Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Senin, 16 Januari 2012

Wulan Guritno XXX: Gara-gara Kue Pancong

Wulan & Shaloom
Setelah merapikan barang - barang yg dipakainya syuting, Wulan bersiap-siap pergi memanasi kendaraan. Di sela itu, ia menerima telepon dari buah hatinya.

“Bunda.. Bunda lagi di mana?”.

“Masih di lokasi syuting sayang, udah selesai dan udah bubar kok. Tapi Bunda mau ke rumah Bi Mimin dulu ya.. pembantu kita. Habis dapat khabar, katanya sakit keras. Nggak lama kok sayang..”.
"Iya Bunda, gapapa. Tapi beliin aku cemilan dong apa aja, laper niih.." urai si kecil manja.
"Ya udah, nanti Bunda beliin deh. Tunggu Bunda ya sayang, muach!" cium Wulan di telepon penuh kasih sayang, si kecil Shaloom balas ‘muach’ ke Bunda-nya itu.
Singkat cerita, usai perjalanan pulang menengok pembantunya, masih di daerah perkampungan yang cukup sepi, Wulan melihat di sisi jalan ada seorang penjual kue pancong. Dengan sigap ia menepikan mobilnya, kemudian melangkah ke tukang kue pancong tersebut. Wulan berteriak. "Bang.. satu ya!".

"Baik Non" si Abang menyahut.


Sambil menyiapkan dagangan, mata si Abang sesekali melirik ke betis putih artis beranak satu yang masih ‘hot’ itu.

‎(Mbunting padi oi..), si Abang membatin.

Wulan bukan tidak tahu curi-curi pandang cabul si Abang, sebagai wanita yang berpengalaman dalam hal sex. Tapi ia coba acuhkan saja, toh sudah biasa tubuh seksinya menjadi bahan pelototan pria, baik itu melalui media Tv, ataupun media tabloid. Semakin ke atas mata si Abang, semakin ‘ke atas’ pula si ‘Ujang’. Lebih dari sekali si Abang membetulkan letak si 'Ujang' yang menjulang riang karena liang. Meski risih, Wulan ada sedikit rasa horny yang sulit untuk di jelaskan. Sebagai wanita, tentu senang dalam hati ditatap terus menerus oleh pria, meski mulutnya berkata 'tidak! / cabul lu! / ngeres lu!'. Di sela penantian jajanan matang, Wulan sempat melihat ada seorang lelaki lari dari balik mobil. Ia tidak curiga dan berpikir macam-macam kala itu. Matang dagangan, si Abang pun menyajikannya di sehelai kertas sebagai bungkusan. Wulan kembali ke mobil berniat untuk mengambil uang. Namun setengah mati ia mencari tas berisi dompetnya tak juga ketemu, dasar sial. Wulan berpikir, jangan-jangan orang yang lari tadi maling, pikirnya. Cerobohnya memang pintu tadi tidak dikunci, karena berpikir tidak-kan lama.



Wulan waktu beli kue pancong
 "Non, ini udah jadi...", si Abang menagih.
"Sebentar Bang, aduuh.. kemana sih?" keluh Wulan terus mencari lantaran tak sudi dia mendapat malu tidak mampu membayar.
Selang beberapa menit, Wulan menyerah juga. Ia yakin 100 % bahwa barang - barang pentingnya pasti dicuri lelaki yang lari tadi.
"Aduh Bang, kayaknya aku kemalingan deh.." kata Wulan dengan wajah diantara marah dan malu.

“Lha, terus..”, wajah si Abang terlihat kesal.

Wulan yang merasa tidak enak berusaha mencari ribuan di sekitar perseneling. Sialnya, semua recehan itu habis tak bersisa sepeser pun. Harus bagaimanakah dia?. Handphone juga hilang beserta dompet.
"Abang ikut saya yuk, ke kantor polisi?". Wulan membujuk agar si Abang tenang.
"Yah, masa bayar jajanan segini aja ‘ndak mampu artis kayak Non. Non ini artis kan..?. Abang pernah lihat di Tv".
"Bukan gitu Bang, saya kan udah bilang tadi kalo saya kemalingan. Masak saya makanan murah gini aja nggak mampu bayar!" kata Wulan ketus, gengsi.
"Ya kalo gitu bayar dong! moso' duit seribu dua ribu aja 'ndak punya toh Noon, Non.” balas si Abang.
"Nggak ada Bang, udah.. Abang ikut aja saya dulu, nanti saya ganti 3 kali lipat!" Wulan menyahut penuh emosi.
"Gerobak saya gimana?".
"Sini..!", Wulan membuka pintu belakang mobil Kijangnya, lalu melipat bangku disitu agar gerobak si Abang bisa muat masuk.

Setelah mengatur posisi barang, baru mereka berdua masuk ke dalam mobil. Cekekeket!, Cekekeket!, berulang kali distater tapi mesin tak juga mau hidup. Keberuntungan tengah berpihak di sisi Abang, sementara kesialan menggelayuti Wulan.
“Kenapa lagi sih ini mobil, ck. Ah!". Wulan menggebrak setir, keluhannya memuncak. Ia merasa sial sekali dari tadi. "Bang, tolong dorong dong!".

"Wuaduh, waduh… si Non iniii, nyusahin aja deh".
"Tolong Bang, habis sepi.. nggak ada orang lagi. Tolong yaaa". Wulan memohon dengan wajah penuh iba, seperti mau menangis mengingat barang - barangnya yang hilang penuh dengan rahasia seorang selebritis.

Si Abang terpaksa memenuhi permintaan dengan bersungut -sungut. Dia berusaha mendorong, tapi sayang terlalu berat, sehingga mobil hanya bergeser beberapa senti saja.
"Waduh Non, ‘ndak kuat Abang. Kalau begini.. Abang ‘ndak dibayar juga ‘ndak apa-apa deh..".
"Lho, terus.. saya bagaimana Bang?. Kantor polisi jauh?".
"Ya jauh Non, tahu 50 tahu 100 Kilo" sahut si Abang asal, meski tak tahu persis seberapa jauh.

Memang dirasa Wulan, rumah pembantunya itu terpencil, jadi dia percaya saja. Ia tengok kanan dan tengok kiri, tak ada orang ataupun kendaraan melintas. Ada motor satu-satunya boncengan, itu pun berjalan kencang dan tak mau di stop. Di samping itu, Wulan juga takut meninggalkan kendaraan di area asing.

"Kalo Abang aja yang jalan gimana?. Nanti saya kasih uang deh..", si Abang berpikir mesum, (ada celah nih.. e-hehehe).

"Aduh si Non.. udah ‘ndak bayar, bikin keringetan suruh dorong.. sekarang disuruh jalan jauh lagi", Wulan semakin tak enak dengar keluhan si Abang.

"Gimana dong Bang?, cepet!. Nanti tuh maling makin jauh, barang - barang saya banyak yang nggak balik. Penting semua itu Baang.." Wulan memohon dengan sangat.

"Ya udah, ini pertolongan terakhir dari saya. Tapi...", tiba-tiba ekspresi wajah si Abang cengengesan, penuh kemesuman.

"Tapi apa Bang..". Wulan geregetan bersamaan dengan rasa cemas.

"Abang dikasih sesuatu gitu dari si Non e-he-he" ketakutan Wulan menjadi kenyataan.
"Ap-apaan?", Wulan berharap dugaannya salah. Wajah si Abang mendekat, "Sini Non.. ta’ bisi‘i".

Merasa butuh, Wulan mendekatkan sedikit kupingnya ke mulut kumisan si Abang. Dia berbisik, 'Abang mau lihat sama jilat punya Non'. PLAK!!, "Abang jangan kurang ajar ya.." hardik Wulan setelah melayangkan tamparan.

"Si Non ini.. ya wis, biar ta’ teriaki ke orang-orang nanti kalo si Non ini bayar jajanan aja ‘ndak mampu. Saya tinggal Non disini sendiri.. ‘ndak papa ‘ndak usah dibayar", si Abang merasa terhina dan hendak mengambil kembali gerobaknya.
Wulan melihat langit semakin gelap, ia betul-betul butuh pertolongan.

"Nanti dulu Bang, aduh.. maaf ya tadi saya spontan. Habis Abang juga sih yang nggak sopan.." kata Wulan menahan kepergian si Abang,

‘Ujang’ si Abang bagai pocong bangkit dari kubur merasakan lembut dan halus telapak tangan Wulan di lengan.

"Ya saya memang orang kampung Non, mana tahu sopan santun".

Wulan berusaha mengangkat senyum agar si Abang mengurungkan niat pergi dan bisa di ajak kerjasama, "Bang.. tentang tadi, saya..." Wulan ragu, kata-katanya terpatah-patah. Si Abang tetap diam, sok memasang wajah galak, padahal konak.
"Saya.. tapi.. Saya cuma, cuma… bisa kasih lihat aja.. ya?" tawar Wulan.
"Buat apa Non, ‘ndak usah.. mana tadi saya tambah terima tamparan lagi", si Abang jual mahal. Wulan menghela nafas panjang, sepertinya tak ada lain pilihan.

"Saya kasih.. pegang aja ya Bang" tawar Wulan lagi. Si Abang mengangguk seakan, 'ya sudahlah', padahal dalam hati sorak sorai bergembira.

Wulan masuk ke bangku tengah diikuti si Abang, lantas berhadap-hadapan. Wulan di ujung, si Abang di ujung. Tentu ini bukan yang kali pertama bagi Wulan, ia berusaha menebar senyumnya yang khas di sela menghela nafas, berharap ini cepat-lah berlalu. Perlahan Wulan menarik ke atas bagian bawah long dressnya. Mata si Abang yang tadi menatap betis, bergerak ke atas seirama long dress yang tertarik. Glek!, si Abang sulit menelan ludah waktu melihat paha Wulan tersaji indah.

"Te..terus Non, terus. Slurp" suruh si Abang sambil menyeka liurnya yang berceceran.

Ketika tangan Wulan sampai di dalaman, si Abang angkat bicara, "Nanti dulu Non.. Abang mau ngerasain pegang", jari si Abang langsung main elus dan gerayang saja, Wulan pun menggelinjang geli karenanya.

"Udah Bang, Mmhh.. saya kasih..lihat, terus.. udahh". Wulan ingin mengakali si Abang.

"Ntar dulu Non.. Abang lagi bahagia ini. Putih mulus pahanya sih, e-heheh". Si Abang ketagihan ber-grepeh ria, emoh berhenti. Bahkan lidahnya juga ingin menikmati mulus paha Wulan, jilatan demi jilatan mendarat di paha artis Blasteran tersebut.

"Non, hehehe.. Abang mau, Abang aja yang ngelepas kancut Non ya..? e-hehe".
"Jangan Bang, nanti sobek!".
"Lho.. kalo ‘ndak mau ya udah aja", si Abang sok jual mahal lagi.
“Iya iya, ya sudah.. tapi janji, pelan-pelan ya".

Tangan si Abang menelusup masuk, penis pun makin mengangguk. Wulan mengangkat pinggulnya dan, Sruuut!!, celana dalam tersangkut di sela-sela lutut, kaki otomatis tertekuk. Wulan refleks menutupi organ kewanitaannya dengan tangan.

“Lho, pie.. ko’ di tutupi?. Kata Non, Abang boleh lihat memeknya?” protes si Abang beserta Kang ‘Ujang’.

Wulan memalingkan wajahnya. Perlahan menggeser tangannya memberi pemandangan indah darinya untuk si Abang. Mata si Abang ingin loncat keluar dari tempatnya melihat vagina yang dihiasi bulu-bulu tipis hitam milik Wulan. Mulutnya terbuka lebar seakan ingin menyantap memek artis di depannya itu. Wajah sange si Abang mendekat “Cukup dulu Bang!”. Wulan tiba-tiba mengenakan kembali celana dalamnya dengan bergegas, si Abang gigit jari.

“Apa-apaan nih?!. Janji Non Abang gimana!”, si Abang mengeluh bukan main.

“Saya tahu Bang.. ini akan berlanjut ke persetubuhan. Saya yakin, pasti nafsu Abang udah di ubun-ubun. Karena itu, saya mau minta penawaran ulang”.

“Emangnya pasar pake tawar-tawaran Non!”.

“Dengar dulu! Saya... bersedia digauli Abang, dan Abang boleh lakukan sepuasnya, tapi.. tolong saya dulu kejar itu maling, paling nggak cari kantor polisi, pos hansip atau dimana aja yang ada telponnya. Saya kasih nomer anak saya biar keluarga saya bisa jemput. Besok, suami saya pergi ke luar kota pagi-pagi, jadi Abang silahkan datang ke rumah dan Abang boleh melakukan apa saja terhadap tubuh saya, sepuasnya.. saya nggak akan ngelawan” imbuh Wulan panjang lebar.

“Moso’ sih, Non mau Abang gituin..?”.

“Makanya, Abang harus mati-matian kejar itu maling sampai dapet.. kalau barang-barang saya udah di tangan Abang, Abang silahkan pegang buat jaminan. Saya kasih alamat saya buat besoknya kita barter tas dan HP saya.. sama ‘ini’…”, Wulan mengangkang seperti wanita melahirkan seraya menggeser celana dalam, pameri sesuatu yang indah di dalamnya.

Mata si Abang kembali melotot lapar, “Mungkin Abang bisa aja merkosa saya.. tapi saya yakin, Abang nggak akan puas merasakan ‘ini’. Kalau Abang berhasil, saya akan serahin ‘ini’ setulus hati. Abang mau acak-acak sesukanya silahkan, berulang kali.. nggak masalah. Abang mau posisi apa saya layani, mau saya begini.. di pangkuan Abang… atau…nungging? Saya akan turuti, gimana Bang…?”. Abang tukang kue pancong itu konak bukan main mendengar penawaran Wulan, ibarat planet..si ‘Ujang’ salah orbit, nakal melenceng keluar galaksi yang telah digariskan Pemilik Alam Semesta.

“Kalau saya ‘ndak mau gimana Non?”.

“Ya mending batal aja.. Abang tunggu disini.. biar deh saya jalan. Daripada ini diterusin.. itu maling pasti udah keburu jauh. Barang-barang saya hilang dan sia-sia lapor polisi atau hansip!. Kalo Abang nekat mau merkosa saya dulu silahkan.. saya akan ngelawan sedaya upaya”.

Tukang kue pancong itu sempat diam beberapa saat, otak mesumnya berpikir ini ada benarnya juga, pasti lebih enak kalau si cewek pasrah, tanpa ada rontaan. “Baik Non, kalau begitu.. Non tunggu disini, pasti saya dapat itu maling”, si Abang langsung keluar mobil dan lari ke arah yang sama dengan maling berkecepatan tinggi, bahkan boleh di adu oleh sprinter-sprinter olah raga Nasional.

(Memek.. memek.. memek.. sabar.. kalau.. mau.. memek!), batin si Abang seraya berlari kencang.

Saking nafsunya si Abang, tidak sadar kalau dia telah lari beberapa kilo. Diperhatikan olehnya di sisi jalan ada seseorang yang tampaknya lelaki tergeletak bersimbah darah. Si Abang mendekatinya, memang jalanan lenggang sepi tak ada orang bahkan tak se-ekor pun binatang. Dia tidak tahu seperti apa wajah orang yang mengambil barang, namun dia lihat ada tas tangan warna merah jambu di tangan orang itu. Masa kan potongan jambret muka copet pipi codet bawa tas wanita seukuran dompet. Si Abang tidak tahu kalau motor kencang yang melintas tadi tak mau di stop adalah yang tidak sengaja menabrak si maling. Dasar beruntung dia, kalau sudah rezeki memang tak kemana.. demikian pepatah berkata. Tanpa mempedulikan maling yang terkapar itu, si Abang langsung mengambil saja barang - barang wanita yang ada di tangannya, bertaruh bahwa itu milik Wulan dan langsung balik. Sekembalinya dia, dan setelah Wulan mengatakan bahwa itu benar barangnya, perjanjian syah. Sebelumnya Wulan sempat meminjam Hp untuk mengabari keluarga agar segera menjemput. Wulan minta, si Abang menjaga barang miliknya baik-baik, dan jangan diangkat kalau ada telpon masuk atau sms apapun.

Wulan di mobil, waktu mau digrepe-grepe

***

# Hadiah Bagi Pahlawan

“Mah, Papah jalan dulu ya..”, sang suami mengecup pipi kiri dan kanan Wulan istrinya, Wulan tersenyum dan menyium punggung tangan suaminya. “Hati-hati ya Pah di jalan!” sang suami balas tersenyum seraya mengelus rambut si kecil Shaloom buah hati mereka. Shaloom tertawa lucu layaknya bocah, lihat Ayah dan Bundanya seperti saling merindu lantaran akan berpisah beberapa hari ke depan.

“Mah, Hp kamu kok nggak kelihatan sih.. biasanya bertebaran?”.

“Ooh, ada di tas.. tasnya ketinggalan di tempat syuting. Nanti ada yang nganterin kok orang dari per-film-an. Kemarin waktu aku minta jemput juga pinjem HP salah satu kru buat nelepon kamu. Nah, Bidadari-ku jangan nakal ya di sekolah”, Wulan mencubit pipi Shaloom untuk alih perhatian, dan Shaloom pun cekikikan. Tanpa curiga, suami Wulan menggendong Shaloom yang melambaikan tangan ke arah Wulan, “Dah, Bundaaa..”.

“Dag, sayaang…”.

Seperginya mereka, Wulan masuk ke dalam, pembantu rumah tangganya menghampiri, “Bu, ada telpon.. katanya mau bicara sama Ibu. Aku tanya namanya tapi dia ‘ndak mau jawab!”. Wulan tahu kalau itu dari si Abang tukang kue pancong. “Mana.. sini..?!”.

“Udah ditutup Bu barusan.. katanya 5 menit lagi telpon”.

“Oo, ya sudah.. kamu pergi belanja dulu deh!. Khan Bi Mimin belum masuk”.

“Iya Bu. Jadi saya habis belanja pergi ke rumah Bi Mimin bawa buah yang Ibu pesan ini ya?”.

“Iya, titip salam.. lekas masuk kalau sudah sembuh. Rumah berantakan!”.

“Baik Bu. Saya sepertinya akan pulang siang, Ibu ‘ndak apa-apa sendiri?”.

“Nggak apa-apa..”, pembantu rumah Wulan itu lekas pergi melihat majikannya membuka pintu seakan mengusir.

Pembantu itu tidak tahu kalau Wulan memang ingin keadaan rumah sepi lantaran ia tengah terikat janji, barter tas..Hp dan kosmetik miliknya yang di tangan tukang kue pancong dengan vegi. Ia sengaja mengatur ini semua. Telepon rumah kembali berdering sekali lagi, “Ya..?”.

Halo, bisa bicara dengan Nona Wulan?’.

“Abang?, udah kesini aja..! Saya tunggu”.

Baik Non’. Telpon ditutup.

-# #-

Ting Nong!, Ceklek..

“Eh si Non, e-hehehe. Slurph!”, si Abang meliur, ngiler melihat Wulan berpakaian hitam mengundang birahi, lebih seksi dibanding tempo hari.

“Masuk Bang…”, setelah si Abang masuk, Wulan menarik tangan si Abang agar mengikutinya. Dia ho-oh saja, apalagi si ‘Ujang’.

Sambil berjalan, Wulan melirik tas buluk yang ditenteng si Abang, lantas iseng bertanya di-iringi senyuman, “Barang saya dibawa khan Bang?”.

“Bawa Non, ini.. ada di tas..”.

“Nanti kalo Abang udah puass..Abang balikin yaa” kata Wulan berdesis dengan wajah menggoda sambil meremas payudaranya dan menggigit bibir bawah, si Abang semakin nepsong jadinya. Tiba di kamar, Wulan mengunci pintu dan meraih tas yang masih saja dijinjing si Abang lantaran si Abang tengah menahan konak berat atas gerak-gerik Wulan yang begitu membangkitkan hasrat kelelakiannya. Wulan menatap si Abang, kemudian berjalan mundur ke ranjang seraya menekuk jari telunjuk sebagai isyarat, ‘Kesini…!’.

Sambil berjalan mendekati Wulan, si Abang berulang kali menelan ludah atas moment terseksi yang baru pernah di-alaminya. Tambahan Wulan sengaja memperlihatkan bahwa ia tidak mengenakan Bra, dan melepas C string hitam miliknya, yang kemudian diputar-putar di jari telunjuk. Sampai di ranjang, Wulan duduk melempar CD-nya itu ke si Abang, lalu merebah diri sambil menatap tajam si Abang yang tengah menikmati aroma wangi vagina di celana dalamnya. Wulan menggigit jari kelingkingnya sambil berdesis dan menekuk sebelah kakinya ke ranjang hingga terlihat batang pahanya yang putih mulus, “Bang… aku.. milikmu, Sshh” penjual kue pancong itu langsung menelanjangi diri, tak tahan pada godaan Wulan. Segera saja dia tindih celebrity cantik dihadapannya itu untuk diciumi bertubi-tubi.

“Umm, cup.. cup, Slurrp!”, si Abang bukan hanya mencium, tapi juga menjilati pipi dan mengemut hidung hingga membuat sekujur wajah Wulan berlepotan air liur.

Sesuai perjanjian Wulan tidak melawan. Malah lapar birahi si Abang menaikkan libidonya.Puas menikmati kecantikan wajah Indo Wulan, lidah si Abang turun meng-invasi sekitar dada. Telapak tangannya yang kasar menggesek halus lengan Wulan. Wulan mulai, ‘aah.. emh.. ahh.. ssh’, ketika mulut si Abang mulai menjajah payudaranya. Wulan mengerang keras lantaran begitu gemasnya si Abang meremas.

“Ah Bang.. eMm.Ahhh…Aahh…”. Dengan ganas payudara Wulan dikenyot tukang kue pancong itu. Lidahnya sangat liar dalam menjilati puting payudara yang telah meruncing lantaran

Wulan juga sudah terangsang. Karena kulitnya putih salju, wajah Wulan yang merah tengah menahan nikmat terlihat jelas. Tidak hanya itu, jari si Abang menggerayang penuh nafsu area bawah Wulan.

“Baangh.. pelan-pelan.. sakit!. Kulit Abang kan kasar…”. Wulan mengeluh.

“Maaf Non.. habis si Non udah cantik, seksi lagi. Jadi aja Abang kelewat nafsu”. Si Abang pindah ke depan Wulan, dan merentang kedua belah kaki Wulan lebar-lebar.

Wulan pasrah di ranjang
“Ah Bang.. Aahhh…” jari tengah si Abang menekan klitoris Wulan dan bergetar cepat, kelingkingnya mengusap-usap bibir kemaluan. Wulan mulet-mulet ke-enakan.

Sambil juga terus meremas payudara, si Abang menambah lagi serangan lewat lidah yang disapukannya ke paha, Wulan pun makin menggelinjang nikmat. “Auhhhhh!!!”, tiba-tiba si Abang menyelupkan jari tengahnya ke liang vagina, buat Wulan menekuk punggung, kepala beralaskan kasur. Si Abang tertawa norak, senang jarinya terjepit lubang memek Wulan yang terasa kencang meski telah melahirkan. Dikocoknya oleh si Abang dengan gencar sampai-sampai Wulan mencengkram erat pergelangan tangan si Abang, mengiba berhenti atas siksaan birahi.

“Ahhh…! Engghhh!!!”. Tubuh Wulan melejang-lejang, jus cinta orgasmenya mengecrut deras.

Jari.. telapak dan pergelangan tangan si Abang seperti tercelup di kubangan air, basah oleh muncratan lendir vagina yang berlebih. Si Abang menelan seluruh cairan cinta Wulan yang ada, dari tangannya, jarinya hingga kemaluan Wulan, buat Wulan menikmati sisa-sisa orgasme. Begitu rakus si Abang, sampai cucupan-cucupan itu terdengar. Wulan hanya memandang pasrah saja pada laki-laki asing yang pesta pora mencicipi memeknya itu.

“Enak Non peju memeknya.. gurih!! Jadi seger Abang” celoteh penjual kue pancong tersebut.

Si Abang yakin sudah waktunya bersetubuh. Dia mengocok penisnya agar lebih mantap menusuk, sementara menunggu Wulan yang nafasnya masih ngap-ngapan. Mata Wulan terbuka lebar lihat si Abang bersiap-siap menyetubuhinya, kontol kampung yang tengah dikocoknya-lah penyebabnya. Besar, penuh urat yang menonjol, hitam.. mengerikan.

“Mana Non, buka memeknya kayak waktu itu di mobil!”. Wulan teringat perbuatannya. Membuka paha, menawarkan kemaluannya yang berharga sebagai barang barteran.Dengan gerak pelan namun pasti, Wulan merentang bibir kemaluannya yang telah merah merekah dan basah. Si Abang segera mendekatkan ‘Ujang’ ke liang Wulan yang terbuka menantang. ZLEBBB!!!, tanpa tedeng aling-aling, si Abang langsung mendorong hingga penisnya amblas, Wulan spontan mengerang keras.

“Bang.Hggghh… Hhggghh…!!”. Wulan merasa penuh di memeknya, kontol kampung si Abang yang menyangga di dalamlah penyebabnya lagi.

Si Abang sendiri tengah berjuang, mati-matian dia menahan enak jepitan vagina Wulan di penisnya. Meski telah melahirkan, Wulan selalu rajin minum jamu dan ramuan lain agar liang cintanya tetap kesat. Ia sangat apik menjaga area kesayangan suaminya itu. Dan kali ini tukang kue pancong beruntung itu mencicipinya. Dia bergerak maju mundur pelan seperti kesulitan lantaran vagina Wulan mencengkram penisnya. Lidah pria itu terjulur karena begitu nikmatnya. Untunglah dia sudah minum jamu pria perkasa, kalau tidak, ‘Ujang’ sudah muntah darah (putih kental) menikmati memek artis Wulan. Wajah Wulan kian memerah, vaginanya seperti diacak-acak waktu si Abang sudah berhasil memainkan penis maju mundur dengan bernafsu.

“Bangh. Hhgggh… hHgggh!” Wulan merasakan kemaluannya bagai kikil yang ditusuk lidi, tertancap mantap dan terkuasai.

Tanpa sadar jarinya mencakar bahu si Abang. Karena sakit.. si Abang menyodok Wulan semakin edan untuk menggapai kenikmatan. Bodoh Wulan.. karena itu vaginanya makin gahar disodok, sehingga keduanya malah jadi semakin menikmati entotan mereka bagai pasangan tengah berbulan madu.

“Mem, mem, memekk.. memek, Nonh.. eeE.HNGGKH!!”, CROOOT!!. CROT!!, si Abang tak mampu lagi menahan antrian sperma putaran pertama, belum selesai dia bilang enak keburu keluar karena nikmatnya. Badannya kelojotan persis orang ayan, penisnya menancap dalam sekali di liang vagina, buat Wulan melayang dan “Aahhhhhh!!!!”, orgasme… ia meraihnya.

Jus cintanya dan sperma si Abang buat daerah selangkangan mereka basah dan lengket. Gilanya, penis si Abang tetap keras. Bukan karena jamu yang diminumnya, tapi karena gairahnya atas Wulan. Pikirnya, kapan lagi.com bisa ngentot artis Indo macam Wulan. Mimpi pun tak berani dia. Masih memburu udara, Wulan dipaksa si Abang menggelayutkan tangan ke belakang lehernya. Sementara dia menahan beban tubuh Wulan dengan memapah paha, tentu penis masih menancap di vagina. Rupanya dia ingin menggunakan gaya monyet memanjat pohon kelapa (kata dr. Boyke). Mata Wulan mendelik sisakan putih, baru pernah dia digarap dengan gagahnya oleh seorang lelaki. Baik suami maupun para pejabat yang kerap mem-bookingnya semasa aktif artis, belum pernah. Suami-nya hanya konvensional, paling doggy style.. itupun 3 menit keluar, sesudah itu tertidur pulas. Jika bukan karena Shaloom buah hati mereka, tentu Wulan akan mencari suami yang lebih perkasa macam si Abang (tapi kaya harta juga tentunya).

“Ahh!!! Ahhh!!! Ahhh!!! Ahhh!!! Ahhh!!!”. Wulan mendesah lirih berulang kali tiap liang veginya dipaksa menelan penis si Abang yang mengacung konak di dalam.

Tubuh Wulan yang berkulit putih salju itu terlempar naik turun, tengah dikuasai Abang-abang penjual kue pancong yang hitam legam. Wulan bisa melihat adegan dirinya itu bersama si Abang yang memantul dari kaca rias. Rambutnya awut-awutan akibat terpental naik turun, tambah kusut lantaran kepalanya bergeleng kesana kemari. Lidah si Abang terjulur acap kali kontolnya menyodok bagian terdalam memek MILF (Mother I Love to Fuck) Wulan. Wulan mengulum lidah si Abang lalu bertukar ludah. “eMm.aAh… Baang!!”, masih dalam pelukan, Wulan menggoyang pinggulnya sehingga vaginanya seperti mencengkram dan mengocok penis si Abang. Kenikmatan surgawi itu, buat si Abang ketagihan gila akan enaknya.

“Hnggk!!! Hnggk!!! Hnggk!!! Hnggk!!” si Abang mirip orang bengek menikmati Wulan Guritno punya memek.

Jarinya menangkup dan meremas bongkah pantat putih Wulan sambil melesakkan penis dalam-dalam, CROOT!!. Pria pedagang asongan itu kembali mengeluarkan maninya untuk yang kedua kali di rahim Wulan, dan vagina Wulan pun juga mengucurkan cairan klimaks seksnya. Wulan dan sang suami sudah setuju menjalani program KB, jadi ia tidak khawatir akan kemungkinan hamil. Usai klimaks, si Abang merebahkan tubuh Wulan yang dipenuhi peluh ke ranjang tempat peraduan yang semestinya hanya milik Wulan dan sang suami. Kenyataan yang terjadi berbeda. Dengan nafas masih menderu, Wulan memandangi si Abang. Ia tak percaya ada lelaki setangguh diri si Abang. Tukang kue pancong itu seperti ‘ngeh’ arti tatapan Wulan. Jarinya kembali bergerak menggerayang tubuh Wulan yang terbungkus kulit putih. Mata Ibu kandung Shaloom itu terbelalak, melihat penis si Abang bangkit sanjaya.

“Bang, Yahhhhh…”, Wulan hanya pasrah ketika tubuhnya dibalik si Abang dan diatur nungging. Si Abang menagih salah satu posisi yang ditawarkan Wulan tempo hari. Dia tidak menyia-nyiakannya. Blessh!, “Ooohh… peret bener.. si Non ini.. memekk.nya..h Hgghh!”.

Dengan posisi ini, si Abang lebih garang, serasa mengontrol Wulan sepenuhnya. Tepukan demi tepukan antara perutnya dengan bokong Wulan terdengar keras saking nafsunya dia. Bokong putih semok seksi Wulan memerah, selain karena tepukan.. bokong itu jadi korban remasan kencang si Abang. Si Abang menarik kedua lengan Wulan kebelakang, “Non Wulaan… memeknya enaak… memeknya enaaaak, HENGGH!!” Tubuh Wulan tertekuk kebelakang, tukang kue pancong itu sangat menikmati balas jasa pertolongannya. Ketiga kalinya vagina Wulan dihujani air mani lelaki tak jelas asal itu. Tapi ia menikmatinya, dengan ini..sang suami hanya sebagai pemberi nafkah lahiriah saja. Nafkah bathin didapat dari si Abang, karena selesai si Abang puas pejunya habis dan badannya lemas, serta Iyem.. pembantu rumah pulang… Wulan menahan kepulangan si Abang.

Kok?. Untuk apa…?.

***

# Tiga Hari Kemudian

“Bang Jujuun… tangkap yah, hihihi”, Shaloom, anak perempuan Wulan itu hendak bercanda lempar bola dengan supir baru mereka di kolam berenang Villa.

Ya, Jujun, si tukang kue pancong. Wulan mengangkat status dirinya. Pedagang asongan yang naik kelas. Tentu pendapatan sebagai supir berbeda, apalagi ditambah ‘bonus’ dari Wulan. Suami Wulan tidak keberatan saat Wulan, istrinya, men-calon-kan Jujun untuk jadi supir antar jemput Shaloom ke sekolah. Alasan Wulan, Jujun adalah kacung kru per-film-an yang telah menyelamatkan HP dan tas penting miliknya kemarin. Jujun merasa hidupnya pas-pasan, pas ada syuting ada uang, kalau sinetron diberhentikan.. uang pun tak datang. Oleh karena itu, suami Wulan meng-izinkan Jujun untuk menjadi supir. Pikirnya, Wulan jadi bisa lebih sering di rumah (ora ngeluyur, kalau bahasa Jerman bilang). Jadi IRT yang 3 D (di kasur, syar syur.. di dapur, bikin semur.. di sumur, byar byur) kalau pas dia ada di rumah. Tidak jadi supir bagi Shaloom buah hati mereka. Kucing-kucingan antara Wulan, sang suami dan si Abang berjalan lancar. Hingga suatu ketika, masalah terjadi di antara mereka…

# Anak Haram

Sejauh ini, Wulan meng-konsumsi alat konrasepsi berupa Pil atas anjuran Ginekolog mereka, rencananya nanti memasang spiral. Kalau kondom, Suami tak sudi, begitu juga Jujun alias si Abang. Para Bapak bilang, pakai kondom itu persis orang ngobrol dipisah kaca, begitu kira-kira. Spiral juga, beberapa para Bapak merasa ada yang tidak nyaman. Maka, diputuskan-lah oleh Wulan dan sang Suami, menggunakan media pil. Di suatu waktu, setelah sang suami berangkat kerja, Wulan habis-habisan digarap Jujun. Karena gairahnya yang sedang memuncak dan luar biasa, Jujun membuat Wulan pingsan. Digarap dari pagi sehabis mengantar Shaloom hingga siang, dan Wulan baru sadar sore hari.

“Non, bangun Non… ada syuting kan katanya..”, Jujun menggoyang badan Wulan.

“Emmhh.. jam berapa nih, Huaaah…”, Wulan meregang karena tulangnya serasa lolos.

“Jam 3 sore Non, Non ada syuting katanya”.

“Oh iya, ya ampuun…anterin aku ya Bang” kata Wulan sambil bergegas mengenakan pakaian dalam dan pergi ke kamar mandi. Jujun tertawa saja melihat tingkah majikan sekaligus tempat lampiasan nafsunya itu.

Selesai mandi, mereka pergi ke tampat syuting. Sampai-sampai Wulan makan di mobil.

Malang, ia melupakan sesuatu yang penting, yakni belum mengkonsumsi pil pencegah kehamilan itu. Bahkan sepulang syuting, sempat-sempatnya mereka cari tempat sepi, lalu main mobil goyang. Wulan memang tak pernah menolak keperkasaan Jujun, si Abang mantan kue pancong tersebut. Sperma kembali mengisi rahim Wulan.

-# #-

Malamnya… sekitar pukul 2 malam, ia baru ingat, kalau belum minum pil maha penting itu. Ia hendak meraih kotak berisi pil tersebut. Saat meraba hingga ke bagian dasar kotak.. KOSONG?!, Shit!!! Celaka tiga belas, pikir Wulan. Dia lupa kemarin memang tinggal satu dan sudah di-konsumsi. Sekarang…?. Wulan berdo’a, mudah-mudahan saja gagal benih dan tidak jadi, batinnya.

- Selang Beberapa Hari



“Hueeek!! Hueeek!!”, Wulan berlari ke kamar mandi tengah malam.

“Kenapa kamu Mah?”. Jantung Wulan serasa berhenti berdetak. Ia merasa baik-baik saja, tidak sakit atau apa. Jangan-jangan…

“Besok kita ke dokter ya, pagi..”.

“Jangan!!”, Wulan menjawab spontan. Suami Wulan memandang aneh, Wulan segera mencari akal.

“Nggak pa-pa Mas… paling cuma masuk angin kok”.

“Ya nggak pa-pa toh, kebetulan aku besok mau cuti.. kan senin tanggal merah. Tadinya mau ngajak ke Villa. Tapi karena kamu sakit gitu, batal deh ke dokter aja”. Suami Wulan memaksa.

Wulan semakin panik, tadinya ia pikir, jika ia hamil, ia terpaksa aborsi demi keutuhan rumah tangga. Tapi melihat suaminya maksa mengantar, ia pasrah.

“Kali aja kamu hamil lagi, kalo iya toh nggak apa-apa.. kebetulan kasihan si Shaloom sendiri. Biar ada temennya dan ngerasain punya adik” canda Suami Wulan, Wulan tersenyum, tapi dalam hatinya khawatir bukan main. Kalau anaknya dengan sang suami tak apa-apa, tapi kalau dengan Jujun…?.

-# #-

“Waah, selamat ya Pak.. Bu.. kalian akan kehadiran seorang jagoan (anak laki) hahaha” canda sang Dokter.

Suami Wulan gembira bukan main, sementara Wulan.. (Gimana niiiih…?). Baginya tinggal menunggu waktu saja kemarahan suaminya, serta keretakan rumah tangga. Jujun juga hanya diam saja setelah diberitakan Wulan, Wulan juga melarangnya untuk kabur dan hadapi saja apa yang akan terjadi. Mereka berdua sudah pasrah.

***

Perut Wulan semakin lama semakin bulat membesar. Suaminya sudah siaga di rumah, melayani kebutuhan Wulan.

“Aneh-aneh aja nih bayi.. kamu ngidamnya kue pancong terus sih?”, Wulan melayangkan pandangan ke Tv sambil melahap kue pancong, pura-pura tak dengar dan tidak menyahut kata-kata suaminya.

9 Bulan 10 hari yang penuh perjuangan terlewati. Wulan kini berada di rumah sakit menunggu eksekusi. Sang suami menunggu dengan tegang. Jujun pun sama tegangnya, dia tengah gelisah duduk di dalam bangku supir mobil.

“Doroong, ayo teruss… dorong!!” kata Dokter dan Suster memberi semangat ke Wulan.

Peluh memenuhi tubuh artis Indo itu. “Heee… Heeee”, Wulan berjuang dan, “Eaa.. Eaa.. Eaa..” suara tangis bayi mengisi ruangan. Tapi suasana sepi, Dokter dan Suster bertukar pandang melihat bayi yang dilahirkan Wulan. Hitam dan sepertinya berfisik tidak normal.

Wulan sudah pasrah, bagaimana pun itu anak yang dikandungnya, meski itu bukan hasil benih suaminya.

“Mana.. mana?”, suami Wulan menerobos masuk mendengar suara tangis bayi, ingin segera melihat anak laki-lakinya.

BUK!!!, kepalanya bagai dihantam sebuah martil besar. Semua yang ada disitu tidak bersuara, kecuali sang bayi.. yang lahir ke dunia tanpa cela dan dosa.

-# #-

anak haram Wulan & si tukang kue pancong

Antara Wulan dan suaminya tidak terlibat pembicaraan selama beberapa hari ke depan, menunggu kondisi Wulan pulih. Mereka selalu menghindar jika ada teman-teman mereka yang ingin datang menengok, memalukan!. Perseteruan antara keluarga Wulan dan sang suami pun tak terelakkan. Akhir dari keputusan, sang suami menggugat cerai. Hak asuh Shaloom jatuh ke tangan suaminya. Jujun sempat dihajar suami Wulan, namun ia diam saja. Alasan perceraian Wulan tidak sampai dicium wartawan dan publik, aib tetap tersembunyi rapi. Akhirnya, dengan penuh ke-ikhlasan, Wulan bersama Jujun membesarkan anak mereka apa adanya.
Gara-gara kue pancong.. Hp dan Tas-nya dicolong
Gara-gara kue pancong.. rumah tangga Wulan hebrong (maksa ^o^)
Gara-gara kue pancong.. Wulan melahirkan anak muka gosong
Gara-gara kue pancong.. memek Wulan diberondong
Mbak Wulaan, Mbak Wulan… kue pancong deh ^o^.
Oleh : Diny Yusvita.

NB : Thanks to Kak Haris atas tambahan yang konyol2 xixixi.
----------------------------
41 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. ThaNaTos mengatakan:
    Ngakak aja dah gua bacanya …..
  2. Padang mengatakan:
    Hahaha
    Sumpah ngakak
    Gak jadi horny
    Gua
  3. borjong mengatakan:
    niatnya bangun jd tidur lg!
    ngakak gw
    hahahaha
  4. babeh9694 mengatakan:
    Wah ada cerita baru nih…
    Tp ternyata pengarangnya Sis Dini…
    Good Sis ngisi cerita drpd si Bos Shusaku ditunggu engga ada cerita barunya….
    Tq Sis…
  5. memebraga mengatakan:
    hahahaha cuma dua kata dari gue , lucu banget .
  6. Gembel_Tekap mengatakan:
    waw…
    Awalnya seh ngaceng…..
    tapi…. endingnya malah bikin ngaceng redup….
    Tapi… Nice Jobb Miss Dini…
  7. matshuyama hiroshi mengatakan:
    hahhahaa……..
    Keren sist keren…
    Tapi kok kayk cerita semi ya…
    Hehee….
    To sist diny yg buaek and cuantik: mksh bgt lo ya dah dibuatin ni crita……
    ^^
  8. little-boy mengatakan:
    critanya jd segar dan menghibur walopun gk bs jd bacol, hehe…
  9. penjahat mengatakan:
    mantabs … konak iya (ngebayangin wulan guritno) ngakak juga iya (gara-gara liat hasil perbuatannya) … lanjut terus sis
  10. Amir1991 mengatakan:
    asik nih cerita
    pertamax dech
  11. putihmanis mengatakan:
    ihhh ngapain anaknya dikasih liat jelek bgt
  12. jay_shon mengatakan:
    wkwkkwwkkwkwkk…
    dari tegang jadi layu dah…
    L A N J U T K A N
  13. alaxs king rabbit mengatakan:
    dan wulan guritno pun dengan telaten memberi ASI eksklusif khusus untuk si cebol
  14. Momon mengatakan:
    Wow… Ad wulan guritno… @.@
    Di nikmati dulu cerita ny… Hahaha
  15. Ninja Gaijin mengatakan:
    Diny, Diny, Diny, dari mana kamu dapat semua kata-kata dan ide ini? Dari awalnya satu foto di grup, berujung satu cerita. Kok kalo aku sendiri susah ya? Kebanyakan mikir[in] … kali’ :p
    Keluar juga tuh istilah MILF…
    Karya yang bagus, seperti biasa, terus nulis ya!
    Anaknya beast jadi beast juga XD
  16. mr r mengatakan:
    sep2.. ditunggu pesana gue. hahaha..
  17. waxwox mengatakan:
    wah…sebenarnya ceritanya bagus, namun karena ada bumbu2 lucunya, jdnya “naek-turun dech” hueheuhe…
    kurang hardcore lagi adengan sexnya, kurang vulgar, kalo perlo suaminya di jampe2 sama si Pancong supaya nurut,jdnya doi sama wulan smakin bebas ngesex di depan suaminya, pasti di jamin mantab dech ;)
  18. waxwox mengatakan:
    oia..mana nich lanjutan “ketika istriku menjadi budak sex bosku” ??? sangat berharap!! ;)
  19. killua zoeldyk mengatakan:
    jdi pengen kue pancong…
  20. Yuza mengatakan:
    Oh Wulan…
    Makasih sis Diny…
  21. Diny Yusvita mengatakan:
    Lowha, dah rilis to… Makasey Bang Shu ^o^
    babeh9694, Gembel_Tekap, penjahat, Amir1991, Momon, mr r, killua zoeldyk, Yuza = Makasih dah baca ‘n dukungannya yaa, sorry klo nggax hot, kurang dapet nih masuk ke Wulan. Penyakit gwey, susah ngejiwain yg seumur Mbak Wulan :( . Anyway, makasih ya dah disupport, as a writer.. i need that ^o^.
  22. Diny Yusvita mengatakan:
    ThaNaTos, Padang, borjong, memebraga, little-boy, jay_shon.. thx dah ngakak.
    waxwox = Ending kayak gethu dah biasa, itu udah ada di pikiran gwey sbelumnya.. Emang sngaja gwey bikin kayak gini, something u can’t expected. Pasti pada gax nebak arah ‘n endingnya gwey bikin kayak gene. Nyari ‘n buat sesuatu yg different dr penulis lain misi gwey di crita ini. Anyway, thx masukannya ^o^.
    alaxs king rabbit, Waah iya yaa.. ktinggalan yg itu gwey ^o^
    matshuyama hiroshi, Semi?? maksudnya, stengah2 yaa.. iya sorry neh.. agax konyol ‘n gax hot ya, gax dapet gwey nge-jiwain Wulannya.
    putihmanis, ya jangan dilihat kalee.. susah amat, tinggal di scroll. Namanya jg beauty ‘n the beast, udah gethu.. di smua crita gwey pasti ada gambar beast. Klo gax xuka, close aja ^o^
  23. Diny Yusvita mengatakan:
    Bang Ninja-quw ^o^
    Iyaa, teteup nulis kox… Dapet darimana? ya slewatan aja seeh. Apa yg ada za kuketik ^o^
    MILF, iya itu aku dkasih tahu sama Kak Haris ^o^. Nunggu tulisan Bang Ninja juja looh ^o^
    Bang Ninja, makasih ya support-na ^o^
  24. belegug mengatakan:
    gara-gara kue pancong, si otong minta melancong
    bukan ama bencong tapai ama meki yang kinclong….
    wakwwak
  25. mr r mengatakan:
    halo sis diny. jangan lupa… xixiixx…..
    pesanan gue…..
    ok coy….
  26. GayusOnlineDariBui mengatakan:
    wakakakakakkakakakaa….. mantep nih ceritanye
    konak-konak happy deh si bang jujun….
    cerita dilanjut lg bro, tu anak jdi cabul tp kuat entot bapaknya n minta diajarin entot ama ibunya…heheheee…
  27. haris bocabul mengatakan:
    karena ini cerita gua ikut andil juga,,jadi gua ikut menjawab pembaca yang bernama sodara gayus dari balik jeruji ya hehehehe setahu saya ini cerita satu lepas dan tidak ada terusan,,jadi tidak ada lagi terusan cerita si cebol ngentotin kamu gayus wakakakak
  28. Ryuzaki mengatakan:
    Waduh, ngakak pol. Tp bnr2 lain dr yg lain. Palg smp ankx jg dtmpilin. Konyol pol ! Lanjutkan sis yusvita. He.he.
  29. dean winchester mengatakan:
    sorry nih sis , baru baca sekarang…..
    ceritanya lucu lho…..asyik bacanya , walaupun ( sorry ya ) kayaknya karakter wulan guritnonya agak kurang masuk ,
    maksudnya…gak tau ya gimana….tokohnya kayak bukan artis dengan nama sama , wulan guritno….
    tapi overall , ceritanya oketa bangeta….owe suka , haiya…!!!
  30. Budayawan XXX mengatakan:
    Kebantu banget sm foto2 nya Wulan sist…
    Sex nya ok, tp gak ngebayang aj… xixixxixiii….
    Bottom line : Good Story …
    Kalo’ boleh sotoy dikit nih :
    Gw yakin yg mau dijadiin “the Next Beast” tuh anak nya ya?
    Ikut kasih nama donk : Wulyono Guritcong. Hehehe….
    Dia nanti bener2 jadi Crew Film, mungkin utk cameo ancur2 an di Serial komedi gt… Trs pd suatu kondisi dia bisa make’ n bikin Olla Ramelan jadi Sex Slave nya…
    Walaahhh…….. ^o^
  31. Diny Yusvita mengatakan:
    Belegug, Gayus ‘n Budayawan = thx.
    Ryuzaki = makasih ^o^.
    Bro Dean a.k.a Naga Langit = yups, sperti yg aku bilang.. gax dapet penjiwaan karakternya coz Mbak Wulan lbh tua, gax pernah bisa bikin yg kayak gini. Anyway, thx kritikannya ^o^.
  32. Pendekar Maboek mengatakan:
    Cerita macam apa pula ini?? aneh tp nyata wakakakaka… mantap sih cm si “burung” jd bingung ni musti tegang bayangin wulan guritno (fantasi setia nakalku) pa lemes gara2 kbanyakan ngakak, akhirnya yg ada jd ngos-ngosan :) pas wulan ngelahirin anak pas klimaksnya, for all keren n kocak abiiis dah…
  33. mr r mengatakan:
    cerita sis diny. bener2 mantep.. trims penulis yang baik hati. ^^
  34. Jason Vorhees mengatakan:
    Cekeekekeet. Cekekekeeket.
    Wah, mobil ane mentok di sini. Gak mau jalan lagi, maunya kasih komen dulu. :P
    Keren ni cerita! Lucu dan mengalir lancar, enak banget ane bacanya. Apalagi endingnya yang bener – bener bikin kaget, berasa nonton pilemnya M Night Shyamalan yang suka bikin kejutan di akhir pilem, bedanya yang itu bikin shock, yang ini bikin ngakak…., suka sama karakter Jujun yang penuh warna.
    kalo soal penjiwaan seperti yg bro dean bilang, ane juga mikir itu yg bikin ane takut – takut nulis fanfic, takut gak dapet penjiwaannya.
    abis ini mau rehat sebulan ya sis? ditunggu lagi cerita barunya setelah maret. ;)
  35. fadil kuya mengatakan:
    bro mantap bget…………..
    oh ya gmn kalau bisa buat juga dong cerita tentang Shaloom nya juga ya karena ini kan semakin seru dan menarik kami tunggu ya bos
    he he he
  36. mr r mengatakan:
    wah jangan gitu donk bro jason. dicoba aja nulis fanfics. siapa tau bisa dapet feelnya banget. coba nulis dari the sister. lumayan tuh. shireeen sungkar dan zaskia sungkar. ^^
  37. Khaizan mengatakan:
    Juwita bahar donk
  38. martin mengatakan:
    lucu lucu lucu bnget tapi gw pas baca td sempet konat juga hahahahahahahahahahaahahahaahaahahahaahahahahhah
  39. Fandy_Cow mengatakan:
    Ceritanya mantap…. Tp beastny kurang..
  40. yangpentingbokep mengatakan:
    bagus nih critanya! gue paling suka yg pas wulan ama kue pancong lg dmobil.. trus digrepe2 ama kue pancong…
    oiya bos, kalo bisa dibikin sekuelnya:
    si jujun kabur dr wulan, trus si jujun balik lg kwulan tp smbil bawa temen2nya……..
    trus temen2 jujun boleh merkosa wulan……
    si wulannya termehek-mehek deh……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
  41. Penggemar Colom Comen mengatakan:
    Sis Din, crita”nya mang layak ditunggu nich, ditunggu kyk
    ngantri lwongan krja. Lanjutin sis… n’getik’nya.

1 komentar: