Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 22 Juli 2011

Pemerkosaan yang Fantastis

Juli 12, 2007
Ratna

Suatu saat suamiku harus meneruskan S2nya ke luar negeri untuk
tugas perusahaan. Aku mengantar kepergian suamiku sampai di
bandara. Demikian sejak itu, aku harus membiasakan hidupnya
dengan jadwal tugas suamiku, suatu hari menjelang sore hari,
setelah menyediakan makan malam di atas meja, yang pada saat
ini harus disiapkan sendiri, sebab pembantuku sedang pulang
kampung, karena mendadak ada keluarga dekatnya di kampung yang
sakit berat. John teman suamiku orang Italy pada waktu mereka
sekolah di Inggris bersama, sedang mendapat tugas di Indonesia
sementara ini tinggal dirumah. Telah hampir satu bulan John
tinggal bersama kami, istrinya tetap berada di Italy.
Seperti
biasanya setelah selesai makan bersama, aku kembali kekamar
dan karena udara diluar terasa panas aku ingin mengambil
shower lalu aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi
untuk berpancur. Letak kamar mandi nyambung dengan kamar
tidurnya. Setelah selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku dan
dengan hanya membungkus tubuhku dengan handuk mandi, aku
membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar tidurku.
Disudut seberang kamar tidur yang tidak tertutup pintunya
terlihat John sedang santai dikamarnya, rupanya dia telah
selesai makan dan masuk ke kamarnya untuk nonton tv memang dia
lebih senang di dalam kamar yang lantainya dilapisi karpet
tebal dan udaranya dingin oleh AC.
Dengan masih dililit handuk, aku duduk di depan meja rias
untuk mengeringkan dan bersisir rambut. Pada saat itu John
kulihat dari cerminku mendadak bangkit dari tempat duduknya
dan berjalan mondar mandir di dalam ruangan kamarnya, terlihat
malam ini John agak gelisah, tidak seperti biasa yang selalu
menutup pintu kamarnya, malam ini dia mondar mandir dan
sekali-sekali matanya yang biru kecoklatan melihat ke arahku
yang sedang duduk menyisir rambutku. Melihat John seperti itu,
aku bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu untuk menutup
pintu kamarku, aku sempat melihat John tersenyum padaku sambil
berkata, “Hai Ratna kau cantik sekali malam ini..!” Tiba tiba
John langsung berdiri melintas kamarnya, tanpa aba-aba salah
satu kakinya menahan pintu kamarku lalu tangannya yang kekar
mencoba menggapai pinggangku, tercium olehku bau alkohol dari
mulutnya rupanya John baru saja minum whisky, “..John sadar..
aku Ratna istri temanmu..!” John bisa bicara Indonesia, aku
mencoba berbalik dan karena eratnya pegangannya di pinggangku,
aku terhuyung-huyung dan aku jatuh telentang di lantai yang
dilapisi karpet tebal. Kedua kakiku terpentang lebar, sehingga
handuk yang tadinya menutupi bagian bawahku tersingkap, yang
mengakibatkan bagian bawahku terbuka polos terlihat bagian
pahaku yang putih mulus masih agak basah karena belum sempat
kering dengan betul. Rupanya minuman keras sangat mempengaruhi
pikiran John yang sudah begitu lama tidak kencan dengan
wanita, John dengan cepat berjalan ke arahku yang sedang
telentang di lantai dan sekarang jongkok diantara kedua kakiku
yang terbuka lebar itu. Dengan cepat kepalanya telah berada
diantara pangkal pahaku dan tiba-tiba terasa lidahnya yang
kasar dan basah itu mulai menjilati pahaku, hal ini
menimbulkan perasaan yang sangat geli. Aku mencoba menarik
badannya ke atas untuk menghindari serbuannya pada pahaku,
akan tetapi tangannya begitu kekar tubuhnya terlihat besar dan
atletis menahan tubuhku.

John menunjukan matanya yang jalang, yang membuat aku
ketakutan sehingga badanku terdiam dengan kaku. Kedua matanya
melotot dengan buas melihat ke arah selangkanganku, kepalanya
berada diantara kedua pahaku. Jilatannya makin naik ke atas
dan tiba-tiba badanku menjadi kejang ketika bibir John itu
terasa menyentuh pinggir dari belahan bibir kemaluanku dari
bawah terus naik ke atas dan akhirnya badanku terasa meriang
ketika lidah John yang besar basah dan kasar itu menyentuh
klitorisku dan menggesek dengan suatu jilatan yang panjang,
yang membuat aku terasa terbang melayang-layang bagaikan
layang-layang putus ditiup angin.”Aduuuhh!” tak terasa keluar
keluhan panjang dari mulutku. Tubuhku terus bergetar-getar
seperti orang kena setrum dan mataku terbeliak melihat kearah
lidah John yang bolak balik menyapu belahan bibir kemaluanku
dan dengan tanpa kusadari kedua pahaku makin kubuka lebar,
memberikan peluang yang makin besar pada lidah John
bermain-main pada belahan kemaluanku. Dengan tak dapat ditahan
lagi, cairan pelumas mulai membanjiri keluar dari dalam
kemaluanku dan dari cairan ini makin membuat John makin giat
memainkan lidahnya terus menyapu dari bawah ke atas, mulai
dari permukaan lubang anusku naik terus menyapu belahan bibir
vaginaku sampai pada puncaknya yaitu pada klitorisku. Ohhh…
dengan cepat vaginaku menjadi basah kuyup oleh cairan nafsu
yang keluar terus menerus dari dalam vaginaku. Sejenak aku
seakan-akan lupa diri, terbawa oleh nafsu birahi yang
melanda.akan tetapi pada saat berikut aku baru sadar akan
situasi yang menimpaku.”Aduuuhh benar-benar gila ini, aku
terbuai oleh nafsu karena sentuhan seorang laki laki asing..
aaahh.. tidak.. tidak bisa ini terjadi!”, dengan cepat aku
menarik tubuhku dan mencoba bergulir membalik badan untuk bisa
meloloskan diri dari John.

Dengan membalik badan, sekarang aku merangkak dengan kedua
tangan dan lutut dan rupanya ini suatu gerakan yang salah yang
berakibat sangat sangat fatal bagiku karena dengan tiba-tiba
terasa sesuatu tenaga yang besar menahan pinggangku dan ketika
masih dalam keadaan merangkak itu aku menoleh kepalaku ke
belakang, terlihat John dengan kedua tangannya merangkul
pinggangku dan kepalanya mendekap punggungku tangannya mencoba
menarik handuk yang hanya tinggal separoh melilit badanku,
badannya yang berat itu menekan tubuhku. Aku mencoba merangkak
maju dan berpegang pada tepi tempat tidur untuk mencoba
berdiri, akan tetapi tiba-tiba John menekan badannya yang
beratnya hampir 80 Kg itu sehingga posisiku yang sudah
setengah berlutut, karena beratnya badan John, akhirnya aku
tersungkur ke tempat tidur dengan posisi berlutut di pinggir
tempat tidur dan separuh badan tertelungkup di atas tempat
tidur, di mana badan John menidih badanku. Kedua kaki John
berlutut sambil bertumpu di lantai diantara kedua pahaku yang
agak terkangkang dan karena posisi badanku yang tertelungkup
itu, akhirnya handuk yang setengah melilit dan menutupi
badanku lepas, sehingga seluruh tubuhku terbuka dengan lebar.
Terdengar John mendesah melihat pinggangku yang ramping serta
bongkahan pantatku yang bulat menonjol “..Oh..Ratna tak
kusangka kau begitu sexy..!” Tubuh John makin dirapatkan
ketubuhku, sehingga terasa pantatku tergesek oleh kedua
pahanya yang besar dan berbulu.

Dalam usaha merenggangkan kedua kakiku, tangan John
bergerak-gerak diselangkanganku dan tanpa dapat dihindari
bagian bawah vaginaku tergesek-gesek oleh jari jarinya yang
besar besar itu. “Ouch..!..stop John..!” Aku mencoba
menyadarinya, kedua tanganku tidak dapat digerakkan karena
terhimpit diantara badanku sendiri .Tiba-tiba aku merasakan
ada suatu benda kenyal, bulat panas terhimpit pada belahan
pantatku dan tiba-tiba aku menyadari akan bahaya yang akan
menimpaku, John rupanya sudah mulai beraksi dengan
menggesek-gesekan batang kemaluannya pada belahan kenyal
pantatku. “Auooohh.. John.. stop! pleasee..aach..!” dengan
panik aku mencoba menyuruhnya berhenti melakukan aksinya, akan
tetapi seruan itu tidak dipedulikan oleh John malahan sekarang
terasa gerakan-gerakan menusuk nusuk benda tersebut pada
pantatku mula-mula perlahan dan semakin lama semakin gencar
saja. Aku menoleh ke kanan, ke arah kaca besar lemari yang
persis berada di samping kanan tempat tidur, terlihat batang
kemaluan orang asing tersebut telah tegang dan ya ampun..besar
sekali..! dan terlihat batang kemaluannya yang merah berurat
bagai sosis besar dengan ujungnya berbentuk agak bulat sedang
menggesek gesek bagian pantatku. Rupanya Orang asing ini sudah
sangat terangsang dan sekarang dia sedang berusaha
memperkosaku. Aku benar-benar menjadi panik, bagaimana tidak..
aku akan disetubuhi oleh teman suamiku yang kelihatan sedang
kesetanan oleh nafsu birahinya.

Tanpa kusadari sodokan-sodokan batang kemaluan John semakin
gencar saja, sehingga aku yang melihat melalui cermin gerakan
pantat bule yang bahenol pahanya yang kekar tersebut ,
benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke depan
pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang
serangan-serangan kepala batang kemaluannya tersebut mulai
menimbulkan perasaan geli pada belahan pantatku dan
kadang-kadang ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat
lubang anusku, menimbulkan perasaan geli yang amat sangat.
Terlihat kedua kakinya melangkah ke depan, sehingga sekarang
kedua pahanya yang berbulu memepeti kedua pahaku dan gerakan
tekanan dan cocolan-cocolan kepala batang kemaluannya mulai
terarah menyentuh bibir kemaluanku, aku menjadi bertambah
panik, disamping perasaan yang mulai terasa tidak menentu,
karena sodokan-sodokan kepala batang kemaluan John menimbulkan
perasaan geli dan mulai membangkitkan nafsu birahiku yang sama
sekali aku tidak kehendaki.

Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang cepat, John
mendorong pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang
kemaluannya yang telah terjepit diantara bibir kemaluanku yang
memang telah basah kuyup dan licin itu, akhirnya terdorong
masuk dengan kuat dan terbenam separoh kedalam vaginaku,
diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari
mulutku. “Aaduhh..!” kepalaku tertengadah ke atas dengan mata
yang melotot serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan
udara serta kedua tangan mencengkeram dengan kuat pada kasur.
Akan tetapi John, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk
berpikir dan menyadari keadaan yang sedang terjadi, dengan
cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan gerakan-gerakan
yang buas, tanpa mengenal kasihan pada istri temannya yang
baru pertama kali ini menerima batang kemaluan yang sedemikian
besarnya dalam vaginaku.

Batang kemaluannya yang baru masuk sebagian itu dengan cepat
keluar masuk mengaduk-aduk lubang kemaluanku tanpa
mempedulikan betapa besar batang kemaluannya dibandingkan
dengan daya tampung vaginaku. Walaupun hanya sebagian dari
batang kemaluan bule itu yang masuk dari setiap gerakan
menyebabkan keseluruhan bibir vaginaku mengembang dan
mencengkeram batangnya dan klitorisku yang sudah keluar
semuanya dan mengeras ikut tertekan masuk ke dalam, di mana
klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang kemaluannya
yang besar dan berurat itu,”Ooohh..aku keenakan.. ini tak
mungkin terjadi!” pikirku setengah sadar. “Aku mulai menikmati
disetubuhi oleh teman suamiku, bule lagi? gila!” sementara
perkosaan itu terus berlangsung, desiran darahku terasa
mengalir semakin cepat, pikiran warasku perlahan-lahan
menghilang kalah oleh permainan kenikmatan yang sedang
diberikan oleh keperkasaan batang kemaluannya yang sedang
‘menghajar’ liang kenikmatankuku, perasaanku seakan-akan
terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian vaginaku
terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke
seluruh bagian tubuh, membuat perasaan nikmat yang terasa
sangat fantastis, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar
akibat pengaruh batang kemaluan John yang besar begitu tajam
dan begitu dahsyat mengaduk-aduk seluruh bagian yang sensitif
didalam vaginaku tanpa ada yang tersisa satu milipun.
Keseluruhan syaraf syaraf yang bisa menimbulkan kenikmatan
dari dinding dalam vaginaku tak lolos dari sentuhan, tekanan,
gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan John yang
benar-benar besar itu, rasanya paling kurang tiga kali
besarnya tapi seratus kali lebih nikmat dari batang kemaluan
suamiku dan cara gerakan pantat bule perkasa ini bergerak
memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam vaginaku,
benar-benar fantastis sangat cepat, membuatku tak sempat
mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa
nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat secara
total aku tidak dapat mengendalikan diri lagi.

aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan yang sedang
menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung
tubuhku akibat sodokan-sodokan batang kemaluan bule dalam
rongga vaginaku yang menjepit erat, “Aaahh.. !” tiba-tiba aku
merasakan sesuatu yang besar, benar-benar besar sedang mulai
memaksa masuk ke dalam vaginaku, memaksa bibir vaginaku
membuka sebesar-besarnya, rasanya sampai sebatas kemampuan
yang bisa kutolerir. Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat
apa yang sedang memaksa masuk ke dalam vaginaku itu dan..,
“Aaaduuuhh.. gila.. benar-benar fantastis besarnya penis bule
ini” keluhku, terlihat bagian pangkal belakang batang kemaluan
John sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti
bonggol, dan dari bagian tersebut sedang mulai dipaksakan
masuk, menekan bibir-bibir kemaluanku dan secara
perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang vaginaku .
“‘Ooohh.. aaampun.. jangan John.. aku akan mati kalau engkau
memaksakan benda itu masuk ke dalamku!” aku memelas tak
berdaya seakan-akan John akan mengerti, akan tetapi sia-sia
saja, dengan mata melotot aku melihat benda tersebut mulai
menghilang ke dalam kemaluanku, “Rat.. nanti kalau sudah masuk
semuanya dan licin kau akan merasakan kenikmatan yang kamu
belum pernah rasakan sebelumnya..!” John mencoba
menenangkanku, kepalaku tertengadah ke atas dan mataku
terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja yang
kelihatan, dan sekujur badanku mengejang, bongkahan tersebut
terus menerobos masuk ke dalam lubang vaginaku, sampai
akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala,
batang kemaluan dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan
bule tersebut.

Oh.. benar-benar terasa sesak dan penuh rongga vaginaku
dijelali oleh keseluruhan batang kemaluan bule tsb. Dalam
keadaan itu John terus melanjutkan menekan-nekan pantatnya
dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak karena
belakang batang kemaluannya telah terganjal di dalam lubang
kemaluanku akibat bongkahan pada pangkal batang kemaluannya
yang besar itu. Pantat John tersebut terus bergerak-gerak
dengan liarnya, sambil bibirnya menciumi pundakku yang sudah
tidak ditutupi handuk, terengah-engah dan mendengus-dengus,
hal ini mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan
tersebut mengesek-gesek pada dinding-dinding vaginaku yang
sudah sangat sangat kencang dan sensitif mencengkeram, yang
menimbulkan perasaan geli dan nikmat yang amat
sangat..sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri dan ke
kanan dengan tak terkendali dan dengan histeris pantatku
kutekan ke belakang merespon perasaan nikmat yang diberikan
oleh John, yang tak pernah kualami selama ini.”Ooohh..
tidak..” pikirku, “Aku tak pantas mengalami ini.. aku bukan
seorang maniak seks! Aku selama ini tidak pernah nyeleweng
dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. ooohh seorang bule?
aduuuhh! Tapiii.. ooohh.. enaaaknya.. aghh.. akuuu.. tak dapat
menahan ini.. agghh.. aku tak menyadari betapa.. nikmaaatnya
penis besar dari seorang bule yang perkasa..! aaaaqhh..!”

Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku, rasa bersalah
kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari
perasaan yang begitu nikmat yang diberikan John padaku, dengan
tak sadar lagi aku mendesah mengerang dan mengguman,
“Ooohh..John you’re cock is so biiig.. so gooood..! enaaakk..
aaaggh! teruuusss.. puasin aku.. Fuuuck meee Jooohn..” Aku
benar-benar sekarang telah berubah menjadi seekor kuda liar,
aku betinanya sedang ia kuda jantannya. Perkosaan sudah tidak
ada lagi dibenakku, pada saat ini yang yang kuinginkan adalah
disetubuhi oleh John senikmat mungkin dan selama mungkin, dan
akhirnya aku mengalami orgasme yang pertama yang benar-benar
dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami dengan
suamiku selama ini.”Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin lagi aku John
Ooohh.. setubuhi aku dengan batang kemaluanmu yang begitu
besar dan perkasa!..aaaagghhh…!” terasa cairan hangat terus
keluar dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam
lubang kemaluanku. “Aaagghhh.. ooohh.. benar-benar
nikmaaaaat..!” keluhku tak percaya, terasa badanku
melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan.
“Aaagghhh!” gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme
itu agaknya membuat John merasa nikmat juga, disebabkan
otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat mengempot
batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah kuda betina
terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat
liar, batang kemaluan John yang besar itu mulai membengkak,
sementara gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja,
kelihatan John akan mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang
liar dari batang penisnya yang besar itu menimbulkan perasaan
ngilu dan nikmat pada bagian dalam vaginaku, membuatku
kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku,
pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar
mengimbangi gerakan sodokan John yang makin cepat
saja.”Ooohh.. aaaduuh.. aaaghh! Joooohn..aku mau keluuuuaaar
laaaggiii..!!” lenguhan panjang keluar dari mulutku
mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku meliuk-liuk
dan bergetar dengan hebat kedua kakiku kurapatkan erat erat ,
kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut terbuka dan kedua
tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua
otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku
terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara
otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini
juga menimbulkan perasaan nikmat yang luar biasa pada John
karena batang kemaluannya terasa dikempot kempot oleh lobang
vaginaku yang mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan
terasa cairan hangat dan kental yang keluar dari batang
kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dan
banyak dari punya suamiku, air mani John serasa dipompakan,
tak henti-hentinya ke dalam lobang vaginaku, rasanya langsung
ke dalam rahimku banyak sekali.

Aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat
yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya .memompakan
benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1
menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama,
karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan istrinya
yang berada jauh dinegaranya. John terus menekan batang
kemaluannya sehingga clitorisku ikut tertekan dan hal ini
makin memberikan perasaan nikmat yang hebat, yang tak
kusangka, tubuhku bergetar lagi merasakan rangsangan dahsyat
sampai akhirnya aku mengalami orgasme yang ketiga. Akhirnya
aku tertidur dengan nyenyaknya karena letih. Keesokan harinya
aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa
tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya, sambil
melirik ke arah John yang sedang tertidur lelap kupandangi
tubuhnya yang telanjang kekar besar terlihat bulu bulu halus
kecoklat coklatan menghias dadanya yang bidang lalu bulu bulu
tersebut turun kebawah semakin lebat dan memutari sebuah benda
yang tadi malam ‘menghajar’ vaginaku, benda itu masih tertidur
tetapi ukurannya bukan main seperti penis suamiku yang sudah
tegang maximum. Tiba tiba darahku berdesir, vaginaku terasa
berdenyut, “..Oh.. apa yang terjadi pada diriku..?”

T A M A T

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar