Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Senin, 25 Juli 2011

PKN 5

Juli 29, 2007

Aku kembali ke depan dan kulihat Pak Paijo akan mengayuh becaknya
meninggalkan lokasi rumahku.

Malam harinya adalah malam Minggu, istriku mengenakan daster batik
bermotif bunga yang agak ketat sehingga perut istriku yang sudah tak
begitu ramping tampak menonjol di depan sedangkan pantat bahenolnya
membentuk menonjol ke belakang dan kedua payudara tak berBH tampak montok
dengan kedua putingnya yang menonjol.
Setel ah makan malam tak seperti biasanya istriku berdandan seolah akan
menghadiri pesta, entah mengapa aku diam dan hanya berkomentar
“kau tambah cantik, dik, mau kemana?”Tanyaku.
“Siapa tahu ada tamu, mas”katanya santai
“Kok tamu? Tak kira aku..”kataku
“Tamu kan harus dihormati dan dilayani’”katanya
“Dilayani…”aku bergumam bertanya tanya


Aku kemudian menonton acara TV dan kuhidupkan lampu 5 watt sambil tiduran
di kursi panjang didepan pintu kamarku, istriku menemaniku di kursi
panjang menghadap ruang tamu.
Mataku tak dapat bertahan dan aku tertidur entah berapa lama, sampai aku
terbangun mendengar rintihan istriku aku tak dapat bergerak sama sekali
ketika kulihat istriku tidur tertelentang pantat bahenolnya di pojok
tempat tidur busa di kamar dengan kedua kaki terjuntai di lantai dan hah
Pak Paijo tukang becak berumur 60 tahunan yag hanya mengenakan kaos
singlet belel dan celana pendek komprang itu memeluk tubuh istriku dengan
tangan kirinya dan menciumi wajah istriku.

“kau cantik Bu Yati..”katanya berulang ulang
“Jangan paak Paijooo…jangaaan paaaak Jooooo….,”rintih istriku berusaha
menahan Pak Paijo, tapi tangan kanan keriput itu meremas remas kedua
payudara montok istriku yang hanya terbalut kain daster ketatnya.

Kedua tangan istriku terangkat diatas kepalanya terkulai lemah sepertiku
kepalanya bergoyang-goyang ingin melepas ciuman bernafsu pak Paijo di
wajahnya.

“Paaaak …Joooo……”rintih istriku ketika jari-jari keriput pak Paijo
menarik-narik dan memelintir putting susu istriku dengan kasarnya
bergantian

Tangan istriku yang lunglai terkepal dan kedua matanya tertutup rapat dan
menggigit bibir merahnya merasakan ganasnya pak paijo memelintir kedua
putting susunya bergantian.

“saakiiit….paaak….” rintihnya agak keras.
“Nanti akan semakin sakit”kata pak Paijo dan kraak tangannya menarik
daster atas istriku dan tersembullah payudara montok istriku dengan kedua
putting susunya yang mengacung keras.

pak Paijo duduk di selangkangan istriku yang terkangkang lebar
“Eeehh…eeehh….eehhh..”rintih istriku berulang ulang ketika jari-jari pak
Paijo memelintir dan menarik keras kedua putting susu istriku.

“sakit pak, sakit pak Jo…”istriku menghiba dikasihani tapi pak Paijo yang
duduk di selangkanngan istriku mengesek ngesek dengan selangkangannya.

Kini wajah pak paijo mendekati kedua payudara istriku dan mulut ompongnya
menjelajahi kedua payudara montok istriku, rupanya pak paijo tak tahu
kalau kedua putting susu istriku bila dijilat oleh lidahnya akan
mengeluarkan air susu.
Pak Paijo terus menyedot kedua payudara montok istriku hingga membekas
merah hampir di semua permukaan kedua payudara montok istriku.

Rupanya istriku terangsang hebat oleh ulah kasar Pak Paijo pada dirinya
karena kedua putting susunya terlihat mengacung menegang dan tanpa sengaja
setelah menjilati permukaan payudara montok istriku, lidahnya menyenggol
putting susu istriku yang mengeras dan “seeer …. seeer” keluarlah air susu
istriku dan

“Oooohh sedap ini,”kata Pak Paijo langsung melahap payudara istriku
menyedot nyedot dengan kerasnya sehingga istriku merintih rintih kesakitan
bercampur keenakkan, istriku menggigit bibirnya dan menggeleng ngelengkan
kepalanya merasakan serangan ganas pak Paijo sampai

“Sudaaah paaak ….air susuku haaabiiiiis ….paaak Joooo…ssaaaakit
eehhh…saaakiiiiiiiiitt paaaaaaaak….”rintihnya tapi akhirnya “Oooohhhh heeh
heh heh geliiiii paaaaak ooooohhh gusiiiiimuuuu ooooohh paaaakkk Joooo..
akuuuuu keluaaaaaar…….” pantat istrikupun tersentak sentak ketika orgasme
pertamanya keluar.

Pak Paijo pun kini menghabiskan air susu kiri istriku sampai
“Oooooohh…..kaauuuu heebaaaaaat paaak Jooo.. bissaaaaa meraangsaaangkuuuu
dariiii putiiiiiiiiiiiing kuuuuu oooooohhhhh akuuuu taaaaaak tahaaaaann
….akuuuu keluaaaaaaar…..”Kembali istriku mengelinjang karena orgasme
keduanya malam itu.

Tangan Pak Paijo menyingkap daster istriku.
“Wah terlalu tebal jembutmu Bu Yati. Aku tak suka.”Pak paijo berdiri dan
dari tempatku berdiri aku tak melihat menuju mana pak Paijo.
Pak paijo ke tempat tidur lagi dan mengambil tiga bantal di letakkan untuk
sandaran kepala istriku sehingga istriku kini dapat melihat
selangkangannya dimana dasternya tersingkap memperlihatkan bulu-bulu
kemaluannya yang lebat.
Pak paijo mendekat selangkangannya dan rupanya dia mengambil silet cukur
goal kepunyaanku dan
“Jangaaan paaaak….”rintih istriku melihat Pak Paijo akan menggunduli
jembutnya.
“Biar terang,” kata Pak paijo dan kreek kreeek mulai lah pak paijo
mencukur bulu kemaluan istriku.

Se telah benar-benar bersih Pak Paijo mengambil cermin kecil dan menyuruh
istriku melihat selnagkangannya.
“Lihat…..itilmu terlihat ….kelentit Bu Yati terlihat …”katanya sambil
mengelus elus yang membuat istriku mendesis desis.
“Lebih gampang kan Bu Yati..”katanya.
Pak paijo mengambil air dan sabun cair dari wastafel kamar dan mengosok
selangkangan istriku sampai berbusa dan istriku terus mendesis desis
karena perlakuan Pak paijo.
Pak Paijo melepas kaos singletnya dan tampak dadanya yang bidang
berbulu.dan Pak Paijo berlutut diantara kedua kaki istriku yang
terkangkang lebar.
Pak Paijo merapatkan dadanya yang berbulu pada selangkangan istriku yang
gundul dan mulai menggerak gerakan tubuhnya sehingga dada berbulunya
menggesek gesek bibir kemaluan dan kelentit istriku.
“Paaaakk……heeh……enaaaaak….paaaaaak”desis istriku keenakan dan semakin lama
semakin cepat dada bidang berbulunya menggosok selangkangan istriku dan
“Paaaaak……Jooooo….akuuuu ….taaaaak….tahaaaaaaaan…….angngngngng……..dan
pantat bahenol istriku tersentak untuk ketiga kalinya mencapai puncak
orgasme.

Kini Pak Paijo meletakkan tubuh istriku di tengah tempat tidur kepala
istriku tetap bersandar ke tiga bantal dan pantat bahenolnya diletakkan di
tepi tempat tidur, kedua tangan istriku yang lunglai di samping tubuh
istriku dan kedua kakinya dikangkangkan Pak Paijo lebar lebar sehingga
persis di tempat ku tidur di kursi panjang.

Pak Paijo mengambil jepit jemuran pakaian dan “Sakiiiiit…paaaaak….”rintih
istriku ketika Pak Paijo tanpa rasa kasihan menjepit kelentit istriku
dengan penjepit jemuran.
Rintihan istriku semakin keras tatkala Pak Paijo menarik narik penjepit
itu “Uuuuh..sssaaaakiiiiit ..paaaaaaak…ampuuuun …paaaaak…ampuuun…jangan
siksa sayaaa ..paaak…”

Pak Paijo menghentikan permainannya dan kini sisir kawat istriku di tangan
pak Paijo, setelah membuka lebar-lebar bibir vagina istriku, pak Paijo
memasukkan gagang sisir ke dalam liang vagina istriku sampai
kawat-kawatnya menempel pada bibir vagina istriku yang mengerang erang
“Ampuuuun paaaak…saaaakiit..sudaaaah paaak jangaan sakiti sayaaa paaak
….ampuuuun…”

Rupanya pak Paijo senang menyakiti pasangan bersetubuhnya dan aku semakin
tak berdaya melihat tangan pak Paijo membawa kalung manik-manik sebesar
kelereng dan kulihat pak Paijo menekan kedua paha istriku yang terkangkang
lebar itu ke perut istriku sehingga lubang anus istriku terlihat jelas.

“Ampuuun…paaaaak…”erang istriku ketika manik-manik sebesar kelereng itu
dimasukkan satu persatu ke lubang anus istriku hingga dari sekitar 15
manikmanik itu hanya dua yang tidak dimasukkan ke lubang anus istriku.
“Ayo bangun Bu Yati…”perintah pak Paijo. Kulihat istriku dengan susah
payah bangun dari ranjang.
“Haa ..haaa..haaa…Bu Yati sekarang punya ekor di depan seperti bunga mekar
…. haa haa..haa.. waah ada antenenya di tengah dan ekor belakangnya ada
dua bulatan” pak Paijo tertawa terkekeh kekeh sambil menyalakan rokok
klobotnya.
“Ayo dandan yang menor lonte…”katanya. Aku terkesiap ketika tukang becak
tua itu mengatakan istriku lonte.
“Cepat pelacur…”bentaknya dan dengan tertatih tatih istriku menuju meja
rias. Istriku sedang berdandan ketika Pak Paijo membuka almari pakaian.
“Ha ini dia.” rupanya Pak Paijo menemukan kain panjang istriku beserta
kebaya tipisnya.
“Ayo cepat lonte…wah matanya kurang tebal, ginjumu kurang merah
goblok…”bentaknya sambil menjambak rambut istriku hingga kepala istriku
tengadah.
Istriku meneruskan dandannya dan kulihat eye shadow tebal istriku dan
bibirnya memakai lipstik merah menyala yang memang tak pudar walaupun
tergesek.
“Pakai ini..”perintah pak Paijo. Istriku mengenakan kain panjang yang
hanya dililitkan ke perutnya dan hanya ditali ujung-ujung kain panjangnya
sehingga paha dan selangkangannya dengan satu sibakan akan tersingkap dan
istriku mengenakan kebaya tipisnya sehingga kedua payudara montoknya yang
penuh dengan bekas sedotan merah mulut pak Paijo tampak semakin
menyenangkan pak paijo.

Pak Paijo menyalakan lilin dan ditaruh di meja rias
“berdiri lonte…”katanya, istriku berdiri dan pak Paijo yang duduk di kursi
rias
“Sini tak pangku lonte..”kata Pak Paijo.
Istriku duduk di pangkuan Pak paijo, kedua kaki istriku dikangkangkan Pak
Paijo dan mulailah permainan Pak Paijo.
“Sakiiit..paaaaak…”ketika sisir kawat yang gagangnya masih di liang vagina
istriku dikeluar masukkan dengan kasar, penjepit jemuran di lepas dari
kelentit istriku dan tangan kiri Pak Paijo memeluk pinggang istriku dan
jari-jari tangan kirinya mengelus-elus kelentit istriku.
“Enak Bu Yati”tanya pak paijo dan tangan kanan istriku memeluk pundak Pak
Paijo dan “eehh…paaaak…”desis istriku, rupanya pak Paijo ahli dalam
permainan kelentit wanita, kulihat telapak kaki istriku mengejang.
“Saakit…eeh …enaak…ooohh akuu ooohh……sakitt…”
“Bu Yati enak terus sakit gimana sih.”tanya Pak Paijo.
“Embooh paaaak…..
Plaaaak…pak Paijo menampar pipi kiri istriku.
“Aku tanya lonte, jawab ngerti’
Kulihat istriku berkaca-kaca
“Yang sakit eh eh …tempikku pak dan torokku..”kata istriku terbata bata.
“ha ha ha….bu guru memang lonte…”kata pak Paijo
“Yang enak, apa Bu Yati”
“Itilku pak…”jawab istriku
“Bu Yati suka yang sakit apa yang enak.” tanya pak Paijo lagi
Istriku diam sesaat dan “yang enak, pak” jawab istriku
“Paaak…”desah istriku, rupanya jari-jari besar pak paijo masuk ke liang
vagina istriku setelah mencabut gagang sisir kawat.
“Berapa kontol laki-laki selain suamimu yang masuk liang vaginamu, bu”
Istriku terdiam.
“Berapa kontol laki-laki selain suamimu yang pernah merasakan sempitnya
liang vaginamu, bu”
“Paak….Joooo…eeh…banyaaak paaaak lebih dari empat…..”istriku mengaku.
“Bu Yati lonte apa guru siihh…atau gurunya lonte…’tanya Pak Paijo terus
memprmainkan jari-jarinya di dalam liang vagina istriku yang mulai
menggelinjang.
“Paaak eeeh akuuu ooohhh…..”telapak kaki istriku mengejang tangan kanannya
memeluk tubuh tua gempal pak Paijo dan istriku menggesek ngesek payudara
kanannya ke dada berebulu Pak Paijo dan
“Paaakk Jooooooo akuuuuuu keluaaaaaaaar…..” istriku mengalami orgasme ke
empat dan pak Paijo mendudukkan istriku di meja rias dan mengkangkangkan
kedua kaki istriku lebar lebar.

“Pak Jo..pak Jo pak Jo ennaaaaaakk….”rupanya pak Paijo melahap
selangkangan istriku yang gundul melumat bibir vagina dan kelentit istriku
bergantian menyedot menjilat dan “Ooooh …keluar satu….ooooh enak pak Jooo
akuuu oooohhh keluar satu lagii….ooooooohhh…akuuuuu keluar pak Joooo…….”

Rupanya Pak Paijo memang jago menyenangkan wanita karena istriku selain
dijilati dan dikempot bibir kemaluan dan kelentitnya juga lidahnya
menyelajahi liang vagina istriku sambil menarik manik-manik dari lubang
anus istriku hingga keluar satu persatu.

“Ooohh bibir vaginakuuu
oooooh…itiiiiillku…..torooooookkuuuu…..anuuussssooooh aku keluaaaaar
…”istriku orgasme yang keenam, ketujuh, ke delapan dan tubuh istriku
lunglai dan Pak paijo menidurkan istriku di ranjang

Pak Paijo masih menyisakan manik-manik di anus istriku dan pak paijo yang
sudah terangsang itupun memelorotkan celana pendek komprangnya dan
tampaklah kontol pak Paijo yang panjang hampir 20 cm ngaceng berdiri
tegak, kontolnya tidak besar, tapi panjang dan kepala lemaluannya sangat
besar hampir sebesar bola kasti dan yang menakutkan adalah banyaknya
bulatan kecil hampir menyebar di seluruh batang kemaluan Pak Paijo.

Pak Paijo mendekati istriku yang tergolek lemah ditempat tidur sambil
tangan kanannya memegangi kontolnya yang sudah ngaceng dan mengarahkan ke
wajah istriku.
“Ayo kulum sundal..emut kontolku…”perinrthnya kepada istriku, istriku
sempat memalingkan wajahnya dan dengan kasarnya tangan kirinya meraih
tengkuk istriku dan dengan paksa memasukkan kontol yang berbuntil-buntil
ke dalam mulut istriku.
Pak paijo meraih 2 bantal dan menandarkan kepala istriku dan kedua tangan
gempalnya memegang belakang kepala istriku dan dengan kasarnya Pak Paijo
memaju mundurkan pantatnya sehingga kontolnya menyetubuhi mulut istriku.
kedua tangan gempalnya memeju mundurkan kepala istriku hingga beberapa
saat dan setelah puas, Pak Paijo melepas kontolnya dari kuluman mulut
istriku.
dan tubuh Pak Paijo beralih turun ke bawah dan kedua tangannya
mengkangkangkan kedua kaki istriku yang sudah tak berdaya.
Kini ku dapat melihat dengan jelas kalau bintil-bintil dikontol Pak Paijo
adalah peloran klaker yang diselipkan diantara kulit ari dan kulit jangat
kontolnya.

Kontol ngacengnya di arahkan ke liang vagina istriku dan kepala kontolnya
yang hampir sebesar bola kasti itu di tempelkan ke bibir vgaina istriku
dan “Heeeg…”istriku tersedak ketika dengan kerasnya Pak Paijo menusukan
kontolnya ke dalam liang vagina istriku.
“Paaaak….”desah lirih istrku ketika Pak Paijo mulai memasukkan kontolnya
yang berkepala besar dan peloran di batang kontolnya.
“Eeehh…paaaaak……rasanyaaaa kok oooooohhhh….akuuuuu keluaaaaaaar….”rintih
istriku mencapai orgasme yang ke sembilan pantat bahenol istrikupun
tersentak-sentak dan hal ini dimanfaatkan oleh pak Paijo mengenjot
pantatnya yang membuat istriku semakin mengerang-erang keenakakan”oooh
torokkku gateeeeel…paaaak….enaaakk…oooooohhhhh….aku keluaaaaar…..” rintih
istriku pada orgasme ke sepuluhnya dan pak Paijo memiringkan tubuh istriku
ke kanan dan mengangkat kaki kanan istriku dipundaknya dan semakin
menancaplah kontolnya ke dalam liang vagina istriku.
Sambil terus memaju mundurkan pantatnya, pak Paijo benar-benar mengocok
kontolnya dengan buas ke dalam liang vagina istriku dan menarik keluar
manik-manik dari anus istriku satu persatu dan kulihat wajah kuyu istriku
meringis ringis dan mulutnya meracau “Enaak…oohh ..anuskuuu sakiiiitt
enaaak kontolmu paaaak…gateeeel torokkuuuu …lelentitku….ooohh aku
keluaaaarr……”Orgasme istriku ke sebelas.

Pak paijo menarik tubuh istriku yang lunglai hingga pantat bahenolnya di
pinggir tempat tidur dan tubuhnya tetap dimiringkan oleh Pak Paijo dan Pak
paijo turun dari tempat tidur mengangkat kaki kanan istriku dan
menancapkan kembali kontolnya ke dalam liang vagina istriku dan dengan
posisi setengah berdiri Pak paijo mengenjot pantatnya sehingga kontolnya
dengan cepat keluar masuk dan mengucek ucek liang vagina istriku. Kulihat
istriku mengerutkan wajahnya dan menahan giginya dan bibir merahnya
terkatup merasakan serangan brutal kontol pak paijo di liang vaginanya.
Rupanya Pak Paijo berusaha memepercepat klimaknya. “Bu
Yati…Lontekuuuu…..dan genjotan pantatnya begitu cepat (aku tak pernah
mengenjot pantatku seperti pak Paijo) dan aku pun terkesiap mendengar
rintihan istriku
“Juragaaan….Paijoooo….lontemu. keluaar teruss…..juragaaaaaaan….”
“Ooooooooooohh lonteeeeekuuuuuuuuu Yatiiiiiiiiii……”
“Iya juragan… juragan paijooooo…aku lonteemuu…..” erang istriku
“Yatiiiiii……lontekuuuuuu…akuuu…metuuuuu….”dan pantat Pak Paijo tersentak
sentak
dan karena erangan gila istriku mengatakan Pak Paijo juragan alias
majikannya membuat Pak Paijo klimaks dan menyemprotkan airmaninya ke dalam
rahim istriku.
Bersamaan dengan itu, aku beronani mengluarkan airmaniku di karpet.

Aku bangun ksiangan hampir jam 1 siang, stelah mandi aku bergegas ke
kamar.
“Sudah bangun, mas…”kata istriku tampak gugup dan menarik sleimu tebalnya
“Sudah ,” kataku.
“Aku ngantuk mas..”katanya. “Gantian ya Jeng Yatiang tidur”
Aku menyisir rambut dan mendekati istriku yang tidur berselimut rupanya
istriku kelihatanya menutupi sesuatu di balik selimutnya.
“Ya…tidurlah aku mau beli rokok,”kataku sambil mengecup pipinya.

Aku keluar dan menutup kamar untuk beli rokok di warung. Kuusahakan agak
cepat setengah berlari sehingga aku cepat kembali ke rumah dan bertemu Pak
paijo sedang mangkal di depan rumahku. Pak Paijo tersenyum-senyum padaku
seolah menghina, aku hanya menyapa.
Didalam hatinya Pak Paijo terbahak-bahak melihatku karena istriku telah
disetubuhinya semalaman sekehendak hatinya tanpa aku dapat berkutik.
Aku masuk dari pintu dapur di samping rumah yang memang sengaja tak
kukunci dan aku masuk berusaha tak menimbulkan suara, lagi pula aku sering
berlama-lama di warung rokok.

Jeng Yatiang dari tadi curiga terhadap istriku yang tak biasanya
berselimut di siang haripun mendengarkan rintihan istriku dari dalam
kamar.

Aku mengintip di lubang kunci dan “deeer” hatiku bergetar, ketika kulihat
istriku dengan selimutnya tersingkap, kedua kakinya terkangkang lebar
memeperlihatkan pangkal paha yang kini tak berambut lagi dan yang
membuatku tercengang adalah jari-jari tangan kanan istriku
menggosok-ngosok kelentit dan bibir vaginanya sehingga pantat bahenolnya
terangkat angkat dan di lubang anusnya hanya tertinggal 5 manik-manik
diluar.

Rupanya istriku benarbenar terangsang kini tubunya memeluk guling besar
dan kedua tangannya menekan guling ke arah selangkangannya sambil terus
menggesek-ngesekkan pangkal pahanya yang gundul tak berambut itu dengan
guling.

Kini istriku menelungkupi guling itu dan tangan kanannya meraih
manik-manik itu mengeluarkan satu per satu dan nafasnya tertahan “heeg..”
setiap kali manik-manik itu keluar dari anusnya sampai sudah sebelas
manik-manik yang ada diluar dan…..

“Juragan Paijoooo….sodomi….anuuuuskuuu…..”dan pantanya bergoyang maju
mundur begitu cepat menggesek gesek pangkal pahanya ke guling yang
dipeluknya, tangan kirinya menarik keluar manik-manik yang tersisa dan
“Juragaaaaaaaan Paijooooo….aku….keluaaaaaaaar…..”tubuh istrukupun
tersungkur.

Kesokan harinya ketika istriku akan berangkat mengajar ke SMP “X”, kulihat
dibalik seragam gurunya istriku tak mengenakan celana dalamnya karena
tanpa sengaja sewaktu mengajaknya berangkat kaki kanan istriku sedikit
meregak seawaktu duduk.

Aku pulang pukul 7.30 malam dan istriku belum datang. stelah menutup
gordin ruang tamu dan menyalakan lampu kecil 5 watt dimeja kecil dan
mentup selambu antara pintu tamu, aku merasakan kantuk sampai beberapa
saat kudengar pagar terbuka dan bunyi kunci pintu depan berputar.

Aku ingin menyambutnya, begitu pintu kamar ku buka, aku terhenyak
mendengar rintihan istriku
“Jangan paaak…sudaah…paaaak….nanti suamiku bangun” bisik istriku sambil
merintih.

Karena raungan lainnya gelap dan hanya lampu 5 watt yang menyala di ruang
tamu maka dengan jelas kulihat istriku dibekap dari belakang oleh Pak
Paijo. Tangan kiri pak Paijo memegang kedua lengan istriku dari belakang,
sedangkan tangan kirinya dengan kasarnya menyingkap rok rempel istriku dan
pantat bahenolnya pun tampak.

Tubuh istriku didorang hingga kepalanya bersandar pada sandaran kursi
panjang ruang tamu dan kaki kanan Pak paijo mengangkat kaki kanan istriku
ke atas kursi hingga istriku kini benar-benar menungging diatas kursi dan
tangan kanannya menjemabak rambut pendek istriku sehingga kepalanya yang
di bantalan kursi berpalaing ke kanan.

Tangan pak paijo merogoh celanannya dan dikeluarkannya kontol panjangnya
yang permukaannya penuh dengan pelor.

Tangannya menekan kepala istriku dan selangkakngannya di dekatkan ke wajah
istriku dan kontolnya yang ngaceng didekatkan ke mulut istriku dan dengan
paksa Pak paijo memasukkan kontolnya yang panjang dan kepala penisnya yang
hampir sebesar bola kasti itu ke dalam mulut istriku yang tak berdaya dam
dengan ganasnya pak Paijo mengeluar masukkan penisnya ke dalam mulut
istriku yang gelagapan dan melotot saat ujung penis besarnya sampai ke
tenggorokkan istriku.

Kulihat ludah istriku keluar begitu banyakanya karena mulutnya tak mampu
menampung besarnya kontol Pak paijo yang seperti kalap itu.

“Heeh gak usah sembunyi, pak ayo keluar”kata pak paijo dan tubuhkupun
merasakan sepuluh orang yang tak tampak memukuliku dan perlawananku
rupanya sia-sia karena yang kulawan benar-benar tak tampak.

Kurasakan tubuhku di lempar di kursi, kepalaku pening sekali oleh bogeman
yang tak terlihat tapi terasa.

Kurasakan kepalaku didongakkan untuk melihat bagaimana pak paijo
memperlakukan istriku yang juga tak berdaya melawan sepertiku.

“Jangaaan…disituuu paaakk….”rintih istriku dan kulihat pak paijo menekan
nekan kontolnya ke lubang anus istriku.
“Jangaan pakk….’ istriku tak dapat bergerak kedua tangannya di bekuk ke
belakang oleh pak Paijo sedangkan tubuhnya terdorong ke depan, kaki
kirinya masih di lantai tatepi kai kanan istriku diletakkan di kursi
sehingga kedua kakinya terkangkan lebar dan pantat bahenolnya semakin
merangsang pak paijo karena dalam posisi menungging.

“Ampuuuuuun…..paaaaak……sakiiiiiiiit….jaangaaaaaaaann disssssiiiituuuuuu
…jaangaaaaaan anuuuusskuuuu…oooooh aampuuuuuun….sakiiiiiiiit……….”kulihat
Pak paijo terus berusaha dengan paksa memasukkan kontolnya ke dubur
istriku yang terus mengerang-erang.

Tangan kanannya merogoh sakunya dan rupanya dia membawa minyak dan
digigitnya plastik itu dan keluarlah minyak goreng diusap usapkan ke
konotlnya dan mengosok-ngosok anus istriku dan kulihat jemari tangannnya
mulai menusuk anusmya.

Mulanya hanya jari telunjuk kemudian jari tengah dan jari manis pak paijo
simasukkan ke anus istriku yang mengerang erang…aku tak tahu entah sakit
hanya….”eeeehhh….hhhuuuuuhhh….ngngngng…..”

Akhirnya kontol pak Paijo berkepala besar dan batangnya berpelor itupun
diarahkan ke anus istriku dan
“Paaaak….saaaakiiit……”Pak Paijo terus menusukkan kontolnya dengan pelahan
naumn pasti ke dalam anus istriku yang semakin menunging-nungging.

Setelah semuanya masuk istrikupun diberdirikan oleh Pak paijo dan seperti
sebuah wayang istriku menurut kemana pak paijo mendorong karena anus
istriku sudah terjejali oleh kontol pak paijo dan pak paijo mulai
menndesak desakkan kontolnya lebih dalam ke anus istriku yang hanya
mendesis desis.

Pak paijopun menyuruh istriku merangkak sedangkan pak paijo terus di
belakang istriku dan begitu posisi istriku merangkak, maka pak paijo mulai
mengenjot pantatnya maju mumdur dan kontolnya mulai keluar masuk di anus
istriku, “Saakiiit..paakk.. ammmpun paaaaak jangaaaan disodomiiii akuuu
pak…ampunnn jangann anuuusskuuuu….paaaaak” istriku mengerang erang.

Tapi Pak Paijo seperti kalap semakin cepat mengenjot pantatnya sehingga
bunyi selangkakngannya dan pantat bahenol istriku semakin keras dan
“Ooooohhh paaaaaaak….akuuuuuu oooooooh….akuuuu…koook
..ennaaaaaaaaak…..akuuuuu ooohhhhh…enaaaaaaak…”tiba tiba istriku yang
tadinya kesakitan kini meraskan keenakkan.

“Paaaaaaaakkkk Joooooooo……”istriku semakin mengerang ketika tangan kanan
Pak paijo menggosok kelentit dan bibir vagina istriku yang sudah gundul
itu..

Semakin lama semakin gila saja genjotan panta pak paijo dan dengan jelas
kulihat kontol pak paijo keluar masuk di dubur istriku yang terus
mengerang keenakan.

“Juraaaaaagaaaaaaaan….aakuuuu tak taaaaaahhhaaaaaaaaan juraaagaan
Paijoooo…”
“Yatiiii aku mau keluuuuaaaar….”suara pak paijo serak
“Ayooooo juraagaaaan Paijoooo aaaku mauuu keluaaarr….ooooohhh”
dan kilihat Pak paijo menempelkan pangkal pahanya ke pantat bahenol
istriku ketika air maninya menyembur di liang anus istriku yang juga
tersentak sentak karena orgasme.

Kulihat keduanya tersungkur tubuh istriku di bawah tubuh Pak paijo.

Begitu tengah malam Pak paijo keluar rumahku untuk meronda. Rupanya itu
kejadian terakhir dengan pak paijo karena malamnya pak Paijo terbunuh
waktu mengejar perampok di perumahan sebelah saat dia akan pulang,
kudengar ada temannya nyeletuk kalau mungkin dia telah “memakan” istri
orang sehingga dia tidak kebal lagi oleh bacokan perampok

3 Tanggapan ke “PKN 5”

  1. Gila luh… Bini diobok2 tukang becak lo diem aje?????
  2. taik lo!!! nduuoboolll…….bu yati, paijo ud mati, gw gantiin ya….biar gw entotin kuping lo!!
  3. di/pada Juni 18, 2008 pada 12:33 pm ngakak ah
    yati binal.. hehehe… ayo bikin cerita model gini terus ^_^
  4. geret
    suaminya yati bencong ato bencis???
    seharusnya dy ikut juga..hihihihihi
    trus tmen2 paijo gak ikut gang bang bos???
    yar yati jadi lonte RT setempat.. . kan sertu tuh…hehe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar