Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 09 September 2011

The Hospital 10: The Doctor – No More Love, Just Lust

Suster Mia
“Yaaa, hallo, saya sudah mendapatkan subjek yang sesuai dengan permintaan anda, cantik, mulus, dan berkulit putih…, silahkan anda datang besok malam..” Ada sebuah senyuman tipis yang menghiasi wajah dokter itu.
“Dadang…., Basrii….” Dr Andre memanggil pengawalnya,
“Yaarrrhh Docthoorrrdd….” suara kedua orang itu serak, tubuh mereka berotot, tinggi besar. Wajah mereka tampak rusak berat, hancur tak berbentuk wajah manusia lagi, kedua mata mereka membeliak melotot, wajah dan bibir mereka penuh dengan bekas luka jahitan yang mengering disana-sini, kulit tubuh mereka kasar dan sedikit mengelupas.

“Besok, siapkan segala sesuatunya dengan baik, kita akan kedatangan klien penting “
“Bhaik…, Docthhoorrddddhh….” kedua manusia aneh itu saling berpandangan kemudian mengangguk dengan patuh kepada Tuan penolong mereka, Dr Andre.
Pagi-pagi Dr Andre sudah siap siaga mengintai seorang suster muda cantik berdarah Indo Jepang, Suster Mia.
“Selamat pagi Dok…” Suster Mia menyapa Dr Andre ketika ia berpapasan dengan dokter yang sudah senior di rumah sakit itu.
“Selamat pagii….” Dr Andre tersenyum ramah
Suster Mia tidak menyadari kalau Dr Andre terus menatap tubuhnya dari belakang. Baru dua hari Suster Mia diterima kerja di rumah sakit itu. Tubuhnya seksi, putih mulus, wajahnya cantik,

“Brukkk…! WHADUHHHHHH…..!! ” kening Dokter Andre menempel di pintu kemudian terhunyung ke belakang sambil memegangi kepalanya.
“Ehhh, Kenapa Dokkk ?? ” Pak Amir tergopoh-gopoh menghampiri Dr. Andre.
“Pakkk,, Amin kenapa pintu ini tertutup…., kan saya sudah bilang, sebelum saya datang sudah harus dibuka….,” Dr Andre menegur Pak Amin.
“Eeenggg, tapi Dokkkk, ruangan dokter kan sudah pindah ke lantai 2″ Pak Amin menggaruk-garuk kepala sambil menatap Dr Andre dengan tatapan matanya yang kebingungan.
“OHHHH…. Iya…, Ehmm, saya lupa….”
(Red: Makanya Dok, matanya dijaga, jangan terus ngeliatin Goyangan Pinggul Suster Mia yang Yahud dong, )
Seorang suster tampak sibuk, berkali-kali dirnya menghela nafas panjang, Dr Andre membebaninya dengan setumpukan kerjaan, wah bisa pulang malam nih, lembur.
“Kringgg… Kringgggg…..”
Suster Mia mengangkat telepon dimejanya,
“Suster Mia, saya minta tolong lagi….” wajah Suster Mia yang cantik tampak bete, bibirnya yang sensual agak runcing, manyun.
“KRING… KRINGGGGG KRINGGGGG KRINGGGG”
“SUSTER MIA MENGAPA TELEPON -NYA TIDAK DIANGKAT !!! “

“Ahhhhh…..!! ” Suster Mia tersentak kaget,
Rupanya ia mengalami mimpi yang mengerikan, nafasnya terengah-engah, kemudian memandang sekeliling, teman-temannya sesama suster sudah pulang terlebih dahulu. Suster Mia meraih secarik kertas yang menempel di jidatnya, entah siapa yang jahil menempelkan kertas kecil itu.
“Mia, kalo dah malem suasana rumah sakit agak ngeri lohhh!!,”
“Glekkkk….”Suster Mia menelan ludah, entah kenapa tiba-tiba tengkuknya merinding.
Setelah berganti pakaian ia buru-buru melarikan diri dan menuju tempat parkir di basement, sepasang mata terus mengawasinya. Suster Mia keheranan entah kenapa pintu mobil nya mendadak susah dibuka. Ia tidak menyadari ketika seseorang mendekatinya dari belakang dan “Hemmmm…. Mmmmmfffffhhhh”
Orang itu membekap hidungnya dengan sebuah sapu tangan, ia  meronta-ronta, berusaha melepaskan diri, namun matanya berkunang-kunang, tubuhnya terkulai lemas dan diseret memasuki sebuah mobil CRV. Mata orang itu merayapi tubuh Suster Mia yang terlentang tanpa daya di bangku paling belakang. Dr Andre tersenyum sambil menutupi tubuh Suster Mia dengan kain selimut berwarna coklat tua. Mobil CRV itu langsung bergegas meninggalkan basement rumah sakit itu,
“Emmmhhhh.., Ahhhhh, ” Suster Mia terkejut ketika mendapati dirinya terkurung didalam sebuah tabung kaca besar, “Dukkk.. Dukkkk… Dukkk” Suster Mia berjuang memecahkan tabung kaca yang super kuat tempatnya dikurung itu.

Pintu ruangan terbuka lebar, Suster Mia mundur ketakutan ketika dua sosok manusia berotot mendekati tabung kaca yang mengurung dirinya,
“AHHHHH….!! ” Suster Mia menjerit ketika menatap wajah kedua laki-laki itu yang berantakan, mirip wajah zombie yang sudah hancur, Suster Mia bengong menatap punggung kedua orang itu yang menjauh dan berdiri di sudut ruangan.
Ada secerah harapan di wajahnya ketika orang ketiga dan keempat muncul dari balik pintu. Suster Mia menatap seorang nenek tua, entah siapa dia, tapi yang penting Suster Mia mengenali orang di sebelah nenek tua itu
“Dr Andreeee….!! Tolonggggg Dokkk…..!! ” Suster Mia berteriak-teriak dari dalam tabung kaca besar yang mengurungnya sambil berulang kali memukul-mukul dinding tabung kaca yang mengurung dirinya.
Hilang sudah harapannya ketika menatap wajah Dokter Andre yang dingin tanpa ekspresi, sementara si nenek itu tersenyum sambil menyusul masuk ke dalam tabung kaca besar tepat di sebelah tabung kaca berisi Suster Mia.
“Haaa….,,,!! “
“Arrrrhhhhh….!!.”
Terdengar jeritan dari Suster Mia dan si nenek tua. Suara mesin X-5 terdengar melengking-lengking vaginaakkan telinga, Dr Andre tersenyum menatap dua sinar berwarna hijau muda dan sinar berwarna biru tua mulai melayang-layang, berpindah ke tabung lawannya.

“Arrrhhhh,,, Panasssss…, Panassss….,,, keluarkan aku Andreee!! Keluarkan !! ARhhhhhh….!! ” Tiba-tiba si nenek tua berteriak kepanasan kulit tubuhnya mulai melepuh,
“Ehhh…!!  Lohhhh….” Dr Andre kebingungan, ternyata semuanya terjadi di luar dugaan, kedua sinar yang berbeda warna itu malah kembali masuk ke dalam tabung yang berisikan tubuh si nenek kemudian lenyap seperti diserap oleh sesuatu. Dr Andre memandang ngeri pada tubuh si nenek yang melepuh kemudian membara seperti kertas yang terbakar,
Sementara Suster Mia hanya berdiri dengan pandangan mata yang kosong, kemudian mendesah-desah seperti sedang terangsang “Ahhhh Ahhhh…..” ia terkulai lemas kemudian meremas-remas buah dadanya sendiri,
“Hemmm…?? ” Dr Andre menatap tajam pada sebuah batu yang bercahaya biru terang,
Dadang dan Basri yang setia berdiri di depan tuan mereka melindungi Dr. Andre
“Mundhurr Docthoorrdd….” Basri maju untuk mengambil batu bercahaya biru terang yang berkilauan.
“Ehhhh…. Kalau tidak salah ….”

Dr Andre mengingat-ngingat kalau ia pernah mengambil sebuah batu aneh dari sisa-sisa tubuh pengemis tua yang mati dengan cara yang mengenaskan (Hospital Eps : 7), berdasarkan hasil experiment sementara komposisi batu itu mirip dengan serum berwarna biru keperakan yang ia ciptakan dan memang beberapa waktu yang lalu ia sempat kehilangan baru aneh yang terkadang bersinar redup berwarna biru muda. Mungkin batu aneh itu terjatuh ke dalam tabung kaca mesin X-5, pada saat ia mengadakan beberapa modifikasi untuk menyempurnakan mesih X-5. Sinar biru batu itu yang tadinya redup kini semakin terang berkilauan. Otak Dr Andre berputar dengan cepat, ia berniat untuk mengadakan eksperimen lebih lanjut
“Dadang, Basri…., besok segera cari beberapa orang objek percobaan, nggak usah yang cantik dulu!!” Dr Andre memberi perintah sambil berlalu ke kamarnya
Dadang dan Basri mengangguk kemudian mengikuti langkah Dr Andre, dengan setia mereka berjaga di luar kamar Dr Andre. Dr Andre tidak dapat tidur , pikirannya selalu tertuju pada Suster Mia. Pintu kamar itu terbuka sedikit
“Basri…., bawa Suster Mia kemari…”
Beberapa saat kemudian setelah menurunkan tubuh Suster Mia dari bahunya, Basri mengetuk pintu kamar Dr Andre, “Tokk Tokkk.. Tokkkk…” Pintu kamar itu kembali terbuka, Dr Andre tersenyum menatap Suster Mia, nafas suster cantik itu terengah-engah, ketika sang dokter menarik tubuh mulusnya ke dalam kamarnya. Suster Mia tidak mengerti mengapa dirinya terangsang dengan hebat, sementara batu aneh di dalam kamar semakin sering bersinar redup terkadang bersinar dengan kuat.

Dr Andre menekan bahu Suster Mia agar bersujud, dengan cepat tangan Suster Mia melepaskan sabuknya, kemudian tangannya menarik turun resleting celana sang dokter yang dilanjutkan dengan menarik celana dalam Dr Andre hingga kini batang kemaluannya menggantung dengan bebas. Tangan Suster Mia mendorong batang kemaluan Dr Andre ke atas kemudian mulut suster cantik itu melumat – lumat biji kemaluan Dr Andre. Lidah Suster Mia begitu taktis mengulas-ngulas biji pelir Dr Andre kemudian menjilati batang kemaluan sang dokter. Suster Mia menatap kepala penis Dr Andre kemudian mencaplok kepala kemaluannya lalu menghisap-hisap kepala kemaluan sang dokter, tangan Suster Mia bergerak mengocok batang penis itu.
“Mmmmhhh… Mmmmm Mmmmmmmm,,,” Suster Mia tampak asik melumat-lumat dan memainkan kemaluan Dr Andre, dikulum, dijilat, diciumi.
Jantung Dr Andre terasa copot berkali-kali ketika Suster Mia menggeluti kemaluannya dengan liar. Tangannya menekan-nekan belakang kepala Suster Mia, ketika suster cantik itu kembali mengulum-ngulum kepala penisnya. Suster Mia tidak menolak ketika kepala kemaluan Dr Andre menyodok kerongkongannya dalam-dalam. Dr Andre menarik Suster Mia berdiri, sang dokter menatap wajah Suster Mia yang cantik, benar-benar kontras ketika menyaksikan seorang suster muda yang cantik jelita sedang berpelukan dengan seorang dokter yang sudah tua beruban. Kemudian mulut Dr Andre melumat bibir Suster Mia yang merekah, dihisapnya air liur Suster Mia yang terasa manis, Dr Andre tampak rakus mengenyot-ngenyot mulut Suster Mia, lidahnya terjulur masuk dan mencari-cari lidah Suster Mia. Lidah Suster Mia menyambut kedatangan lidah Dr Andre.

“Ehhhmmm, Mmmm.. Ckkk Mmmmm Ckkk Ckkk” Mulut Suster Mia dan Dr Andre berdecakan, saling melumat, mengulum dan memangut-mangut dengan mesra. Suster Mia merentangkan kedua tangannya keatas ketika tangan Dr Andre menarik baju kaos ketat itu sampai terlepas melalui kedua lengan Suster Mia.
Sang Dokter membalikkan tubuh Suster Mia, dikecupnya bahu Suster Mia dengan lembut, kecupannya menjalar mendekati leher Suster Mia. Suster Mia mendesah resah ketika Dr Andre menggeluti batang lehernya, mengecup, menjilati dan menghisapi. Setelah menggigit kecil leher Suster Mia, tangan Dr Andre melepaskan pengait bra gadis itu dan melepaskannya,
“Ahhhhh… Dr Andreeee……” Suster Mia mendesah resah kemudian membusungkan kedua payudaranya ke depan ketika tangan Dr Andre merayap dan mengelus payudaranya.
“Hemmmhh, kenyal sekali…., halus dan padat…” tanpa sadar Dr Andre berguman ketika kedua tangannya menggenggam induk payudara Suster Mia dan meremas bongkahan induk payudara Suster Mia.yang menggumpal padat.
Sambil menolehkan kepalanya ke kiri, Suster Mia menyandarkan kepalanya ke belakang, kini sambil meremas-remas payudara Suster Mia, Dr Andre melumati bibirnya yang terus mendesah-desah. Sedikit demi sedikit tubuh Suster Mia terdorong ke arah ranjang di kamar Dr Andre

“Blukk…..!! ” Dr Andre mendorong punggung Suster Mia, pada saat yang hampir bersamaan ia menerkam tubuh gadis itu dari belakang.
Dr Andre berubah menjadi liar, digusurnya tubuh Suster Mia ke tengah ranjang kemudian dikecupinya tengkuknya dan terus merambat turun ke punggung, pinggang dan…..
“Sretttt…..” ditariknya resleting rok mini yang masih menyangkut, Dr Andre melucuti rok dan celana dalam putih yang dikenakan suster Mia kemudian membalikkan tubuh telanjangnya.
,
“Ahhh… suster Mia…..” lenguh Dr Andre sambil menerkam tubuh Suster Mia
“Dokter Awwww…, Aduhhh Dokkkkkk…..”
Dr Andre dan Suster Mia saling berpelukan, mulut mereka berpangutan dengan liar  ”Emmmhhh,,, emmm,, Ckkk Ckkkk… Hemmmmhhh”
Ciuman Dr Andre merambat ke arah dada, Suster Mia menjerit-jerit histeris seperti seorang sex maniak,
“Ahhh, hisap Dokkkk,,,,,”
“Ouuhhh… Ahhhh… Awwwww…..!! “
Dr Andre semakin bernafsu menciumi buntalan buah dada Suster Mia, kemudian mengenyot-ngenyot kedua puncak payudara gadis itu ketika mendengar teriakan-teriakan histeris Suster Mia yang menggairahkan.
“Ahhhh….. Dokterr…..” Suster Mia merenggangkan kedua kakinya melebar ketika merasakan ciuman-ciuman Dr Andre semakin merambat turun kearah perut, pinggul kemudian…..mengendus-ngendus wilayah intimnya.

Wajah Suster Mia cantik dan manis sedangkan bagian bawahnya, harum dan asin, lidah Dr Andre berkali-kali menjilat cairan asin yang semakin banyak meleleh dari belahan vagina suster cantik itu, mulutnya berdecakan mengecap cairan kewanitaan Suster Mia yang asin. Suster Mia tersentak ketika Dr Andre membuka belahan vaginanya.
“Ahhh, yeahhh.., Ouuhhhh,, enak…!! Enakkk Dok… Awww….”
Suster Mia menggelepar-gelepar ketika mulut Dr Andre mengecupi isi vaginanya yang banjir oleh cairan  nafsu yang terus meleleh.
“Ouugghhhh…!! Arrrhhhh….” Suster Mia mengerang keras ketika merasakan lidah Dr Andre menekan-nekan dan mulai memijit-mijit klitorisnya..
“Aaaaaa…. Uhhhhh……” Suster Mia terperanjat, tubuhnya mengejang ketika Dr Andre mengenyot-ngenyot isi vaginanya dan mengemuti klitorisnya yang semakin indah..
Tangan Dr Andre mulai membimbing kepala kemaluannya mendekati belahan vagina Suster Mia yang sudah basah, digesek-gesekkannya kepala penisnya pada belahan vagina Suster Mia kemudian ia mulai berkutat berusaha melakukan penetrasi.
“AHHHHHHHHHHHHHH……., !! ” Suster Mia menggeliat -geliat ketika merasakan kepala kemaluan Dr Andre merobek-robek kegadisannya
Dr Andre tersenyum, rasanya enak banget ketika kepala kemaluannya merobek -robek selaput perawan Suster Mia, Dr Andre mencekal pergelangan kaki Suster Mia kemudian didorongnya kaki Suster Mia sampai tertekuk mengangkang hampir menyentuh payudaranya.

Dengan satu sentakan yang kuat Dr Andre membenamkan batang kemaluannya, Suster Mia membelakkan matanya, mulutnya terbentuk seperti akan mengucapkan kata “A”
“Auhhhh…, Ahhhh, Ahhhhh,,,Aww…” setelah digenjot-genjot, barulah kata berawalan “A” itu mulai terdengar meluncur dengan bebas dari mulut Suster Mia. Tubuhnya terguncang-guncang seirama dengan sodokan-sodokan batang kemaluan Dr Andre yang gencar bergerak keluar masuk menyodoki belahan vaginanya.
“UNNNHHHH,,, EMMMH…,, Ahhhhhh,, Crrr Crrrrr…….”Suster Mia melenguh kemudian tubuhnya terkulai lemas dibawah genjotan-genjotan Dr Andre yang masih asik menyodok-nyodok vaginanya.
“Cllleeppp… Clepppp… Pleppppp… Plleppppph….” suara vagina Suster Mia yang sedang digenjot-genjot oleh batang kemaluan Dr Andre, Suster Mia melenguh kecil, terkadang vaginaik-mekik liar, terkadang merengek-rengek menggemaskan.
Gerakan Dr Andre berhenti, “Ploppp….” Dokter tua itu mencabut batang kemaluannya kemudian membalikkan tubuh Suster Mia, ditariknya pinggul Suster Mia agar suster cantik itu sedikit menungging.
“Ahhhhh…, Dokkkk…” Suster Mia menolehkan kepalanya ke belakang ketika merasakan sodokan kuat di lubang duburnya, ia malah membantu dengan menarik buah pantatnya ke kiri dan ke kanan.
“BAgus.., Suster Mia,, …” Dr Andre senang ketika Suster Mia menyambut baik keinginannya yang ingin menjajal kenikmatan lubang anus suster cantik itu.

“AWWWW… Aduhhhh…!! OWWWWWW……!! ” Nafas Suster Mia berdengusan seperti orang sedang merenggang nyawa ketika merasakan kesuksesan Dr Andre menyodomi lubang duburnya.
Sang dokter tersenyum sambil membenamkan kemaluannya lebih dalam menyodok lubang anus Suster Mia sampai ia mengerang pelan, tubuh suster cantik itu terdorong-dorong ke depan.
“Plokkkkk,, Plokkkkkk, Plokkkkkk.” suara-suara khas benturan selangkangan dan buah pantat terdengar semakin sering dan keras.
“Ahhhh… Dokterrr,, Ahhhhh” Suster Mia menghempas-hempaskan pinggulnya ke belakang menyambut sodokan-sodokan kuat Dr Andre.
“Arrrhhhh,, Kocokkkk terusss Dokkkkk,, Kocokkkkkk…..” Suster Mia hampir menangis karena luapan nafsu birahinya yang terus menggodok tubuhnya yang mulus sampai bercucuran air keringat.
Dr Andre meremas buah pantat Suster Mia kemudian mencabut kembali batang penisnya, ia ingin kembali merasakan jepitan lubang vagina suster cantik itu.
“Jrebbb… Blessshhhh…..” Satu tekanan yang kuat membuat batang kemaluan Dr Andre kembali terbenam dalam jepitan vagina suster cantik itu yang kembali mendesah-desah keras.
“dokterr…,terusin Dokkk,, Ayooo…kocok memek saya,, tolong…” Suster Mia merengek-rengek agar Dr Andre segera melanjutkan aksinya.

“HA Ha Ha… Baikklah sus…! ” Dr Andre kembali memacu batang kemaluannya kuat-kuat, kasar sekali Dr Andre ketika menarik dan menjebloskan batang kemaluannya kedalam himpitan vagina suster Mia yang cantik.
“Adowwww… Akkhhhhh Crruuuu Cruuutttt……”
“Aduhh duhhhh, susu Ehhh Suster….. Miaaaaaaa…..” Dr Andre rubuh menimpa tubuh Suster Mia.
Suster Mia menggeliat melepaskan diri dari tindihan Dr Andre, dibalikkannya tubuh Dr Andre yang sudah pasrah tergeletak tanpa daya. Diraihnya Penis Dr Andre yang sudah tergeletak tanpa daya. Tubuh Dr Andre menggelepar kenikmatan ketika merasakan lidah Suster Mia mengulasi kepala kemaluannya. “Ahhh…, luar biasa, Suster Mia….” Dr Andre menceracau tidak jelas ketika mulut Suster Mia mencaplok kemaluannya dan mengemut-ngemut dengan liar.
Nafsu Dr Andre kembali bangkit, batang kemaluannya yang tadi sempat terkulai kini kembali tegak mengacung siap untuk pertempuran berikutnya. Seperti seekor macan betina Suster Mia merangkak menaiki tubuh korbannya, matanya menatap Dr Andre dengan tatapan nakalnya, tangannya mengarahkan batang kemaluan Dr Andre pada bibir vaginanya, digesek-gesekkannya kepala penis Dr Andre pada bibir vaginanya sebelum akhirnya menjejalkan kepala kemaluan Dr Andre agar membelah vaginanya.
“Oooohhh,, Susterrrr,, Ahhhh….” Dr Andre terkagum-kagum merasakan sensasi kenikmatan jepitan vagina Suster Mia.
“Dokter… Andreeee…, Cuphhh….” Setelah menekan bahu Dr Andre suster Mia mengejar bibir Dr Andre kemudian sambil berkuluman dengan lembut.

Suster Mia mulai menaik turunkan vaginanya, kemudian gerakannya semakin binal, suster cantik itu menghempas-hempaskan vaginanya dengan kuat sambil berteriak-teriak semakin liar.
“Ohhhh!! Ahhhh!! Ahhhh!! Emmmmhh!!” Suster Mia semakin binal
Dr Andre menyambut gerakan-gerakan binal Suster Mia dengan menghujamkan batang kemaluannya kuat-kuat keatas sambil mengulurkan kedua tangannya meremasi payudara Suster Mia.
“Oaaahhh.., Dokterrrrr, Nikmattt…,,!! Aduhhh Dokkkk….!!” Suster Mia berteriak histeris, tubuhnya tersentak-sentak dengan kuat ketika Dr Andre menggempur liang sempit di selangkangan Suster Mia.
“Uhhhh…..” Suster Mia mengeluh, tubuhnya tumbang ketika cairan kenikmatan itu berdenyut muncrat tak tertahankan “Crruutttt… Cruuutttttt… kecroottttt”
Dr Andre memeluk tubuh Suster Mia kemudian berguling untuk membalikkan posisi mereka, ia kini menindih tubuh Suster Mia. Suster Mia menekuk kakinya kemudian mengangkangkannya melebar ke samping agar sang dokter lebih leluasa melakukan genjotan-genjotan liarnya. Suster Mia tersenyum senang ketika Dr Andre begitu bernafsu menggenjot lubang vaginanya, begitu liar, kasar dan brutal.
“Ouhhhh, Hsshhh, Hssssshhhhh,, Ahhhhh” Suster cantik itu mendesah nikmat, kedua tangannya memeluk tubuh Dr Andre yang terus menghempas-hempaskan batang kemaluannya menikmati jepitan vagina Suster Mia yang peret dan seret.

“Aduhhh…suster, dah lama banget saya tidak berhubungan intim…” Dr Andre berbisik di telinga Suster Mia.
“He He He, duh kasihan Dr Andre..” Suster Mia terkekeh nakal, kemudian balas berbisik “Sekarang doctor boleh ngentotin saya sepuas-puasnya”
“Ohhh, Suster Mia.., “Dr Andre bertambah gencar menghempas-hempaskan batang kemaluannya menyodokki lubang vagina Suster Mia
“Suster…, kita coba sambil berdiri yukkk….” Dr Andre mengajak Suster Mia untuk melakukan gaya Andalannya, salah satu kelebihan Dr Andre ia cukup tangguh jika bersetubuh sambil berdiri.
Tangan Dr Andre merayap, mengelus-ngelus buah dada yang menggantung di dada suster cantik itu, dengan jari telunjuk dan jari jempol dijepitnya putting susu Suster Mia kemudian dipilin-pilinnya sampai pemiliknya merintih, Dr Andre menundukkan kepalanya kemudian menjilati belahan payudara Suster Mia. Tubuh Suster Mia sampai melenting-lenting ketika puncak payudaranya dikenyot-kenyot oleh Dr Andre, terkadang ia mengaduh kecil ketika Dr Andre menggigit gemas putting susunya yang berwarna coklat muda kemerahan, kemudian kembali mengecupi belahan dadanya.
“OHHHHH, enak banget Dokkkk….” Tangan Suster Mia mendekap belakang kepala Dr Andre sehingga kepala Dr Andre semakin terbenam di antara dua buah gunungnya.
Suster Mia merenggangkan kedua kakinya ketika Dr Andre berjongkok di hadapannya,

“Auuhhhh….!! ” suster cantik itu terkejut ketika Dr Andre membuka bibir vaginanya dengan kasar kemudian menghisapi isinya yang berwarna kemerahan, dihisap, dijilat dan dikenyot-kenyot.
Dr Andre memasukkan dua jarinya kedalam vagina Suster Mia kemudian mengorek-ngorek isi lubang vagina suster cantik itu,
“Haaaa… Ahhh Hoouuhh…” kepala suster Mia terangkat keatas, tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri.
“Hssshhh Aaaaa…..” terkadang ia tersentak ketika jempol Dr Andre memijiti klitorisnya, kemudian mencubitnya dengan lembut sampai ia tersentak kecil, Tubuh gadis itu mengejang ketika Dr Andre mengemut klitorisnya dengan gemas.
“Jangan diremas sendiri dong, biar saya bantu….” Dr Andre membalikkan tubuh Suster Mia dan kemudian merangkul payudaranya
“Enak nggak?? ” Dr Andre berbisik kemudian menjilat belakang telinga Suster Mia, suster cantik itu mendesah kemudian menganggukkan kepalanya sambil mebusungkan buah dadanya ke depan menantang Dr Andre yang sedang meremas-remas benda itu.
Suster Mia bertumpu pada dinding kamar ketika Dr Andre mulai menyodok-nyodokkan batang kemaluannya. Suster Mia menolehkan kepalanya ke belakang, bibirnya yang sensual terus mendesah-desah, kemudian merengek sambil menengadahkan kepalanya ke atas dengan mata terpejam rapat-rapat menikmati sodokan-sodokan Dr Andre yang liar “Ennhhh.. Ennhhhh…. Ennhhh….!! ” suara Suster Cantik itu merengek dengan manja.
“Ouhhhh…!! Crrr Crrrr…. ” Suster Mia mendesah-desah merasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat.
“Aduh.., Dok aduhhhh….”
Malam ini terasa semakin indah bagi Dokter Andre, serangkaian niat-niat jahat untuk memuaskan nafsu birahi sudah tersusun rapi dibenaknya.

******************
Di pagi Hari

Dr Andre mengeliat kemudian membuka matanya, disisinya terbaring tubuh Suster Mia yang cantik, dibelainya dengan lembut buah dada suster cantik itu, ditatapnya wajahnya yang cantik, dikecupnya bibir yang terasa manis itu. Setelah mandi Dr Andre memakai pakaiannya kembali kemudian melangkahkan kakinya menuju basement. Sayup-sayup terdengar suara minta tolong ketika pintu rahasia itu terbuka kemudian suasana kembali hening.
“Hmmmm,, ternyata mesin X-5 yang dikombinasikan dengan kekuatan batu ini akan mengubah seorang wanita menjadi budak seks yang patuh “
Niat dan tujuan Dr Andre mendadak berubah total. Kini yang ada hanya nafsu belaka. Tidak ada lagi cinta dihatinya.

*********************
See’u next episode,

 Dr Andre menatap korban barunya, kemudian tersenyum lebar ketika sinar merah yang melayang-layang keluar dari tubuh gadis cantik itu tersedot ke tabung sebelahnya, sebuah batu bersinar kebiruan menyerap sinar kemerahan itu. Gadis cantik itu kini terdiam untuk sesaat sebelum nafasnya memburu kencang, nafsu birahinya bergolak tanpa dapat diredam.
****************

12 Tanggapan

  1. wah berkembang jadi mesin sex gini….
    jadi keingetan cerita The Click di blog sebelah :p
  2. no other word just two thumb up :)
  3. aaaaaaaaaawesome
    great work sis yo
    penulis paling produktif spanjang masa !!!!!
    Re: udah produktif kreatif lagi, tulisan2nya selalu berunsur komedi, action, romance, & sekarang ada unsur science fictionnya, wah hebat…salute!!
  4. gile…
    pagi2 buta dah konak baca cerita ini…
    mana ilustrasi suster mia yahud, top markotophhhh…
    5 thumbs up deh bwt jeng yo…
    :D
  5. bos cerita the click ada di web yang mana tuh kok aku cuma nemu yang the click prototipe zero
  6. buat bro lombox cerita the click series ada di http://joeanchoexs.wordpress.com/ tapi bognya terproteksi buat mbak yo wah emang mbak yo penulis terproduktif sepanjang masa ha ha ha ha oh ya boss shu penulis yang lainnya mana aku jadi kangen nih ama :
    1. jelly doll nya mbak vein
    2. nirmalanya mbak dina
    3. elizanya mbak diankanon
    4. XY nya mas raito
    5. blacknotenya mas naga langit
    6. imronnya boss shu
    Re: gw jga pada kangen tuh karya2 itu, kalau blacknotenya bos nagalangit sabar ya, lagi dalam proses perapihan
  7. makin mantab
  8. Asli pening gue liat cara nulis master2 di sene, apakah rata2 sudah pada sarjana atau minimal mahasiswa kali yaa.
    Kyknya kalu anak SMA kgk mungkin deh punya daya khayal dan Bahasa Indonesia sebaik ini apalagi anak SMP atau SD. Gue karang kagak kelar2 SWT
    Re: pelan2 aja, santai, belajar dari tulisan2 yang bagus
  9. bos kok blognya joeancoex di tutup semua ceritanya. mbak yo ada blognya sendiri ga
  10. Terdengar jeritan dari Suster Mia dan si nenek tua. Suara mesin X-5 terdengar melengking-lengking “vaginaakkan” telinga,………………………..
    wkwkwkw…..
    apa maskdudna ya…
    Re: ooh salah tulis dikit, kayanya maksudnya memekakkan, ya maklum lah salah dikit yg penting ceritanya masih bisa dinikmati
  11. Lha si FITRI ama SHIERLEN kemana mbak
    kok dalam beberapa episode terakhir kaga` kliatan
    ane kangen neh :( :(
  12. lumayan seruu nick wkwkwkw….sayang banyak yg keseleo tulisane…he he he
    Sucses dech wat nulisna…semoga cpet kaya jualan lampu,ha ha ha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar