Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Minggu, 24 Juli 2011

Jade Dragon

Juli 20, 2007

Metro City, America, 1922

Sun Lin, yang juga dikenal sebagai Jade Dragon meluncur melewati atap, bergerak lincah dari gedung ke gedung. Di bagian kota ini, semua gedung-gedungnya sangat rapat sehingga mudah untuk dilompati. Dengan mudah ia melompati celah diantara gedung-gedung itu dengan kakinya yang kuat.

Sun Lin adalah seorang aerialis yang terlatih, dibesarkan oleh kumpulan sirkus yang telah terbiasa melakukan atraksi udara. Ia tidak mendapatkan sedikitpun kesulitan dengan tubuhnya yang kuat tetapi sangat indah terbentuk. Ia lebih memilih untuk bergerak diantara gedung-gedung tinggi. Ketinggian memberinya beberapa kelebihan. Pertama, ia dapat melihat datangnya bahaya sebelum bahaya itu datang. Kedua, itu memberikannya elemen kejutan dalam menghadapai musuh-musuhnya. Ketiga ia dapat bergerak lebih aman dalam melanjutkan aksinya memerangi kejahatan. Sun Lin memilih nama Jade Dragon berdasarkan latar belakangnya.<!--more-->
Namanya Lin, adalah bahasa mandarin untuk Giok. Dan dia dilahirkan pada tahun 1904, tahun naga dalam tanggalan China. Kedua orang tuanya tiba di America sebagai anggota sirkus keliling. Mereka sangat terpukau dengan amerika sehingga akhirnya memutuskan untuk menetap. Sun Lin telah menjadi bagian dari sirkus kedua orang tuanya dan dia telah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dalam atraksi kawat udara.

Sun Lin yang tidak menyukai kehidupan sirkus akhirnya meninggalkan keluarganya pada umur 15 tahun untuk mengejar impiannya. Ia meninggalkan sepucuk surat pada kedua orang tuanya yang berisi terima kasihnya atas kasih sayang mereka selama ini dan pergi untuk mengejar impiannya. Namun, bagi seorang gadis Asia di tanah asing, mencari kerja bukanlah sesuatu yang mudah baginya.

Dia baru saja akan pulang ke sebuah kamar kumuh yang dihuninya ketika sesuatu yang akan mengubah jalan hidupnya terjadi. Malam itu sangat gelap, hujan dan dingin dimana secara kebetulan ia melewati sebuat gang yang gelap. Ketika melewati gang itu ia mendengar suara teriakan yang redup yang diikuti dengan gumaman seperti orang yang sedang dibekap. Mulanya ia tidak berniat berhenti, tetapi, sesuatu dalam dirinya membuatnya berbalik dan mengintip ke dalam gang itu. Disanalah ia mendengar rintihan suara seorang dalam bahasa mandarin. Suara itu sangat lemah yang membuatnya tidak yakin akan yang ia dengar. Tanpa berpikir, ia memasuki gang itu.

Ia baru berjalan beberapa meter ketika seorang lelaki besar menghadangnya. Ia berdiri hampir 6 kaki tingginya, bahunya bidang. Ia memakai jas hujan yang kumal. Mukanya terhalang oleh topinya yang turun menutupi sebagian matanya. Namun, lampu jalanan sempat bersinar dibagian muka sebelah kirinya yang menampakan sebuah wajah yang kasar tak terawat dengan sebuah cacat besar dipipinya.

“Wah, lihat siapa ini?” gumam si besar.
“Korban berikut?”

Melihat melewati si Besar, Sun Lin melihat seorang lelaki lagi. Lelaki ini lebih kecil dari si Besar, dengan wajah yang seperti tikus, dan dipenuhi cacat seperti bekas cacar. Ditangannya dia memegang sebuah pisau kecil yang menempel di leher seorang lelaki China tua.

Ia tidak mempunyai waktu untuk berpikir lebih jauh ketika si Besar mendekatinya dengan garang. Ditangannya ia memegang seutas tali. Terlihat jelas tujuannya yang ingin mengikat dan mencekiknya. Sun Lin tidak khawatir, walau si Besar jauh lebih besar daripadanya, dia tidak melihatnya sebagai suatu ancaman besar. Bagian dari latihannya semasa kecil adalah seni bela diri China, Wu Shu. Ia dapat melindungi dirinya sendiri dengan baik menghadapi lawan yang hanya mengandalkan kekuatan otot seperti si Besar.

Ia membiarkan si Besar masuk ke dalam jangkauannya, ketika ia dengan santainya mendekatinya, Sun Lin melompat tinggi ke udara, lompatannya mencapai muka si Besar, kakinya yang kuat menendang muka si Besar bagaikan sambaran petir. Tendangannya mengenai si Besar tiga kali hanya dalam sekilas mata. Tak sadarkan diri, si Besar langsung jatuh ketanah.

Setelah membereskan si Besar, Sun Lin mengarahkan perhatiannya pada kawannya yang lebih kecil. Melihat temannya yang besar tadi roboh hanya dengan satu gerakan cukup untuk menghilangkan nyalinya dan membuatnya lari terbirit-birit.

“Anda tak apa-apa pak?” kata Sun Lin kepada kakek tua tadi.
“Terima kasih nak, rasanya saya tidak apa-apa. Mereka menyerang saya dari belakang sebelum saya mempunyai kesempatan untuk membela diri” katanya kakek tua itu kepadanya Sun Lin berpikir dalam hati, apakah yang dapat dilakukan kakek tua ini melawan dua berandalan tadi, tapi, semua itu disimpan dalam hatinya.
“Boleh saya menolong anda pulang?” tawaran Sun Lin
“Terima kasih nak, rumah saya tak jauh dari sini. Saya berterima kasih atas tawaran nak.” balas kakek tua tadi.

Setibanya di rumah sang kakek. Kakek tua itu menunduk kepadanya.

“Maafkan saya, kejadian tadi membuat saya lupa akan tata krama. Nama saya Zhou Jin. Saya selamanya berhutang budi kepada anda”

Sun Lin membalasnya, agak tersipu malu dengan penghargaan Zhou Jin.

“Terima kasih kakek. Nama saya Sun Lin. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.” balas Sun Lin kepadanya.
“Mari masuk sebentar, gadis pemberani sepertimu layak untuk mendapatkan imbalan,” kata si Kakek kepada Sun Lin.

Walau beberapa kali menolak tawarannya dengan dalih apa yang dilakukannya hanyalah hal kecil belaka, kegigihan si Kakek akhirnya meluluhkan hati Sun Lin. Ia pun menyetujui untuk masuk sebentar ke dalam rumah kakek tadi. Memasuki rumahnya yang besar dan megah, seorang pelayan menyambut mereka. Sang pelayan tadi atas perintah kakek tua mengantarkan Sun Lin ke dalam ruang tamunya dimana Sun Lin membersihkan dirinya yang masih basah akibat kejaidan sebelumnya.

Sun Lin mengamati sekitarnya, jelas baginya bahwa kakek ini adalah seorang yang sangat kaya. Kembali sang pelayan datang membawakan minuman dan makanan kecil. Ketika Sun Lin sedang menikmati hidangannya, datanglah kakek tadi yang menghampirinya dan duduk di hadapannya.

“Saya harap anda merasa nyaman saat saya tidak ada, butuh waktu lebih dari yang saya perkirakan untuk menyembuhkan diri saya”
“Anda sangat baik sekali, tetapi, saya benar-benar harus pulang,” kata Sun Lin kepadanya.
“Kalau boleh saya bertanya, apakah ada yang menantikan kepulanganmu?” timpal kakek tadi
“Tidak, saya tinggal sendiri,” jawab Sun Lin.
“Kalau begitu, saya tidak melihat ada alasan mengapa nona tidak tinggal sedikit lebih lama disini, semoga tawaran saya tidak menyinggung nona” tawaran kakek tua
“Tidak. Kebaikan anda sudah lebih dari yang saya harapkan. Tetapi, saya benar-benar harus segera pulang” kata Sun Lin dengan halus menolak tawaran Kakek tua tadi.
“Kau baru saja menyelamatkan nyawa saya. Saya selamanya berhutang budi kepadamu. Sungguh ceroboh untuk keluar sendiri seperti tadi. Saya dapat melindungi diri saya seandainya saja mereka tidak menyerang dari belakang. Nona telah melakukan hal yang mulia dan saya ingin mencari cara untuk membalas budi nona,” tutur si Kakek.
“Tidak perlu, hal itu telah menjadi kewajiban saya,” kembali Sun Lin menolak tawaran sang Kakek.

Tetapi sang kakek bersikeras mengajak Sun Lin untuk memainkan sebuah permainan. Zhou Jin memegang sebuah batu kecil dan mengenggamnya dalam telapak tanganya. Dia menjulurkan telapak tangannya kehadapan Sun Lin.

“Ambilah batu ini dari tangan saya,” pintanya.
“Tapi, saya takut akan melukai anda apabila saya melakukanya, anda.. anda..” Sun Lin sedikit ragu untuk melanjutkan.
“Tua? Yah, saya memang tua, tetapi tenanglah, nona tidak akan melukai saya. Sekarang, ambilah batu ini” Si Kakek melanjutkan.

Sun Lin lalu mencoba untuk membuka kepalan sang kakek. Ia berharap untuk tidak melukai kakek ini. Tetapi, semakin lama, ia semakin mengerahkan tenaganya dan tetap tak dapat melepaskan satu jaripun dari genggaman si kakek.

“Saya tak dapat membukanya kakek, anda terlalu kuat” aku Sun Lin.
“Sekarang peganglah batu ini” pinta si Kakek.

Sun Lin mengambil batu itu, mengenggamnya erat-erat. Dia menunggu Zhou Jin untuk mengambilnya. Keraguan sempat terbersit di benaknya, apakah Zhou Jin cukup kuat untuk membuka cengkeramannya. Tetapi Zhou Jin hanya menepak tangannya dan batu itu telah berada di tangannya.

“Ada lebih dari sekedar teknik dan tenaga dalam Wu Shu” ujar Zhou Jin .
“Ketika kau menghadapi berandalan tadi, aku melihat kemampuanmu. Nona sangat berbakat untuk ukuran gadis seusia nona” lanjutnya lagi.

Sun Lin mengangkat alisnya dan berpikir apakah kakek tua ini tahu tentang ilmu bela diri China yang tergolong langka ini?

“Ah, nona pasti terkejut dengan pengetahuan saya tentang ilmu bela diri ini. Saya sendiri adalah seorang ahli Wu Shu. Benar, kemampuan saya telah berkurang seiring dengan usia saya, tetapi saya melihat potensi dalam diri nona, lebih dari semua orang yang saya amati selama 90 tahun hidup saya” penjelasan Zhou Jin.
“Tolong pikirkan baik-baik. Tinggalah disini dan bergurulah pada saya, semua barang-barangmu dapat diantar kemari. Potensi
Nona dapat lebih dikembangkan. Saya berharap anda mempertimbangkannya” pinta Zhou Jin Sun Lin pun akhirnya menyetujuinya.

Sejak saat itu berlatih dibawah bimbingan Zhou Jin yang membawa ilmunya ketingkat yang lebih tinggi. Materi tidaklah menjadi masalah bagi Sun Lin. Kekayaan Zhou Jin cukup untuk membuatnya menikmati hidup tanpa harus bekerja. Semua pelayanan yang hanya bisa dimimpikan Sun Lin kini menjadi kehidupannya sehari-hari.

Dua tahun telah lewat. Dengan bimbingan Zhou Jin, Sun Lin kini menjelma menjadi seorang wanita yang sangat cantik, dewasa, dan memiliki ilmu yang sangat tinggi untuk ukuran wanita seusianya. Dengan matanya yang hijau Sun Lin sangat cocok dengan namanya.

Beberapa hari menjelang usianya menginjak 18 tahun, Sun Lin berniat untuk melakukan lebih dari sekedar berlatih setiap hari.
Ia ingin menjadi seorang superhero yang berpatroli dalam jalanan gelap, menolong orang yang membutuhkan pertolongannya. Ia mengutarakan niatnya pada Zhou Jin yang mendengarkannya dengan penuh perhatian dan kesabaran.

“Jadi, kau berniat untuk menjadi seorang jagoan, yang menolong orang yang lemah?” tanya Zhou Jin.
“Ya. Saya ingin melakukan sesuatu yang penuh petualangan dan tantangan. Dan lingkungan ini sangatlah mendukung. Saya tidak akan pernah diterima dalam lingkungan ini apalagi sebagai seorang gadis Asia, kecuali dalam bidang ini. Mungkin saya dapat mengubah pandangan mereka tentang Asia” jelas Sun Lin.
“Tetapi, kau dapat terluka, atau mungkin terbunuh. Tetapi saya tidak akan menghentikanmu. Kau dapat pergi dari sini kapanpun kau mau. Pekerjaan yang kau pilih sangatlah terhormat. Saya akan sangat tersanjung apabila kau tetap mau tinggal disini.” pinta Zhou Jin.

Dari situ, dimulailah kehidupan baru Sun Lin sebagai pemerang kejahatan. Ia telah memilih identitas baru dengan kostum yang sesuai untuk pekerjaanya, yang terbuat dari sutera yang ringan dan kuat untuk memberinya mobilitas yang dibutuhkanya. Ia memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya untuk menutupi identitasnya dan menambah nuansa misteri bagi pekerjaanya.

Keahlianya yang semakin hari semakin terlatih seiring dengan profesinya telah menjadikanya seorang pemerang kejahatan yang semakin diperhitungkan dalam dunia kriminal. Tidak sampai beberapa lama, seiring dengan berjalannya waktu, Sun Lin telah semakin menguasai profesinya baik dalam kemampuan maupun kesiapan mental. Namanya yang semakin hari semakin terkenal seiring dengan jumlah kejahatan yang telah dihancurkannya semakin bertambah.

Tak disadari olehnya bahwa namanya telah menguncangkan dunia kejahatan semakin banyak bos-bos sindikat kejahatan yang ingin membalas dendam atas perlakuannya terhadap mereka. Dan tanpa disadari Sun Lin, seorang bos yang amat berpengaruh, telah merencanakan sesuatu yang membahayakan bagi dirinya, sebuah perangkap..

Setelah kesuksesannya, Jade Dragon semakin ditakuti dikalangan dunia bawah yang menganggu ketentraman metro city. Angka kejahatan menurun drastis. Jade Dragon telah menjelma menjadi seorang jagoan wanita yang ditakuti. Seorang jagoan wanita dengan banyak musuh.

“Sial, wanita Asia jalan ini menghancurkan bisnis kita. Keuntungan dari hiburan malam turun 70 persen. Kita harus melakukan sesuatu” Keluh James Laroche yang lebih dikenal sebagai bos Crunch.
“Pasti ada yang bisa kita lakukan bos, mungkin kita bisa memerangkapnya,” jawab Brick tangan kanan bos Crunch.
“Perangkap. Ide yang bagus. Brick, kau tidak sebodoh yang kukira. Kita butuh umpan, panggil Janet kemari,” perintah bos Crunch.

Beberapa menit kemudian, Brick kembali bersama seorang wanita yang terlihat cantik untuk seumurnya dan dapat dipastikan jauh lebih cantik pada masa mudanya.

“Brick bilang kau mencariku,” ujar Janet.

Bos Crunch lalu menjelaskan rencananya. Sederhana, namun efektif.

*****

Jade Dragon sedang melakukan patroli rutinnya. Kali ini ia sedang mengawasi daerah Waterfront, sebuah distrik yang berbahaya. Malam itu sangat sunyi, tidak banyak aktivitas yang terjadi pikirnya. Saatnya untuk pulang dan beristirahat.

Ketika hendak berbalik, ia mendengar sayup-sayup suara tangisan. Tangisan itu datang dari sebuah jalan beberapa blok dikanannya. Dengan sigap ia berlari diantara gedung-gedung tinggi. Setibanya di gedung yang bersebelahan dengan jalan itu, ia melihat ke bawah. Jalan itu sangat gelap karena tidak disinari oleh lampu jalanan, tetapi ia dapat melihat figure seorang wanita yang berontak dalam dekapan dua lelaki. Wanita itu berteriak pada saat dua orang berandal itu menyeretnya kesebuah pintu masuk sebuah gudang diseberang Jade Dragon.

“Sabarlah, aku datang” katanya dalam hati.

Dengan sigap Jade Dragon menuruni gedung dengan peralatan yang dibawanya. Pada saat sampai disana, wanita itu telah menghilang dan hanya terdengar sayup-sayup teriakan dari dalam gudang. Sun Lin mengecek pintu gudang tersebut, ternyata tidak terkunci. Membuka pintu itu, ia pun masuk ke dalam lorong yang gelap yang hanya diterangi oleh sebuah lampu bohlam. Ada beberapa pintu kecil dan sebuah pintu besar diujung lorong tersebut.

“Tidak, tolong!” terdengar suara wanita dari balik pintu besar.

Tanpa memikirkan keselamatannya, Jade Dragon berlari menuju pintu itu dan menerjang pintu itu. Didalam pintu itu ia menemukan sebuah ruangan yang besar dengan atap yang rendah. Di sisi lain ruangan itu berdiri seorang wanita setengah baya. Wanita itu meliriknya dan tersenyum.

“Sudah saatnya kau tiba manis, aku sudah berteriak selama lima menit” katanya.

Jade Dragon melihat sekitarnya, bermunculan setidaknya dua lusin berandalan. Dia menyadari ini adalah sebuah perangkap. Jade Dragon tetap tenang, ia mulai menimbang situasi sekitarnya dan mundur mendekati sebuah dinding untuk menghindari serbuan dari belakang. Jumlah lawannya memberikan mereka kelebihan, tetapi ia yakin jikalau saja ia dapat mengalahkan mereka satu persatu ia akan dapat mengatasinya. Ketika ia melihat sekilas ke arah lorong dimana ia masuk, ia dapat melihat lorong itu telah dipenuhi berandalan. Tidak ada jalan keluar baginya.

Jade Dragon bergerak ke tengah ruangan. Ia tidak mempunyai pilihan selain melawan mereka dalam posisi yang kurang menguntungkan karena dirinya berada di tengah-tengah kerumunan berandalan yang jelas akan menggunakan keuntungan ini untuk mengeroyoknya. Sekarang ia telah dikelilingi oleh banyak berandalan. Tak ada diantara mereka yang membawa senjata. Jelas maksud mereka untuk menangkapnya hidup-hidup.

Pelan-pelan para berandalan itu mulai mendekati. Walau jumlah mereka yang jauh lebih banyak, mereka masih sedikit was-was dan mendekat dengan hati-hati. Jelas bagi Jade Dragon reputasinya benar-benar tidak dipandang sebelah mata. Tiba-tiba seperti diberi tanda, beberapa berandalan menyerbunya. Jade Dragon melompat ke udara. Ruangan itu sangat rendah tidak lebih dari tujuh kaki yang membuat lompatannya terhalang, namun lompatanya cukup tinggi untuk menjangkau muka lawannya. Lalu, berputar diudara, Jade Dragon menendang ke segala penjuru, tendanganya begitu cepat sehingga tidak terlihat kasat mata. Dalam sekejap mata, tubuh berandalan-berandalan itu beterbangan terhantam oleh tendangannya.

Melihat dari sudut jauh ruangan itu, Bos Crunch terkesima. Dua lusin orang dan mereka tidak sanggup menghadapi seorang wanita.

“Hajar, Sikat!” perintah Bos Crunch.

Lingkaran berandalan itu mendekat sekali lagi. Hasilnya tetap sama, kali ini lebih sedikit yang terluka karena mereka lebih berhati-hati mendekati Jade Dragon.

“Ini tak mungkin terjadi. Kalau seperti ini, wanita jalang itu bisa mengalahkan semua anak buahku. Brick, maju, alihkan perhatiannya” perintah Bos Crunch.

Brick yang dari tadi hanya melihat kini maju. Kalau ada orang yang dapat menerima pukulan, dialah orangnya. Para berandalan itu melihatnya maju dan kembali bersemangat. Mereka pernah melihatnya melawan selusin preman dan menghajar mereka seorang diri. Jade Dragon menyadari ancaman baru yang menghampirinya. Dia tidak menyangka ada orang sebesar ini. Brick berhenti sedikit diluar jangkauannya. Ia mengambil kuda-kuda dan mulai mengelilingi Jade Dragon.

Jade Dragon pun mengikutinya, berkeliling dalam sebuah lingkaran sembari mengawasi keadaan sekelilingnya. Ia tidak menyadari bos Crunch yang mulai menyeruak diatara anak buahnya membawa sebuah rantai berkait. Ia secara khusus melarang anak buahnya untuk membawa senjata dengan tujuan untuk menangkap Jade Dragon hidup-hidup dan menyiksanya sebagai balasan, tetapi ia tetap membawa sebuah kait untuk berjaga-jaga.

Brick mendekat. Jade Dragon menyadari semua berandalan mulai mendekat seiring dengan Brick. Mereka terlihat amat membenci Jade Dragon karena merasa harga diri mereka terinjak-injak dikalahkan oleh seorang wanita cantik.

“AARRGGHH” dengan teriakan lantang Brick menerjangnya.

Jade Dragon tidak bisa mengulangi gaya bertahannya. Brick terlalu besar. Dia harus berkonsentrasi untuk merobohkannya terlebih dahulu. Ia merunduk dari pukulan Brick dan menendangnya tepat di lambung Brick yang membuatnya terhuyung-huyung mundur kebelakang. Disaat Brick masih kesakitan, para berandalan sisanya mulai menerjang, Jade Dragon melihat sebuah celah, melompat ke bahu Brick dan mengunakannya sebagai batu loncatan. Ia meloncat dan menjatuhkan beberapa berandalan dalam waktu kurang dari beberapa detik.

Ketika menyelesaikan putarannya, Jade Dragon tidak menyadari bos Crunch yang mengayunkan kaitnya dan mengenai ujung jubahnya. Bos Crunch menarik kaitnya sekuat tenaga. Jade Dragon yang hilang keseimbangan langsung mendarat di tanah dengan keras, terkejut oleh serangan Bos Crunch yang sangat mendadak. Seketika itu pula sisa-sisa berandalan mengerubunginya. Ia telah menjatuhkan banyak berandalan, tetapi sisa-sisanya cukup kuat untuk mengekangnya.

Dalam keputusasaannya mencoba untuk membebaskan diri, Jade Dragon kembali melukai beberapa berandalan. Tetapi jumlah mereka terlalu banyak untuk Jade Dragon. Dua berandalan memegang kakinya dan dua lagi memegang tangannya. Sebuah tali tambang yang kuat mengikat tangannya dengan perutnya. Setelah itu hanyalah masalah menambah ikatan.

Pergelangan tanganya terikat dibelakang dan mata kakinya diikat jadi satu dengan tangannya membuatnya tak bisa berkutik. Jade Dragon mengerahkan semua tenaganya untuk melepaskan diri namun tali itu terlalu kuat untuknya. Dia berada dalam cengkeraman Bos Crunch yang brutal! Bos Crunch tersenyum puas melihat Jade Dragon yang tak berdaya berusaha meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya.

“Wanita Jalang ini telah membuatku menderita kerugian banyak sekali. Akan kubuat ia membayar semuanya”

Para berandalan yang mulai siuman dari tendangan Jade Dragon mulai membayangkan lekuk tubuh Jade Dragon yang sangat terlihat jelas dengan pakaiannya yang ketat dan tipis itu. Mereka tak sabar ingin membalas perlakuan Jade Dragon kepada mereka.

“Sekarang akan kuberi kau pelajaran. Bawa dia ke meja itu!” perintah Bos Crunch.

Jade Dragon tetap tidak menampakkan kekhawatirannya. Ia tidak mau memberikan mereka kepuasan melihat ketakutannya karena ia tahu bahwa manusia-manusia seperti mereka mendapatkan kepuasan melihat ketakutan diwajah korbannya. Jade Dragon mencoba berontak ketika beberapa berandalan mengangkatnya dan membawanya menuju sebuah meja besar yang kokoh di salah satu suduh ruangan.

Dua berandalan memegang kakinya sementara dua lagi membuka ikatannya dan mengikatnya kembali di sudut meja itu. Setelah kedua kakinya terikat di kaki meja mereka menahan tangannya sementara temannya mengikat tangannya pada sudut meja. Jade Dragon kini terikat dengan pinggangnya di tepi meja, sehingga kakinya menjulur kebawah membuat lekuk tubuhnya yang sangat menawan terlihat jelas dan buah dadanya yang sangat kencang lebih terbentuk karena posisinya yang terentang.

Jade Dragon merasa sangat tak berdaya dengan semua mata berandalan yang memandangi indah tubuhnya. Dia tidak berani memikirkan apa yang akan dilakukan Bos Crunch terhadanya yang terikat di meja tak berdaya.

“Mari kita lihat siapa lawan kita” kata Bos Crunch.

Dia lalu mendekati Jade Dragon dan menarik dengan kasar topeng yang dikenakannya. Semua usaha Jade Dragon untuk menghindarinya hanya membuat Bos Crunch makin bersemangat. Dengan satu hentakan, lepaslah topeng yang dikenakannya. Rambutnya yang hitam tergerai lepas. Wajahnya yang cantik kini dapat terlihat dengan jelas.

“Cantik sekali. Apakah kalian tahu siapa dia?” teriak Bos Crunch.

Jade Dragon menatap Bos Crunch dengan pandangan tajam. Sorot matanya yang tajam menunjukkan kemarahan sekaligus takut akan ketidak berdayaannya walau berusaha disembunyikannya.

“Brick, buka bajunya, kita lihat seperti apa tubuh jagoan ini!”

Brick yang masih sedikit merasakan sakit akibat tendangan Jade Dragon hanya tersenyum sinis dan mendekati Jade Dragon. Perlakuan apakah yang akan dialami oleh jagoan kita ditangan Bos Crunch dan antek-anteknya yang sadis?

Brick lalu mengambil sebuah pisau lipat dari kantung celananya. Pertama dia menarik sarung tangan Jade Dragon and memasukkan ujung belatinya kearah baju Jade Dragon.

“Hmm.. Barang mewah, sutera”

Jade Dragon hanya bisa memberontak dan mencoba menarik tangannya, namun tali yang mengikatnya lebih dari cukup untuk menahan semua pergerakannya. Kembali brick memotong baju Jade Dragon, hingga menuju ke bagian dadanya. Ketika selesai menguliti pakaian Jade Dragon, terlihatlah tubuh indah Jade Dragon yang baru berusia 18 tahun. Usianya yang muda tidak membuat tubuhnya kalah menarik, bahkan, tubuhnya sangat atletis, berotot namun tetap indah dipandang dengan ukuran buah dada yang cukup besar dan kencang.

“Wow!” teriak salah satu begundal Bos Crunch yang sedari tadi melihat semua aksi itu. Banyak diantara mereka yang terpana melihat keindahan tubuh Jade Dragon. Buah dadanya sangat sempurna, kencang, dengan areola yang kecoklatan.
“Sebuah tangkapan yang berharga” kata Brick.

Brick tak dapat menahan diri untuk mulai mengerayanggi tubuh Jade Dragon, mulai dari pangkal pahanya, hingga ke arah dadanya yang seperti menawarkan diri untuk dilukai. Brick mulai memainkan puting Jade Dragon pelan dan semakin lama semakin kencang.

Jade Dragon hanya bisa mengigit bibirnya menahan rasa amarahnya, namun tak ada yang dapat dilakukan olehnya. Sebuah erangan sakit terdengar dari bibirnya yang sensual.

“Akan kubuat kau lebih dari sekedar mengerang, wanita jalang!” Bentak Bos Crunch.

Sedikit demi sedikit Brick mulai menambah tekanannya, membuat Jade Dragon semakin mengerang tertahan, hanya harga dirinya yang membuatnya masih tetap bertahan. Jade Dragon merasakan perih pada putingnya. Brick terus menyiksa Jade Dragon selama beberapa menit. Dia ingin melihat sejauh mana Jade Dragon dapat tetap menahan rasa sakitnya. Dia melihat dibalik penderitaannya Jade Dragon masih menyimpan rasa sombongnya sebagai seorang superhero. Menghancurkannya akan menjadi suatu hal yang menarik, pikirnya.

Bos Crunch yang sedari tadi hanya memandang mulai ambil bagian. Ditariknya celana yang dikenakan Jade Dragon. Terlihatlah celana dalam Jade Dragon yang tipis terbuat dari sutra sehingga bulu kemaluannya dapat terlihat dari luar. Dengan sigap Bos Crunch merobek celana dalam Jade Dragon, memperlihatkan kemaluannya yang sangat menawan.

Napas Jade Dragon semakin berat, tidak pernah terbayang olehnya berada dalam situasi ini. Terikat diatas meja dengan belas kasihan musuh-musuhnya. Bos Crunch mulai memasukkan jarinya kedalam kemaluan Jade Dragon, mulai dari sebuah jari hingga lama-lama kepalannya masuk ke dalam Jade Dragon.

Sesuai dugaan Bos Crunch, Jade Dragon tidak pernah berhubungan intim. Lapisan Hymennya masih terlindung. Tangannya mulai menjamah dada Jade Dragon.

“Siapa namamu?” tanyanya lembut ditelinga Jade Dragon

Jade Dragon tidak menjawab. Ia tidak mau memberitahukan hubungannya dengan Zhou Jin karena khawatir akan keselamatan Zhou Jin.

Bos Crunch dengan kejam mulai menekan keras putingnya sehingga Jade Dragon mulai mengeluarkan erangan yang makin keras walau masih tertahan.

“Namamu pelacur! Atau akan kubuat kau berteriak kesakitan!” Bentak Bos Crunch merasa dipermalukan
“Jade Dragon” jawab Jade Dragon berusahan menahan sakitnya.
“Jade Dragon? Jade Dragon sialan! Baiklah, kalau itu maumu!” Bentak Bos Crunch

Tanpa basa-basi Bos Crunch melepas celananya. Terlihatlah batang kemaluannya yang besar. Dia mulai menempelkan penisnya kearah kemaluan Jade Dragon.

“Akan kubuat kau berteriak-teriak Jade Dragon. Jade Dragon namamu bukan?”

Jade Dragon hanya bisa merintih menahan sakit ketika Bos Crunch mulai memperkosanya. Jade Dragon yang tidak pernah berhubungan intim dengan siapapun merasakan sakit yang amat sangat ketika kemaluannya dipaksa memelar oleh penis Bos Crunch yang besar sesuai dengan tubuhnya yang sangat besar dibandingkan manusia biasa.

“Apakah namamu masih Jade Dragon?” tanyanya disela-sela tusukannya.
“Namaku Jade Dragon” Kata Jade Dragon lagi diselangi rintihan sakit.
“Baik, Jade Dragon namamu!”

Bos Crunch terus memperkosa Jade Dragon yang kali ini tidak bisa menahan rasa sakitnya dan mulai mengeluarkan erangan sakit. Labianya serasa dirobek-robek oleh setiap penetrasi Bos Crunch. Bos Crunch tidak mempercepat aksinya, ia ingin membuat Jade Dragon merasakan sakit selama mungkin.

Jade Dragon tidak dapat mempercayai apa yang terjadi. Dia merasakan sakit yang amat sangat saat vaginanya dipaksa untuk berekspansi dibawah serbuan penis Bos Crunch. Jade Dragon mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk mencoba memberontak tetapi hal ini hanya makin membuat Bos Crunch bersemangat dan mempercepat gerakanya. Setiap gerakan Bos Crunch membuat Jade Dragon merasa seperti dirobek-robek. Rasa sakitnya ditambah oleh kenyataan bahwa begundal-begundal Bos Crunch menyoraki bosnya seakan ingin membalas sakit hati mereka saat dikalahkan oleh Jade Dragon.

Berontakan Jade Dragon membuat Bos Crunch pada tahap Orgasme. Ia menahan sekuat tenaga orgasmenya untuk sebisa mungkin menyiksa Jade Dragon. Belum pernah ia merasakan kenikmatan seperti ini, vagina Jade Dragon sangat sempit dan kencang membuatnya ingin menikmati orgasmenya sebisa mungkin. Ia mendapatkan orgasmenya semenit kemudian.

“Brick, giliranmu, lihat apa namanya masih Jade Dragon!” perintanhnya lagi

Brick tanpa menunggu perintah kedua kalinya langsung menggantikan posisi bosnya. Jade Dragon hanya bisa menahan sakitnya ketika Brick dengan penisnya yang tidak kalah dari bosnya mulai menghujani kemaluannya dengan tusukan penisnya.

Bos Crunch yang sekarang duduk menonton sembari tertawa hanya menambah penderitaan Jade Dragon. Perkosaan terhadap dirinya memang menyakitkan, tetapi kenyataan bahwa semua perlakuan ini sedang disaksikan oleh hampir 20 orang membuat harga dirinya semakin terluka.

“Namamu, sebutkan namamu manis, dan mungkin akan kuhentikan semua ini” Tanya Bos Crunch lagi
“J.. Jade Dr.. Dragon” Jawab Jade Dragon lemah namun masih menampakkan kekuatannya untuk tidak menyerah.

Jade Dragon tidak ingin membahayakan nyawa Zhou Jin. Walau Zhou Jin termasuk seorang ahli bela diri yang notabene gurunya, tetapi ia tetap khawatir akan tipu muslihat Bos Crunch.

“Baiklah, Brick, buat dia bicara!” Bos Crunch menjawab dengan kesal

Jade Dragon tidak dapat menahan erangannya ketika vaginanya yang masih memar oleh Bos Crunch sebelumnya kembali diserbu dengan kasar oleh penis Brick yang besar. Teriakannya yang memenuhi ruangan disambut dengan sorakan begundal-begundal Bos Crunch.

Bos Crunch hanya mengamati dengan kagum. Sampai kapankah wanita jalang ini dapat bertahan. Kalau saja wanita biasa mungkin sudah tak sadarkan diri, guman Bos Crunch.

Sebuah teriakan keras dari Jade Dragon membuyarkan lamunan Bos Crunch. Tampaknya Brick sudah mendapatkan orgasmenya dan terlihat sangat nyaman memakai kembali celananya. Jade Dragon yang sudah sangat lelah hanya dapat menyandarkan kepalanya diatas meja dan menunggu siksaan selanjutnya.

“Bagaimana manis?” Tanya Brick

Jade Dragon hanya terdiam dan mengerahkan semua sisa-sisa kekuatanya untuk meludah kearah Brick. Namun usaha itu sia-sia, ia terlalu lemah untuk dapat meludah sejauh itu.

“Bangsat! Baiklah, kalian semua gilir dia! Buat wanita jalang ini bicara!” Bos Crunch yang merasakan malu karena tak dapat mengalahkan seorang wanita yang tak berdaya menjadi emosi

Tanpa menunggu aba-aba berikut semua begundal-begundal itu mulai ambil posisi untuk menggilir Jade Dragon. Mereka yang sudah terangsang menyaksikan semua siksaan terhadap Jade Dragon ingin merasakan sendiri kenikmatan ini. Terlihat dendam dimata mereka atas perlakuan Jade Dragon sebelumnya.

Jade Dragon yang sudah terlalu lelah berada dalam kondisi terlalu lemah untuk menyadari apa yang terjadi disekelilingnya. Berkali-kali ia tak sadarkan diri hanya untuk disadarkan kembali oleh tamparan di wajahnya. Bos Crunch ingin ia merasakan setiap detik penderitaanya.

Setelah tiga jam pemerkosaan itu berakhir. Jade Dragon terbentang tak sadarkan diri di meja besar itu. Darah bercampur sperma tergenang di lantai. Terlihat darah bercampur sperma yang masih menetes dari vaginanya yang sudah memar kemerahan akibat penyiksaan yang dialaminya.

Jade Dragon mulai sadarkan diri, ia berada dalam sebuah cell yang kecil, diterangi oleh lampu bohlam yang redup. Tubuhnya yang telanjang masih merasakan sakit disetiap sendi-sendi akibat apa yang dialaminya. Tiba-tiba pintu terbuka, dan masuklah begundal-begundal Bos Crunch yang membawa selang air. Mereka menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah Jade Dragon yang tak dapat melawan karena tangannya masih terikat dibelakang. Tekanan air bertekanan tinggi itu membuat Jade Dragon merasa seperti tertusuk jarum diseluruh tubuhnya.

Setelah selesai, seorang dari antara begundal itu membawa handuk dan mulai mengeringkan dengan kasar Jade Dragon. Setelah selesai ia menampar Jade Dragon dengan punggung tangannya, membuat Jade Dragon kembali tersandar di tembok selnya.

“Rasakan wanita jalang!” bentaknya sembari keluar dan mengunci pintu.

Malamnya Jade Dragon disuguhi makanan dan air. Jade Dragon sadar bahwa itu semua disediakan agar ia dapat tetap hidup untuk dipermalukan dan disiksa, tetapi rasa lapar sekaligus niatnya untuk bertahan hidup membuatnya tetap menghabiskan makanannya.

Jade Dragon masih setengah tertidur ketika ia mendengar pintu selnya dibuka. Bos Crunch muncul diikuti dengan lima begundalnya yang masing-masing bersenjatakan revolver untuk berjaga-jaga. Dibawah todongan pistol Jade Dragon tidak dapat berbuat apa-apa ketika mereka memaksanya berdiri dan menyuruhnya berjalan.

Masih merasakan sakit akibat pemerkosaannya kemarin Jade Dragon tidak dapat berjalan dengan benar, setiap langkahnya terasa sangat menyakitkan, terutama di bagian pangkal pahanya. Mereka membimbingnya memasuki sebuah ruangan.

Jade Dragon memasuki ruangan itu. Di dalam ruangan itu dapat terlihat sebuah meja yang berisikan banyak alat-alat yang mengerikan. Salah satu begundal melepaskan ikatan tangan Jade Dragon dan kembali mengikatnya pada rantai yang tersambung di atap ruangan itu. Jade Dragon kini hanya berdiri dengan ujung kakinya karena rantai yang mengikat tangannya ditarik oleh salah satu begundal itu membuat tangannya harus menanggung berat badannya. Jade Dragon hanya dapat mengigit bibirnya untuk menahan sakit.

“Namamu masih Jade Dragon manis?” Bisik Bos Crunch ditelinganya

Jade Dragon mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk mengangkat dengkulnya dan menendang selangkangan Bos Crunch. “BUK” Bos Crunch berteriak kesakitan ketika dengkul Jade Dragon mendarat di selangkangannya.

“Bangsat” teriak Bos Crunch kesakitan
“Brick, beri dia pelajaran!”

Brick mengambil sebuah pipa besi dan melapisinya dengan handuk yang bertujuan untuk tidak menimbulkan luka pada bagian luar Jade Dragon. Ia tidak ingin hadiahnya cacat permanen. Dengan sigap ia mendekati Jade Dragon dan mengambil posisi. Jade Dragon hanya dapat memejamkan mata dan bersiap untuk menunggu nasibnya. Namun Brick tidak meneruskan aksinya. Setelah beberapa lama Jade Dragon membuka matanya dan saat itulah pukulan Brick datang ke arah tulang rusuknya. Rupanya Brick ingin Jade Dragon melihat apa yang dilakukannya sehingga ia menunggu sampai Jade Dragon membuka matanya.

“Ugh” erang Jade Dragon

Kembali Brick melancarkan pukulannya, kali ini ke arah paha Jade Dragon. Jade Dragon kembali mengerang kali ini lebih terdengar dibandingkan erangan sebelumnya. Brick melancarkan pukulannya secara ritmis, ia menunggu beberapa saat disela pukulannya memberikan Jade Dragon konsentrasi penuh pada apa yang dilakukannya. Jade Dragon hanya dapat mengigit bibirnya menghadapi perlakuan Brick. Pukulan terakhir mendarat di selangkangan Jade Dragon yang membuatnya tak sadarkan diri menahan sakit.

Jade Dragon kembali sadarkan diri oleh siraman air dingin dimukanya. Kali ini Bos Crunch membawa sebuah tongkat kayu.

“Bagaimana Jade Dragon? Masih bersikeras?” tanyanya setengah berharap Jade Dragon masih bersikeras, ia tidak mau begitu mudah mengalahkan hadiahnya yang didapat dengan susah payah.

Jade Dragon hanya memandang dengan penuh amarah menandakan kekerasan hatinya untuk tidak memberikan kepuasan terhadap Bos Crunch. Merasa senang, Bos Crunch melangkah kebelakang Jade Dragon. Ia menempelkan ujung tongkatnya ke pantat Jade Dragon.

“Tidak, jangan disitu! Tidak!” Protes Jade Dragon menyadari apa yang akan dilakukan Bos Crunch

Bos Crunch yang merasa mendapat angin karena untuk pertama kalinya Jade Dragon menunjukkan ketakutannya mulai memainkan tongkatnya. Diputar-putarnya tongkat itu untuk membuat Jade Dragon semakin takut. Lalu secara tiba-tiba ia menusukkan tongkatnya kedalam anus Jade Dragon.

“Aarrgghh, tidak!” kali ini Jade Dragon tidak dapat menyembunyikan rasa sakitnya. Teriakannya dapat terdengar keseluruh ruangan.

Bos Crunch kembali memainkan tongkatnya yang kini sudah memasuki anus Jade Dragon. Dia dengan kejam memutar-mutar tongkatnya dalam anus Jade Dragon.

Hari itu Jade Dragon disiksa dengan kejam oleh Bos Crunch dan Brick, mereka bergantian menyiksanya dengan berbagai cara. Setelah puas memainkan tongkatnya, ganti Brick yang menyalakan sepuntung rokok dan menempelkannya ke bagian-bagian tubuh Jade Dragon. Jade Dragon sudah tidak perduli lagi dengan harga dirinya, teriakannya dapat terdengar memenuhi markas Bos Crunch. Namun tetap ia tidak mau menyebutkan namanya.

“Sial, sudah seharian kita menginterogasinya, namanya saja masih belum dapat!” umpat Bos Crunch sembari menempelkan ujung rokok yang menyala ke puting Jade Dragon.

“Panggil anak-anak, suruh mereka layani wanita jalang ini. Kita teruskan besok Brick” jawab Bos Crunch yang sudah berkeringat seharian menyiksa Jade Dragon.

Jade Dragon kembali berada di selnya setelah terlebih dahulu diperkosa massal oleh anak buah Bos Crunch. Ia tidak dapat memikirkan apakah yang akan dilakukan oleh Bos Crunch besok, apakah ia dapat tetap bertahan? Sampai kapan ia dapat bertahan? Apakah ada jalan keluar dari semua ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar