Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 09 September 2011

Schoolgirl’s Diary 6: Shock

Nia
“MAYAAAAA….., UDAH JAM BERAPA INI…, ????UDAH BERJUTA-JUTA KALI AKU TELEPON, Nggak DIANGKAT!!! , PASTI MASIH TIDUR YA!!!!!” terdengar suara Vivi menggelegar sampai kupingku terasa sakit.
“Iy..Iya..Vi, aku segera datang….” aku langsung menutup dan melemparkan Hp jadulku, Hp tahan banting yang selalu setia melayani diriku, aku bergerak secepat kilat masuk kekamar mandi “Byurrrr… Byurrrr…..”, setelah memakai baju,aku berlari-lari kecil, ngejar-ngejar angkot dan akhirnyaaaa….!! Mampus aku !! Macetttt…..!!! Hasilnya…, jam 12 lebih dikit aku baru sampai divdepan pintu rumah Vivi,
“Ting…, Tonggg, Ting Tongggg…..” dengan was-was aku menekan bel
“Cklekkk…..” pintu itu langsung dibuka, Reinalah yang membukakan pintu untukku, menyambut tamu pentingnya yang datang sedikit terlambat.
“Hai, Reiii…” Aku mencoba memasang senyuman manis, aduhh!!, Reina malah cemberut, membuang muka, kemudian melangkah menjauhiku, setelah menutup pintu Aku menghampiri teman-temanku, Ihhh….!!, Pandangan mereka dingin banget.

“Maya.., kamu tahu nggak, sudah jam berapa ini ?? ” Reina menegurku.
“Jam 12 lebih dikit Reiiii….” Aku menjawab pelan, sambil menundukkan kepalaku.
“Coba liat baik-baik ke jam dinding…., jamnya bukan di lantai !! di atas!!” Farida yang biasanya memanjakanku kini menatapku dengan tatapan juteknya, aku menengokkan kepalaku ke arah jam dinding yang cengar-cengir menertawakanku.
“Sekarang bilang jam berapa…?? kamu kan tahu,  kalau hari ini kita  kumpul jam 9.30 , Ayo jawab! jam berapa???!!! ” mulut Vivi meruncing seperti nyamuk raksaksa, ngunngggggg,,,! nguuuunnggggg….!
“Jam 12 lebih….dikit….,”Aku menjawab sambil kembali menundukkan wajahku..
“JAM SATU KURANGGGGGGGG SEMENIT!!!” hampir bersamaan Vivi, Farida dan Reina berteriak keras, wajah mereka merah padam menahan nafsu birahi yang memuncak sampai keubun-ubun, ehhhhh, menahan emosi maksud-ku T_T. Aku langsung mengambil posisi duduk di kursiku menyusul teman-temanku yang sudah mengambil posisi duduk di kursi masing-masing.
“KITA NGGAK BISA TERUS SEPERTI INI, MENUNGGU NASIB…,PASRAH TANPA DAYA, KITA HARUS MELAWAN, DLL, DSB… DST……….” Vivi langsung membuka rapat penting dengan pidatonya yang berkobar-kobar.
“Gimana kalau kita laporkan saja peristiwa ini…??” aku mulai antusias mengikuti jalannya konfrensi penting ini.
“Hmmmm, kurasa bukan langkah yang tepat, kalau nggak salah Pak Dion itu banyak koneksinya…loh” Reina mengerlingkan matanya padaku.
“Betul” kata Reina, “kita nggak bisa sembarangan, jangan terpancing emosi, pikirkan dulu baik-baik sebelum mengambil tindakan lebih lanjut” Farida berkata bijak sambil mulai menggeserkan kursinya ke sebelahku.

“Tapi yang pertama sich kita harus mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu….” aku mengepalkan tanganku karena gemas pada Pak Dion?? Yap… betul..!! tapi aku juga gemas menatap pisang goreng gratis di atas meja, tanganku bergerak menyambar pisang goreng di atas meja dan happpppp…., langsung kucaplok pisang goreng gratisan itu ^^, Reina , Farida dan Vivi tidak mau kalah, Nyam, Nyam, Nyammmm….
“Ntar kalau sudah terkumpul bukti-bukti itu kita pakai untuk menekan mereka” aku berceloteh panjang lebar.
“Hemmmmm, ” Vivi menganguk-anggukkan kepalanya, demikian juga halnya Reina dan Farida,
“Plakkkkk…..!! “, Vivi menggampar tanganku yang hendak menyambar pisang goreng terakhir, aku hanya dapat menatap lemas,  pisang goreng terakhir itu masuk ke dalam mulut Vivi.
“Tapiii…., gimana caranya kita mengumpulkan dan menggunakan bukti-bukti itu untuk menekan mereka ?? ” Farida bertanya sambil memandang padaku, maklum biasanya aku ini memang paling encer, mungkin karena aku ini reinkarnasi detektif terhebat di dunia.
“Gimana kalau kita foto, kalau perlu kita rekam…., terus kita pakai itu semua untuk mengancam mereka…”Wah….aku memang hebat, nggak percuma kan,  teman-temanku menunggu kedatangan detektif cantik Maya, yang sudah terkenal sampai ke seluruh pelosok negri ini, cantik, baik hati, pintar, gesit, selalu tepat waktu nggak pernah telat sedikitpun (Karena telatnya banyak dan sering banget…..Ho Ho Ho)

Vivi mengeluarkan HP-nya dengan kamera 1.3 mega pixel, Farida, Reina juga mengeluarkan Hp terbaru mereka, Hp3.5 G dengan kamera 3.2 mega pixel, kabarnya mereka menguras hasil tabungan mereka demi HP baru merk Sony Ericson dengan cybershoot, kemudian mereka menatap Hp di genggaman tanganku. Kali ini detektif cantik Maya tertunduk lesu, maklum kekurangan modal, sisa uang bulanan habis buat beli baju baru dan koleksi buku komik dan menabung tentunya (70 % Shoping beli baju & 25 % Dana untuk mengoleksi buku komik, 5%-nya nabung…waduhhh…!!) Sambil mencoba tersenyum, aku menyembunyikan Hp kesayanganku yang “menangis” karena kalah telak oleh Hp di tangan teman-temanku. Langsung deh topik pembicaraan segera beralih,  Vivi, Farida dan Reina sibuk membahas tentang fitur Hp di tangan Reina dan Farida, maklum baru beli, belum bisa menggunakan fungsi-fungsi yang terlalu tinggi, aku menggeleng-gelengkan kepala, punya Hp mahal tapi nggak tau menggunakan kelebihan fiturnya, lebih baik Hp kesayanganku yang sudah kuketahui dengan baik kegunaannya misalnya untuk SMS dan untuk nelepon. Itulah sepenggalan rapat penting empat gadis cantik di rumah Vivi.

*******************************
Pagi hari…tepatnya Hari Senin pagi.

Aku berlari-lari kecil dengan sekantung buah-buahan, mangga, kedongdong, jambu, bangkoang lengkap dengan garam dan serbuk cabe, cemilan favourit empat gadis cantik, bayangkan betapa baiknya aku, di pagi hari berlari-lari membawakan buah-buahan untuk teman-temanku. Sebelumnya (T_T), tiga Sms masuk hampir berbarengan keHP-ku, isinya sbb
- Maya kamu kan datengnya paling telat, titippp…Mangga
- Aku juga mayyy,,,, Tolong Ya…Kedongdongnya
- Maya jangan telat lagi loh, jambunya jangan lupa.
Tiba-tiba seseorang melompat dari tempat tersembunyi
“Awwwww….!! ” Aku berteriak kaget….
“Vivi…, jangan bikin kaget gitu Ahhhh….!!”
Sementara murid laki-laki yang sedang nongkrong tersenyum-senyum memandang kami dengan penuh arti, hemm, kalau nggak salah gengnya Si Doni deh, murid kelas 2-A yang terkenal bengal, kakak kelas yang nyebelin.
Sekilas Aku dan Vivi memandang mereka kemudian berlalu entah apa yang sedang dibisikkan Doni ditelinga salah seorang temannya itu. Sementara para murid sibuk belajar di kelas mereka masing-masing, Pak Dion juga sibuk di dalam mobilnya. Hujan deras seakan-akan berpihak dan membantu menyembunyikan kebejatannya di dalam mobilnya. Seorang murid cantik kembali menjadi korban kebuasan Pak Dion. Dengan kesal siswi cantik itu menepiskan tangan Pak Dion yang merayap-rayap di dadanya, matanya menatap tajam pada pria itu, ada rasa benci, sebel, dan juga ada rasa tidak berdaya dalam sorot sinar matanya.

Murid cantik itu berontak ketika Pak Dion menariknya ke bangku belakang. Dengan kasar Pak Dion menekan bahu muridnya yang cantik agar berbaring terlentang. Nia Andini, murid cantik kelas 1-A, ia kini terlentang tanpa daya, sementara tangan Pak Dion kembali merayap ke arah dadanya yang cantik. Nia mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya, ia tidak sudi menatap wajah mesum Pak Dion yang tersenyum-senyum senang, kedua tangannya terkepal rapat ketika merasakan remasan-remasan tangan Pak Dion. Pak Dion hanya tersenyum ia memaklumi, Nia memang masih kekanak-kanakan, masih polos, belum mengenal arti dari kenikmatan. Tangan Pak Dion mulai melepaskan kancing baju seragam Nia, satu demi satu, tanpa mempedulikan Nia yang terisak menangis, Pak Dion berbisik di telinga muridnya “Nia, sebenarnya nilai kamu itu jauh dari cukup untuk dapat masuk ke SMA ini, sangat kurang malah!!!, tapi kecantikan kamulah yang membuat kamu dapat lolos diterima disini he he he”
Pak Dion mencumbui leher Nia Andini, isakan gadis itu terdengar semakin keras ketika cumbuan Pak Dion semakin turun ke arah dadanya.
“Jangan Pakkkk….., ” Nia memohon terisak sambil berusaha menepiskan tangan Pak Dion yang hendak menyusup kebalik branya.
Pak Dion menggeram kemudian menyusupkan tangannya dengan paksa kebalik bra Nia, tubuh Nia tersentak merasakan telapak tangan Pak Dion yang kasar bergesekan dengan permukaan payudaranya yang lembut dan halus.
“He he he, Ayolah Nia nggak usah nangis gitu dong, bapak cuma ingin memberikan kenikmatan untuk kamu, apa itu salah ?? ” Pak Dion semakin aktif meremas-remas payudara Nia, Nia berusaha bertahan dengan sekuat tenaga, ia mengenyahkan jauh-jauh rangsangan yang semakin kuat berusaha menyeretnya menerima perlakuan Pak Dion,

Tidak….!!
“Enakkkk…, Ahhh, Enakkkk!!
Bandot tua sialan…..!!
“Terusin Pakk , Nikmatt, Hssshhh…”
Seperti itulah isi pikiran Nia yang sedang berkecamuk, berbagai perasaan saling bertabrakan, ia menghela nafas lega ketika Pak Dion menarik kedua tangannya, untuk sesaat ia berusaha menguasai diri.
“Haaaahhhhh……,” Nia terperanjat ketika tangan Pak Dion menyusup masuk ke dalam rok seragamnya dan membelai pahanya sebelah dalam, baru kali ini Nia merasakan tangan laki-laki mengelus – ngelus pahanya, permukaan telapak tangan itu begitu kasar tapi enak sekali rasanya ketika mengelus-ngelus permukaan pahanya, nafas Nia tertahan di dadanya ketika merasakan telapak tangan Pak Dion tiba-tiba meremas selangkangannya. Tangan Pak Dion yang satunya lagi menyibakkan rok seragamnya ke atas, jari tangan Pak Dion menekan-nekan permukaan celana dalamnya di bagian bibir vaginanya , terkadang jari Pak Dion bergerak menggesek-gesek belahan vagina Nia yang semakin basah. Tangan Nia bergerak secara reflek mencekal tangan Pak Dion yang hendak menarik celana dalamnya turun, terjadilah pertarungan kecil, Nia berusaha mempertahankan celana dalamnya sedangkan Pak Dion si kepala sekolah bejat itu berusaha melepaskan celana dalam Nia muridnya yang cantik, dengan sekali sentak Pak Dion menarik lepas celana dalam Nia.
“OWwww…!! ” Nia menarik tubuhnya , punggungnya bersandar pada kaca mobil sedangkan kedua kakinya tertekuk merapat berusaha menyembunyikan daerah intimnya, nafasnya terengah ketakutan.
“Ahhhh…, Jangannnn…., Lepasssskannnn….” Nia berontak ketika Pak Dion yang besar dan gemuk itu berusaha memeluknya, Nia berusaha sekuat tenaga untuk mendorong bahu Pak Dion yang menghimpit tubuhnya.

” OwwwwwhhhHemmmm… Mmmmmmhhhh…..” jeritan Nia lenyap ketika mulut Pak Dion mencaplok bibirnya, tubuh murid cantik itu menggeliut-geliut berusaha melepaskan diri ketika tangan Pak Dion membelit tubuhnya.
“Haaa.. Uhhh..hhhmmmhh…”Sambil terus mengulum bibir Nia, tangan Pak Dion merayapi pangkal pahanya yang tertekuk, berkali-kali tangan Nia berusaha menepiskan tangan Pak Dion yang bermain-main merayapi pangkal pahanya.
“Ehhhh!!!!, Shaaahhhhh,,, Hhhhhaaaaa……”gadis itu terkejut ketika tiba-tiba tangan Pak Dion mencekal kedua pergelangan kakiya dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas hampir sejajar dengan mulutnya, dengan paksa pria itu mereggangkan kaki Nia.
“OUHHHH…!! ” tubuh Nia kelojotan ketika mulut Pak Dion mencium bibir vaginanya, seumur hidup belum pernah ada seorang laki-lakipun yang menjamah wilayah intimnya, namun kini dengan bebas, mulut Pak Dion berkeliaran menciumi bibir vaginanya.
Tubuh Nia tersentak-sentak, murid cantik itu berkali-kali menggeliat-geliat, mulutnya terbuka membentuk huruf “O” disertai erangan dan rengekannya yang merdu.
“Hsssshhh… Hhhssshhhhh…..” berkali-kali Nia mendesis keras ketika merasakan mulut Pak Dion mencaploki bibir vaginanya.
“AHHHHHH….! AHHHHHHHHHH……! ” suara Nia tertelan oleh suara hujan yang semakin lebat, lidah Pak Dion terjulur keluar kemudian menjilat belahan vagina Nia, satu jilatan lembut dan pelan itu membuatnya menggeliat resah.
“OWWWW…,, Ahhhhhh…., Pakkk…..” tubuh Nia menggelepar ketika merasakan lidah Pak Dion memijit-mijit tonjolan klitorisnya, mendengar desahan-desahan muridnya yang cantik Pak Dion semakin bersemangat memainkan lidahnya, mengorek, menjilat, memijit dan mencokel daging klitoris Nia.

Nia memejamkan matanya ketika Pak Dion mulai membuka sabuknya, menarik turun resleting celana itu dan mengeluarkan sebuah benda panjang besar yang sudah ereksi, murid cantik itu tidak kuasa menatap wajah mesum Pak Dion yang akan menggagahi dirinya. Berkali-kali tubuhnya mengejang menahan desakan kepala kemaluan Pak Dion yang siap untuk menyantap selaput keperawanannya. Tubuh Nia menggigil merasakan gesekan-gesekan yang diiringi oleh desakan-desakan kuat pada belahan bibir vaginanya yang mulai terasa dipaksa merekah sedikit demi sedikit oleh kepala kemaluan Pak Dion.
“Arrrhhhhhh….., Hennnggghhhh Ahhhhhhhh…..” sentakan-sentakan kuat itu datang bertubi-tubi, Nia mulai merasakan pedih, panas dan sakit mendera lubang vaginanya yang disesaki oleh batang kemaluan Pak Dion yang kini tertancap dengan kuat dan menekan semakin dalam. Sesuatu di dalam vaginanya terobek-robek oleh batang kemaluan kepala sekolah bejat itu.
“Ouhhhhh…., Ennnnggghhhh…..AAAAFHHH…!” ada rasa nikmat yang mulai menyelingi rasa sakit, jantungnya terasa berdetak dengan lebih cepat ketika merasakan kedutan-kedutan aneh yang baru pertama kali ini dirasakannya. Pandangan matanya terasa lebih jernih, nafasnya memburu dengan lebih kencang, begitu lepas, dan liar berdengusan.
Entah apa yang berkedut-kedut dengan nikmat diselangkangannya, kontraksi dinding kemaluannyakah ?? ataukah kedutan batang kemaluan Pak Dion ??
Sulit sekali untuk dibedakan. Yang jelas Nia merasakan nafasnya berkali-kali terhembus keras ketika Pak Dion menjejalkan batang kemaluannya kuat-kuat. Tubuhnya terguncang dengan hebat ketika Pak Dion semakin cepat memacu batang kemaluannya keluar masuk mengocok-ngocok jepitan lubang vagina muridnya yang cantik itu.

“ARHHHHH… Crrrr Crrrrrr……..” Nia merasakan seluruh tenaganya serasa meleleh terbawa cucuran air keringat yang mendadak mengucur deras.
Pak Dion terkekeh sambil menggecakkan batang kemaluannya, ia menggerakkan batang kemaluannya mirip seperti sedang mendongkrak ke atas ke bawah, kemudian bergerak memutar seperti sedang mengocek-ngocek sesuatu.
“Heeennnnnhhh,,, Ennnnnnhhhhhh, Unnnnhhhhh….” Nia merengek-rengek , matanya terpejam-pejam, meresapi gerakan liar batang kemaluan Pak Dion di dalam jepitan lubang vaginanya.
Pak Dion duduk dengan santai, tangannya menarik tubuh Nia agar menduduki batang kemaluannya yang terhunus siap untuk kembali menusuk lubang vagina Nia.
“Ahhkkkkkkkssshhhh……” kedua kaki Nia melejang-lejang ketika merasakan batang kemaluan Pak Dion kembali memasuki lubang vaginanya.
Sambil menyodokkan batang kemaluannya tangan Pak Dion kembali menyusup masuk kedalam bra Nia kemudian meremas-remas buah dadanya. Nia melenguh panjang merasakan sodokan-sodokan kuat Pak Dion, si kepala sekolah bejat yang keenakan menyodok-nyodok lubang vagina muridnya yang cantik sambil meremas-remas payudaranya yang mengenyal semakin padat.
“Ingat Nia, ini hanyalah permulaan, Bapak akan mengajari kamu agar lebih pandai dalam bercinta, seperti juga halnya dengan Feby, Ira, Anita dan Veily, HA HA HA HA…..” Pak Dion menyebutkan nama-nama korbannya.
Tubuh Nia semakin sering tersentak-sentak keatas, malang sekali nasib murid cantik yang sedang disodok oleh kepala sekolahnya, Nia hanya dapat mendesah-desah dan mendesis, terkadang mengerang lemah..

“OHHHHH,, AHHHHHHHH, Amphunn Pakkk aduhhhh…, akkssshh” Nia menggigit bibirnya ketika Pak Dion semakin kasar dan brutal menyodok-nyodok lubang vaginanya.
“Wahhhh saya tidak mengerti !!! Ampun gimana ?? Ampun enak banget maksudnya?? ” Pak Dion semakin hebat menghantamkan batang kemaluannya
“Awwww.., “Nia memekik kecil, lubang vaginanya berdenyut kuat “Crrrrrr….. Crrrrrrr……” nafasnya terasa putus, angannya melayang ke sebuah dunia khayalan yang dipenuhi oleh bisikan-bisikan kenikmatan.
Kini Pak Dion menghempaskan tubuh muridnya agar kembali terlentang di atas kursi jok, sebelah kaki Nia tertekuk bersandar pada sandaran kursi jok sedangkan yang satunya lagi terjuntai ke bawah.
“Unnnhhhh…..! ” Hanya suara itu yang keluar dari mulut Nia ketika Pak Dion menerkamnya dan menggeluti tubuhnya, dengan kasar tangan Pak Dion menarik cup branya dan mengecupi buntalan buah dada muridnya yang putih, kenyal dan halus itu.
“Ohhhh….! Ahhhh….! awwwhhhhssshh” Nia meringis-ringis merasakan kenyotan-kenyotan mulut Pak Dion di puncak payudaranya, liar dan buas sekali pria itu menggeluti payudaranya, dijilat, dihisap, dikenyot-kenyot, diremas-remasnya bukit payudara Nia sambil menciumi buntalannya dengan kasar.
“Heeennnggg,, Emmh,, eennngggghhhhhhh….” Nia merengek-rengek ketika merasakan batang kemaluan Pak Dion kembali menyentak-nyentak memasuki jepitan lubang vaginanya, Pak Dion menghempas-hempas batang kemaluannya dengan semakin kuat dan kencang “Cleppp.., Clepppp, Cleppppp, Clepppppp!! “
Tubuh Nia yang putih mulus hampir tidak kelihatan karena ditindih oleh Pak Dion yang besar dan gemuk, kepala sekolah bejat itu tampaknya tidak peduli pada muridnya yang cantik, Nia mengerang lemah, terkadang meringis pelan ketika kepala sekolahnya menggenjot-genjot lubang vaginanya dengan kasar.

“Awwwhhhh, ssshhhhhh……Crrr Crrrr… Crrrrr…” Nia kembali terkulai, sesekali tubuhnya tersentak ketika Pak Dion menyodokkan batang kemaluannya kuat-kuat, Pak Dion menjilat pipi gadis itu sambil menjebloskan batang kemaluannya dalam-dalam. Pak Dion tersenyum lebar, benar-benar sebuah pemandangan yang mengasikkan ketika menyaksikan wajah muridnya yang cantik itu mengernyit antara sakit dan nikmat ketika lubang vaginanya disodok dengan kuat dan kasar. Ia pun melumat bibir Nia yang merekah, mendesah-desah dengan penuh nafsu
“Emmmmhh, Ckkk.., Ckkkk, Mmmmmmhh, Mmmmmm…Ckk”berkali-kali lidah Pak Dion terjulur keluar masuk ke dalam mulut muridnya yang cantik, mengajak lidah Nia untuk berperang, tapi tidak digubris olehnya.
“Hemmm, Keluarin lidah kamu..cepat..!! “dengan tegas Pak Dion memerintahkan Nia untuk menjulurkan lidahnya keluar, dengan ragu Nia menjulurkan lidahnya keluar.
“Ihhhh…,” Nia buru-buru menarik lidahnya masuk ketika lidah Pak Dion terjulur membelai lidahnya.
“ADUHHHH…, Gimana sihh, julurin nggak !!! ” Pak Dion meremas kuat-kuat induk payudara Nia.
“Ammpunn, Pakkk, Ampunn, “Nia kesakitan, ketika Pak Dion meremas Susunya kuat-kuat, dengan terpaksa ia menuruti keinginan Pak Dion, lidahnya terjulur keluar, setelah lidah muridnya yang cantik terjulur keluar barulah pak Dion melepaskan remasannya.
Dengan nafsu memuncak Pak Dion mencapluk dan mengenyot-ngenyot lidah Nia, rasanya manis seperti madu, sambil melakukan perang lidah Pak Dion kembali menarik dan menyodokkan Batang kemaluannya, kali ini lebih lembut dan mesra, kepala sekolah bejat itu tampak sangat meresapi jepitan lubang vagina Nia yang mencekik batang kemaluannya yang besar dan panjang itu.

“Aduhhh, Pak Aduhhhh… Hsshhh Hssshhhhhh Ahhhh” Nia mendesah, genjotan Pak Dion  membuat tubuhnya berkali-kali menggelepar, desisan-desisan kecil berulang kali terdengar dari mulutnya.
“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……. Crrrr… Crrrrr……” Nia mengalungkan kedua tangannya pada leher Pak Dion, kini ia mulai membalas lumatan-lumatan Pak Dion,
“Nah, gitu dong, beri respon yang positif, Bapak-kan cuma ingin mengajari kamu seperti gimana rasanya berhubungan intim, masak murid perempuan Pak Dion nggak tau yang namanya ngentot…., malu-maluin aja HE HE HE” Pak Dion terkekeh sambil melumat-lumat bibir Nia.   
Nia tidak menjawab, ia sibuk membalas lumatan Pak Dion, tubuhnya kembali terguncang dengan hebat ketika Pak Dion menusuk-nusukkan batang kemaluannya sedalam dan sekuat mungkin. Bibir vagina Nia terdesak dan terlipat keluar mengikuti gerakan batang kemaluan Pak Dion yang berkali-kali menghantam lubang vaginanya, semakin lama semakin kuat dan kencang Pak Dion menghentakkan batang kemaluannya, dann
“Awwww…. Essshhh Pakkkk… Crrr Crrrr….” tubuh Nia kelojotan menahan kenikmatan yang berdenyut di lubang vaginanya.
“Ehhh!! Oufffhhh!!! Crrottt Crotttt…….” Pak Dion membenamkan batang kemaluannya dalam-dalam
Hujan yang lebat itu kini berubah menjadi hujan gerimis kecil, Pak Dion duduk santai sambil memangku tubuh Nia dalam posisi saling berhadapan, berkali-kali Tangan Pak Dion merayapi tubuh muridnya yang cantik, hidungnya sengaja dibenamkan pada belahan dada Nia sambil mengendus-ngendus harum tubuh gadis itu, Pak Dion tersenyum lebar sambil menatap wajah Nia yang sedang melamun, kedua kaki Nia tertekuk mengangkang dengan sebatang penis yang masih tertancap di lubang vaginanya. Beberapa saat kemudian Pak Dion mengecup pipi Nia kemudian berkata
“Sudah, sekarang kamu masuk kembali kekelas belajar yang baik dan benar, kalau ditanya bilang saja kamu habis menghadap saya… He he he”

***********************
Pada jam istirahat

Vivi tersenyum ,ia menarik dan menuntun tanganku, Wah…!! Masuk toilet nih…!! Aku tertunduk malu sambil tersenyum kecil, pasti Vivi mau minta sesuatu, aku hanya dapat memandangi punggung Reina dan Farida yang menjauh,
“Ohh.., Tolong aku….Faa, Rei, jangan tinggalkan Aku T_T”Aku berteriak dalam hati,Vivi Pasti akan melahapku habis-habisan. “Clikk…” Setelah mengunci pintu Vivi menghampiri-ku yang tersudut tanpa daya, jari telunjuk Vivi menekan puncak payudaraku yang masih terbungkus rapi oleh bra dan baju seragamku,  kemudian kurasakan tangan Vivi meremas buah dadaku. Bibirnya mengejar bibirku, melumatnya sebelah bawah kemudian melumat yang sebelah atas, aku membalas memangut bibir Vivi,
“Emmmhhh…, Mayyy… Ckkk.. Emmm”
“Viii…. Ahhhhhhhh….Ckkk Ckk Mmmmmhh”
Ciuman dan lumatan Vivi merambat turun kearah leherku. Kedua tanganku memeluk pinggang Vivi sambil menengadahkan kepalaku keatas, memberikan ruang agar ia dapat lebih leluasa untuk mencumbui leherku. Aku pasrah ketika tangan Vivi mulai melepaskan kancing baju seragamku satu-demi satu sampai kancing baju terakhir. Aku menelan ludah ketika merasakan cup bra-ku ditarik turun, yang kiri dan yang kanan.
“HUUHHH….!! ” Tubuhku melenting-lenting ketika Vivi mencaplok puncak buah dadaku dan mengenyotnya kuat-kuat, nafasku terengah, Vivi memang paling liar di antara kami berempat, aku meringis-ringis merasakan serangan Vivi yang liar dan kasar menggeluti buah dadaku.
“Aduhhh…, sabar Viiii, sabarrrr…..!!”
“Auhhhh….!! ” Aku menepuk-nepuk punggung Vivi, berusaha meredakan nafsu birahinya, Aduh, geli amat!!, Yeowwww….!!. Ampun, Nikmatnya!!, aku hanya dapat mendesah-desah pelan, Aww, Ohhhh, sedotan-sedotan itu terasa sangat nikmat.

Secara tidak sengaja mataku terarah ke sudut atas ruangan toilet
“Ehhh, Vii, Itu apa yahhh ?? “
“Vivi menolehkan kepalanya ke belakang atas dan “Hahhh…??”
Aku dan Vivi berpandangan kemudian melangkah ke arah dinding dan menatap ke atas tepat kesudut ruangan toilet. Vivi mengambil gantar panjang dengan kemoceng di ujungnya yang biasa dipakai untuk membersihkan sudut-sudut ruangan bagian atas, Vivi garuk-garuk kepala, kemudian mengeluarkan Hp-nya dari saku seragamnya, rupanya sang Hp membuat Vivi tidak leluasa bergerak, atau lebih tepatnya sich ketidak leluasaan memiliki buah dada yang besar Ho Ho ho ^^
“Mayyy, pegang ini….!!” Vivi menyerahkan Hp kesayangannya.
“Pegang Mayy!! itunya….” Vivi menggerakkan ujung gantar untuk menjatuhkan handycam mungil merek Jvc.
Itunya ?? Maksudnya ?? Apa yang ini kali ya ??
Aku yang panik langsung menjulurkan kedua tanganku dan memegangi buah dada Vivi yang besar, khawatir kalau Vivi keberatan membawa buah dadanya yang membusung ketika mengarahkan ujung gantar di tangannya.
“Maya…!! Ngapain Sihh!! Handycamnya…. !!Awasssss!! “Vivi berseru kaget.aku dengan sigap menangkap handycam yang terjatuh dari tempatnya dan…”Heuuuuppppp….!! Prakkkkk…..”
“Dapet Viiiii…….!!” Aku tersenyum sambil menolehkan kepalaku ke arah Vivi, lohhhh??  Hemmm, Aku mendadak tersadar bunyi apa itu ya ?? Ada bunyi Prakkk!!, handycam itu sih aman di tanganku, Owwww, Celaka…, Hp Vivi!!!

“Maya…., mana Hp-ku ?? ” Vivi bertanya sambil memandangku dengan tatapan matanya yang tajam. Aku menekuk kepalaku dan menatap ke bawah, kugeserkan kakiku dengan ujungnya yang berjingjit berusaha menyembunyikan Hp Vivi yang “mengerang kesakitan” dari tatapan pemiliknya, waduh kayanya sich HP Vivi harus masuk ICU, luka berat.
“Nggakkk ada Viiii….! kemana ya ????” Aku menelan ludah sambil buru – buru menekuk kepalaku ketika Vivi tambah melotot mendengar jawabanku.
Setelah menyembunyikan handycam kecil merek JVC kedalam tas Vivi, kami segera menyusul Reina dan Farida ke kantin sekolah, sambil berbisik-bisik kami menyantap nasi bungkus itu dengan lahap,
“Kali ini kita punya bukti kuat, Pak Dion Cs pasti bakal kelabakan..” Vivi tersenyum, rasa pedenya meningkat 1001 %
tanpa terasa bel tanda Istirahat sudah usai berteriak-teriak dengan nyaring, waktunya belajar lagi T_T, apalagi ketika menginjak mata pelajaran matematikanya Pak Djono, mata pelajaran terakhir yang menyebalkan.

************************
Siang hari di kantor Pak Dion

Pak Dion tersenyum lebar ketika sebuah SMS masuk dari muridnya Doni
Isi SMS itu “Pak dion, ada makanan lezat lagi tuh…., Vivi dan Maya, tampaknya mereka sudah menggigit umpan kita, nanti saya pinjem ya Pak, biasa buat dipake, He he he, mereka cantik-cantik loh, Wah makan besar kita hari ini……”

——–
Kami berempat siap-siap menutup buku ketika tiba-tiba….
“Perhatian….!! Semua murid harap berdiri didepan kelas…!!” Pak Dion memimpin langsung pemeriksaan hari ini, ia tersenyum kemudian mengedipkan matanya pada Pa Djono.
Koq Pak Djono dan Pak Dion saling tersenyum-senyum ya ?
Dheggggg…..!!  Aku dan Vivi saling berpandangan….,
Ya Ampunnnn…., Kamera itu…..!!
Ohhhh Tidakkkkkkk…!!!! Jangan-jangannn…!!
Kami berdua masuk kedalam perangkap mereka..!!
Setelah memeriksa tas para murid Pak Dion melangkah dengan Pasti kearah mejaku dan Vivi, kemudian memeriksa tas-ku dengan teliti, Pak Dion tampak kecewa karena tidak menemukan apa yang diinginkannya didalam tas-ku kemudian ia mulai beralih hendak memeriksa tas Vivi…Tamat sudah riwayatku dan Vivi, aku bergidik ngeri membayangkan nasib yang menanti kami berdua. Sementara Pak Djono menatapku dan Vivi, pandangan matanya terlihat liar dan  buas, bibirnya menyerigai mengerikan, tersenyum penuh dengan kemenangan. Reina memegang erat-erat tangan-ku, sedangkan Farida memegang erat-erat  tangan Vivi, mereka menatap Pak Dion dengan geram. Pak Dion membuka tas Vivi dannnn……!!

 To be continued…   
****************

15 Tanggapan

  1. Aduh Sis Yo…
    Ceritanya makin hari makin mantaf aja deh….
    4 thumbs up yah Sis….
    btw, dilanjut donk sis….nanggung nich hehehehe….
    Thanks yah…
    Re: iya cerita Yohana emang unik, ada unsur misteri, erotik & komedi, hebat deh. gw daridulu ga pernah bisa loh masukin unsur kocak ke tulisan2 gw, liat aja tulisan gw kan selalu serius melulu, gmn tuh kayanya gw perlu belajar ke sis Yohana nih
  2. arggghhhhh… msih brsmbung trnyta… gak sbar liat vivi cs di gangbang, hehehehe
  3. aiggggght vivi emang top markotop buat digang bang
    sis yo ini memang topppppp banged dah!!!
  4. Iya setubuh ama alyssa….
    Sis yo emang top markotop buat digang bang….
    Eh salah ……
    Muuph…..
    Bener2 bikin penasaran banged neh sis yo…
    Oia Bos Shu….
    Emang bener ntar lagi bakal paceklik story ???
    Wah jangan sampe dah…
    Ntar saya maen kemana ne ~_~
    Re: iya bener bakal paceklik nih kalau blm ada stok cerita masuk lagi, lets pray for it semoga cerita2 baru tetap ada
  5. sis Yo,,
    baru sempet ngeliat KisahBB lagi tp karya sis Yo yg baru udah banyak neeh,,,
    kreatip banget yaa,,
    hebat deh emang yg namanya Sis Yo,,
    salut banget deh,,
    heheiho
    Re: ow mbak dinanakal, dah lama kemana aja nih? kangen ama cerita2nya, kapan nulis lagi nih?
  6. sis yo…..lanjutan nya jangan2 lama2 dumz….
    dah ga kuat neh ngebayangin vivi di”sikat” ma kepsek mesum itu…brrr…..
  7. HAHAHAHAHAAAA…..
    Rupanya ada kospirasi melawan aku ya….
    Coba aja kalo bisa….
    HUAHAHAHAHUAK HUAK HUAK….
    Re: wahahaha…pak dion nantang nih, kita liat tar sapa yg menang haha
  8. keren banget
    moga2 lanjutanya gak lama2 munculnya
    salam kenal buat sis yohana…
  9. Wuah.. Bisa aja nih sis’ yo! Lg on fire bayangin vivi di gangbang, eh malah di cut ceritanya. Afgan sayz ‘terlalu sadiz dirimu’ sis’ yo. Hikz..
    Pak dion, ajak” dong klo mo gangbang. Huehe..
    Re: Sis Yo emang suka bikin pembaca penasaran ya, nakal ya!
  10. Eh mbak dina udah come back ya ? Mbak dina mana lanjutan nirmalanya mudah mudahan si bapak tirinya tuh hanya mimpi ya tak nunggu lho mbak lanjutannya tahun depan (awal tapi he he he) wah pak dion udah sesumbar nih ntar mudah mudahan ada jagoan baru yang membrantas kejahatannya si dion cs
  11. Duuhh…horny juga nie….paraaah bgt..
    emang dasar cowok2
  12. maap bos shusaku
    kmrn” sibuk banget
    ujian ‘n banyak tugas
    hohoho
    ntar deh kapan-kapan dilanjutin nulisnya
    Re: wah udah lama ga baca karya dina nih, didoain semoga cepet beres sibuknya deh biar bisa nullis lagi ya
    to : Andranih
    oke deh
    ntar kalo ada waktu
    Nirmalanya dilanjutin
    okeh,,okeh ??? ^_~
    to : Pak Dion
    hahahaha
    karakter utama jangan sombong
    nanti kualat lho,,hahaha
    just kidding
    ntar ada pahlawan yang ngeberantas gimana??
    hihihi
  13. kesan pertama….
    potonya itu lo… ndak kuat…
    kesan kedua, ketiga dst…
    ceritanya itu lo… keren abis…
    kesan terakhir…
    crotz….
    eh bos shu…
    liat si olga kemaren ndak waktu di acara espresso di antv…
    bikin gesek2 loh…
    Re: wah engga nih, kaya gimana emang? lagi cakep banget ya Olganya?
  14. *Mba Din’amel
    Mba Dinnn kemana aja, ditunggu nirmala nya lohhh
    Wah boneka dari mana tuch, l
    Lucu amatttt,
    mintaaaaaaaa ^^
    *Bos Shu
    He he he, aku malah pengen belajar bikin cerita yang serius. kalo aku bikin cerita yang serius malah lama nya minta ampun, ngak bisa-bisa, suka putus nge-blank tengah jalan gitu loh Bos ^^.
    Re: masa sih? malah serius itu lebih gampang lagi daripada yg ada unsur kocaknya, kok kebalik kita ya hehehe
    *Bro /Sis semuanya
    makasih yach tanggapan & Coment-commentnya ^^
    *MR Enk
    mudah-mudahan ngak lama sich he he he
  15. @bos shu…
    lumayan cakep deh olganya
    gw yg ndak ngefans aja ampe gesek2
    pake baju kaos ketat model u can see
    warnanya lupa, klo ndak salah merah muda garis2 (lha itu inget!!)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar