joko saat penisnya dijepit diantara kedua dada
Ci Lisa. Kemudian mereka mandi berendam bersama. Disana
ujung-ujungnya main dengan berbagai posisi yang berbeda.
Gila! Kalau aku tidak melihat sendiri tentu tak percaya
bahwa kakakku yang masih muda, cantik dan polos mau
menjadi budak seks bandot tua seperti Mas Joko. Semua
ini awalnya dari uang! Namun kini aku ragu, ia melakukan
itu semua apakah cuma demi uang, ataukah seks, atau
benar-benar jatuh cinta?
Aku jadi penasaran.

Rahasia yang Mengejutkan

Malam itu, kakakku memanggilku masuk ke kamarnya. Mereka
berdua sedang telanjang di balik selimut. Aku disuruh
duduk di lantai. Tiba-tiba kakakku bertanya,

“Bagaimana, apakah kamu menikmati pemandangan hari ini?”

“Hah, maksud cici apa?”, tanyaku.
Mas Joko menjawab,” Ha ha ha. Kamu jangan pura-pura
bodoh karena kamu memang bodoh beneran. Barusan kamu ada
dimana dan apa yang kamu lakukan?”
“Saya ada di kamar Mas. Sedang baca buku.”
“Kamu bohong. Kamu jangan berpura-pura. Kita sudah tahu
kok,” kata Mas Joko.
“Iya, tapi kepalamu kelihatan dari atas jendela situ,”
kata kakakku sambil menunjuk ke arah jendela tempat aku
mengintip.

Belum hilang rasa terkejutku, Mas Joko sudah menimpali,
“Kamu benar-benar orang yang gobloknya minta ampun.
Sebenarnya aku sudah tahu beberapa bulan lalu dan
sengaja membiarkan kamu menikmati pemandangan ini.”

“Beberapa bulan yang lalu aku pergoki kamu sedang
mengintip aku mandi atau ganti baju,” kata kakakku,
“Kamu benar-benar kurang ajar. Sebenarnya aku ingin
menghajar kamu. Tapi aku mengadu ke Mas Joko dulu. Pasti
kamu juga pernah mengintip kita berduaan. Benar-benar
bangsat kamu! Tapi karena Mas Joko menyuruhku
membiarkannya, akhirnya aku biarkan.”

“Eh.. Eh.. Tapi.. Tapi kenapa kok Mas membiarkanku tanpa
menegurku. Sebenarnya dulu aku pernah pengin ngaku tapi
nggak jadi, taku Cici makin marah. Sungguh. Tapi lalu
kenapa kok Mas membiarkannya?” tanyaku terbata-bata
karena belum hilang kekagetanku.

“Huahahahaha. Kamu ini memang benar-benar si manusia
tanpa guna. Kamu orang yang benar-benar guoblok, paling
goblok seluruh dunia. Kamu pengin tahu kenapa? OK, aku
kasih tahu alasannya. Karena aku mendapat kepuasan yang
lebih dengan menikmati cici-mu di tempat tidur sementara
kamu adiknya menonton menikmatinya. Tidur dengan cewek
sudah biasa buatku tapi menidurinya sambil ditonton oleh
anggota keluarganya itu adalah kepuasan yang lebih
buatku. Jarang aku mendapat kesempatan seperti ini, tapi
sekarang dengan adanya orang goblok seperti kamu,
jadinya niatku kesampaian. Tidak pernah aku ketemu orang
goblok seperti kamu yang cici-nya digarap cowok bukannya
menghalangi malah menikmati. Hahaha, benar-benar
menggelikan. Itulah sebabnya kenapa akhir-akhir ini
kegiatan seks kami jadi makin menggila, karena adanya
kamu si goblok, bikin aku makin menikmatinya. Ayo
sekarang tidak perlu ngintip segala, kamu boleh nonton
langsung,” kata Mas Joko sambil meraih selimut yang
menutupi mereka berdua. Kakakku agak risi, secara reflek
menutupi tubuhnya.

“Sudah jangan malu-malu. Toh dia sudah sering melihat
kita. Ayo, sekarang tidak perlu ngintip segala. Aku
pengin melihat cowok goblok yang suka melihat cici-nya
digarap cowok lain.”

Demikianlah akhirnya dengan terpaksa aku melihat dengan
mata langsung kakakku disetubuhi oleh dia secara liar.
Aku tidak berani berbuat apa-apa kecuali mengikuti
perintahnya. Tapi kakakku sendiri juga menikmati seks
yang liar malah dia jadi makin liar.

Namun, tidak hanya cuma itu. Karena untuk lebih
memuaskan hatinya, kini aku disuruh menonton kakakku
bercinta dengan cowok-cowok lain, seperti supirnya Mas
Joko, tukang ojek, supir angkot, bahkan beberapa anak
STM yang dulu. Rupanya Mas Joko orang yang kelainan
juga. Ia puas menyaksikan aku hanya menonton saja tak
bisa berbuat apa-apa ketika cici-ku dinikmati oleh
cowok-cowok tersebut. Aku diharuskan berada di dalam
kamar dimana cici-ku asyik bercinta dengan mereka dan
menyaksikannya. Sementara Mas Joko kini mengintip di
balik jendela, rupanya dia ingin menyembunyikan
identitasnya. Sementara aku harus melihat secara
langsung Tapi dengan perjanjian mereka harus pakai
kondom, rupanya Mas Joko masih sayang dengan kakakku.

Khusus untuk anak-anak STM malah mereka bertiga
mengerjain kakakku rame-rame.

“Wah, kesempatan ini khan cewek yang dulu,” kata mereka.
Mula-mula mereka bergiliran menyetubuhi kakakku,
sementara yang lainnya tertawa-tawa dan mengeluarkan
komentar-komentar yang jorok. Ada yang menirukan
desahan-desahan kakakku sambil ketawa. Kadang mereka
memandang ke arahku dan mengejekku. Lalu setelah itu
mereka melakukannya rame-rame, meng-gangbang kakakku.
Pada akhirnya, masing-masing menumpahkan spermanya ke
tubuh kakakku sampai tubuh kakakku menjadi basah. Ada
yangmenyemprotkan ke dadanya, perut, bahkan ke mukanya.
Sampai rambutnya juga kena sperma. Tapi sementara itu,
kakakku sepertinya menikmatinya. Aku tidak tahu apakah
ia melakukan ini karena seks atau uang. Yang pasti, ia
lebih mementingkan itu daripada malunya.

Tekad yang Bulat

Mula-mula diam-diam aku menikmatinya. Bahkan aku bisa
ejakulasi sendiri. Saat kejadian dengan anak STM aku
bahkan ejakulasi beberapa kali. Namun lama-kelamaan aku
jadi muak dengan semua ini. Aku sudah bosan dijadikan
alat terus-menerus. Sampai suatu hari hatiku berontak.
Akhirnya aku memutuskan, apapun yang terjadi, aku harus
keluar dari tempat terkutuk ini. Dan saat yang tepat
adalah setelah aku lulus SMU dan menerima semua
ijazahku. Aku harus tetap sabar menunggunya. Pada
saatnya aku akan lari jauh entah kemana.

Sejak saat itu pula aku memutuskan aku akan mencari uang
sendiri dengan kerja sambilan sebagai biaya hidupku
selama disini dan juga untuk bekalku kelak. Aku tidak
mau menggunakan uang mereka.

Menunggu adalah saat-saat yang paling lama dan paling
menderita buatku. Karena aku sering dijejali hal-hal
mesum seperti itu dan aku sudah muak dengan hal-hal itu.
Sementara mereka makin liar saja. Kadang malah ceweknya
tidak cuma kakakku, malah kadang kakakku beradegan
lesbian dengan cewek itu, sebelum si Joko dipijit
hamburger sebelum menyetubuhi mereka berdua, dan banyak
yang lain lagi. Kini aku sudah tidak bisa terangsang
lagi melihat adegan-adegan yang menjijikkan seperti itu.
Setelah penantian yang lama, akhirnya waktuku tiba juga.
Begitu hari penerimaan ijazah, aku langsung kabur dari
rumah dengan membawa barangku seperlunya. Aku tinggalkan
semua uang dari ciciku sejak aku memutuskan beberapa
bulan lalu. Aku hanya meninggalkan sebuah surat. Mereka
semua tidak akan pernah menyangka kalau aku, si manusia
tanpa guna pada akhirnya berani menentukan sikapku
sendiri. Ya, aku kabur. Walau tidak tahu mau kemana.
Yang penting aku harus ke kota lain.

E N D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar