Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Kamis, 06 Oktober 2011

Desperado D'next 2

25 Januari 2010

- Akhirnya hampir satu tahun sejak yang pertama dirilis, lanjutanya keluar juga
- Mudah-mudahan pada ga lupa, atau paling ga masih inget-inget dikit dech dengan cerita ini, masih sambungan dari yang lama, masih menceritakan lingkaran yang sama dengan tambahan tokoh-tokoh baru, lanjutannya sedang dikerjakan, dan mudah-mudahan ga lama lagi kan rampung.
- Thanx yang sebesar-besarnya buat Sis Yohana, yang udah mau nyempetin waktunya untuk membantu nyelesaian cerita ini, tanpa bantuannya cerita ini ga akan pernah selesai.. thanx a lot sis..^^
- Akhir kata selamat menikmati
#####################


Alice
Aku tertahan, rasanya aku belom siap untuk memasuki ruangan itu, kutarik tangan-ku yang telah menggengam daun pintu, sebelum menoleh ke belakang, ke arah ci Ella berdiri,.


“ Kayaknya nanti aja ya ci ?? “ kataku

Ci Ella mengganguk setuju, “ Yupz, yawda sekarang bantuin cici ya beresin kamar buat kamu tidur nanti malam, okay ? “

Aku mengganguk sambil setengah berlari mengambil tas-ku dari tangan ci Ella yang sedang berusaha mengangkat tas-ku kedalam kamar untuk-ku.

“ Aku aja ci.. berat kan.. hehehe “ kataku sambil membantunya mengangkat tas-ku.

“ Udah sama cici aja, kamu bawa tas yang lain aja, biar cepet hehe “ katanya kembali dengan senyumnya yang lembut.

Aku mengganguk sambil membawa koperku yang lain membawanya masuk ke dalam kamar. Kamar yang akan segera menjadi kamar-ku itu memang agak kotor, ranjangnya masih tertutup plastic yang belum dicabut, setidaknya plastic itu membuat ranjangnya menjadi tidak kotor, di sisi sebelahnya ada sebuah lemari dan meja rias, kalau dilihat-lihat sepertinya meja rias itu baru, modelnya lucu dengan warna putih dan sebuah ukiran pita di atas cerminnya,..

“ Lucu banget mejanya … “ celetuk-ku tanpa sadar

“ Kamu suka?? Sukur dech, ko Jacksen yang minta cici pilihin buat kamu, cici suka banget waktu liat ini dipameran, jadi cici beli, sukur dech kamu suka hehe“

“ Ya ampun ci, makasih banget ya kayaknya selera kita sama nich, tuh liat sepatu cici juga aku suka banget, “ kataku sambil menunjuk sepatu yang dipakai ci Ella..

“ Beneran ?? lucu ya “ Kata ci Ella sambil tersenyum “ Kayaknya bener dech selera kita sama,kayaknya sekali-sekali kita harus shoping bareng nich “ ajaknya, aku langsung menganguk setuju

“ Shoping.. shoping.. shoping mulu yang diomongin “ kalimat itu mengagetkan kami,.

Aku menoleh kearah pintu, “ Ko Jack…” Panggil ku manja

“ Yang mau masuk kuliah ya sekarang, rambut pake dicat gitu lagi “ Katanya, Ko Jack memang paling suka mengomentari rambutku, menurutnya rambut-ku yang berwarna kecoklatan itu lebih cocok dengan bentuk wajah-ku,.

“ Mulai dech ko.. “ kataku, dengan senyum sinis dan memasang wajah cemberut,

“ Udah ah, ga usah sok-sok marah gitu, cepetan beresin kamarnya, ini.. tar kita keluar makan “ Kata ko Jacksen pada ci Ella

“ Ehem ehem.. “ goda-ku sambil pura-pura menepuk sofa yang berdebu

“ Nape ? Ga suka ?? hahaha “ goda Ko Jack

“ Weeee “ Kata-ku

“ Udah-udah, kamu ambil lap dech mending, hmmm sama kayaknya aku ada kemoceng dech di mobil, ini kuncinya “ kata ci Ella sambil memberikan kunci mobilnya pada ko Jacksen

“ Ok dech boss “ Jawab ko Jacksen

“ Sukur…” ledek-ku

Sambil langsung menarik plastic yang menutupi springbed. Aku pun kembali larut merapihkan kamar-ku bersama ci Ella, mulai dari melap kaca sampai memvacum karpet, hampir dua jam aku dan ci Ella merapikan kamar-ku, dibantu dengan ocehan gak jelas dari ko Jacksen, dah akhirnya selesai juga..

“ Dah mau keluar makan dulu atau mau mandi dulu ?? “ Tanya Ko Jacksen

“ Mandi dulu lah, masa keringetan gini mau langsung keluar “ Kata ci Ella menjawab, aku mengganguk setuju,.

“ Iya dech iya, dah sana mandi, kamu juga mandi dulu aja di tempat aku, “ Kata ko Jack sambil mengambil kunci rumahnya di kantung,.

“ Sana mandi ngapain benggong,” kata Ko Jack pada-ku, dia emank selalu sinis padaku

“ Iya iya, bawelllll weeeeee “ kata-ku sambil meloncat masuk ke kamar,

“ Yawda, gw manasin mobil Edison di depan ya, nich ingetin koncinya disini,” Kata ko Jack sambil mengambil kunci disalah satu laci dekat dapur,” tempat menyembunyikan kuci yang pintar, pikir-ku, mana ada maling yang menyangka kunci diantara sendok dan garpu.

“ Cici mandi dulu ya disebelah “ kata ci Ella, aku pun mengangguk mengiyakan

Aku pun mengambil handuk dan peralatan mandi-ku di dalam kamar, sementara ci Ella keluar dari pintu rumah-ku. Sementara aku melihat ko Jack seperti masuk ke kamar ko Edison

“ Masih mau begini ?? “ Tanya-ku

Seorang lelaki pengecut yang masih duduk sambil menekuk wajahnya itu diam tak menjawab. Di pojok karma yang gelap ini. Aku melihat makanan yang kubawakan dua jam yang lalu masih tersisa begitu banyak, entah berapa banyak yang dia makan tiap harinya, mungkin hanya beberapa butir.

“ Alice udah disini, terserah lu mau jadi apa sekarang, gue cuma bisa berharap dia bisa bawa lu keluar dari kamar ini, “

Samar aku melihat Edison mengganguk, ahh mungkin hanya perasaan-ku saja..

################3

“ Udah ?? “ Tanya-ku melihat Alice keluar dari pintu rumah, aku masih memeriksa lampu rem mobil Edison yang sepertinya mati,.

“ Udahlah, liat aja udah cantik gini hahaha, lebih cantik dari ci Ella kan ?? “ kata si bandel itu

“ Enak aja, montokin dulu itu badan “ Ejek-ku

“ Weeee, Biarin gini-gini juga yang suka sama aku banyak, dan lebih ganteng dari koko hahahaha “ whatever she says lah

“ Coba dech ke tempat koko, tanyain ci Ella udah belum,.. “ Kata-ku

“ Ok “ katanya sambil mengganguk sebelum kemudian melompat dan setengah berlari ke rumah-ku.

Hufff anak itu emank udah beda banget kalo yang gimana tomboynya dia waktu masih kecil, mungkin ga akan nyangka dia bisa berubah menjadi gadis secantik ini sekarang. Satu-satunya yang tidak pernah berubah adalah manjanya yang masih seperti anak kecil 6 tahun. Kumatikan mobil itu setelah kuperiksa semua perangkat keselamatannya berfungsi dengan baik, sebelum kemudian Alice dan Ella mendekatiku yang baru saja menutup pintu mobil.

“ Alice, udah punya SIM ?? “ tanya-ku

“ Udah donk Ko, aku dah sering bawa mobil sendiri di Semarang “

“ Yawda, ini koncinya, tadi koko udah kasih tau dimana naruhnya, kamu taruh disitu terus kuncinya, juga konci motor jangan dipindahin dari situ, OK ? “

“Kenapa ? “ Tanya-nya dengan ekspresi binggung

“Sekali-sekali ga usah nanya kenapa ? Yawda yuk makan lapar banget nich “ , “Makan kwetiaw sapi aja kesukaan kamu ya yang ? “ Tanya-ku

“OK, kamu musti cobain dech Alice, kwetiawnya enak banget, cici aja bisa abisin satu porsi sendiri “ Ella langsung memotong Alice yang seolah ingin bertanya lebih lanjut tentang kata-kata ku tadi

“Yawda masuk mobil “ Kata-ku

Sambil berjalan aku menunjukan sedikit jalur, terutama yang menuju arah kampus dan beberapa tempat lain, seperti mini market dan pom bensin.

###

“ Iya Ry, gue di tempat kwetiaw biasa, mau kesini ?? “ Tanya-ku di telepon

“ Ryan ?? “ Tanya Ella yang duduk di sebelah-ku

“ Iya ga kesini katanya, titip salam aja buat Alice katanya, “ , “ Aku kwetiaw sapi aja, ga pedes tapi sama es jeruk, kamu mau makan apa ? “ Tanya-ku

“ Hmmm aku sama dech, tapi mau teh hangat aja, kamu mau apa Alice ? “

“ Aku sama dech sama cici, minumnya teh juga .. “

“ Yawda , Masss !! “ panggil-ku pada salah satu pelayan yang berdiri di dekat kami

“ Kwetiaw sapi 3, jangan pedes, es jeruk satu, teh tawar dua ya “ kata-ku

Tumisan bawang putih yang harum ditambah lagi bau daging sapi yang masuk ke penggorengan panas tercium sampai ke hidung-ku..

“ Wah enak nich haha “ Kata-ku sambil menahan rasa lapar, dan tak lama kwetiaw pesanan-ku pun datang.

“ Abis ga ? “ Tanya-ku pada Alice

“ Abis lah, mau lagi bukan ?? weeee “ Jawab Alice sambil memeletkan lidahnya pada-ku

“ Banyak loh tuh, emank sih lu rakus makannya, tapi tetep aja begeng begitu haha “

“ Udah ah, lagi mau makan juga, nich aku ga abis, “ Kata Ella sambil menarik piring-ku ke dekatnya, tau aja dia segimana doyannya aku sama kwetiaw sapi ini haha

###

“ Nganterin cici dulu ya Alice “ kata-ku pada Alice yang sudah terlihat mengantuk, wajar saja baru sampai dari Semarang, bersih-bersih kamar dan sekarang sudah jam setengah 11 lagi, aku juga sudah mulai merasa kantuk.

“ Loh koq jadi ngomong sama aku, aku sih ikut-ikut aja ci “ kata Alice sambil tersenyum, makin lama aku makin menyukai anak ini, agak manja tapi sepertinya cukup mandiri.

“ Kasian kamu, dah ngantuk gitu. “ Balas-ku

“ Keliatan ya ?? hehe engak koq ci, cuma agak cape aja hehe “

“ Nah, ini tempat cici, ga terlalu jauh kan dari tempat kamu, nanti sering-sering nginep sini ya, “

“ Yah, kalo orang laen aja diajakn nginep, aku kapan ?? “ Canda Jack

“ Udah ah, males ngomong sama kamu hihi “ Balas-ku

“ Nich tas kamu jangan ketinggalan, “ Jack mengingatkan tas merah-ku yang ada di jok belakang sebelah Alice,. Alice pun memberikan tas itu pada-ku.

“ Makasih … Ati-ati ya dijalan “ kata-ku sambil tersenyum

“ Kamu juga, jangan lupa kunci pintu .. “ ingat Jack

“ dadah, ati-ati ya ci…. “ sahut Alice sambil melambaikan tangan-nya ala ABG

Aku masih melambaikan tangan saat mobil Jack kian menjauh, sesat kemudian aku pun mulai melangkah mendekati pintu masuk rumah-ku, sambil mencari kunci pintu di dalam tas..

“Duh mana sih “ gerutuku sambil mencari kunci di kantung kantung kecil dalam tas-ku

“Ah, ini dia “ kuambil kunci yang terselip di dalam kantung tas-ku dan kubuka pintu rumahku itu

Dengan bantuan sedikit cahaya yang merambas aku berusaha melangkah dan menyalakan lampu,perlahan tubuhku masuk kedalam gelapnya ruangan sementara kedua tanganku menggapai-gapai kedepan, dengan reflek aku menoleh ke belakang, kearah sebuah suara tawa namun rambasan sinar yang sedikit itu tidak cukup bagi kedua mataku untuk mengenali siapa itu, yang jelas aku dapat merasakan seseorang menghampiriku dan….

“ Heiii….!! ”

Aku berseru terkejut saat merasakan sepasang tangan begitu kasar memiting kedua pergelangan tanganku, kemudian dari arah belakang orang itu menekankan tubuhku kearah dinding yang dingin, setiap kali aku berusaha berteriak Orang itu semakin kuat memelintir kedua tanganku hingga jeritanku tertahan dalam suara pekikan-ku yang kesakitan.

“ siapa kamu ?? Aaaaaaa…!!auhhhh.., Toll.. aaaaa…!! ”

Orang itu kembali memelintir tanganku dan mendesis mengancam.

“jangan banyak tingkah, atau kupelintir kepalamu..!! mengerti..!!”

Aku mulai merasakan hembusan-hembusan nafas di belakang telingaku, hembusan – hembusan nafas yang terasa hangat itu seakan sedang mempermainkanku, ahhh, kutarik kepalaku menghindar kesamping saat merasakan sesuatu yang basah dan hangat menjilat daun telingaku, aku berusaha meronta dan melawan.

“ jangan banyak tingkah kataku…!!! ”

“ uhhhhh…!! ”

Aku mengeluh kesakitan saat ia memperkuat pitingannya, semakin kuat aku meronta semakin kuat pula ia memelintir pergelangan tanganku, rasa sakit membuatku pasrah, aku terdiam dan orang itu melonggarkan pitingannya, kedua telapak tanganku bertumpu pada dinding saat orang itu melepaskan pitingannya, kedua tangannya kini mengelus-ngelus pinggangku.

“ ohhhhh….. ”

Tubuhku bergetar dialiri percikan-percikan gairah yang menggebu saat sebuah gigitan kecil mampir dileherku dan merasakan kecupan-kecupan hangat dipipi dan rahangku, kegelapan membuat panca indraku menjadi lebih sensitive, cumbuannya kembali mencecar leher dan tengkukku, tubuh orang itu mendesak tubuhku, ada seseuatu yang mengganjal bokongku, dan aku tahu apa itu,

“tidakk… jangannn…, okhhhhhh….”

Selangkangan orang itu mendesak dan terus mendesaki-ku, terdengar suara desahan-desahan nafasnya yang memburu dengan keras saat tangannya bergerilya menelanjangiku, kemudian membalikkan tubuhku kearahnya dan menekan kepalaku , aku berlutut dihadapannya. Sebuah aroma yang khas semakin kuat tercium saat benda berbentuk batang itu menempel dan menggeseki pipiku, kukatupkan bibirku rapat-rapat untuk mencegah benda itu yang mendesak berusaha memasuki mulutku.

“Ahhhhhhhhh…aduhhh….!!”

“jangan salahin gw jika kalo lu terus ngelawan..!!buka mulut lu..!!”

Jambakannya membuat kedua tanganku mencekal pergelangan tangan orang itu, mulutku terbuka dan sebuah benda menyumpal mulutku , ahhh, benda itu terlalu besar, kedua sudut bibirku terasa perih saat batang besar itu diamblaskan dengan kasar oleh pemiliknya.

“ hati-hati, gw tau lu jago yang beginian “ katanya mengancam

Dikegelapan aku mendengar desisannya yang mengancam.

“ Hmmmmpppffhh.. He-emmmhhhh…”

Nafasku terasa sesak , telapak tanganku mencekal batang besar itu dan tanganku yang satu lagi berusaha menahan gerakan pinggul orang itu , lidahku menggeliut berusaha menahan laju ujung batang besar itu yang terus masuk semakin dalam, kedua mataku membeliak saat batang itu tertanam semakin dalam didalam mulutku dan akhirnya mendesak kerongkonganku yang membuatku kesulitan untuk bernafas.

“Uhhhh… uhukkkk uhukkkk….heee-emmmmmpppphh”

Aku terbatuk-batuk saat batang itu ditarik keluar dari mulutku, belum juga aku selesai terbatuk batang itu mencari-cari didalam kegelapan dan kemudian diamblaskan kembali oleh pemiliknya kedalam mulutku, Dan dia kembali memainkan penisnya di dalam mulut-ku, batang itu bergerak keluar masuk menyesaki mulutku, sementara ancamannya memaksa ku untuk terus membuka mulut-ku, membuat lelaki ini dengan leluasa memainkan penisnya di dalam mulut-ku, sesekali ia menarik kemudian memasukan kembali penisnya dalam mulutku, terkadang ia seolah memainkan penisnya ke kiri dan ke kanan, seolah sengaja mencobai-ku, apakah aku akan mengejar penisnya atau tidak. Bau penisnya yang begitu menyengat membuat kepalaku pusing, sementara tangannya yang menjambak keras rambut-ku, membuat-ku merasakan rasa sakit sekaligus jijik yang ingin meledak, aku berusaha untuk memberontak, sementara gelapnya ruangan membuat-ku tak dapat mengenali siapa lelaki yang tengah mempermainkan ku ini. Harus kuakui ukuran penisnya yang begitu besar dan panjang itu membuat-ku bergidik, ada rasa takut bagaimana bila lelaki ini memperkosa-ku, namun disisi lain ada perasaan menjijikan yang mulai tumbuh dalam diriku, perasaan untuk mencoba menikmati pemerkosaan ini. Tidak, aku tidak mau semua ini kembali dalam kehidupan-ku.. Aku tidak rela, begitu banyak pengorbanan yang telah kulakukan untuk bisa seperti ini, aku punya seorang lelaki yang terus melindungi-ku, menerimaku apa adanya, teman-teman yang terus mendukung-ku, aku tak mau Ella yang dulu kembali dalam hidup-ku, aku bukan seorang wanita murahan yang menikmati seseorang yang tak kukenal memperkosaku.



“Aku bukan wanita murahan..” Aku terus membisiki diriku berulang-ulang, kurasakan sepasang tangan yang kekar meraih pinggangku dan membuatku bersandar pada dinding kemudian tangannya menekankan kedua tanganku keatas kepala, hembusan nafas hangat menerpa payudaraku sebelah kanan. Mau tak mau aku mendesis kegelian saat merasakan sebatang lidah menari-nari menjilati putting susuku yang terasa mengeras , aku berusaha menahan desahanku, aku tidak ingin terjerumus bujuk rayu bercinta didalam kegelapan ini, tubuhku menggeliat antara nyaman dan nikmat, dia begitu ahli mengecupi sepasang payudaraku yang semakin membuntal padat, bibirnya memanguti induk susuku, pangutan dan kecupannya merambat menjelajahi bulatan payudaraku bagian kiri. Tubuhku tersentak ,merasakan hisapan dan emutan kuat pada puncak payudaraku, desiran-desiran kenikmatan membuat tubuhku serasa hangat, aku harus berjuang keras mengusir rasa nikmat yang menggeluti payudaraku, cairan vaginaku mulai meleleh akibat terangsang hebat, setiap sedotan-sedotan mulutnya yang rakus membuatku sulit untuk mengendalikan diri, tubuhku serasa ringan dan melayang kemudian dihembuskan oleh angin kencang, jantungku berdetak keras tak beraturan, aku semakin gelisah saat hembusan nafasnya yang hangat merambat turun, kecupan-kecupannya menciumi perutku dan jarinya mencari-cari lalu menyelinap masuk menusuki rekahan bibir vaginaku, Jilatan-jilatan lidahnya menggelitiku perutku kemudian merambat turun, ujung lidahnya seperti bermata mencari-cari tonjolan clitorisku, dapat kudengar suara tawa mesumnya setiap saat tubuhku terperanjat keenakan, lidah dan jarinya semakin aktif memainkan vaginaku sementara tangannya yang satu meremasi pinggul dan meremas-remas buah pantatku.

Kedua tangannya bergerak cepat mencapit pinggangku, mulutnya mencium vaginaku kemudian menghisap cairan kenikmatanku hingga kering, lidahnya mengoreki rekahan vaginaku untuk mengais sisa-sisa cairan lengket yang tersisa, geliatan lidahnya membuatku merinding panas dingin, geli dan nikmat sekali rasanya saat batang lidah orang itu menoel-noel dan mulutnya mengemuti vaginaku, dengan kasar ia mendorongku hingga membuat-ku menungging

“T-Tunggu, jangan disitu….ahhhhh”

Ia menjambak rambutku, ujung batangnya mengincar lubang duburku, aku mengerang menahan rasa sakit saat ujung penisnya membongkar kerutan otot anusku, sakit sekali rasanya saat benda terkutuk itu menekan kasar memaksa memasuki duburku.

“Ouggghh, arrrrhhhhh… AKHHH…..”

Nafasku tersengal-sengal dengan hebat , butir-butir keringat mengucur deras saat tubuhku berusaha menahan rasa sakit yang mendera liang anusku, aku kembali terpekik saat benda itu menerjang dengan kuat, perlahan namun pasti benda besar itu amblas memasuki diriku,rasa sakit seolah membuat tubuhku lemas tak bertulang.

“awwwhhhh… s-sakitt.. sakit sekali.., akhhh. Ouwww..!!”

Aku merintih kesakitan dan memohon agar orang itu menghentikan pompaannya, yang kudapat justru sebaliknya, batang besar itu semakin kuat menyodoki liang anusku,

Plakkk.. Plakkk.. Plakkkk.. Plakkkk PLAKKK…!! PLAKKK…!! Semakin kuat suara itu terdengar semakin kuat pula tubuhku terdesak-desak dalam posisi menungging, kedua tanganku yang bertumpu pada lantai gemetar hebat saat terjangan-terjangan batang itu semakin kuat.

“aduhh…, auh.., Am-ampunnn, ammpp… Awww….!!”

Punggungku roboh keatas lantai, payudaraku bergesekan dengan lantai keramik mengikuti sodokan-sodokan nya yang begitu kasar menyodomiku, aku semakin kesulitan bergerak saat tubuh Orang itu memayungi tubuhku dari arah belakang, dadanya mendesak punggungku, dan kedua tangannya mencengkram kemudian menarik pinggulku kuat-kuat untuk mematenkan posisi menunggingku, sambil terus memompai anusku dengan kasar, tangan kirinya menyelinap meremas-remas payudaraku, dan tangan kanannya mengucek-ngucek tonjolan clitorisku, aku meringis merasakan sakit dan nikmat sekaligus saat liang Vaginaku berdenyut-denyut memuntahkan cairan puncak kenikmatan.

“dasar pecun….”

Hinaan itu terasa menyayat hatiku, ia menyeret tubuhku keatas sofa, tangannya menampar – nampat buah pantatku sambil memerintahkanku untuk menaikkan pinggulku, ia ikut naik keatas sofa, batang penisnya menekan anusku, diamblaskan-nya benda diselangkangannya hingga aku menggeliat-geliat kesakitan, dicabut dan ditusukkan, entah berapa kali ia menyiksaku dengan perbuatannya itu. Hingga saatnya penis itu mulai menari di bibir vagina, dengan satu sentakan yang kuat

Penisnya masuk begitu deras dalam kemaluan-ku, penis itu begitu besar dan keras, aku berusaha menarik dan menghembuskan nafas berharap tubuh-ku dapat membiasakan diri dengan benda yang tengah membelah diriku ini, sementara aku tak kuasa untuk tak mendesah sebagai pelampiasan rasa sakit dan kenikmatan yang mulai menjalari tubuhku. Kututup mata-ku rapat-rapat, kubenamkan wajahku lebih dalam lagi ke dalam sofa, sementara kurasakan tangan lelaki itu mulai meremas payudara-ku, tangan itu dengan kasar meremasnya sementara ia terus memaju mundurkan penisnya kian cepat dan kuat, tubuh-ku ikut terdorong tiap kali penis itu menjejal masuk, sementara ia menciumi punggung-ku, terasa bagaimana liurnya membasahi punggungku. Dia membalikan tubuh-ku, sambil mengangkang-kan kedua paha-ku, penisnya masih tertanam dalam vagina-ku, aku berusaha mencari tahu siapa orang yang sedang memperkosa-ku ini, namun seiring dengan penisnya yang bergerak semakin cepat kedua mataku mulai terpejam-pejam, rasa nyaman dan nikmat membuatku semakin sulit untuk membuka mataku ini.

“ahh ahhh ahhh…”

Suara rintihanku dan suara-suara tumbukan alat kelamin memenuhi ruangan itu, batang besarnya bergerak keluar masuk mengocoki Vaginaku dengan cepat , sentakan-sentakan kuatnya membuat batang besar itu tertancap dalam-dalam memasuki liang Vaginaku, dengan brutal ia mengaduk-ngaduk rekahan vaginaku hingga aku meringis menahan rasa ini.

“hssssh hsssshhhhh ohhhh….”

Kedua kakiku mengangkang pasrah, tangan kanannya bertumpu disisi tubuhku, sedangkan tangan yang satu mencubit-cubit putting susuku yang mengeras, untuk sesaat pompaannya berhenti kemudian kembali menyerang dengan lebih liar dan brutal, berkali-kali selangkangannya beradu dengan selangkanganku saat benda besar itu tenggelam dengan sempurna. Dengan tangan-ku, aku ikut mengocok penis yang tengah menyetubuhi-ku itu, dengan begitu aku berharap semua ini akan selesai secepatnya, sementara belum sedikitpun orang itu mengurangi kecepatannya. Sementara tubuhku kian meresponse pemerkosaan ini, kenikmatan yang kian bertumpuk membuat-ku harus bertahan semampu-ku untuk meredam kenikmatan ini,

“aku bukan wanita murahan “ kembali aku terus membisiki kata-kata itu dalam pikiran-ku, “aku bukan wanitahhhhhh.. hempasan-hempasan batang penisnya membuat tubuhku mengejang selama beberapa detik, ada kedutan-kedutan kuat yang sulit kulawan saat cairan Vaginaku kembali berdenyutan.

“ohhh… keparat.. siapa kamu sebenarnya….”

“ha ha ha, belum saatnya kau tahu…”

“auhhh… hsss hssssssshhhhhh…”

Ia menindihku dan menggigit leherku hingga aku mengeluh, desisan-desisan kerasku kembali terdengar saat ia kembali menggenjotkan batang penisnya, tubuhku mengejang setiap kali batang itu menusuk dalam-dalam, helaan nafasku terhembus kuat, aku melenguh menahan sodokan-sodokan batang miliknya.

“arhhhh.. …ohhh, su-sudahh.., cukupp..!! hentikan..”

Ia mengaitkan kedua kakiku di pundaknya, dengan otomatis bokongku terangkat keatas saat ia membungkukkan tubuhnya, bersamaan dengan itu tubuhnya bagian bawah mendesak dengan kuat menggenjotiku kembali, dengan leluasa kedua tangannya meremas-remas payudaraku yang membuntal, rasa ngilu mulai menyelingi rasa nikmat saat batang besarnya bergerak kasar menusuki wilayah intimku, entah berapa kali aku mencapai puncak klimaks hingga akhirnya ia merubah posisi. Aku dipaksa menaiki tubuhnya, kedua tangannya menarik pinggulku, aku mengeluh saat sebuah benda menusuk rekahan diselangkanganku, tubuhku terdesak-desak keatas saat benda besar itu disodokkan oleh pemiliknya, ia memaksaku untuk bergoyang, dibawah ancamannya aku terpaksa bergoyang , kugerakkan Rekahan Vaginaku naik turun pada batang penisnya, saat kuturunkan Vaginaku , Batang besar itu menyodok kuat ke atas hingga vaginaku terdorong keatas dan aku merintih, mendesis bahkan menjerit kecil merasakan sodokan-sodokan kasar itu, tiba-tiba ia mencekal pinggulku dan berusaha berdiri , kini posisi tubuhku seperti sedang digendong olehnya dari arah depan, batang penisnya mengait selangkanganku. Kedua tanganku berpegangan pada pundaknya, saat tubuhku mulai terayun-ayun dengan teratur batangnya menusuki vaginaku, dalam posisi ini batang besar itu terasa masuk sedalam-dalamnya, sambil mengocoki vaginaku, mulutnya mengejar bibirku dan memangutiku, entah berapa kali posisi bercinta itu berubah dan entah berapa kali pula aku mencapai puncak kenikmatan yang sama sekali tidak kuinginkan, sampai akhirnya, ia menurunkan kaki kiriku, sementara kaki kananku masih terkait dilengannya, aku bertumpu pada dinding itu, batang besarnya kembali menyodok-nyodok liang vaginaku, tangan kanannya menopang pinggangku untuk membantu menjaga keseimbanganku.

“tolongg hentikannn.. ahh ahhh ahhh…”

Rintihanku disambut oleh sodokan-sodokannya yang semakin kasar, berkali-kali ia membentakku , dengan sekuat tenaga kujaga posisiku menuruti kehendaknya, aku menangis terisak karena kesal, capai dan marah akibat ketidak berdayaanku, berkali-kali aku meringis keras kesakitan saat batang itu dijeblos-jebloskan oleh pemiliknya, benda terkutuk itu seakan tidak pernah puas, tusukan-tusukannya tetap prima, kuat dan kasar menembus rekahan vaginaku. Sekali lagi aku merintih hebat mencapat puncak kenikmatan, tubuhku merosot turun diikuti oleh tubuhnya yang memelukku dari belakang, ia menarik pinggulku, menempatkan rekahan vaginaku diujung penisku dan batang besar itu kembali menancap memanggang vaginaku, kedua tangannya membelit tubuhku sebelum akhirnya ia menghentak-hentakkan batang penisnya , tusukannya mulai bervariasi, terkadang lembut hingga membuatku terlena terkadang kasar dan brutal sehingga membuatku kelabakan menghandapi gaya bercintanya yang liar, mulutnya tak pernah berhenti menghisap-hisap sisi leherku, kedua tanganku terkulai tak berdaya saat liang vaginaku berdenyutan hebat meledakkan cairan berwarna putih pekat itu, aku merintih kecil saat kurasakan kedutan-kedutan susulan,perutku terasa hangat, batang besar itu berkali-kali menyemprotkan spermanya di dalam vaginaku.

#####################

“ Mimpi ???? “ aku terbangun dengan tubuh penuh peluh, kulihat jam weker di sebelah-ku, pukul 5 pagi, kubangunkan tubuh-ku, untuk duduk di pinggiran tempat tidur-ku, kuambil air minum yang selalu aku sediakan di sebelah tempat tidur, kuteguk air minum-ku sampai habis, sebelum kunyalakan lampu tidur-ku, aku beranjak menuju meja rias-ku. Kutatap pantulan wajah-ku yang terpantul di cermin, masih ada warna ketakutan di garis wajah-ku, sementara keringat mengalir deras di wajah-ku..

“ Ya Tuhan, semoga ini hanya mimpi … “

####################

Rasanya masih terlalu pagi saat kudengar suara motor yang menyala, motor siapa ? pikir-ku

Motor Ko Edison? Rasanya ga mungkin mungkin hanya orang yang lewat pikir-ku sambil kembali berusaha kembali kealam mimpi-ku hehe

“Jangan terlalu dipaksa … “ kata-kata ko Jacksen sebelum mengantarku pulang tadi, kembali dalam benak-ku, maksudnya ? pikir-ku benar-benar tak mengerti.

Kukerutkan alis-ku mencoba mengerti kata-kata itu. Rasa penasaran-ku mengalahkan rasa kantuk-ku, aku beranjak keluar dari kamar, pelan-pelan kudekati pintu kamar koko-ku itu, kutarik nafas dalam-dalam, berusaha menerka apa yang akan kudapati di dalam kamar itu, apa ko Edison akan marah melihaku masuk kamarnya pagi buta seperti ini, kukumpulkan keberanian-ku sebelum pelan-pelan kuraih daun pintunya, kubuka perlahan, gelap….Aku mulai mencari saklar lampunya, dan kunyalakan lampu kamar itu. Aku tercengang mendapati kamar itu kosong, aku segera berlari keluar, kuperiksa ternyata sepeda motor milik Ko Edison tidak terparkir di tempatnya yang semestinya.

“ Yang tadi keluar beneran ko Edison ? “ Tanya-ku dalam hati, kubulatkan tekad untuk mengalahkan rasa kantuk-ku, menunggu Ko Edison pulang, kulihat jam masih menunjukan pukul 4 pagi, aku pun melangkah kearah dapur, membuat teh hangat untuk menemaniku menunggu ko Edison pulang..

##################

Kulihat jam sudah lebih dari jam 8 pagi, aku melirik kearah carport, motor ko Edison juga belum kembali, berarti ko Edison juga belum pulang, aku menunggu dengan resahm sebentar lagi ci Ella datang menjemput-ku, mengantar-ku untuk registrasi ulang dan segala urusan administrasi perkuliahan lainnya, Pikiran-ku bimbang, harus menunggu atau bersiap-siap sebelum ci Ella datang?? Aghhh lebih baik aku mandi secepat-cepatnya sekarang dan berharap Ko Edison tidak pulang sebelum aku selesai mandi. Aku mandi ala koboi, mulai dari membersihkan muka-ku dengan sabun cuci muka, dan menyabuni sekujur tubuhku dengan cepat, setelah seluruh tubuhku terbalut oleh sabun, aku segera membasuhnya dengan air hangat, kuambil handuk dan mengeringkan tubuhku untuk segera bergegas keluar dan berlari ke arah ruang tamu melihat kearah carport dan…sepeda motor itu sudah kembali di sana,..

“Sialllllllllllll…” kataku dalam hati, aku melihat kearah kamar ko Edison, baru aku ingin membuka pintu kamar itu terdengar suara ponsel-ku berdering dari dalam kamar.

Aku bergegas menuju kamar-ku, kuraih ponsel ku yang kuletakan diatas bantal kepala, kulihat nama yang tertera di layar ponsel-ku

“ Halo ci… iya aku udah siap koq, oh udah di depan ya? Aku keluar sekarang dech “ jawabku sambil mengambil map yang sudah ku siapkan semalam..

Aku bergegas keluar sambil menutup pintu kamar-ku, sambl melangkah keluar aku menatap sejenak pintu kamar ko Edison yang tertutup rapat seolah menyembunyikan jutaan tanda tanya di dalamnya, kuhela nafas sesaat sebelum kaki kukembali melangkah keluar.

“ Halo ci.. “ Sapa-ku berusaha seceria mungkin

“ Pagi, gimana udah siap semua ? formulir registrasi ulang sama foto-foto udah semua kan? “ Tanya ci Ella mengingatkan

“ Udah koq ci, tenang aja aku dah periksa berkali-kali semalem “ Kata-ku sambil tersenyum, ternyata ci Ella baik banget, sampai mengingatkanku demikian rupa

“ Ok, kita jalan sekarang ya, kamu ingetin bener-bener jalan-nya kan udah mau kuliah, kamu musti tau jalan jadinya ok “ kata ci Ella sementara mobilnya mulai berjalan maju.

Sepanjang jalan ci Ella member tahu beberapa point penting daerah sekitar kampus, sebagian sama seperti yang kemarin malam ditunjukan oleh Ko Jacksen tapi ci Ella menunjukan sampai tempat dengan lebih detail, ahhhh susah sebagian bisa kuingat tapi sebagian sudah lupa lagi, emang aku ini paling susah kalau disuru menghapal yang seperti ini.

“ nich kamu masuk ke dalam duluan aja, cici mau parkirin mobil dulu ya “ aku mengganguk sambil keluar dari mobil, sambil membenarkan posisi tas gendong-ku aku berjalan ke arah pintu, didalamnya begitu banyak calon mahasiswa yang sedang menunggu giliran registrasi ulang, aku mengambil kupon urutan pemanggilan sambil mencari-cari bangku kosong.

“ ah disana pikir-ku “ Sambil menatap bangku 4 baris yangmasih tersisa dua bangku, ada dua orang lain yang duduk disana, yang satu lelaki dengan kacamata tebalnya yang satu lagi perempuan, yang keduanya pati seumur dengan-ku, ya iyalah sama-sama nunggu registrasi ulang..

“ Hiiii .. “ Kata-ku berusaha menyapa , “ Ga ada orang kan ?? “ Tanya-ku sambil menunjuk bangku kosong disebelah mereka..

“ Ga ada koq, kosong duduk aja “ Kata si cewe, sepintas rasanya aku pernah kenal sama cewe ini, pikir-ku

“ Makasih.. “ kata-ku sambil duduk di bangku sebelah mereka,..

“ Hmmm aku Alice, namanya siapa kalau boleh tau ? “ Kata-ku, ya ampun pake ‘ aku’ , ‘kamu’ kebiasaan di Semarang, jadi malu keliatan kayak orang daerah huuuh

“ Astrid, ini Anton ambil jurusan apa ?? “ Tanya cewe itu sambil membalas uluran tangan-ku, sambil memperkenalkan lelaki disebelahnya,..

“ Halo Astrid, Halo Juga Anton “ aku tersenyum sambil mengulurkan tangan-ku pada Anton

“ Aku ambil Bisnis Internasional, kamu ambil jurusan apa ?? “ Tanya-ku, sudhlah kepalang basah pakai aku kamu haha

“ Aku ambil Jurusan Akutansi, Anton juga sama dari mana asalnya?? Logatnya beda “ Tanya Astrid

“ Aku dari Semarang, kalian asli dari sini ya ?? “ Tanya-ku berusaha membuka percakapan

#####################

Aku memeriksa beberapa berkas yang harus kukumpulkan hari ini, setelah yakin tak ada yang tertinggal kumatikan suara tape mobil-ku sebelum kemudian kumatikan mesin mobil itu, aku pun keluar dari dalam mobil dan kutekan kunci alarm-nya, Kurasakan handphone-ku bergetar di dalam tas, ya ampun lagi ribet begini malah ada yang nelepon segala, kubiarkan saja hingga panggilan itu pun berhenti dengan sendirinya, aku pun mulai berjalan menuju lift di pojok sebelah kiri dari mobil-ku terparkir, dan kembali ponsel-ku bordering

“ Ya ampun “ pikir-ku, siapa sih yang terus menelepon

“ Vina “ pikir-ku curiga, biarlah aku tak mau masa lalu itu kembali

Kutekan tombol naik di pintu lift itu, tak lama pintu itu pun terbuka kutekan angka 8 lantai yang khusus diperuntukan untuk ruang dosen, Lantai 6, lantai 7 dan akhirnya sampai juga.. Aku melangkah keluar, kulewati lorong-lorong menuju ruang dosen pembimbing-ku, sebuah tangan menarik tubuhku dari belakang..

“ Ella “ Panggilnya, “ La, kenapa ga pernah mau angkat telepon aku La ?? “ Tanya-nya dengan suara bergetir

Kutatap wajah itu, wajah yang telah begitu lama terus kuhindari

“ Kenapa sih Vin ?? “ , “ Kita sudah selesai, jangan masuk ke kehidupan gw lagi “ kata-ku pelan, kupalingkan wajah-ku, tak berani menatap wajahnya..,

“ Iya, tapi masa sampai sms aku ga dibales, telepon aku ga diangkat “ Vina berusaha membujuk-ku

“ Udah ya, gw buru-buru “ aku segera memalingkan tubuh-ku, kembali berjalan menuju ruang dosen

“ La tunggu bentar, “ Vina mengejar-ku, “ aku mau ngomong penting “

“ Apa lagi sih Vin, It’s over “ kata-ku, tetap tak mau menatap wajah Vina

“ Ini penting banget,.. Dia masih hidup “ bisik Vina

Kata-kata itu terdengar seperti petir yang menyambar diri-ku

Next Project : Jennifer 5
****************

29 Tanggapan

  1. wah ternyata pertamaxxx….
    bolehlah ceritanya…lanjutannya buruan bos
  2. Kyknya ceritanya bukan karangan Yohana asli deh, karena adegannya gimana gitu, kalu di bilang chad jg sama karena tidak ada unsur pandangan dari sisi cowok.
    Re: yohana asli ini bro, cuma kolab gitu loh, jadi kan karya 2 orang
  3. ada yg kurang tp bsa bkin konak koq.
  4. hmm.. not bad..
    bener kata bokep88.. bkn karangan cc yohana yg asli nih kyknya..
    critanya kurang greget.. no offense, cuman pendapat gw aja..
    cheers..
  5. Wuaaahhhh nice banget ini kombo sis Yo sama Chad ya?
    Very nice!! Love it!
    Re: waduh bro minami kemana aja? dah lama tulisannya ga muncul nih
  6. lumayan……….
    kurang panjang ceritanya………..
  7. lumayan,,bisa bkin w konak dikit……
  8. dari pada tidak ada yang muncul,…. harry potter dimana kau berada…..
  9. pada 25 Januari 2010 pada 18:03 | Balas Latif_rhaven_millo
    Haha.good
  10. “tubuhku terasa ringan dan melayang, kemudian dihembuskan angin kencang”…pemilihan kata yg sempurna, pastinya yg nulis bukan orang sembarangan. Pemilihan kata2nya sangat puitis tapi tdk maksa jadi alur cerita, adegan demi adegan tetap terjaga…jarang ada tulisan se”indah” ini, apalagi “hanya sex story”
    But satu kritik, kata ganti “rengkahan” jgn terlalu sering dipakai karna kata itu gak lazim buat padanan vagina, jd kyaknya lbh pas kalo dipakai sesekali aja. IMO lho
    Re: kesalahan bahasa dikit, wajarlah, masih bisa ditolerir
  11. Bos shu,mau nanya itu foto artis sapa ya?
    Re: itu model China, ga tau namanya model2 yg ga terkenal bejibun disana, tapi cakep2
  12. keren ini cerita… btw gue dah lupa cerita pertamanya, musti liat arsip lagi,
    tapi cara sudut pandang yang berbeda beda ini yang seru, ini yang bener bener tuh art banget ya..
    i love it
  13. *bro mike
    kalo per art dan alur ceritanya itu bang chads yang ebat ^_^
    *Bro L, bro latif, bro andri,bro aa, bro mkel
    oww, makasih,
    teng yu sarannya ^_^,
    itu dosaku (yang bikin rekahan T_T)
    maafkan diriku bang chads hiks hiks
    weksssss…!!!
    bos , cerita – ceritaku pending dulu,
    rekahannya mo di ganti .sama……xxxxx
    *Bro Minami
    hi hi hi, nambahin esek-eseknya ^_^, ehemmm
    hayo , rikkuuuu… nya mana ??
    *Bokep 88 & Bro Gakoru
    hah ?? unsur sudut pandangan cowo ??
    lha ? eummm,
    btw ini kan sudut pandangnya diliat dari
    sudut pandang ce…
    Re: gpp sis, jadi pelajaran supaya next time better, cerita2 sis emang selalu ditunggu deh.
  14. Mantapss…lah pokokna
  15. Aduh sis Yo, sibuk kerjaan sampe Rikku ngga kegarap2 nih!
    Payah bener …. waktu itu uda sampe 4 halaman tapi berhubung ada error ilang semua jadi mulai baru lagi hiks hiks … disempet2in nih sampe di kantor pun kalo bisa beberapa menit ngelanjutin ya dilanjutin hehe … sabar yaaaa
    Re: waduh bakal lama dong nunggunya bro, dah kangen padahal
  16. alur nya mantap.. kyk baca serial detektif gitu tapi ada unsur ++ nya… wkwkwkwk…
    jadi membuat pembaca berfikir sesuatu yg lain selain yg fikor2…. ahahahahaha..
    di tunggu lanjutannya.. ^^
  17. pada 27 Januari 2010 pada 09:26 | Balas Pendekar Maboek
    Ini hasil kolab miss kitty ama bos chads y? Unik jg nih, tapi dibandingin seri desperado yg lain seri desperado d’next ini emang sedikit agak berbeda, rada2 rumit n alurny maju mundur tp gaya penuturanny sih masih te2p konsisten, jd ampe seri kdua ini masih lom terbaca sebenarnya arah cerita ini mau kemana, tp mungkin emang disana letak kekuatan ceritany, kykny musti ditunggu seri2 berikutny nih.. cm d seri kdua ini kykny kentara nih bagian mana yg ditulis ama bos chads n mana ditulis ama miss kitty hehe…
    Sorry sis yo, aq kok lbih seneng manggil sis pake sebutan miss kitty y? abis it sounds more sexier, miiaaw…!! Hehe… kalo keberatan tolong jgn ngadu ke polisi y, iii… tatuuut…
  18. makasih buat semua kritik n saranya
    dah lama banget ga nulis, ini juga cerita lama yang direvisi, daridulu ga dirilis soalnya ga bisa masuk ke soul ceritanya,.
    juga makasih banget buat sis yo, yang dah bantuin nulis
    kalo ga dbantuin juga ga tau kapan kelarnya nich
    kerasa banget ya perbedaan tulisanya??
    emank bener sih hehe, gaya nulis sis yohana kuat banget
    jadi harus belajar buat ngikutin nich gaya nulis dia hehehe
    mohon banget buat temen2 kasih feed back, supaya lanjutanya bisa direvisi lebih baik lagi,
    n thanx buat dukungannya hehe
    Re: penulis senior kolab ama penulis senior hehhe
  19. *Bang Chads
    iy, bang sama-sama,
    kebalik kali,
    aku nih yang harus belajar ngikutin gaya bang chads yang
    spektakuler, tajam dan terpercaya
    *Bro Maboek
    oo, engak apa-apa sihhh, ngak apa-apa
    (sambil menyiapkan trident poseidon…, minjem dari anggota Guardian… he he he)
    Yo : Hiatttttt…….. Tokkkkkkkk… BYURRRRRR…!!
    Bro Maboek : Wadowww… heleppppphh bluuuppphhh
    *Bro Minami
    iy aku bersabar… ^_^, ehh btw ati-ati ngerjainnya jangan ketahuan ama sapa-sapa yak…, apalagi kalo dikantor, baiknya filenya dipassword….
    Re: btw gw aja sampe skrg blm pernah kolab ama sis ya? baru pernah minta bantuan dikit waktu cerita jin dildo itu, kapan2 ah kita kolab yuk sis :D
  20. @sis yo
    Maksudnya biasanya kalu si chad nulisnya dari sisi cowok, gue bener2 lupa kalu dia hanya dari sisi art aja. Kalu masalah puitisnya.. Sumpah gue kgk berjiwa seni jadi yaaa gimana yaa.
  21. *Bro Minami
    Ati2 kl nulis Rikku di kantor, ntar salah ketik ceritanya lg di file laporan buat kantor, terus dibaca bossss. Huahahaha.
    (Trus dihukum dah bikinin cerita buat bos)
  22. Ayuk Bos Shu, kita bikin yang horror agak kocak dikit…
    bos kan senengnya ama mis kun kun…, aku baru bikin jadi selembar ke ke ke…,
    yang belum pernah kayanya yang horror yak ^_^
    but, tetapi…, satu tamat aja yak bos kalo horror mah hi2
    Re: tar ya sis gw segera selesaikan proposalnya dulu, wah kehormatan bisa kolab ama si penulis turbo
  23. *Bro Bokep
    oo, begitu yak, makasih buat masukannya ^_^
  24. pada 28 Januari 2010 pada 13:16 | Balas penggila_dunia_maya
    bos shu.. lama banget keluarin ceritanya???.
    Re: sori sibuk, jadi telat update
  25. keren ni cerita….
    jd penasaran bgaimana ya klu bos shu yang kolab, He…He…
  26. ngga bisa ngomong gw. ini dua penulis habet digabung.
    senangnya bang Chad msh mau berbagi dg kita2 di sini.
    Sis Yo, gw sendiri kemarin2 sdg dirundung sedih. sempet kepikir mau minta tolong sis buat bantu ngelar-in 4 bh eps Alfi yg terbengkalai. cuma gw-nya aja minder. hi hi
    trims buat senior berdua.
    Re; wah turut berdukacita deh, semoga sekarang masalahnya dah terpecahkan
  27. pada 3 Februari 2010 pada 13:41 | Balas Diny Yusvita
    Hei hei, ketinggalan gw sama yg satu ini…
    Sis Yo ‘n Bro Chads yg lama menghilang, gua nongol dia ngilang xixixi
    Cerita ini lama banget yaks sambungannya, selalu gw ikutin ney.
    Plotnya memang engga biasa ya ? cukup membuat pusing, bukti kalo Bro Chad ‘n Sis Yo penulis hebat.
    Re: gini hasilnya sis kalau 2 penulis hebat berkolaborasi, sis diny juga rencana kolab ama sis yo ga? jadi ga ?
  28. *Bro Lintang
    iya nih, aku malah penasaran kalau misalnya Bos Shu, terus Bos Naga, Bos Pb dan Bos Joe ama Pak Wapres , Mba Dian K, Om Harry Pada Kolab…
    Pasti Gempar kali yak…ke ke ke ke
    *sis Din
    Bang Chad emang Top markotop…,
    tapi pas dimintain bantuin angkatin jemuran
    ehhh, ngak mau dia hi hi h hi
    *Dr H
    Oww, Kenapa sedih dan minder…
    biasanya Pak Dr selalu percaya diri.. ^_~
    Re: weleh kolabnya banyak amat sis, itu namanya gangbang hehehe…bisa terwujud ga ya?
  29. pada 28 Maret 2010 pada 18:06 | Balas onani_fans_clubz
    misi bleh gabung….
    Gw aanak baru lahir kmaren…
    Gw dah baca 5 cerita nya tpi yang ini susah menentuin sapa pemeran tunggal nya ….
    Makasih…!!!!
    *_*
    Re: boleh lah, welcome

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar