Laman
Rumah Baru KisahBB
kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:
Order via email: mr_shusaku@yahoo.com
tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan
email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.
Promo diskon gede-gedean
Paket istimewa 500rb (50dvd),
untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.
Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!
Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.
jadi silakan order, bisa dilihat list barang di
untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com
Subject: paket istimewa 500rb
tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan
email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.
-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-
-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi
Senin, 16 Januari 2012
Interconnected Hearts: Hot Love in Cool Villa
Seri ini merupakan kelanjutan dari cerita kami “Seks Cewek Pengantin 3 – Sasha, Alyssa dan Pak Anton” Disarankan bagi pembaca untuk membaca terlebih dahulu cerita tersebut sebelum membaca seri ini agar tidak kebingungan sekaligus mengetahui latar belakang kisah ini.
#####################################
Wulan Guritno XXX: Gara-gara Kue Pancong
![]() |
| Wulan & Shaloom |
“Bunda.. Bunda lagi di mana?”.
“Masih di lokasi syuting sayang, udah selesai dan udah bubar kok. Tapi Bunda mau ke rumah Bi Mimin dulu ya.. pembantu kita. Habis dapat khabar, katanya sakit keras. Nggak lama kok sayang..”.
"Iya Bunda, gapapa. Tapi beliin aku cemilan dong apa aja, laper niih.." urai si kecil manja.
"Ya udah, nanti Bunda beliin deh. Tunggu Bunda ya sayang, muach!" cium Wulan di telepon penuh kasih sayang, si kecil Shaloom balas ‘muach’ ke Bunda-nya itu.
Singkat cerita, usai perjalanan pulang menengok pembantunya, masih di daerah perkampungan yang cukup sepi, Wulan melihat di sisi jalan ada seorang penjual kue pancong. Dengan sigap ia menepikan mobilnya, kemudian melangkah ke tukang kue pancong tersebut. Wulan berteriak. "Bang.. satu ya!".
"Baik Non" si Abang menyahut.
Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga
“Nggak bisa Neng, pan aturannya udah jelas dari pertama nge-kost. Silahkan angkat kaki dari sini mulai besok.” tegas lelaki udzur pemilik kost-kostan, tanpa memberi keringanan barang sedikit pun.
Seorang gadis cantik yang kamarnya tepat di sebelah sedang bersantai, asyik menguping perselisihan tersebut. Akhir dari perbincangan, Aminah, mahasiswi yang sama sekali tak menarik kaum Adam untuk melirik itu pergi sambil bersungut-sungut. Menuruni anak tangga tinggalkan si orang tua lawan bicaranya penuh dengan rasa benci.
Marjuki nama si orang tua, disapa ‘Kong Juki oleh warga sekitar. Usianya berkisar 70 tahun, namun tubuhnya masih gagah lantaran beliau adalah seorang pensiunan hansip kelurahan di kota J. Ditinggal mati istrinya 10 tahun yang lalu karena sakit. ‘Kong Juki orang Jakarta asli, memiliki harta warisan turun temurun berupa beberapa tanah kosong, baik itu girik maupun bersertifikat. Sebidang tanah di kota D, dimanfaatkannya untuk membangun sebuah tempat kost khusus wanita.
‘Kong Juki sangat keras dalam peraturan. Boleh membawa teman pria tapi pintu harus dibuka. Bayar uang kost juga harus tepat waktu, boleh minta tempo mundur dengan syarat tidak genap 1 bulan. Bila terjadi demikian, penyewa akan diusir Engkong secara tegas. Daerah sekitar kost masih jarang ditempati warga, sebagian lahan kosong. Kost-kostan belum banyak, apalagi yang bersih dan tertata apik. Ada kontrakan bagus sayang berat untuk kantung, terutama bagi mahasiswa.
Beruntungnya lagi tempat Engkong strategis, hanya dengan menyusuri jalan setapak beberapa meter, tiba di jalan raya menuju terminal sekaligus melewati pusat perbelanjaan (Mall). Dimana tak jauh dari situ terdapat warung kecil dan fasilitas umum seperti halte, warnet, wartel, salon, dekat dengan kampus serta tembus ke stasiun. Hal-hal itulah yang membuat mahasiswa ataupun pekerja kantoran tertarik untuk kost disitu.
Adapun Tanty, nama gadis penguping tersebut di atas. Seorang gadis berusia 19 th. Baru saja dirundung duka kehilangan orang tuanya di Padang karena musibah Gempa, dimana itu terjadi di tahun ke-2 kuliahnya. Saudara orang tua Tanty yang ada di Jawa tepatnya di Jakarta, memiliki ekonomi yang pas-pasan. Membuatnya tak tega untuk tinggal menetap, apalagi minta dibiayai kuliah plus uang jajan.
![]() |
| Kong Marjuki - Tanty |
Hingga suatu masalah datang menyela…
***
“Yak pas, lu kalo bayar selalu tepat waktu ya Tong..demen Engkong” ujar ‘Kong Juki tersenyum lebar, giginya yang banyak tanggal terlihat saking senangnya terima uang.
“Hahaha, Engkong bisa aja. Yaah, apa sih yang nggak buat pacar” sahut si pemuda berbangga diri.
“Jadi Tanty itu pacar lu ya?” pemuda itu tersenyum bangga. “Kirain masih sodare?” sambung Engkong.
“Bukan ‘Kong, kan saudara Tanty di Jakarta. Orang tuanya juga sudah nggak ada”.
“Iya, kalo itu Engkong tahu. Abis, banyak bener anak laki-laki seliweran di kamer Tanty. Engkong jadi kagak tahu nyang mane pacarnye, nyang penting pintu dibuka titit aeh titik !” jelas ‘Kong Juki panjang lebar. Wajah pemuda tersebut mendadak berubah, api cemburu membara di dadanya.
Dalam hati ‘Kong Juki tertawa. Berhasil memanas-manasi si pemuda. Perkataannya tadi bukan sekedar celetukan, melainkan bertujuan. Sudah lama dia perhatikan keindahan yang dimiliki Tanty. Kecantikannya.. kesintalan bodynya.. senyum manisnya.. aroma wangi tubuhnya dan lain sebagainya yang buat Engkong jadikan Tanty gadis dambaan untuk disetubuhinya. Pemuda-pemuda mahasiswa yang akrab dengan Tanty, hanyalah penghalang menurut ‘Kong Juki semata.
“Banyak ‘Kong?”, kekasih Tanty penasaran.
“Buaanyak… malah ade nyang rutin. Engkong perhatiin tuh, tiap lu pulang anter Tanty, suka ade nyang dateng. Engkong kagak bisa nyuruh entu anak pulang karena masih jam boleh kunjung”. Wajah pemuda tersebut merah menahan amarah.
“Kalo kagak percaye, kasih Engkong nomor lu deh...‘ntar kalo dateng tu anak, Engkong telpon”, pemuda itu langsung cepat-cepat meraih ponsel, ingin segera buktikan hal yang mengganjal di hati kecilnya.
Tiba-tiba muncul Tanty di depan pintu kamar Engkong, “Eh si eNon”. “Eh Engkong, aku jalan dulu yach. Yuk say..” ajak Tanty ke sang kekasih, namun sang kekasih terlihat acuh tak acuh.
Aku (Lavenia) dan Sepupu-sepupuku yang Nakal.
-------------------------
Memoirs of Gheisa 3
-------------------
Antara Kenangan dan Kenyataan 2: Far Beyond the Sun
-----------
Senin, 09 Januari 2012
Behind the Mask of Celebrity 2: Hynotized
Sebuah karya dari Diny Yusvita, usul cabul artis oleh Boris.
Skenario, sutradara & tawa mesum by : Yusvita Corp. Tbk.
Thanks for sweet support pembaca yang berkomentar, sorry rilis molor ^o^.
|||||||||#|||||||||
![]() |
| Olivia Lubis Jensen |
“Neng Oliv ko ngelamun ? ayo duduk di depan geulis !” suruh sang supir dengan seringai mesum, orang yang disapa Pak Khoir oleh Jasmine.
Sudah biasa ini terjadi, tanpa banyak bicara Olivia pindah waktu lampu menyala merah.
“Naah, kalo gini kan enak Ji hie heh heh, muluuuss…Ooh mulus tenan Neng Oliv, Bapak suka. Sempurna…paha yang semmpurna !”, Olivia hanya bisa berdehem nikmat pahanya digerayang kacung.
“Jaket Neng dibuka aja !”. Masih terus digerayang, Olivia menanggalkan sweater coklat yang membalut tubuhnya.
Behind the Mask of Celebrity 1: Betrayal
Sebuah karya dari Diny Yusvita. Usul cabul artis oleh Boris.
Skenario, Sutradara & Tawa mesum by : Yusvita Corp. Tbk.
Special Thanks to Bang Shu, Bang Ninja Gaijin for your sweet support ‘n pembaca yang selalu setia mengikuti karya buatan gw. Love u, Muaach…!.
|||||||||||||||$||||||||||||||
‘Eh, ladies night nih…janjian yuks ?’.
‘Ok, ketemuan di Dragon Fly yach !’.
|||||||||||||||$||||||||||||||
Aku (Lavenia), Sahabatku dan Adik Kelasku 2
------------------
Antara Kenangan dan Kenyataan 2
---------------------


