Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Selasa, 04 Oktober 2011

Desperado D'next

13 April 2009

3 tahun berlalu dan aku masih disini, di tempat ini berdiri, menatap dari kejauhan sementara beberapa yang lain terus melangkah mendekat, berjalan .. tidak berhenti dalam sebuah ketidak pastian, melangkah seiring waktu yang berjalan.

Aku mati, diam sendiri dalam penuh kedustaan, tak bicara juga tak bergerak dalam kepalsuan, tanpa melangkah menjauh, aku masih berdiri disini, dan rasanya lebih baik begini

Kaki ini tak mampu melangkah mendekat, terlalu berat ribuan penyesalan dan segala kesalahan yang kulakukan ini seolah membunuh-ku, tak mampu aku untuk terus berdiri, seolah tegar menghadapi semua ini, aku hanya seorang pengecut yang berdiri tanpa sandaran, tanpa sandaran..

Di depan sebuah Nisan besar itu, mereka berkumpul, aku tahu dengan jelas nama yang tertulis di nisan itu tanpa pernah melihatnya. Seseorang yang begitu kucintai, belahan hati dan segala rasa cinta-ku yang tersisa, karena aku yang membunuh-nya, aku yang membunuh-nya, jelas terngiang dalam kepala-ku selama 3 tahun ini dan selama 3 tahun ini pun kehidupan-ku hancur, aku mati..
Aku tak mengatakan iri pada mereka yang menjalani hidup-nya dengan sempurna, aku juga bukan tak ingin seperti mereka, tapi aku tak bisa mereka tak tahu seberapa berat beban yang harus kupikul, ditambah lagi dosa-ku pada mereka yang telah kusakiti, tanpa mereka sadari aku-lah orang yang berada di belakang semua ini, aku-lah orang yang paling berdosa, bukan sebuah nama yang selalu mereka kutuki selama ini, mereka hanya mengatakan bahwa aku tak berdosa, tanpa menyadari betapa berdosa-nya diri-ku ini pada mereka..


2 jam aku berdiri disini, di bawah pohon rindang ini, diatas sebuah bukit kecil di dataran yang lebih tinggi dan tersembunyi, aku tak mampu bertemu mereka, meski aku tahu ada seseorang yang menyadari aku bersembunyi disini, setiap tahun orang itu hanya diam, meski menghina kebodohan-ku, kepengecutan-ku namun ia menunggu aku berdiri mendekat, melangkah dengan kekuatan-ku sendiri melangkah menuju waktu yang kembali berputar untuk-ku..

Maaf, aku tak mampu
Aku hanya bisa menunggu waktu kembali berputar untuk-ku
Hanya bisa menunggu …


Desperado 2 – D’ Next

Semua cerita dibawah ini hanyalah fiksi belaka
Semua cerita ini mengandung tema-tema seksual
Tidak dianjurkan untuk mereka yang dibawah umur
Created by chads,2009


Plz read the First Desperado
**************************
Chapter 1 : Waktu yang berputar

Hujan begitu besar, aku ingat dengan jelas malam itu pun hujan begitu derasnya, aku masih ingat darah yang mengalir, air mata-ku yang menetes, sebuah pisau yang tergeletak di samping-ku, bayangan itu masih terekam begitu jelas di kepala-ku ini, tak ada yang dapat kukatakan lagi, senyuman terakhirnya itu terus membunuh-ku..

Sebuah senyuman, aghhh entah bagaimana aku menjelaskan senyuman itu, aku membencinya, aku tak ingin melihat senyuman itu senyuman itu begitu membunuhku, namun sisi lain di hati-ku berkata lain, senyuman tulus itu, sebuah senyuman bodoh yang seolah mengatakan, terima kasih untuk segalanya

Ditambah lagi, kata-katanya yang terbata ..
” tenang aja sayang, aku gak pa-pa “

Dan yang terjadi kemudian,tak kan pernah kulupakan,perlahan ia menutup matanya, menutup matanya rapat-rapat, sementara kupeluk tubuhnya, kepeluk erat-erat sementara air mata-ku tak dapat berhenti mengalir..

Dan itu masih terasa begitu jelasnya..

” DRUAGKKKK “
Seseorang membuka paksa pintu kamar-ku,memecah lamunan-ku, pelan aku melirik dalam kegelapan, dengan melihat sosoknya dalam kegelapan saja aku tahu dengan jelas, siapa yang datang, dua orang memasuki kamar-ku yang satu lelaki yang satu wanita..

Aku diam kembali menekuk tubuhku yang tengah berjongkok di dinding kamar-ku..

Aku tahu ia pasti datang, namun aku tak menduga apa yang akan dilakukannya kemudian,.. ia melangkah mendekat dengan terburu-buru, menarik-ku tubuh-ku berdiri dan langsung memukul-ku, tepat di pelipis-ku. Perih memang sementara tubuh-ku langsung terjatuh diatas lantai dingin kamar-ku.. rasanya bibir-ku pecah karena pukulannya itu,

Gadis yang bersama-nya langsung berusaha menarik tubuh pemukul-ku itu, sepertinya ia tak ingin melihat orang itu menghabisi-ku,.

” Masih pengecut-lu ?? Bangga dengan semua kepengecutan-lu HAH !! ” Maki-nya, aku diam tak menjawab, membiarkan tubuhku tergeletak di atas lantai yang dingin, lagi pula aku masih merasa pusing karena pukulannya itu, juga terlalu lemah untuk berdiri..

” Udah, Jack udah.. ” Kata gadis itu, sementara Jack masih saja terus memaki-ku..

Aku diam mengumpulkan tenaga-ku, tak berusaha membalas semua makian-nya, toh memang pantas ia memaki-ku dan memang benar apa yang dikatakannya itu..lagipula bibir-ku terasa kelu, tak ada ludah yang tersisa, hanya sedikit darah yang mentes dari bibir-ku yang pecah,.

” Hebat lu ?? Lu pikir lu hebat ?? cuma bisa berdiri dari jauh, ngeliat dan merasa itu pantas untuk-lu lakuin, dan memang itu yang dipengen sama Jessica ?? Hah ?? Itu yang ada di otak lu ?? ” , ” Jangan bikin gua Ketawa dengan pola pikir lu yang kekanak-kanak-an !! “

” Tai, lu pikir lu lebih tau tentang Jess daripada gue Jack ?? ” kata-ku dalam hati..

Aku mengumpulkan tenaga, sementara berusaha bangkit berdirim kepala-ku terasa pening seketika saat berusaha berdiri tegak, apalagi perut-ku terasa begitu kosong-nya, menambah rasa sakit di kepala dan perut-ku, aku berjalan pelan menuju sofa di pojok kamar-ku, dan menjatuhkan diri-ku disana, sebelum aku kembali manaikan kaki-ku ke atas sofa itu dan menekuk kepala-ku..

Melihat reaksi-ku itu, membuat Jack bertambah marah, ia melangkah mendekat sebelum kembali, sepertinya kepalannya kembali terkepal kuat-kuat, namun kembali dihentikan oleh gadis di sebelahnya..

Agh lihat saja adanya diriku hanya bisa membuat sepasang kekasih ini berkelahi untuk hal yang tak perlu, tak ada yang bisa dibanggakan selain menambah rasa bersalah-ku, mungkin memang tak pantas aku ini hidup.. hanya menambah dosa-ku pada mereka..

” Mungkin mati tuch lebih baik buat lu Lee ! ” Bentak Jack terakhir kalinya, sebelum melangkah keluar, sambil menendang keras-keras pintu kamar-ku, gadis yang datang bersamanya tak langsung melangkah pergi, ia masih menunggu aku mengatakan sepatah kata saja untuk membela diri-ku, menunjukan aku masih memiliki semangat untuk hidup..

Semangat hidup pikir-ku, wajar bagi mereka berdua hingga kehilangan kesabaran seperti sekarang, keduanya terus menyemangati-ku selama tiga tahun ini, namun selangkahpun aku masih tak mampu melangkah, aku sadar betapa kesabaran mereka itu mulai habis, dan ini memang pantas untuk-ku, sangat pantas..aku tak mampu menjawab harapan mereka itu, mungkin ada baiknya juga bila mereka menyerah saja.. lebih baik..

Aku terus mengarang cerita, sebagai upaya-ku untuk lari dari kenyataan, sebuah cerita bagaimana aku terbunuh ditangan Ando, melakukan semua yang dilakukan Jess pada-ku hari ini, tiga tahun yang lalu sayang bukan aku yang terkubur di nisan itu, bukan aku dan aku benci itu..

Aku mengambil sebuah diary dari saku-ku sebelum kemudian memeluk-nya erat-erat,. Gadis itu mendekati-ku, ia menatap-ku dalam-dalam seolah ada kata yang ingin keluar dari mulutnya, namun kata-kata itu tak dapat meluncur keluar..

Ia memilih untuk membalik-kan badan, dan melangkah keluar..

” Jangan lupa makan, biasa ya tinggal dipanasin aja di dapur ya .. ” kata-nya pelan, sebelum kemudian menyalakan lampu kamar-ku dan menutup pintu kamar ini, membiarkan-ku terkurung dalam kamar ini dengan puluhan Foto Jessica di dinding kamar-ku. Aghhh senyuman itu terbayang lagi..

*************************
” Gimana, Jack ?? ” tanya Ryan sambil mengigit kue black forest yang di pesannya..

Aku menggeleng, tak ada yang dapat kukatakan sementara aku masih ingat mata Lee yang seolah tak memiliki gairah, tubuhnya yang begitu kurus dengan bibir kering seolah tak mengentuh air setetes pun beberapa hari ini..

” Dia makan ?? ” tanya Ryan lagi..

” Ngak, makanan yang kemaren lu bawain kemaren masih ada Ry .. basi.. ” kata Ella pacar-ku..

” Tiga tahun Ry, tiga tahun , gue udah gak tahu apa yang bisa gue lakuin buat dia, gak ngerti harus ngelakuin apa lagi buat dia.. “

” Gue tau Jack kita udah berusaha, dan kita cuma bisa nunggu ” jawab Ryan sambil menepuk pundak-ku..

” Iya say, aku yakin gak akan lama lagi.. gak tahu rasanya ada yang beda ama Lee akhir-akhir ini, seolah dia ingin keluar dari kamar itu.. “

Ya mereka memang gak tahu, berapa seringnya Lee keluar dari kamarnya meski cuma ada satu tempat yang dia tuju tiap harinya, hanya Makam Jessica, termasuk hari ini dia berjalan sendirian kesana, namun tetap hanya bersembunyi di balik pohon besar di atas bukit sambil memandang lebih jauh, namun aku tak ingin menceritakan ini pada mereka, menambah beban Ryan dan Ella kalau tahu betapa besarnya rasa bersalah di diri Lee. Betapa beratnya penyesalan yang ada dalam hati sahabat-ku itu, membuat mereka semakin merasa tak ada lagi yang bisa kita lakukan, atau justru aku yang memiliki pikiran itu sendirian..

Tak tahu jelas mengapa, namun aku benci ketika menyadari seberapa pengecutnya sahabat-ku yang bernama Edison Lee itu, seseorang yang begitu pengecut bahkan tak berani melihat apa yang terjadi sebenarnya, hanya bisa membuat sebuah cerita baru yang mengginkan dirinya yang terbunuh, dia tak menyadari betapa berharga dirinya hingga membuat seseorang yang dicintainya rela mengorbankan dirinya, dia hanya seorang pengecut yang kemudian berlari dari kenyataan, menghukum dirinya lebih dari seharusnya dan tidak menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang pantas dilakukannya.. Tolol

Setidaknya dia harus hidup demi orang yang dicintainya, Ya aku tak bisa menyinggung tentang kuliahnya yang tidak selesai-selesai, toh aku juga begitu tapi setidaknya aku punya peluang menyelesaikannya semester ini, sedangkan si Tolol itu bahkan membuang masa depannya dengan cara yang lebih tolol dari yang aku lakukan, setidaknya aku menjalani hidup yang lebih baik darinya, si Tolol itu seolah tak sadar masih memiliki keluarga dan sahabat yang perduli pada dirinya..

Ponsel-ku bordering, sebuah SMS masuk ke ponsel-ku,

” Siapa ?? ” Tanya Ella tak sabar..

” Alice .. ” kata-ku sambil membaca pesan pendek itu..
Alice adalah adik sahabat-ku beda ayah, dia indo sama seperti Ryan memang latar belakang keluarganya yang broken home itu jelas mempengaruhi jalan pikirannya juga, tapi dia hanya berpura-pura tak tahu kalau keluarga barunya itu pun sangat peduli pada dirinya..

Kedua orangtuanya selalu menghubungi-ku untuk menanyakan keadaanya, begitu juga ayah kandung-nya, sesekali mereka datang namun tetap Edison tak pernah mau keluar dari kamarnya.. demikian juga Alice adik tirinya itu, ia selalu menelepon atau mengirim pesan pendek untuk mengetahui keadaan kakak-nya, aku selalu menjawab hal yang sama selama 3 tahun ini, ” tak ada perubahan “

” Kenapa ?? ” Tanya Ryan ..

” Besok dia mau dateng, minta tolong dijemput dibandara jam 3, tapi gue gak bisa nich, gue ada bimbingan besok.. lu bisa Ry ?? ” Tanya-ku sebelum menjawab SMS itu

” Waduh gue ada janji lagi besok, gimana ya ?? Kasian dia kalo musti naik Taksi, Belom tau Jalan kan “

” Makanya itu, gimana enaknya ya.. kasian juga kalo nunggu gue beres Bimbingan.. ” aku mengerinyitkan kening, smabil menyeruput capucinno-ku

” Haloo, disini kan masih ada aku, biar aku yang jemput aja, aku masih inget koq Alice yang mana, BTW RY, lu mau cabut ma si ‘itu’ ya ?? Hahaha ” Ella tertawa menggoda Ryan

Haha aku juga baru ingat dengan teman-ku yang satu ini, sementara yang satu masih merenung tak jelas, sahabat-ku yang satu ini malah sedang kasmaran-kasmarannya.. Agh itu jauh lebih baik daripada terperangkap dalam masa lalu, setidaknya pukulan bahwa orang yang dicintainya memilih orang lain dibanding dirinya saja sudah cukup berat, hebatnya dia bisa bergerak maju dan mulai melupakan cerita lama itu..

” Ya kalo gitu kamu yang jemput ya, beneran tau kan .. ” Tanya-ku memastikan
Ella hanya mengganguk sambil tersenyum..

Aku pun membalas SMS dari Alice sekaligus memberitahunya rencana besok..

Sempat memakan waktu sebelum akhirnya Alice terpaksa setuju untuk di jemput Ella, akutahu pasti tidak nyaman untuknya di jemput oleh orang yang baru dikenalnya, tapi kupikir itu lebih baik dibanding harus membiarkannya tersesat di Jakarta..


Ella
**************************
Aku setengah berlari, sambil melirik waktu di jam tangan-ku, untunglah masih sempat, walau tinggal 10 menitan lagi sampai jadwal kedatangan pesawat Alice, keramik-keramik merah yang tak terhitung banyaknya it uterus kujelajahi sepanjang lorong bandara ini, terminal 3 jam 10.15 kedatangan dari Semarang.. aku melihat papan petunjuk yang digantung di lorong-lorong itu, terminal 2 sekarang berarti masih satu terminal lagi,..

Akhirnya setelah beberapa langkah lagi, aku sampai juga di depan gerbang kedatangan terminal 3, aku menuju satu toko kecil di dekat terminal itu dan membeli sebotol air mineral, dasar aku ini memanga sangat pelupa, padahal Jack sudah menelpon-ku tadi pagi, mengingatkan-ku untuk menjemput adik Edison, yang notabene-nya aku sendiri yang menawarkan diri untuk menjemputnya, tapi malah aku sendiri yang hampir telat menjemputnya,.

Sesaat aku merasakan getaran dari Tas yang kubawa, sepertinya ada panggilan masuk, mungkin Jack yang ingin memastikan aku sudah berada di bandara, tidak sampai lupa seperti kebiasaan buruk-ku, aku membuka tas-ku dan mengambil ponsel-ku di dalamnya, aku melirik dan melihat nomor yang menghubungi-ku..

Tak ada nama yang muncul, hanya deretan angka yang kukenali..

Aku diam sejenak sebelum memutuskan untuk tidak menjawab panggilan itu, aku tak mau terjebak lagi dalam masa lalu-ku, aku tak mau Vina kembali muncul dalam hidup-ku, biarkan semua itu menjadi masa lalu yang telah aku perjuangkan, begitu banyak pengorbanan yang kuberikan untuk hidup-ku saat ini, dan aku tak mau semua itu kembali buyar karena masa lalu-ku..

Kumasukan ponsel-ku kedalam tas lagi, meski ponsel itu terus bergetar beberapa saat, meski ada sedikit rasa bimbang dalam hati-ku, namun kubulatkan tekad untuk tak lagi perduli dengan seseorang yang pernah begitu kucintai di masa lalu, aku meneguk air mineral yang tadi kubeli sebelum nomor yang sama kembali menghubungi-ku untuk ke empat kalinya,.. aku menatap deretan angka itu menunggu panggilan itu berhenti, dan segera kumatikan ponsel-ku semoga dengan cara ini dia mengerti bahwa aku tak ingin dia ada di dalam hidup-ku .. Lagi …

Sebuah pengumuman dari pengeras suara yang memberitahukan bahwa pesawat dari Semarang sudah mendarat membuat-ku bergegas ikut berkerumun, aku berusaha mengingat dengan jelas pertemuan-ku dengan Alice 3 tahun lalu, itu pertemuan pertama-ku juga hanya terjadi beberapa Jam, sementara pikiran kami saat itu pun masih kalut dengan keadaan Kakak-nya yang seolah begitu kosong, dan juga kematian Jessica, aku malah mulai binggung, dengan cara apa aku akan mengenalinya.. apa perlu aku membuat sebuah Papan Nama agar Alice melihatnya dan tahu bahwa aku ini loh , Ella yang datang untuk menjemputnya, ah tapi sepertinya itu juga bukan ide yang baik ..

Tak lama beberapa orang mulai keluar, sementara mungkin teman atau keluarga mereka menjemputnya sambil tertawa-tawa, aku malah masih cemas memperhatikan tiap orang yang lewat,yang pasti Alice itu seorang cewek berusia 18 tahun yang datang sendirian, sambil membawa koper-koper yang besar,. meski mungkin agak lebih mudah untuk mencarinya dengan wujudnya yang sedikit berbeda dengan gadis-gadis lain seusianya, karena tampangnya yang sedikit kebule-bulean itu..

Hingga akhirnya seorang gadis dengan rambut sedikit kepirang-pirangan, kurus tinggi mungkin sedikit lebih tinggi dari-ku dengan matanya yang coklat, mendorong troly yang berisi tiga buah tas besar, dan sebuah Back Pack ukuran sedang di pundaknya,.mata-nya bergerak mencari sebelum berhenti menatap-ku dan tersenyum, ia segera mendorong troly-nya mendekati-ku..Ia tersenyum di depan-ku sebelum kemudian berkata..

” Ci Ella kan ??” Tanya-nya, dengan senyumnya yang lebar..
Aku mengganguk, kesan pertama-ku sama seperti tiga tahun yang lalu , manis , berani , nakal dan murah senyum .. senyumnya itu membuat Alice terlihat lebih cantik lagi..

” Alice kan,.. ” tanya ku sambil menyodorkan tangan-ku menyalaminya,.. ” Cape ya ?? ” Tanya-ku lagi..

Ia tersenyum dan menjabat tangan-ku, ” Lumayan sich, untung gak pake delay-delay-an ” katanya sambil tertawa..

” Oh iya, maap ya ci, jadi ngerepotin ” Katanya, sepertinya agak sungkan
” Yah, jangan gitu donk, jangan gak enak gitu sama cici ya,.. ” Kata-ku sambil mendorong Troly-nya agar tidak menghalangi jalan,..

” Sini-sini ci biar aku aja.. ” Mengambil Troly-nya dan mendorong kesamping, ” Yawda dech, tapi makasih ya Ci dah jemput aku.. ” Alice kembali tersenyum

Aku mengganguk, sambil ikut tersenyum karena melihat tawanya itu,
” Mau langsung jalan ?? ” Tanya-ku

Alice mengganguk sambil menyalakan ponsel-nya yang tadi dimatikan di pesawat.

Aku pun mendorong Troly-nya itu, sebelum kemudian Alice kembali mengambil Troley itu dari-ku dan mendorong Troley-nya sendiri,. Kami sempat kesulitan memasuk-kan Koper-koper besar itu ke bagasi mobil-ku, aku lupa mengeluarkan beberapa sepatu dan baju yang harusnya aku antar ke laundry kemarin, setelah beberapa saat berusaha akhirnya koper-koper itu masuk juga, sempat aku khawatir Alice merasa tak nyaman, namun senyumanya itu menandakan ia tidak terlalu memperdulikan masalah barang bawaannya yang hampir tak muat itu..


Alice
************************
Kutekan sekali-lagi tombol hijau untuk melakukan panggilan di ponsel-ku, tak terdengar suara panggilan sepertinya nomor itu sengaja dimatikan, berulang kali kucoba menghubungi nomor telepon itu, tapi percuma, aku tak tahu lagi harus melakukan apa agar pemilik nomor itu mau mengangkat panggilan-ku itu,..

Kuganti menu panggilan di ponsel-ku menjadi menu SMS, mungkin ada baiknya kutinggalkan pesan untuk-nya, semoga dia mau membaca pesan-ku dan segera menghubungi-ku, atau setidaknya mau menerima telepon-ku nanti.

Aku berfikir keras bagaimana membuat kata-kata yang akan membuatnya percaya, percaya dengan apa yang akan kukatakan nantinya, tapi aku juga tidak yakin benar kata-kata-ku ini akan berguna, namun aku hanya bisa berusaha semampu-ku, semoga dengan apa yang kukatakan akan membuatnya bisa memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini..

Tiba-tiba pintu kamar-ku terbuka, aku melirik melihat sambil bergegas menutup halaman pesan di ponsel-ku, kuselipkan ponsel-ku diantara selimut dan berharap agar orang ini tidak akan menemukan ponsel-ku itu, langkah lelaki besar itu terlihat begitu gontai, dari aroma tubuhnya tercium jelas bau alcohol, jelas orang ini tengah mabuk berat..

Orang itu meloncat keatas tubuh-ku, aku tak bisa menghindarinya meski ia menahan tubuhnya agar tidak membuat tubuh-ku kesakitan namun posisinya itu membuat-ku tak bisa bergerak kemana-mana, kutatap wajah lelaki hitam itu yang begitu jelaknya, bekas-bekas jerawat yang membuat wajahnya bertambah menjijikan, ia mencium-ku tiba-tiba aku tak sempat mengelak, membuat bibirnya itu menciumi wajah-ku sementara tangannya mulai merema-remas dada-ku, perih ia meremasnya dengan begitu kasar..

Lidahnya yang diselipkan ke mulut-ku membuat-ku mau tak mau membalas ciumannya, sementara tangannya terus meremas kasar, aku mengumpulkan kekuatan untuk mendorong lelaki itu..

Dengan lutut-ku kudorong lelaki itu kesamping..

” Gila ya !! ” Aku langsung membentaknya dengan keras..

Lelaki itu tertawa, berdiri dan kembali mendorong-ku hingga kembali berada di atas-ku..

” Vina .. Vina .. Masih bisa sombong ” ia tertawa panjang .. sebelum tiba-tiba menampar-ku..
” Plakkk ” Aku menahan rasa sakit itu, berusaha menahan agar air mata-ku tidak menetes karena rasa perih yang kurasakan ..

” Lu emank cantik !! ” ia mencengkram wajah-ku dengan tangannya dari bawah, sebelum kembali menampar-ku..

Vina

” Seksi !! ” Kali ini dada-ku yang diremasnya kasar, menarik robek baju yang kukenakan sebelum kemudian menampar-nampar kedua payudara-ku..

” Tapi lu murahan ” Ia tertawa sambil setengah duduk di perut-ku..

” Sakit !! ” Aku berusaha mendorongnya, persetan dengan yang dikatakan oleh orang ini, tapi aku tak mau bila dia memperkosa-ku, semua lelaki hanya memikirkan SEKS dan itu yang membuatku begitu membenci mereka..

” MASIH MAU NGELAWAN !! ” lelaki ini kembali menampar-ku lagi, orang ini memang benar-benar bajingan ..

Lelaki itu menarik celana pendek yang kugunakan, aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mencegahnya melakukan itu, lelaki ini begitu kuatnya, selain kasar dan kejam..

Ia menciumi wajah-ku, sebelum kemudian menciumi leher-ku dan pundak-ku, tangannya terus meremas-remas payudara-ku hanya menunggu waktu hingga lelaki ini mulai menciumi payudara-ku, meremas-remasnya sebelum kemudian mulai menyedot-nyedot payudara-ku, ia mengigitinya pelan membuat tubuhku mulai merinding kecil..

Ia memeluk tubuh-ku erat sebelum tangannya merambat turun, meremas bokong-ku sebelum menyentuh vagina-ku, pelan jemarinya mulai mengurai bibir vagina-ku dengan tangan kanan-nya, jemari telunjuknya menyentuh clitoris-ku yang membuat tubuh-ku menggelinjang sesaat, sementara bibirnya menciumi-ku terus mencium dan memainkan clitoris-ku yang membuat-ku kian tak karuan..

Perlahan ia mulai melepas pakaiannya, penisnya yang besar itu telah menegak keras, aku tetap tak percaya dengan ukuran penis itu yang demikian besarnya, meski penis itu telah berulang kali merobek tubuh-ku namun seolah penis itu selalu bertambah besar tiap kalinya..

Aku memejamkan mata-ku sementara bau penis yang menyengat itu mulai mendekat di wajah-ku, ia berdiri di hadapan-ku, sehingga penisnya tepat berada di depan wajah-ku, lelaki itu menarik tangan-ku, membimbingnya kearah penisnya yang begitu kerasnya, perlahan mulai kugerakan penisnya yang sebesar tiga kepalan tangan-ku itu, kukocok perlahan sementara dengan tak sabar ia mulai menginginkan mulut-ku untuk ikut melayaninya..

Kuturuti, aku mulai menjilati penis itu dari bagian bawah penisnya itu hingga ke kepala penisnya, perlahan kutelan penis itu, kuludahi penisnya itu agar kian mudah untuk-ku menyedoti penisnya itu, kujilati penis itu, kehisap kuat-kuat sebelum mulai kukocok-kocok penis itu hingga membuat lelaki itu mulai mendesah, tangannya kini ikut bergerak meremasi payudara-ku..

Aku terus menjilati dan menghisap penisnya selama 15 menit, kukocok cepat-cepat dengan harapan lelaki ini cepat mengeluarkan laharnya dan meninggalkan-ku namun harapan tinggal harapan, ia menarik tubuhku dan menelentang-kan di atas kasur, sementara ia mulai menindih-ku dan mengangkangkan kedua kaki-ku lebar-lebar, sementara penisnya mulai menekan di mulut vagina-ku, aku menutup mata-ku erat-erat sementara penisnya mulai menekan masuk..

Penisnya yang mulai menerobos masuk dalam vagina-ku terasa begitu keras, seolah sebuah tongkat kayu dimasukan dalam tubuh-ku, aku bahkan tak bisa menggerakan perut-ku seolah tertahan oleh sesuatu yang memberikan sebuah rasa sakit yang luar biasa disamping sedikit kenikmatan yang mulai menjalari tubuh-ku.

Perlahan ia kembali mencabut penisnya ketika vagina-ku yang masih kering itu membuatnya begitu kesulitan memasukan penisnya itu dlaam tubuh-ku, ia mencabutnya sebelum kemudian kembali menghujamkannya keras-keras, kembali tertahan sebelum kembali menariknya dan menghujamkannya lebih keras lagi, aku hanya bisa menutup mata, menahan rasa sakit yang teramat sangat itu, sebelum kahirnya penisnya bisa masuk dalam vagina-ku..

Penisnya mulai bergerak keluar masuk, masih perlahan namun sudah menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, terlebih vagina-ku yang belum terlalu basah menambah rasa sakit yang teramat sangat karena dimasuki oleh penis yang luar biasa besarnya milik lelaki itu, aku menjerit menahan rasa sakit sementara ia mencoba merangsang-ku dengan cara menstimulasi clitoris-ku dengan jemari tangan-nya yang digesek-gesekan, percuma aku tidak terlalu menyukai berhubungan dengan laki-laki seperti juga yang lelaki ini tahu kalau aku seorang lesbi, dan itu membuat-ku sulit untuk terangsang..

Mungkin ia juga merasakan rasa perih karena gesekan-gesekan kasar di vagina-ku membuatnya mencabut penisnya dari dalam vagina-ku, ia menunduk meludahi vagina-ku sebelum kemudian kembali menjilati vagina-ku, aku bergidik merasakan lidah kasar besarnya itu kembali menyentuh daerah sensitive-ku, aku menggelinjang-gelinjang merasakan lidahnya itu yang menerobos masuk dalam lubang kemaluan-ku itu, aku meremas-remas sprei ranjang itu, sebelum ia melepaskan lidahnya dari vagina-ku setengah meloncat menodongkan penisnya ke mulut-ku,..

Ia menarik rambut-ku memaksa-ku kembali menjilati penis hitam itu, aku menjilati penis itu perlahan menyelusuri penis itu dengan lidah-ku, perlahan kumasukan penis itu ke dalam mulut-ku, sementara tangan kanan-ku mengocok-ngocok penis itu, kucengkram kuat-kuat dengan harapan semua ini akan berakhir secepatnya, sementara kusedot penis itu sekuat-kuatnya sambil sesekali menjilati kepla penisnya, sesekali kurasakan pemilik penis itu mulai menggelinjang..

Lelaki itu menjambak rambut-ku, menarik-ku hingga kembali terlentang diatas kasur, menggangkat kaki kanan-ku, sementara penisnya kembali digesek-gesekan ke bibir vagina-ku, aku mendesah merasakan penis yang mulai menekan kemaluan-ku itu, sementara tangan lelaki itu menempel di wajah-ku, mencium-ku dan mulai menekan penisnya perlahan, menekan masuk perlahan meninggalkan sedikit rasa sakit namun vagina-ku yang mulai basah membuat penis itu masuk dengan lebih mudah dan yang pasti tak lagi sesakit tadi..

Perlahan ia mulai melepaskan kaki-ku yang tadi ditahannya keatas, sedikit rasa sakit-ku berkurang namun ia kembali menarik kaki-ku hingga melingkar di pinggangnya, sementara ia terus mengocok penisnya keluar masuk dalam vagina-ku, hanya desahan selain erangan kesakitan yang keluar dari mulut-ku… kutatap wajah lelaki ini yang tampak begitu bernafsu, dadanya yang kasar dengan tiga buah luka besar yang membekas, menjijikan melihatnya namun aku tak sempat menatap luka itu lama-lama, tak lagi sebuah tusukan-tusukan dangkal, lelaki ini mulai menusuk-ku dalam-dalam yang pastinya membuat rasa sakit-ku kian bertambah, aku menjerit tak karuan sementara ia malah tertawa melihat ketidak berdayaan-ku..

Semakin aku mendesah keras, semakin cepat juga ia mengerjai-ku, semakin dalam dan semakin kuat tiap tusukan yang dilakukannya, aku hanya bisa berusaha menikmati sesuatu yang tak bisa kunikmati ini, hanya sesekali ketika tangannya terus menstimulasi clitoris-ku, hanya itu selebihnya hanyalah rasa jijik yang kurasakan ketika tubuh-ku disetubuhi oleh batang penisnya itu.

Kian lama kian cepat ia menyetubuhi-ku, sbeelum kemudian berdiri dan mengangkat tubuh-ku, ia menciumku dalam posisi berdiri sementara aku memeluk tubuh-nya erat-erat, sementara ia mengangkatku naik turun, penisnya tetap tertanam di dalam vagina-ku, aku terpaksa membalas ciumannya itu, beberapa menit ia menggenjotku dalam posisi seperti itu, sebelum kemudian menurunkan-ku dan memaksa-ku berlutut dalam posisi doggy-style, aku menjerit keras saat penisnya itu kembali ditekannya masuk, aku mendesah hebat, sementara penis itu masuk lebih dalam lagi dalam posisi itu, lebih dalam dari yang pernah masuk sebelumnya..

Seperti seekor beruang ia mengangkangi-ku sambil menghujamkan penisnya itu keluar masuk dalam vagina-ku, kian lama kian cepat sementara kedua tangannya menarik rambut-ku yang membuatku kian kesakitan, enatah berapa lama telah berlalu yang pasti tubuhku sudah penuh dengan peluh, ia menarik wajah-ku hingga bertemu dengan wajahnya, kembali lidahnya masuk dalam mulut-ku, aku tak kuasa menolaknya, sementara kau sudah demikian lemasnya, penisnya masih begitu perkasa menyetubuhi-ku..

Aku menjerit ketika sebuah tusukan-nya menekan begitu dalamnya..

Tangannya yang tak lagi menarik rambut-ku mulai meremas-remas payudara-ku dengan kasarnya, Gerakannya kian tergesa sementara penisnya kian mengeras didalam vagina-ku, aku merasakan seolah sebuah tongkat kayu, yang bahkan lebih kaku dari dildo yang kumiliki itu bergerak kian cepatnya, aku menutup mata, mencoba menikmati tiap saat penis itu bergerak di dalam vagina-ku..

Bagaimana penis itu mulai menekan masuk dari mulut vagina-ku hingga tertahan di mulut rahim-ku, kembali ditarik keluar sebelum kembali ditekannya masuk, dan ketika aku merasakan penis itu mulai mengeluarkan cairan, aku tersadar berusaha untuk melepaskan diri..

” Lepas … Lepas … ” aku berusaha meronta, namun lelaki itu hanya tertawa dan malah menggenjot-ku lebih bertenaga lagi.. ia menahan tubuh-ku yang mulai terjatuh ke atas ranjang, tangan-ku tak lagi mampu menopang tubuhku dalam posisi tadi, aku menjatuhkan pinggang-ku juga, dnegan harapan penisnya akan terlepas, namun lelaki ini begitu sigapnya dan mengikuti gerakan-ku, bahkan ia menyetubuhi-ku dalam posisi demikian, penisnya masih saja keluar masuk begitu cepatnya,..

Aku masih belum putus asa, namun lelaki ini juga tka mudah ditaklukan..

Sementara ia mulai melolong keras, aku semakin panic namun tangannya malah mencengkram tubuhku lebih erat lagi dari sebelumnya, dan melelehlah sperma itu dalam vagina-ku, aku merasakan bagimana sperma hangat itu menyemprot dalam vagina-ku, dan penis itu yang mulai lembek, masih tertanam dalam tubuh-ku, aku menarik nafas panjang, meneteskan air mata dalam kebencian pada lelaki ini..

Lelaki itu tertawa melihat keadaan-ku yang telah hancur, ia mencabut penisnya, dan kurasakan spermanya mulai meleleh keluar, aku tahu apa yang akan datang kemudian, penisnya yang mulai layu itu diacungkan ke depan mulut-ku, masih begitu besarnya meski mulai layu, aku menolak untuk menjilati penis itu, namun kembali sebuah tamparan menaklukan keberanian-ku..

Kujilati penis itu hingga bersih, mulai dari batang penisnya hingga ke buah zakarnya,.

Sebelum kemudian lelaki itu melangkah keluar dengan gontai, meninggalkan-ku dengan kondisi yang tak karuan, tergeletak dengan ceceran sperma yang meleleh dari vagina-ku, pakaian yang sobek dan ranjang yang sudah tak karuan..

Harus ada sesuatu yang kulakukan, aku tak sanggup hidup seperti ini terus..

===
” Halo .. Udah koq .. Ini di lagi dijalan,.. Hmm udah mau nyampe kayaknya.. iya .. Thanx-ya ” Kata-ku
” Ci .. Ko Jacksen ” Kata-ku sambil memberikan ponsel-ku pada Ci Ella yang sedang menyetir mobil, aku memperhatikan jalan dengan seksama, berusaha menghapal jalan-jalan yang kami lewati agar aku tak merepotkan mereka lagi nanti .. “

Diluar dugaan-ku, Ci Ella ternyata orangnya baik banget,.. Rasanya ini pertemuan kedua kami, tapi dalam setengah jam perjalanan kami, aku sudah merasa begitu akrab dengannya..

” Iya, HP aku batrenya abis say,.. Gak koq gak lupa lah, hampir aja tadi.. hahahaha .. Yawda nanti kalo udah beres telepon lagi aja ya, aku lagi dijalan nich soalnya agak macet .. ” Kata Ci Ella sambil menutup telepon itu..

Kayaknya beruntung banget dech Ko Jacksen bisa dapetin pacar sebaik dan secantik Ci Ella ini, orangnya lembut, baik dan juga jail, kayaknya karena kita sama-sama jail itu yang bikin kita jadi cepat akrab dech..

” Kamu kenapa gak ikut Papa – Mama aja ?? Bukannya lebih bagus kuliah di luar ?? “

” Kyllä, enemmän comfortable tässä , disini lebih enak .. ” Kata-ku bercampur dengan bahasa yang biasa aku gunakan dirumah, bahasa Finnish

” Ya, aku juga khawatir ma koko, Mama Papa juga gitu, kan Mama ma Papa musti pulang ke Finlandia jadi ya biar aku disini aja nemenin Koko, juga bantuin Cici kan yang selama ini dah nemenin dia, Ko Jacksen juga sama Ko Ryan.. “

” Kamu jangan ngomong gitu, kita semua juga udah nganggep Edison kayak keluarga sendiri, jadi kita juga ngak ngerasa dia seperti beban gitu, makanya kamu jangan ngerasa sungkan lagi sama cici ya .. ” Kata ci Ella,

Aku mengganguk, dalam benak-ku terfikir betapa bodohnya koko-ku itu yang nyia-nyiain temen-teman sebaik mereka, kayaknya dia sama sekali gak peduli dengan usaha mereka selama ini,.. aku memang memikirkan satu cara untuk membuat koko-ku itu bisa kembali seperti dulu lagi, meski aku tidak tahu itu bisa berhasil atau tidak, tapi setidaknya aku harus mencoba ..

Mobil kami berbelok ke kanan setelah pintu masuk pertama komplek Town House itu, perlahan aku membuka pintu mobil-itu, di depannya masih ada Honda Civic Perak Ko Edison, tapi sepertinya begitu kotor, seperti sudah beberapa lama tidak dipakai dan tidak dibersihkan, juga Ducati 848 merahnya, dibiarkan di pinggiran car port begitu saja, tapi kondisinya lebih baik, sepertinya masih agak terawat, terlihat dari jok-nya yang tidak berdebu..

Perlahan aku mengikuti Ci Ella yang memasuki rumah itu, Koper-ku masih ditinggalnya di mobil, pelan aku menapaki pintu masuk rumah itu, ruang tamunya cukup bersih, pasti Ci Ella yang bersusah payah membersihkan rumah ini sesekali, gak mungkin Ko Edison yang keluar mengambil sapu dan membersihkan rumah ini kan,..

Ci Ella berhenti di depan sebuah pintu kamar,.. aku tahu itu kamar Ko Edison, aku ingin masuk namun ada sesuatu yang mengganjal seperti perasaan takut, aku menarik nafas panjang sebelum kemudian memberanikan diri untuk membuka pintu itu
****************

24 Tanggapan

  1. asik nih yang pertama kasih koment
    kira kira 1 jam yang lalu belum nongol sih.
    tapi emang mr chad mantap abissssss
    keren…….keren…………….
    ana bisaistirahat nih, kecapeen abis ngerkap hasil pemilu.
    amburadul semua
    Re: weleh ternyata ada orang kpu disini hahaha…welcome2 aja sih, orang fpi juga welcome kok disini asal jangan bawa2 sampah bernama uu ite & pornografi & lagak sok moralis itu. republik mupeng terbuka unk semua kok.
  2. pada 13 April 2009 pada 20:08 | Balas Solokids,,,
    Ni crita bkal susah dtebak!!
    Great job brow,
  3. Wah akhirnya boss chad mengeluarkan single album baru ya tapi kok bukan serial jenifer ? Mana nih jenifer kalo mentok di cerita ngeseknya minta bantuan ama tetua dunia persilatan eh dunia mupenger sperti suhu shusaku, suhu yohana, suhu diankanon dll biar mantap
    Re: gw juga ga sabar nunggu kelanjutannya jennifer nih
  4. Good ceritanya dipaparkan dengan sangat rapih.
    Ditunggu edisi berikutnya yang banyak adegan2nya.
    Good job bro!
  5. waduh gue malah takud nich cerita amburadul, takud pada gak ngerti maksud ceritanya soalnya berubah-rubah sudut pandang..
    mudah2an aja pada ngerti ya,..
    BTW gue ngerasa banyak yang kurang dari cerita ini, jadi tolong masukannya ya, kayaknya ada yang kurang banget dari nich cerita.. kalo ada yang tau, tolong kasih tau ya..
    thanx
    soal Jennifer episode terakhir, udah beres koq, entar juga muncul hehehe
  6. bro chad, glory days nya dilanjutin dunk…
  7. Mungkin tidak membantu banyak, tetapi sepertinya edisi desperado yang lalu sudah terlalu lama dipublikasikan sehingga cukup lupa juga jalan ceritanya.
    Bagaimana kalau seandainya sebelum cerita dimulai diberi ringkasan singkat mengenai desperado first?
    Memang sedikit bingung membacanya terutama untuk mengimajinasikan tokoh “aku” pada saat di ceritakan.
    Mungkin membantu apabila tokoh aku itu hanya satu dan yang lainnya kamu sebut dengan nama mereka?
    Yang pasti kurang banyak adegan seksnya hahaha :)
    Oh ya bagaimana kalau diberi foto hanya sebelum adegan seks? Pada saat aku membaca dan kelihatan ada foto, aku langsung berasumsi bahwa setelah ini akan ada adegan seks cewe tersebut tetapi ternyata tidak ada.
    Tetapi overallnya seperti yang sudah aku posting, ceritanya rapih dan menarik, hanya perbandingan antara seks dan ceritanya masih terlalu jauh.
    Saya hanya memberi masukan seperti yang saya alami, tidak ada niat mencela, semoga berguna :)
    Terima kasih
    Re: cerita2 pak wapres emang kental unsur dramanya,tapi ya itu keunikannya, disamping adegan2 sexnya yang juga ok punya, good job
  8. Oh ya bro Chad, glory days 3 masih bakal keluar gak?
    Re: iya nih dah lama serial ini terbengkalai
  9. kisahnya gak nyambung ama pendahulunya
  10. dari desperado series kan
  11. yang mati kan mestinya eason alias edison bukan jessica
    Re: wah keliatan sis susan ini pembaca setia cerita2 disini
  12. pada 14 April 2009 pada 19:57 | Balas Fuck Kaizer
    Wah nanggung boz! Di tunggu lanjutanya! Jgn lama2 ya boz! Thanxs & bos shu, pendekar naga perayu ga ada lanjutannya ne?
  13. bingung….adegannya kurang hot…
  14. @ minami
    thanx banget masukannya boss..
    kayaknya emank mending gt, fotonya ditaruh diatas adegan aja, tadinya foto ada buat bantu ngasih tau sudut pandang siapa hehehe,,
    cerita ini sebenernya udah beres ditulis jadi tiap minggu bakal dirilis tiap chapternya..
    jadi ya masih keburu buat diperbaikin, hehe
    @ susan,..
    nah yang gini ini, makanya gue takut pada gak ngerti jalan ceritanya,.. benernya yang mati juga bukan jessica ntar, mudah2an selanjutnya lebih gampang dicerna hehe
    Re: wei pak wapres kok cerita ini cuma u post di ds aja? di tempat u sendiri telurrebus aja ga ada? kenapa nih?
  15. cerita yg menarik, saling berkaitan ama yg dulu yah, saran si ini ceritakan ada beberapa sudut pandang, dari yg aku baca klo ga salah yaitu sudut pandangnya jack, ryan, ella dan alice nah coba pas peralihan antar sudut pandang itu dikasi batas yg jelas, klo cuman garis” pendek kyknya bagi pembaca yg demennya yg simpel, malah jd ga nyambung hehe
  16. ah ya 1 lagi, td diatas katanya foto sebagai pembatas, klo foto aku rasa kurang bisa dijadiin acuan, mending kalimat pertama pas pergantian sudut pandang di bold kan saja dan kasi jarak 1-2 spasi dengan paragraf diatas, jadi keliatan pergantiannya ^^. cuma saran hehehe
  17. bro chad, glory days sama jennifernya lanjutin dunk…
  18. pada 15 April 2009 pada 16:42 | Balas joe_anchoexs
    Harus baca ulang nih. Udah lupa semua. Bro ijin copas yaa….
    cuman buat bacanya biar enak.
  19. bang banyakin cerita hentai ma jepangnya dunk…ato zaman samurai ma anime-anime jepang gitu, kan bagus end cakep-cakep ceweknya….
  20. astaganaga….. 4 jam lebih dikit baca cerita bro chads, dari desperado pertama sampe yang ini..mata merah n pala pusink @_@
    saran nih, coba bikin cerita yang kaya gini cuma adegan sensornya di ilangin atau di kurangin, trus kirim ke penerbit aja bro Chad, ntar siapa tau aja tembus ke pasaran bukunya…hehehe
    Kalo ada saran, pasti ada kritik juga nih, ehmmm apa ya, sudut pandangnya rada bikin bingung, tapi kalo pembacanya ber imajinasi tinggi pasti bisa lah ngertiin. trus penulisan nama karakter di desperado 2 yang pas Ella itu ada yang salah. kalo ga salah si lagi baca baca Ella tiba tiba ada nama Karen/Jess di situ. jadi bingung, eh abis baca kelanjutannya, ternyata salah ketik (bener ga bro chad?). ehem kayanya itu aja deh kritiknya..
    for story :
    Dramanya oke!
    Adegannya oke!
    Ekspressi saat membaca oke!
    Emosinya oke!
    yang nulis oke!
    Imajinasinya oke!
    kasih 6 jempol deh,, pinjem jempol 4 lagi donk…ga cukup neh jempol gw cuma 2 :P
    Re: wah kalau kirim ke penerbit walaupun lolos takutnya bakal jadi kontrovesi tuh, terutama para munafikers sok moralis itu pasti bakal kebakaran jenggot, padahal kalau di luar negeri kita2 disini bisa cari uang dari nulis cerita ginian
  21. pada 16 April 2009 pada 11:15 | Balas Hello K!tty
    WAhhh, keren Bos Chad
    kayanya cerita kali ini lebih berat ke sisi emosionalnya kali ya ??,
    sudut -sudut emosi karakternya tergambar dengan jelas sekali…,Antara Putus Asa, MArah, terus , sedih, ngak berdaya, & rasa rapuh……tanpa tempat untuk bersandar….
    Re: wah bu mensexneg terkesan cerita pak wapres nih hehehe
  22. aduh bener tuh bos shu….di luar cerita ginian gw denger2 ada awardsnya lho…..ada yang beberapa di buat film…kaya glory days aja dari komix dewasa di buat film…….sorry nih bos shu gw ganti e mail..soalnya yang lama ada yang nge hack
    Re: iyalah orang film2 bokep xxx aja ada awardsnya kok. kok bisa dihack tuh emailnya?
  23. comment ke sini pake henz aja kale ya bos….
    di hack sama orang aneh…mungkin gw log in di warnet…
    yah biasalah kerjaan orang iseng….MSN gw aja di hack….tiap kali log in di timpa2 trus langsung kirim link bokep ke temen2 gw @_@
    Re: dulu email yahoo gw juga pernah ilang gitu aja kayanya dihack sih, emang rada was2 buka mail di warnet, salah2 malah jadi korban
  24. Bos Shu, blogrollnya kok ilang –”
    Blh minta linknya ke webpagenya chad nda? thx
    Re: thx laporannya, kadang wordpressnya ngadat, skrg dah ada lagi tuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar