Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Kamis, 25 Agustus 2011

The Hospital 7: Naughty Grandpa and the Virgin

Di sebuah tempat di kota Jakarta

“Argggggg…panasss…panasss!!” seorang pengemis tua bergulingan kesana kemari, teriakan-teriakannya mengundang kerumunan warga.
Seruan kaget terdengar dari kerumunan warga ketika tiba-tiba tubuh sipengemis tua seperti mengkerut, secara perlahan-lahan menjadi sesosok anak kecil, kulitnya tampak seperti mengkerut, kemudian terlihat seperti kertas yang terbakar, disertai satu lengkingan yang mengerikan tubuh itu seakan-akan mencair meleleh. Sepasang mata menatap kecewa, sudah berhari-hari ia mengintai si pengemis tua, wajah yang dingin tanpa perasaan itu menyelinap, memisahkan diri dari kerumunan para warga yang semakin banyak berkumpul
“Hhhhh.., gagall!” Pria itu membuka Hpnya dan memanggil ambulance, beberapa saat kemudian kerumunan warga terpecah memberi jalan untuk mobil polisi dan mobil ambulance yang baru datang.

(Red: Waduhh!!! gimana nasib jagoan kecil kita? akankah mengalami nasib yang sama seperti si pengemis tua? yuk buruan kita tinjau ke lokasi)

******************************
“Wuaaaaaaaaaaaa….” Si kecil Misdi bergulingan diatas rerumputan sambil memegangi selangkangannya.
Bang Tagor tertawa terbahak-bahak setelah menginjak “milik Misdi yang terlepas” Bang Tagor membalikkan tubuhnya, dan berlalu meninggalkan Misdi. Misdi merasakan tubuhnya semakin dingin, pandangan matanyapun semakin kabur, tiba-tiba Misdi merasakan ada rasa panas diselangkangannya, ada asap tipis seperti embun pagi disekujur tubuhnya yang semakin lama semakin membuntal bertambah tebal. Tubuh Misdi seperti melar, perutnya membuncit, dari selangkangannya tumbuh daging seperti bola kasti dengan belahan seperti sebuah bintang ditengah-tengah bola besar itu yang semakin lama semakin menonjol keluar, seperti tanaman yang sedang tumbuh. Misdi merasakan ada tenaga yang sangat besar mengalir memenuhi tubuhnya yang sedang mengalami perubahan, perlahan-lahan rasa panas semakin sirna. Tubuh Misdi yang kini sudah mengalami proses metamorfosis tiba-tiba bangkit. Misdi memandangi tubuhnya, keriput kering, terus mmemegang sesuatu yang terasa mengganjal diantara kedua pahanya dan….!!

——————————-
“Yeeee… , Sis!!! koq gua jadinya jelek gini, tua, keriput, perut gua buncit kaya mau ngelahirin, rada ganteng kek dikit!!” jagoan kita cemberut, bibirnya manyun.
(Red : Hahhh ?! Koqq bisa protes segala ? Ya…Euhhh,abis gimana lagi dong, namanya juga Beauty and The Beast, Bukan Beauty and Handsome….^^, Tapi liat dulu donggg ukuran yang di bawah sono he he he ^^ )

Misdi menengok kebawah sambil memegang barang barunya, memang ngak mengecewakan, gede, panjang, biarpun lubang dikepala penisnya agak aneh, berbentuk bintang.

“Ya.. udah lahh, ngak apa-apa.., wa maapin…,terusin ngetiknya sis, biar gua urus Si Tagor… inget n’tar wa yang menang ya…..jangan lupa atau salah ketik” Jagoan kita kini bangkit berdiri, benda hitam dan panjang itu berayun-ayun diselangkangannya.(Red : Duh.., pake nyuruh lagi T_T)
————————————–

Bang Tagor berjalan menuju rumah tipe SSSS. Si preman berkepala kotak itu cengar-cengir membayangkan santapan lezat yang sempat tertunda karena gangguan dari jagoan kecil kita yang kini udah nggak kecil lagi.
“Wussshhhh…” angin kencang bertiup kemudian menghilang, meninggalkan rasa dingin ditubuh sipreman.
Bang Tagor melirik ke kiri dan ke kanan, si preman merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya.
“Jadi merinding..!! Hiihhhhh… seremm” Bang Tagor mengusap tengkuknya, kemudian buru-buru melangkah, sambil berulang kali menengokkan kepalanya kearah belakang,
Tiba-tiba Bang Tagor berteriak kaget ketika wajahnya menatap kembali ke depan. Wajah buruk itu berhadapan dekat sekali dengan wajahnya, wajah yang tua keriput, lebih buruk dari wajah Bang Tagor yang sudah buruk rupa.
“Sialan…, Sapa lu !! ” Bang Tagor melompat kebelakang, matanya melotot menatap sosok kakek tua berkulit keriput dengan wajah buruk menghadang jalannya, dan mata Bang Tagor tambah melotot melihat sesuatu yang sangat panjang dan besar menggantung di selangkangan si kakek.
Tangan Bang Tagor bergerak memukul ke arah dada ketika si kakek menghampirinya, “Bukkkk…. Whaduhhhhh….”

Bang Tagor meringis sambil memegangi hidungnya, entah kapan tangan si kakek bergerak satu tonjokan telak menghantam batang hidungnya, selanjutnya terdengar suara mengaduh berkali-kali ketika tangan jagoan kita mendarat diwajah dan ditubuh Bang Tagor si preman botak berbibir sumbing.
“Bangsat..!” tanpa terduga Bang Tagor mengeluarkan sebilah pisau, secepat kilat tangannya bergerak kearah leher Misdi dan “Crebbbbbb…. Ha Ha Ha mampus lu” si preman ngakak merasakan serangannya berhasil, perlahan-lahan wajah si preman berubah pucat. Matanya mendelik ketika melihat luka yang menganga lebar dileher si kakek perlahan-lahan mengatup kembali.

(Misdi Juga terkejut, disangkanya, Nyawanya bakalan check-out dari muka bumi ini dan meninggalkan Para mupenger’s ^^.)


“Too.. Tolonggggg…!! Settannnn!!” Bang Tagor berlari ditengah malam.
Jagoan kita Misdi mengejarnya. Batang kemaluannya yang panjang dan besar bergelantungan kesana kemari diselangkangan kakek itu.
“Prakkkkk…….Haduhhhh” si kakek menghadang Bang Tagor kemudian sambil melompat tangan Misdi menghantam kepala Bang Tagor.
Bang Tagor mengaduh kesakitan. Mata si preman mendelik tubuh Bang Tagor rubuh di hadapan Misdi. Tangannya menggapai-gapai mencari pegangan.
“Waduhhhhhhh…”kini giliran Misdi yang mengaduh, sambil memegangi benda di selangkangannya yang terbetot oleh Bang Tagor
“Ngeehhh Heeeee…, kalo Mau mampus, mampus aja… , pake pegang-pegang segala !!! Bukkkkkkk…!!”
Misdi menendang tubuh Bang Tagor sambil menggerutu panjang lebar, ia tidak terima senjata barunya terbetot oleh Bang Tagor, biarpun hanya untuk sesaat.

************************
Sementara dirumah tipe SSS

Di atas sofa Shierlen menggeliatkan tubuhnya keluar dari himpitan Bang Somad, suara dengkuran terdengar dari keempat orang itu yang tertidur dengan pulas sehabis mereguk kenikmatan dari tubuh Shierlen. Dada Shierlen terasa sesak, sambil memakai pakaiannya, ia kembali terisak mengingat nasib Misdi yang tragis.
“Fitri..! ” Mendadak Shierlen teringat akan nasib Fitri, ia meraih pakaian Fitri dari atas lantai, kemudian Shierlen melangkahkan kakinya dengan terburu-buru menuju kamar.
Di dalam kamar, Fitri yang sudah terbangun dari mimpinya (hehehe…) tengah meronta-ronta sekuat tenaga, berusaha menarik-narik kedua tangan dan kakinya yang terikat dengan kuat. Wajah Fitri menoleh kearah pintu ketika mendengar suara pintu yang terbuka, ekspresi wajahnya terlihat sangat ketakutan, wajahnya terlihat sedikit tenang melihat siapa yang masuk kedalam kamar itu.
“Shierrr… tolonggg…” Fitri memelas meminta tolong, sambil menangis terisak-isak , Shierlen buru-buru melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Fitri.
Shierlen membantu Fitri berdiri, gadis itu tampak kelelahan akibat berusaha sekuat tenaga melepaskan dirinya dari ikatan yang mengikat tangan dan kakinya. Shierlen membantu Fitri mengenakan pakaiannya kembali.
“Shier…, kita harus larii..” Fitri memandangi Shierlen

“Fitt.., maafkan.. aku.. akuuu….hkk hkkk yang…” Shierlen kesulitan mengakui kesalahannya.
“Aku.. tahu Shierrr,aku ngak sengaja mendengarnya dari mulut mereka, aku maafin kamu koq.., aku tahu kamu hanya khilaf… “Fitri tersenyum
“Fitriii…”Shierlen terisak-isak sambil merangkul teman baiknya, ia semakin merasa menyesal telah melakukan perbuatan sebodoh ini.
“Krekeeetttt…” pintu kamar itu terbuka lebar.
“Eeee, si Amoy udah bangun…”Bang Somad terkekeh-kekeh menghampiri kedua gadis itu.
“Kirain, nangis diperawani sama Bang Tagor…hahaha!” Bang Maman cengengesan sambil memandangi Fitri Diniyani
“Kalian mau apa ?” Shierlen menyembunyikan Fitri di balik punggungnya.
“Ya, kami mau ngentotin dia, He he he” Bang Dadang menatap beringas, matanya menatap Fitri dengan tatapan mata yang berbinar-binar.
“Shierrr…” Fitri bergetar ketakutan ketika keempat laki-laki itu semakin dekat menghampiri.
“Keparattt…!! Plakkkk” Shierlen menampar wajah Bang Somad ketika laki-laki itu mendekat, Bang Somad terhunyung kebelakang, kemudian Bang Somad menerkam, menerjang Shierlen dan memiting tangan Shierlen kebelakang “Awww.. aduhhh…” Shierlen memekik kesakitan.
“Tidakkkk… Awwww….” Fitri meronta-ronta ketika Bang Dadang memeluk tubuhnya yang mungil dari belakang..

“Lepaskan Dia…!! Bajingannnn, Awwwhhh” Bang Somad menjambak rambut Shierlen, bibir Bang Somad menyumpal bibir gadis itu.
Bang Somad berusaha mengimbangi tenaga Shierlen yang terus meronta-ronta.
Habis sudah kesabaran Bang Somad
“Diemmm!! Lu kenapa sihhh…!!” Bang Somad semakin keras menarik rambut Shierlen kebelakang, sampai Shierlen tidak berkutik lagi karena kesakitan.
“Ngapain sih pake baju , Moyyy.. He He He” Bang Aryo menaikkan baju kaos Fitri keatas.
“Iya Nihh.., Bagusan tadi waktu lu telanjang…, Sini gua bantuin buka HA HA HA” Bang Maman merayapkan kedua tangannya kebalik rok mini yang dikenakan Fitri, tangan Bang Maman merengut celana dalam gadis itu. Fitri merapatkan kedua kakinya berusaha mempertahankan kain segitiga diselangkangannya. Bang Maman dengan nafsu memuncak membetot kain segitiga itu.
“Ha Ha Ha Ha” “Dapet Apaan Tuh…” “Telanjangin…” para preman itu terkekeh-kekeh melihat keberhasilan Bang Maman.
Fitri menjerit-jerit ketika tangan Bang Maman melingkar kearah belakang pinggulnya dan menarik resleting rok mini itu turun “Sretttt….”,

Rok Mini itu melorot turun, Mata Bang Maman mendelik melihat kemolekan selangkangan Fitri. Bang Dadang merentangkan tangan gadis itu keatas agar Bang Aryo dapat lebih mudah melaksanakan tugasnya, Bang Aryo tersenyum sambil menarik baju kaos Fitri ke atas “BHnya sekalian, jangan tanggung-tanggung He He He”
“Fitriii..! Ohhhhhhhh…Tidakkkk” Shierlen mendadak lemas menyadari apa yang akan menimpa temannya, ia bersandar lemas pada tubuh Bang Somad.
“He he he..” Bang Somad menciumi bagian belakang telinga Shierlen, Shierlen memalingkan wajahnya kearah lain, air mata mulai berlinangan dari matanya yang sipit, gadis itu tidak sanggup menyaksikan Fitri yang sedang meronta-ronta berusaha mempertahankan kesuciannya.
Bang Somad menarik rambut gadis itu sehingga kini wajah Shierlen menghadap kedepan “Lu, liat seru banget kan.. HA Ha HA”, Tangan Bang Somad beraksi melucuti pakaian gadis itu.
“Crebbbb….” Shierlen mengeluh ketika merasakan kemaluan Bang Somad menyodok lubang anusnya, setelah berkutat dan menghentak-hentak beberapa kali, dengan satu tusukan yang kuat melesatlah kemaluan bang Somad berkelana kedalam lubang anus Shierlen.
“Wooiiii, lu bertiga, bawa si Amoy kesini, biar dia liat temennya dientot” Bang Somad cengengesan, sambil memaju-mundurkan kemaluannya mengocok-ngocok lubang anus Shierlen.

Tubuh Fitri tergusur-gusur, ditarik oleh bang Aryo dan Bang Maman sementara Bang Dadang mendorong pinggul gadis itu dari belakang.
“Liat Moyy, liattt.. He he he” Bang Dadang memegangi kepala Fitri dan mengarahkannya kearah Shierlen.
Tubuh Shierlen terayun-ayun dengan kuat, mulutnya mendesis-desis, matanya terpejam-pejam keenakan. Beberapa saat kemudian Bang Dadang berbisik sambil menjilat telinga Fitri Diniyani “Gimana Moy, asik ngak Ha Ha Ha”
Fitri tidak menjawab, ia bahkan tidak lagi memalingkan wajahnya ketika Tangan Bang Dadang melepaskan kepalanya, wajah Fitri merona kemerahan. Sambil tersenyum menatap Fitri, Bang Somad menekan pundak Shierlen kedepan, agar posisi Shierlen lebih menungging. Mata Fitri mebeliak melihat kemaluan Bang Somad yang menghujami lubang anus Shierlen.
“Cleppppphh…Plokkkk…plookkkk…plokkkkk” suara beradunya bongkahan buah pantat Shierlen dengan selangkangan Bang Somad terdengar semakin keras.
Fitri seakan-akan terlena, nafasnya memburu dengan kencang.
“Ahhhhhhh….” mulutnya mendesah ketika merasakan tangan Bang Aryo meraba induk buah dadanya, permukaan telapak tangan Bang Aryo yang kasar merayapi permukaan payudaranya, sesekali Bang Aryo meremas-remas induk payudara Fitri dengan lembut, jari tangan Bang Aryo menjepit sepasang putik payudara Fitri kemudian menarik-nariknya dengan lembut.

Ahhh… Ennnhhh” Fitri merintih perlahan sambil sedikit menarik pantatnya  ketika merasakan geliatan-geliatan lidah Bang Dadang disela-sela buah pantatnya
“Awww…! ” Fitri tidak sanggup untuk menahan teriakannya ketika merasakan lidah Bang Maman menggeliat liar, mengulas-ngulas menggelitiki permukaan vaginanya, walaupun kedua kakinya masih merapat ketakutan gadis itu tidak dapat memungkiri kenikmatan yang mulai menggerogoti dan melahap tubuhnya yang mulus.
Rintihan dan erangan Fitri terdengar semakin keras, suaranya bercampur dengan desahan dan rintihan yang keluar dari mulut Shierlen, suara terkekeh-kekeh semakin sering terdengar dari mulut keempat orang itu.

“Ahhhh… Tidakkkk….” Fitri tersentak seperti baru tersadar ketika tangan Bang Maman mengangkat kaki gadis itu sebelah kiri sambil menggesekkan kepala kemaluannya ke bibir vaginanya.
Rontaan Fitri membuat kepala kemaluan Bang Maman terpeleset. Bang Dadang memiting kedua tangan gadis itu kebelakang, sedangkan Bang Aryo membantu mendorong  pinggul Fitri dari belakang agar Bang Maman lebih leluasa melaksanakan nafsu bejatnya.
“Tidakkkkkk!! Ahhhhhhhh!!” Fitri memejamkan matanya rapat-rapat kemudian membuka matanya lebar-lebar, ia berharap ini semua hanyalah mimpi, namun ketiga laki-laki itu masih tetap ada di sekelilingnya, bahkan yang satu mulai menekan-nekankan kepala kemaluannya berusaha untuk merengut kegadisannya.
“Ahhhhhhh…!!” Fitri menjerit keras ketika kepala kemaluan itu menekan dan mulai berhasil menyusup, mengintip dari sela-sela himpitan bibir vaginanya.

“Brakkkkk….!! ” pintu kamar itu hancur seperti dihantam oleh sesuatu
“Goblokkk…!!” “Hahhh…!!” “Sialan” yang besangkutan tampak uring-uringan karena niat mereka terganggu.
Seorang kakek tua bertubuh jangkung dengan perut buncit, cengengesan masuk kedalam. Empat orang preman dan dua orang gadis Chinese berwajah cantik terseru kaget melihat keadaan si kakek yang telanjang bulat. 
“Gila.., apaan tuh yang ngegantung…” kata Bang Somad melotot sambil menghentikan gerakannya yang sedang maju mundur, matanya melotot kebawah ke arah selangkangan si kakek kemudian menengok kebawah ke arah selangkangannya sendiri. Senjata diselangkangannya kalah dengan telak dari segi ukuran maupun panjang “benda” di selangkangan si kakek.
“Hegggkkk…, Huaaaa…! Brakkkk” bang Somad terlempar ketika Misdi mencekik lehernya dan melemparkannya seperti mainan.
Ketiga orang preman lainnya segera mengurung Misdi, namun tidak berapa lama tubuh mereka terlempar kesana kemari “Brakkk…” “Brukkkkk… Aaaargh!” “Gubraggggggg”
Tidak berapa lama berhamburanlah empat orang preman yang sudah patah nyalinya menghadapi kehebatan jagoan kita Misdi.

“Kekkk…, Tolong teman kami kekk…” Shierlen menghampiri si kakek sambil menyilangkan tangan kanannya menutupi buah dadanya dan tangan kiri gadis itu menutupi selangkangannya.
Fitri melakukan hal yang sama, ia memohon-mohon agar si kakek menolong Misdi.
“Duhhhh… Susu…!!” Misdi berlagak seperti ogah-ogahan,
“Tolong kek.., saya bersedia memberikan apapun yang kakek minta “Shierlen memohon dengan memelas.
“Apapunnn? maksud kamu? termasuk dengan tubuh kamu ?” Misdi bertanya memastikan, ia menatap wajah Shierlen.
Kemaluannya berdiri mengacung mirip seperti kemaluan kuda jantan, batang kemaluan si kakek berdiri dengan kokoh, bulatan batang kemaluan Sikakek mirip botol Aqua 600 ml. (Red : supaya rada menghayati, beli dulu dulu kewarung, he he he ^^)
“Maks.. Makssud Saya… saya..tapi.. tolloongg.. selamatkan…Misdi” Shierlen mengangguk perlahan, gadis itu tersurut mundur kebelakang sambil memandangi selangkangan si kakek.
Si kakek menerkam dan mengulum bibir gadis itu.
“Hemmm… Emmmmm” suara mulut Shierlen, gadis itu meronta ketika Misdi melumatnya, tangan kiri Misdi membelit melingkari pinggang Shierlen, sebelah lagi mengelus-ngelus permukaan punggung Shierlen Halim dengan lembut berusaha menenangkan gadis bermata sipit itu.

Misdi menarik tangan Shierlen dan Fitri keluar dari dalam kamar. Ia duduk diatas kursi sofa panjang butut dan bersandar dengan santai sambil berkata.
“Nah….duduk sini…” Misdi merentangkan kedua tangannya, Shierlen mulai melakukan tugasnya.
Sambil menelan ludah, Shierlen naik mengangkangi tubuh Misdi. Tangan kanannya berpegangan pada bahu Misdi, sedangkan tangannya yang kiri berusaha mengarahkan kepala penis yang berukuran jumbo itu ke arah sela-sela sempit diantara himpitan bibir vaginanya.
“Shierrr…. ” Fitri melirik kearah selangkangan Shierlen, ia mengkhawatirkan temannya yang akan menerima kemaluan si kakek yang besar dan panjang.
“Kamu sini!” si kakek menepuk nepuk, tempat disebelahnya yang masih kosong.
Fitri menuruti keinginan si kakek, ia duduk di sebelah kakek tua bertubuh buncit yang cengar-cengir dengan gembira.
“Heeengghhh.. Khekkk… Ahhh” kepala kemaluan Misdi menggeliat sekuat tenaga berusaha meloloskan dirinya kedalam lorong sempit yang masih kesulitan menerima kepala kemaluan sebesar itu, kedua tangan Misdi melingkari buah pantat Shierlen, tangan Misdi meremas-remas bongkahan buah pantat Shierlen yang empuk dan padat, sambil menekan bongkahan pantat Shierlen, Misdi menyentakan kepala kemaluannya keatas. “Brlepppphhhh” terdengar suara keras ketika kepala kemaluan Misdi melesat, menghujam tanpa ampun membongkar lorong sempit diselangkangan Shierlen
“Haaaggghh.. Akkkhhhhhhh…” Shierlen menjerit keras, tubuhnya serasa lemas dan ambruk kedada Misdi, matanya terpejam rapat, bibirnya mengerang.

“Kekk… Shierlenn kekk…” Fitri tampak menghawatirkan keadaan Shierlen yang diam tidak berkutik diatas dada si kakek, tangan Fitri yang mungil mengguncang-guncangkan bahu Shierlen, gadis itu berlutut diatas sofa disamping pertempuran antara seorang kakek tua dengan seorang gadis muda bermata sipit. Tangan sikakek membelit pinggang fitri dan menarik tubuh gadis itu, Fitri menarik kepalanya ketika mulut si kakek mengejar bibirnya yang mungil. Misdi terkekeh-kekeh, ia semakin erat memeluk pinggang gadis itu. (Red : Duhhh.. si Misdi waktu bodynya kecil serakah, ehhh sekarang semakin rakussss !! tangannya memeluk dua orang gadis cantik..) Shierlen semakin keras mengerang ketika kemaluan Misdi yang super besar itu memasuki dirinya sedikit-demi sedikit. Batang kemaluan Misdi yang besar itu sampai tampak agak tertekuk-tekuk ketika bergerak keluar masuk, melakukan gerakan-gerakan mengocok. Bibir vagina Shierlen terlipat kedalam dan tertarik monyong keluar mengikuti gerakan kemaluan Misdi yang tampak kesulitan check in dan check out memasuki lubang kenikmatan diselangkangan gadis itu.
“Ahhhhhh…!! Crrrrrutttt… Crrruuttttt….!!” Satu teriakan panjang terdengar dari mulut Shierlen.
Misdi tersenyum sambil mengelus punggung Shierlen,  kepala gadis itu masih terkulai lemas dibahu Misdi, ternyata dengan “senjata barunya” yang super jumbo tidak membutuhkan waktu lama bagi Misdi untuk merobohkan Shierlen, keringat-keringat halus membasahi punggung gadis itu.

Kepala Misdi mengendus-ngendus rambut Shierlen yang harum, satu gigitan lembut, dengan nakal hinggap di daun telinga gadis itu. Kedua tangan Misdi mencengkram kedua bahu Shierlen, dengan lembut Misdi mendorong bahu gadis itu sehingga kini punggung Shierlen terangkat naik, mata Misdi semakin tajam menatap dua buah gundukan buah dada Shierlen yang putih, membuntal padat, bergoyang lembut didada gadis itu.
“Essssshhh… Ennnhhhh… Ennnhhhhh… Kekkkkk…” kedua tangan Shierlen berpegangan pada sepasang lengan Misdi yang sedang memegangi bahunya.
Shierlen menatap keatas menatap langit langit , kemudian wajahnya menoleh kearah Fitri, tangan Shierlen menarik leher Fitri kearah wajahnya dan
“Hhhmm.. Mmmmmhhhh….” Bibir kedua gadis itu saling melumat dengan lembut, Misdi terkekeh-kekeh dengan gembira, ia mulai memacu kemaluannya sambil terus memegangi bahu Shierlen
“Kleepppphhh.. plepppp…Plepppp” Suara seperti benda yang sedang dibenamkan kedalam air terdengar semakin keras.
Senyuman mesum semakin merajalela diwajah Misdi ketika menatap bongkahan payudara Shierlen yang melompat-lompat dengan indah seirama dengan tubuh gadis itu yang tersentak-sentak keatas mengikuti tusukan kemaluan Misdi dilubang vagina Shierlen yang mungil.
Entah sudah berapa kali Shierlen mencapai klimaks, tapi si kakek masih tetap tangguh, bahkan tenaganya seolah-olah semakin berlipat ganda.

Shierlen agak lega ketika si kakek tua mencopot kemaluannya dan dengan hati-hati si kakek membantu Shierlen duduk disampingnya, wajah Shierlen terkulai , matanya yang sipit melirik sesuatu diselangkangan laki-laki tua itu yang masih tegak tanpa terkalahkan. Mendadak si kakek menerkam sambil menekan bahu Fitri. Gadis itu tersentak kaget ketika si kakek menggesekkan kepala kemaluannya pada belahan bibir vaginanya.
“Ahhhh… tidakkk.. jangannnn…” ada sorot mata ketakutan dimata gadis itu
Sebenarnya nafsu Misdi sudah memuncak sampai keubun-ubun, namun mendadak Misdi teringat masa-masa bahagia yang pernah dijalaninya bersama Fitri, apalagi waktu Fitri dengan sekuat tenaga menyelamatkan hidupnya yang hampir jatuh dari jendela kamar gadis itu, menyelamatnya dari Mbok Iyem, trus dari si banci. Si kakek tersenyum ramah sekaligus kecewa, ia melepaskan cengkramannya dari bahu Fitri.

“Kekkk… Hhhh, Hhhhh, sama, Ak.. aku saja kekk” Shierlen menarik tangan si kakek, tubuhnya sudah lemah tanpa daya namun ia tidak ingin si kakek kecewa dan membatalkan niatnya untuk menolong si kecil Misdi.
Si kakek mendorong bahu Shierlen agar gadis itu bersandar kembali dan beristirahat, dengan lembut dikecupnya kening Shierlen, Misdi tidak tega melihat Shierlen yang sudah sangat kelelahan, keringat mengucur dengan deras dari pori-pori disekujur tubuhnya.

Fitri seperti sedang memikirkan sesuatu, ia tidak dapat membayangkan penderitaan yang harus ditanggung oleh anak sekecil Misdi untuk menyelamatkan kehormatannya, kini entah bagaimana nasib Misdi yang selama ini sudah memberi banyak warna warni dalam kehidupannya. Satu-satunya harapan Fitri hanyalah si kakek tua yang kini berlutut sambil memandangi dirinya. Terngiang-ngiang kata-kata Shierlen yang membuat Fitri semakin gelisah “Bang Tagor menjambak rambut Misdi, terus menyeretnya entah kemana”, Antara nyawa Misdi dan kegadisannya, sebuah pertarungan yang alot dan cukup lama, Fitri menghela nafas panjang. Ia sudah membulatkan tekad mengambil sebuah pilihan, nyawa si kecil Misdi atau kegadisannya.
“Kekkk… kalau aku memberikannya untuk kakek.., apa kakek bersedia segera menolong Misdi..?”tiba-tiba Fitri membuka suaranya.
“Jangan… Fitrii…aku sajahh..” Shierlen mencoba mengingatkan Fitri.
Fitri menatap Shierlen dan tersenyum, ia tahu temannya itu sudah kehabisan tenaga melayani nafsu si kakek yang bertenaga besar.
“Sepertinya, dia baik-baik saja koq.., kamu ngak usah kuatir..deh” jagoan kita menatap terharu karena Fitri begitu mencemaskan dirinya, bahkan sampai rela,  memberikan satu-satunya milik- nya , yang jelas saja tidak ada gantinya lagi.

Tangan Fitri menarik leher Misdi, dan mendekap kepala si kakek tua itu di dadanya, api birahi Misdi kembali berkobar-kobar, kali ini lebih dahsyat dari sebelumnya. Jantung Fitri berdetak dengan semakin kencang ketika merasakan hembusan-hembusan angin hangat yang memburu di permukaan buah dadanya. Kecupan-kecupan lembut membuat Fitri semakin erat mendekap kepala itu didadanya. Misdi mengangkat kepalanya sedikit agar dapat memandangi , keranuman dan kesegaran payudara Fitri, lidahnya terjulur keluar dan memutari puting susu Fitri, sesekali dikemutnya kuat-kuat puncak payudara itu.
“Ahhhh…! ” Fitri memekik keras ketika mulut Misdi kembali mengenyot kuat-kuat puncak payudaranya.
Ciuman-ciuman si kakek semakin turun dan akhirnya tiba ditempat favourite Misdi. Sebuah gundukan mungil yang terbelah di selangkangan gadis itu dihiasi oleh rambut-rambut halus yang tersusun dengan rapi, lidah Misdi menciumi permukaan vagina gadis itu, rambut-rambut halus yang menghiasi vagina itu kini tampak basah terbasuh oleh air liur Misdi. Kedua kaki gadis itu masih merapat, Misdi menunggu dengan sabar sambil menciumi permukaan vagina Fitri, perlahan-lahan kedua kaki gadis itu terbuka perlahan-lahan semakin lama semakin mengangkang. Misdi meletakkan kedua kaki Fitri keatas pundaknya sedangkan kepala Misdi berada diantara jepitan kedua paha gadis itu yang halus dan mulus. Mulut Misdi mengulum bibir vagina Fitri dengan lembut dan bergerak-gerak seperti mulut orang yang sedang mengunyah makanan terlezat dimuka bumi ini.

“Ahhhh… Kekkkk… Echhhhh… Ihhhhhhhhh…buk-buk” kaki Fitri kadang-kadang terhempas-hempas di atas punggung Misdi, tangannya yang mungil meremas-remas kepala Misdi yang asik melumat-lumat bibir vaginanya.
“Esssttthhhh…Haaaaa….Ahhh…Kecruuuutttt… Crrruuttt ” kedua paha Fitri menjepit kuat-kuat kepala si kakek, untuk sesaat tubuhnya mengejang kemudian terkulai seperti benang basah.
Misdi mengangkat kepalanya, wajahnya tampak belepotan terkena semburan cairan kenikmatan gadis itu, Misdi mulai menempelkan kepala kemaluannya pada belahan bibir vagina gadis itu, untuk sesaat Misdi jadi ragu , ia menatap wajah Fitri seolah-olah meminta ijin untuk melakukan ketahap selanjutnya. Gadis itu tersenyum sangat manis, sambil semakin membuka kedua kakinya melebar seolah-olah menyetujui keinginan Misdi. Misdi meleletkan lidahnya sambil menekankan kepala kemaluannya pada bibir vagina Fitri.
“Ouhhhh….” tubuh gadis itu tersentak-sentak dengan kuat ketika kepala kemaluan itu mulai membombardir bibir vaginanya yang tampak semakin kemerahan, sedikit namun pasti bibir vagina gadis itu mulai merekah ketika ujung tumpul kepala penis Misdi mendesak semakin kuat.
Nafas Fitri terputus-putus ketika merasakan kepala kemaluan itu perlahan-lahan mulai masuk. Bibir vaginanya serasa melar semakin lebar dan terasa semakin sesak.
“Ahhhhhhhhhhhhhh…!” Tubuh Fitri meliuk ketika tiba-tiba merasakan kepala kemaluan itu tiba-tiba mencelat masuk, tangan Fitri memegangi perutnya yang terasa seperti kejang.

Misdi membiarkan Fitri untuk sesaat agar gadis itu membiasakan diri menerima benda asing di selangkangannya, setelah nafas gadis itu agak tenang barulah Misdi mendorongkan batang kemaluanya perlahan-lahan.
“Prepp.. Brrrttt Brrretttt….” Mata Misdi berbinar-binar ketika merasakan ujung kepala kemaluannya merobek-robek selaput tipis didalam vagina Fitri
“Aduhhh.. Ahhhhh…” Fitri menggeliat kesakitan
“Sakitt…?” si kakek bertanya sambil mengelusi paha Fitri
Fitri mencoba tersenyum, sambil menahan rasa sakit diselangkangannya. Gadis itu menggelengkan kepalanya, Misdi kembali menekankan batang kemaluannya semakin dalam sampai batang kemaluanya terasa mentok tidak dapat maju lebih dalam lagi, kemudian perlahan-lahan Misdi menarik batang kemaluannya sampai sebatas leher penisnya. Fitri meringis ketika si kakek berperut buncit menarik batang kemaluanya. Ada cairan lengket bercampur dengan cairan berwarna merah yang meleleh keluar ketika kemaluan Misdi bergerak perlahan-lahan keluar masuk kedalam lubang vagina gadis itu. Fitri mendesah-desah ketika Misdi mulai melakukan genjotan-genjotannya, yang semakin lama semakin kasar dan kuat menghujam-hujam lubang vaginanya yang mungil.
“Ahhhhh…. Crrrtttt… Crrrtttt” tubuh Fitri meliuk dalam gerakan yang indah, buah dadanya bergerak seirama dengan nafas gadis itu yang memburu, tubuhnya terguncang-guncang akibat sodokan-sodokan kuat si kakek.

Tangan Fitri menahan gerakan pinggul si kakek, bibirnya yang mungil meringis ketika merasakan rasa ngilu yang diselingi oleh rasa nikmat, Misdi tersenyum sambil menjamahi buah dada Fitri. Misdi menusukkan batang kemaluannya sampai bibir vagina gadis itu ikut terlipat kedalam. Setelah kemaluan si kakek masuk sampai mentok, pinggulnya bergoyang ke kiri dan kanan kemudian bergerak-gerak seperti sedang mengocek-ngocek lubang vVagina gadis itu dalam gerakan memutar.
“Ahhhh… Ahhhhh…Awwssshh” Fitri merintih-rintih semakin keras, ia merasakan lubang vaginanya sedang dibor oleh benda panjang di kemaluan si kakek yang bergerak mengocek-ngocek lubang sempit di selangkangannya.
“Hhhsssshh…Hhhhsshhh…Essssshhh…” kepalanya tergeleng ke kiri dan kanan, tampaknya Fitri kesulitan mengimbangi serangan kemaluan si kakek yang terlalu besar dan panjang.
Tangan Misdi meraih pergelangan kaki Fitri, kemudian didorongnya kaki Fitri sampai lutut gadis itu tertekuk, Misdi terkekeh-kekeh sambil memaju-mundurkan kemaluannya dengan lembut, tangan Misdi menggerak-gerakan kaki gadis itu seperti orang yang sedang mengayuh sepeda.
“Clekkk…Clekkkk…Clekkkkk….” suara-suara lendir lengket terdengar semakin keras seiring dengan semakin kuatnya Misdi memaju mundurkan kemaluannya.
Fitri semakin sering mendesah dan merintih, terkadang gadis itu memekik kecil.
“Ohhhh… Ahhhh Kekkkkk…. Mmmmmm.. Achhhhh Crutttt… Currr ” kedua kaki Fitri yang sedang dipegangi oleh Misdi meregang dan bergetar dengan  hebat, kemudian perlahan-lahan getaran itu sirna, seiring dengan kembali terkulainya tubuh gadis bermata sipit itu.

Tanpa terlebih dahulu melepaskan kemaluannya, tangan Misdi bergerak menggusur sambil membalikkan tubuh gadis itu
“sini… yak.. begitu. Nahhhhh Sipppp He he he”
Posisi Fitri kini menungging “Doggy Style”, kedua tangannya bertumpu pada kursi sofa butut dihadapannya.
“Ahhh.. , Ahhhhh…. Ennnnggghhh…” tubuh Fitri terdorong-dorong kedepan ketika si kakek menyodokkan kemaluannya kuat-kuat.
Fitri merebahkan dadanya keatas bangku sofa dihadapannya, kedua lengannya terasa lemas tanpa tenaga, rambut gadis itu sudah acak-acakan tidak beraturan dan sebagian menutupi wajahnya yang cantik. Tangan si kakek membantu menyibakkan rambut gadis itu ke belakang, sambil menjilat telinga Fitri si kakek bertanya “Enakkk ? Hemmmmmm….?”
Fitri mengangguk, tubuhnya merinding ketika lidah si kakek mengulas-ngulas tengkuknya dan sesekali bibir keriputnya mengecup-ngecup tengkuk gadis itu. Tangan si kakek membelai-belai punggung Fitri yang sudah basah oleh cucuran air keringat serta mencengkram bahu gadis itu seperti seekor harimau yang sedang mencengkram mangsanya
“Cleppppp…. Awwww…!” satu tusukan kuat membuat Fitri menjerit kecil

“Phlookkkk…phloookkkk…Plokkkkkk…Kephhlookk” suara beradunya buah pantat dengan selangkangan si kakek terdengar dengan keras.
Tubuh Fitri tersentak-sentak semakin kuat terdorong ke depan, jeritan-jeritan kecil semakin sering terdengar dari bibir mungilnya sesekali diiringi suara rengekan-rengekan yang semakin membangkitkan birahi si kakek.
“Ahhhhhhhhhhhh…!! Crruttttt…. Crrrrrrttttt……” Satu pekikan panjang kembali menenggelamkan gadis itu ke dalam lautan kenikmatan.
Fitri hanya sanggup mengerang pelan, tubuhnya masih terus terdorong-dorong ke depan dalam gerakan-gerakan yang berirama mengikuti ritme sodokan kemaluan si kakek
“Ploppph…” suara itu terdengar dengan keras ketika Misdi mencabut kemaluannya dari lubang vagina Fitri,
Jari telunjuk si kakek mengorek-ngorek cairan-cairan yang rupanya seperti lem cair dari lubang vagina Fitri dan mengulaskannya pada lubang  anus gadis itu. Setelah dirasakan cukup barulah si kakek mengarahkan kepala penisnya ke lubang anus gadis itu. Fitri menggeser pinggulnya ke depan ketika si kakek berusaha menekankan kepala penisnya pada lubang anusnya yang sempit. Tangan Misdi menarik kembali pinggul gadis itu, tekanan-tekanan kuat mulai dilakukan dengan sebuah irama yang teratur, untuk menerobos lubang anus gadis itu. Berulang kali Fitri mengerang lirih, tubuh gadis itu menggeliat-geliat gelisah, lubang anusnya perlahan-lahan terasa melebar dan terasa sesak, ada sedikit rasa kram di lingkaran anusnya.

“Hegggggkkk….Unnghhhhh” mata Fitri melotot kemudian perlahan-lahan terpejam rapat diiringi lenguhan panjang dari bibirnya yang mungil ketika lubang anusnya kembali disodok dengan kuat sampai tubuhnya terdorong tersentak kuat ke depan.
 Mata si kakek menatap dengan tatapan senang melihat kepala kemaluannya terbenam sampai sebatas leher penis.
“He he he…” si kakek terkekeh-kekeh senang, lidahnya terjulur keluar, kepalanya menunduk ke arah belakang telinga Fitri, dijilatinya belakang telinga gadis itu sambil sesekali digigitnya daun telinga gadis bermata sipit itu dengan lembut.
Batang kemaluan si kakek mulai bergerak, menekan dengan perlahan. Batang kemaluan itu pun tenggelam semakin dalam ke lubang anus Fitri, kemudian dengan sekali sentakan yang kuat si kakek menyodokkan batang kemaluannya sekaligus.
“Awwwww…!!” gadis bermata sipit itu menjerit panjang, tubuhnya mengejang selama beberapa saat.
Fitri Diniyani mengerang tanpa daya, sebuah kemaluan yang besar dan panjang telah menancap di lubang anusnya. Diam-diam, Misdi merasa kagum oleh keteguhan hati Fitri, biarpun kesakitan gadis itu tidak menangis. Si kakek menarik batang kemaluannya keluar sampai sebatas leher penis kemudian ditekannya kembali dengan hati-hati batang penis itu memasuki lubang sempit yang tampak kewalahan menerima kemaluan si kakek yang besar dan panjang.
Si kakek menarik pinggul Fitri sedangkan ia menjatuhkan dirinya duduk ke belakang

“Achhh..! ” kepala Fitri terangkat keatas, wajahnya menatap langit-langit.
Batang kemaluan si kakek tampak bengkok kesana kemari, kemaluan yang besar itu tampak semakin dalam terbenam, mengait lubang anus gadis bermata sipit itu. Tangan kanan si kakek yang satu mengait pinggang gadis itu, sedangkan yang sebelah kiri menggerayangi buah dadanya bergantian dari yang kiri ke yang kanan. Shierlen yang mulai pulih ikut meramaikan suasana ia mengangkangkan kedua kaki Fitri lebar-lebar, sementara Misdi semakin sering menyodok-nyodokkan kemaluannya keatas. Entah Sudah berapa macam gaya yang dilalui oleh mereka bertiga. Yang pasti kini Misdi mengangkang terlentang di atas sofa sementara Fitri menurun naikkan pinggulnya diatas kemaluan Misdi, sedangkan Shierlen mengangkangi  wajah si kakek sambil menyodorkan vaginanya kewajah Misdi. Tubuh kedua gadis itu sudah basah kuyup oleh air keringat yang mengucur membasahi tubuh mereka yang mulus.

“Ahhh…Kecruuuttt…Crutttttt” kedua gadis itu memekik hampir bersamaan.
Misdi mencengkram pinggul Fitri, ia semakin kuat mengocok-ngocokkan kemaluannya sampai gadis itu meringis-ringis dan…
“Arrrggghhh…Kecrrottt… Crrrotttt” si kakek menghantamkan kemaluannya kuat-kuat sampai Fitri memekik kecil, kini ruangan itu mendadak hening tanpa suara ah-ih-uh, yang terdengar hanya desahan-desahan nafas dari orang-orang yang kecapaian.
“Hahhhhh…” “Awwwww….” Mendadak Fitri dan Shierlen melompat dari atas tubuh si kakek yang terlentang, mata mereka mendelik menatap tubuh si kakek seperti diselimuti embun tebal yang keluar dari tubuhnya
“Poooppsssshhhh!” terdengar suara yang amat keras, tubuh si kakek seperti meletus.
“Lohhhh?!”
“Misdiiii!?”
“Hahhhhh ?” Misdi sama kagetnya , ia tidak menyangka akan kembali kewujud asalnya.
Kepala si kecil berambut poni menengadah  menatap kedua gadis itu, ia cengar- cengir serba salah. (Red : Oooppppsss, abis klimaks… balik lagi ke asal!! nah lo ketauan dah.. modal aslinya ^^ )

“Waduhhhh.. Aduhhhhhh….Shierrrr kupinggg guaa”
“Tobattt….. Fitriiii… Whuadawwww”
Kedua gadis itu menjewer telinga si kecil Misdi dan menariknya kearah yang berlawanan. Misdi menjerit kesakitan sampai tiba-tiba kedua gadis itu memeluk tubuh mungilnya erat-erat, kedua gadis itu terisak-isak menangis.
Tangan Misdi membelai-belai rambut kedua gadis itu, berkali-kali bibirnya mengecupi kening Fitri dan Shierlen “Sudahh…, Sudahhh.. jangan nangisss muahhhh…, cupphhh cupphhhh”
Sinar matahari yang terik, menyinari rumah tipe SSSS
Sikecil berambut poni keluar dari dalam rumah itu, kedua tangannya menggandeng pinggang Fitri dan Shierlen, wajah si mesum berambut poni tampak cerah menatap hari esok dihadapannya.

Ceekittttttttt!! Brrmmm Brrrrmmm (Uhhh, sebelum ngetiknya kepanjangan ,jarinya aku rem dulu ^^)
For next Episode…
He he he See’u ^^ next time…
Thank’s For Reading.

Next Issue
******************
Sebuah pesawat mendarat di kota Jakarta. Tiga orang gadis cantik melangkahkan kakinya, wajah mereka mirip seorang bintang Asia ternama -Blank- -Blank-
-Blank- -Blank- (He he he, kalo baca dari awal pasti tau deh,)
Si cantik menghentikan langkahnya, “Hmmm… Jejak orang tua cunihin itu menghilang di sekitar sini… , Ehhh jejak kaki anak kecil ?” gadis itu mengibaskan rambutnya, Wow, cantiknya.
*******************

19 Tanggapan

  1. edannnn cepet pisan ngarang ceritanya…………..dashyat..
    Re: sebenernya dibilang cepet juga ngga, jadi miss Yohana ngesubmit karyanya ke gw, tapi pending dulu unk proses pengeditan & perapihan, na baru di rilis gitu loh. wah Yohana ini sepertinya bakal jadi legenda spt andani citra dulu, walau sudah pensiun pun pasti tetap akan dikenang, ciee…soalnya karya2nya unik & asik punya
  2. Setelah dibaca akhirnya si Fitri diewe juga and bobol juga deh memeknya, akhirnya…..7 episode doer juga perawannya………
    he…he….Udah gini kapan digangbangnya? Besok udah ada hospital 8 yach……..super duper yami… super duper hot interracial gangbang by Bang Tagor for Slut only fitri……….
    Besok Udah bisa ada hospital 8, lusa hospital 9, 10…
    BTW gimana kabarnya si innocent stupid doll??
  3. Gue mahluk barbar…..suka banget dengan pemerkosaan, tapi bahasanya harus lebih brutal kotor n kasar!!!
    payudara ganti SUSU , kemaluan-vagina-penis Ganti MEMEK, KONTOL, menyetubuhi ganti EWE, ENTOT, IJUT,….. Jadi lebih
    BUAS, BRUTAL , AND……………BEAST……..BEAST………BEAST..
    BEAST………BEAST……….BEAST…………..BEAST………BEAST…
    Re: wah kalau kasar gitu ceritanya jadi ga elegan lagi dong
  4. Klo Gue request untuk pengarang turbo, ada cewek namanya Dian cantik, kulitnya kuning, umur 28, orang bandung, belum married, tinggi 155, berat 50, susunya 36b, kerjanya receptions di mall di bandung. Masih perawan, orangnya JUDES N JUTEX PISANNN……….!!!!!!!!!!!!!! Klo ada cowok suka pasti diliat duitnya…….. Anjrit….. pokoknya cule….( culun legek) terkenal cantik n jutex abis.
    Tolong diculik and diperkosa and digangbang, and dihamilian ama mahluk beast…. beberapa waktu lalu ga masuk seminggu. Mungkin ada yang culik and ngewe yach… he.he.
  5. Berarti disini ada pengarang turbo, ada komentator turbo juga yach. wuah gue ga mo ketinggalan……….. maniacXXX gue ikutan cpt2an berkoment….
    Eh sekalian ikutan barbarian juga dech………..
    Ada cewek di jakarta namanya Annie, putih, cantik, model, kurus, susunya 34a, kerjanya sales asuransi.
    Tolong digangbang interracial juga ha…ha…ha……
  6. kuda liar kayaknya ikutan ucing garong deh…..
  7. Mana foto si fitri caemnya? jadi kurang maximal neh
  8. wah, tamat??? kok kayak perpisahan gitu ya bahasanya???
  9. hihihi jagoannya bisa jadi dewasa, trus menyusut lagi jadi anak2. Kok gw malah jadi inget Detective Conan ya? hehehe
  10. pada 24 September 2008 pada 11:02 | Balas aregoonk_semuth
    wah jangan ditamatkan dulu donx. kan xperimennya belum selesai. dilanjutkan lagi yah
  11. *Bos Shu
    Ah Bos Shu terlalu memuji deh, jadi malu aku, hi hi hi.
    masih banyak deh yang harus aku pelajari dari senior-senior yang bikin ceritanya wah banget ^^.
    *Mr Maniac
    Iya betul tu, kata Bos Shu, aku bukannya turbo koq, ke ke ke ke. yang ke 8 dalam tahap pengerjaan baru beberapa halaman ^^.
    * Mr ucing garong & mr Kuda Liar
    sebenernya sih ada satu serial yang lagi aku kembangkan judulnya semntara “Office Cutie” , coba tar aku coba bikinin, tapi ngak deket-deket ini loh.. ^^, biar ngak kebanyakan serialnya ho ho ho
    *Mr Ukiuka
    Hahh !! ? Koq bisa kepikiran kesitu ke ke ke ke
  12. Gue juga mau request. Ada anak belagu namanya Raito Yagami, kerjanya OB di sebuah bank di Cianjur, tolong ceritanya dia culik diperkosa and digangbang ama Asmirandah, Laudya Bella, ama Liu Yifei. Biar gak belagu tuh anak! Ke ke ke!
  13. Hi hi hi…, tar aku buatin MR Raito lawan Dorce & Ivan Gunawan ( nda – nda bercanda, jangan nangis gitu, duonggg, tar dibeliin balooonnnn, ke ke ke),
    he he he Asmirandahnya bagus euy, aku pelajari dulu buat bahan acuan belajar ke ke keke, prok prok prok tepuk tangan yang keras untuk Mr Raito Horayyyyyyy….!!
  14. kalo tdk salah ini pertama kalinya Misdi melakukan ML dgn fitri ya? maksud gw benar2 melakukan penetrasi ke vagina fitri? sis request misdi ML pd saat tbhnya kecil dong..thanx
  15. ada koq di eps 8 he he he
    baru jadi dikit tapi ^^
  16. pada 2 Oktober 2008 pada 07:17 | Balas andrayohanaholic
    akhirnyaaku tau juga siapa nama foto yang dijadikan sebagai image seorang fitri di sini dia adalah erika sawajiri seorang artis dari jepang lahir 8 april 1986 di nerima tokyo dia salah satu the best cute japanese mbak yohana coba pasang foto erika eh fitri waktu pake seragam sekolah pasti tambah cuantik tik tik tik kayak mbak yohana he he he
  17. pada 2 Oktober 2008 pada 09:55 | Balas Hello K!tty
    Ow, jadi namanya erika sawajiri yak
    m’kasih infonya
    tar aku coba cari picnya,
    euh tapi dimana nyari yang pake seragam sekolah nya ?
  18. pada 2 Oktober 2008 pada 10:07 | Balas Hello K!tty
    He he he, maklum deh Foto-foto di ceritaku ini dapet nyolong semua dari Folder rahasia kakakku ^^, pantesan Hardisknya Penuh neh …,
    Oya sekalian mo nanya , kalo nyari Foto, Julie Estelle dll dimana sih, yang rada bagus & Fotogenik gitu… ?
    Re: bukannya banyak di website, di kapanlagi.com deh coba
  19. Mau di bantu ngak mbak aku punya beberapa foto erika sawajiri ntar aku kirim ke email mbak (itupun kalo mau ngak mau jg ngak papa he he he) mbak kirim request aja ke imel aku di putrasoulmate@gmail.com ntar di posting di serial fitri 8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar