Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Jumat, 05 Agustus 2011

Petualangan Rikku 3: Guardian Angel

Ringkasan kisah sebelumnya:



Rikku

Sekembalinya dari menghadap guru aku melewati daerah sekolah lama dan memergoki teman baikku diperkosa oleh tiga berandalan sekolahku. Ternyata mereka ketahuan oleh guru BP dan ketiga berandalan itu dikeluarkan dari sekolah. Sandra teman baikku curhat kepadaku sepulang sekolah. Dirumahku yang memang selalu kosong itu aku mengajaknya berendam di jacuzziku untuk melepas penat dan depresi, saat itulah mulai keluar rasa keingintahuanku ...




***********************************

Pengalaman pertama



“Kamu cantik sayang ...” itulah kata-kata terakhir yang sempat kuucapkan sebelum Sandra membalik tubuhnya dan kutatap matanya yang indah dan dihiasi bulu mata yang lentik itu, mata kami beradu dan kulihat matanya menyiratkan gairah yang menggebu. Aku tidak dapat menahan gairahku yang bergejolak semenjak saat Sandra menanggalkan satu persatu pakaiannya yang mengekspos tubuh indah dan putih mulus seorang gadis muda yang sangat menggairahkan. Kutatap sejenak bibirnya yang merah merekah sebelum akhirnya kulumat bibirnya dengan penuh gairah. Kurasakan nafasnya tercekat sejenak, aku pun merasakan gairah yang lain dari biasanya, tampaknya ini adalah pertama kalinya untuk kami berdua bermain cinta dengan sesame jenis. Walau rasanya aneh tetapi ternyata aku menyukainya karena ternyata bibir wanita sangat berbeda dengan bibir pria, dan begitupun Sandra. Hal itu kurasakan dari balasan darinya yang penuh gairah dan nafsu yang menggebu-gebu, mungkin karena rangsangan yang tadi diterimanya membangkitkan nafsunya kembali.



Kami melepas ciuman dan saling bertatapan mata, Sandra mengelus rambutku dengan lembut dan aku menciumnya pendek serta menariknya ke jacuzziku untuk membersihkan diri.

“yuk mandi dulu, setelah itu kita bisa bersantai di sauna” ajakku yang dibalas oleh anggukannya.

Kamipun masuk ke Jacuzzi yang sudah dipenuhi air hangat dan aku menyalakan bubble jet yang membuat air dalam Jacuzzi bergelembung-gelembung menambah nikmatnya berendam. Kami saling berpelukan dan kuusap-usap bongkahan payudara Sandra yang walaupun lebih kecil dariku (34C) tetap saja terasa besar dan menggairahkan, kuremas-remas lembut payudaranya dan sesekali kuusap-usap putingnya yang makin mengeras. Sandra menggumam lembut sambil meletakkan kepalanya di pundakku dan mengusap-usap lembut vaginaku yang bersih bebas dari rambut seperti bayi. Dia kemudian menceritakan kejadian tadi siang di sekolah dengan detail, aku juga menceritakan bagaimana aku diperkosa di tempat lesku dengan lebih mendetail. Tangan kananku mulai merambat menuruni perut Sandra yang rata dan sedikit berotot yang kemudian kuusap-usap vaginanya membalas perlakuannya padaku dengan lebih gencar karena aku juga memilin-milin puting payudaranya yang membulat kencang.



“Oooohhh..... hmmm....” erangan demi erangan keluar dari mulutnya, Sandra menolehkan kepalanya kekanan, bibirku mulai mendekat sehingga akhirnya bertemu dengan bibirnya, kukecup lembut bibirnya. Aku mulai mengeluarkan lidahku dan menjilati bibirnya, dia juga ikut mengeluarkan lidahnya untuk membalas perbuatanku. Lidah kami menari-nari dalam mulut pasangan masing-masing, lidah kami beradu dengan ganasnya seakan tidak mau kalah bertempur. Kulepas sejenak ciumanku, kupandangi wajahnya yang sayu dan basah oleh butiran-butiran air, begitu merangsang semua orang yang melihatnya. Kembali kulumat bibirnya yang lembut merah merekah.Sandra juga tidak mau kalah, dia membalas ciumanku sambil mulai mempermainkan klitorisku yang memang menjadi titik sensitif kebanyakan wanita. Mau tak mau aku mengerang-erang tertahan karena kami masih bergulat lidah dengan mesranya, akupun tidak kalah ganas mempermainkan jari-jari tanganku di vagina Sandra sambil meremas-remas lembut bongkahan payudaranya yang terasa kenyal dan halus ditanganku, aku juga memilin-milin puting payudaranya yang mencuat itu seperti sedang mencari sinyal gelombang radio.

Sandra merintih-rintih begitupun dengan diriku yang sudah dikuasai nafsu birahi, kami berdua berlomba-lomba menggapai kenikmatan dengan saling merangsang. Setelah puas bermain dengan payudaranya aku meremas bongkahan pantat Sandra dan bibirku berpindah dari mulutnya ke telinganya, permainan lidahku yang ternyata cukup lihai di tengkuk Sandra mulai membuahkan hasil. Hal itu terbukti dengan rintihan Sandra yang semakin liar dan kocokannya di liang vaginaku yang kian ganas dan mengirimku dan Sandra kepada orgasme kami ….



“AAAAHHHHHH...... oooohhhhhh .......OOOUUGGGHHHH ......cccrrrrr ....ccccrrrrrrrr.....” kami menjerit bersama-sama ketika gelombang orgasme bersama-sama melanda kami berdua.

Kamipun tertawa-tawa berdua sambil sesekali berciuman dengan mesra layaknya pasangan yang puas bermain cinta. Kami beranjak ke shower untuk membersihkan diri karena jacuzzi tempat kami berendam telah dibanjiri oleh cairan cinta kami berdua, aku menekan tombol dipinggiran jacuzzi untuk mengosongkan isi jacuzziku dan kamipun berdiri dan menyalakan shower untuk membersihkan diri kami dari licinnya cairan cinta kami.



Sambil membersihkan diri aku bertanya pada Sandra "San, minggu depan kan kita libur dua minggu, mau ngga kita ke Surabaya untuk berlibur?"

"Ide bagus, aku setuju saja, hanya kita berdua nih?"

"Ya iya lah kamu mau ngajakin siapa lagi?" tanyaku padanya.

Pertanyaanku dijawab dengan kedua bahunya yang naik, menandakan diapun tak tahu siapa lagi yang akan diajak.

"wah tapi perjalanannya jauh loh kita naik apa nih?" tanya Sandra

"kita roadtrip saja, bagaimana kalau kita naik s2000?" tanyaku

"waduh luar kota pakai harriermu saja?"

Aku menyetujui ide Sandra, bagaimanapun juga harrierku lebih nyaman dikendarai apalagi untuk perjalanan ke luar kota.



Kubuka pintu saunaku yang terbuat dari kaca yang kusam dan ku rasakan terpaan hawa hangat yang nyaman pada permukaan kulitku. Dengan riang kugandeng tangan Sandra untuk bersama-sama memasuki ruangan sauna yang sudah kusetel dengan panas 85 derajat. Sebelum duduk aku menciduk dua mangkok air dan kusiramkan ke bebatuan panas untuk mempertinggi kelembaban dalam ruang saunaku. Aku kemudian duduk diseberang Sandra sambil menikmati hangatnya sauna. Kuperhatikan wajahnya yang cantik dengan hidungnya yang mancung, tubuhnya yang ramping dan sexy, kulitnya yang putih mulus dan mulai dihiasi butir-butir keringat yang membuatnya terlihat lebih sexy dibawah cahaya lampu. Setelah sekitar 8 menit tubuh kami berdua sudah basah kuyup dibanjiri keringat yang mengalir deras dari seluruh pori-pori tubuh kami. Sandra bangkit dari duduknya, berjalan perlahan kearahku dan berjongkok didepanku sambil membuka pahaku dan tanpa sempat kucegah lidahnya menjilati bagian dalam belahan vaginaku yang tadinya masih tertutup rapat, tak luput klitorisku di jilatinya yang membuatku mendesah-desah tanpa bisa kutahan.

Puting payudaraku yang mencuat karena rangsangan birahiku diraihnya dan dipermainkan oleh jemarinya, sesekali diremas-remasnya bongkahan payudaraku. Gerakan-gerakan lembut jemari Sandra benar-benar membuatku serasa melayang-layang. Rupanya dia membalas perbuatanku tadi di jacuzzi yang mempermainkan putingnya seperti tombol pencari sinyal radio dan kini dia ikut memilin-milin putingku. Nafasku terdengar semakin berat saja dan tubuhku menggeliat-geliat tanpa bisa aku kontrol.



Aku mengusap-usap rambut dan punggungnya yang basah berkeringat menambah kemolekan tubuhnya. Sandra memasukkan dua jarinya kedalam liang kenikmatanku dan mulai mengocok-ngocok lubangku sambil lidahnya tak henti-hentinya menjilati klitorisku mengirimkan sensasi-sensasi ke seluruh tubuhku yang hanya bisa mendesah-desah dan menggeliat-geliat penuh kenikmatan sambil meremasi rambut Sandra. Ketika gelombang orgasme menghantamku tak kuasa aku menahan teriakanku, seluruh ujung-ujung syarafku serasa tergenggam jadi satu, dibetot dengan kuatnya lalu dilepaskan seiring dengan tubuhku yang tergeletak lemas dibangku saunaku dengan nafas yang ngos-ngosan. Sandra memandangi aku yang kelelahan dengan senyum nakal, dadaku yang masih naik turun seiring nafasku diremas-remas dengan gemasnya oleh Sandra. Aku bangkit berdiri dan menerkam Sandra, kami bergulingan di lantai kayu saunaku bagaikan dua anak macan yang sedang bermain-main. Akhirnya Sandra dapat kutaklukkan, dia terbaring dibawahku dan kamipun berciuman dengan mesranya, bibir kami bertautan dan lidahku mencari lidah Sandra yang tidak kulepas lagi begitu kutemukan. Butir- butir keringatku megalir menuruni leherku dan menetes-netes melalui puting payudaraku keatas puncak bukit kembar Sandra yang menambah panasnya suasana, begitupun ciumanku makin memanas dengan remasan-remasan lembutnya pada rambut dan buah pantatku yang sama-sama basah kuyup.



Kugesek-gesekkan pahaku pada belahan vaginanya sambil kuciumi leher jenjangnya yang membuat Sandra merintih-rintih penuh kenikmatan.

"ahemmm.... mmmhhh.... aaahhhh...." benar-benar merangsang semua orang yang mendengarnya termasuk pula diriku yang sudah merasakan gairahku kian memuncak.

Kupegangi satu kakinya dan kuangkat keatas, Sandra sedikit memiringkan tubuhnya dan langsung kujepit vaginanya dengan vaginaku yang kemudian kugesek-gesekkan mula-mula perlahan tetapi lama-lama kian tinggi frekuensinya, kami terlihat seperti dua gunting yang saling memotong sampai ke pangkalnya. Aku bergerak maju mundur dengan kecepatan yang kian meninggi membuat keringatku mengucur makin deras membasahi sekujur tubuhku berlomba-lomba menelusuri setiap lekuk tubuhku. Setelah sekian lama kami saling memacu tubuh kami, erangan-erangan kami bersahut-sahutan seirama dengan datangnya gelombang orgasme yang menghempas kami berdua dan membuatku seketika lemas menindih tubuh Sandra yang juga terengah-engah dibawahku. Seluruh sendi-sendi tulangku rasanya seperti dilolosi dan aku tak bertenaga lagi ketika Sandra menghempaskan tubuhku yang langsung terguling disampingnya



'berat ah' katanya.



Aku tertawa-tawa berdua dengan Sandra dan kemudian kami beranjak berdiri dan membersihkan tubuh kami di bawah kucuran shower sambil sesekali berciuman. Setelah kami saling mengeringkan diri, aku menarik tangan Sandra dan kami tertidur berpelukan diranjangku yang empuk.



Hari-hari berikutnya berjalan dengan cepatnya, pada hari terakhir sekolah aku sudah beberapa kali mengirimkan sms ke Sandra saat pelajaran, untungnya tidak ketahuan.

SMS terakhir yang kuterima dari Sandra adalah 'say, aku harus pulang lebih dahulu ada urusan mendadak. Aku besok kerumahmu dan bantu kamu packing'.

Aku bertanya-tanya ada apa dengan Sandra dan berharap dia tidak sakit.



*********************************

Guardian Angel



Senyum mengembang diwajah gadis belia itu, ia telah menanti-nantikan balasan SMS dari teman baiknya yang sedang mengikuti pelajaran sejarah diruang kelas sebelahnya. Ketika selesai membaca SMS yang barusan diteimanya hilanglah senyum dari wajahnya.

'10 menit lagi kamu harus sudah ada di jalan xxx rumah nomor 12 atau foto-fotomu akan kusebarkan di sekolah' bunyi SMS itu dan gadis itu yang tak lain lagi adalah Sandra langsung membereskan barang-baraangnya yang berserakan di meja lalu meminta ijin untuk pulang lebih awal dengan alasan sakit.



Sandra memacu mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk mengejar waktu yang ditentukan, untungnya hari ini tidak banyak lalu lintas sehingga Sandra hanya terlambat 5 menit. Setelah mengunci pintu mobil dia berjalan mendekati rumah yang dimaksudnkan. Rumah itu ternyata belum selesai dibangun, terlihat sepi dan banyak bahan-bahan bangunan yang teronggok didepan rumah baru itu. Dengan tubuh basah kuyup dibanjiri keringat dingin Sandra mengetuk pintu depan yang perlahan dibuka oleh seorang kuli bangunan bertampang dekil dan hanya mengenakan celana pendek saja.

'masuk non, sudah ditunggu kedatangannya. wah jauh lebih cantik daripada fotonya ya?' sapa kuli bangunan tersebut yang membuat darah Sandra berdesir dan keringat kian membasahi baju sekolahnya yang membuat baju itu menempel di kulit Sandra bagai kehujanan, mempertontonkan belahan payudara Sandra yang menggairahkan. Hal itu berarti mereka tidak main-main dan memang memiliki foto-foto pemerkosaan beberapa minggu lalu di sekolah.



Sandra melangkahkan kakinya dengan berat yang menyeret dirinya kedalam rumah itu. Rumah baru itu sudah 80% selesai tetapi Sandra digiring masuk ke ruangan belakang yang masih belum beratap melainkan hanya ada balok-balok kayu penyangga atap. Di ruangan itu Sandra disambut oleh kuli-kuli bangunan dan Dinan, pemerkosanya beberapa minggu lalu, dia rupanya ingin membalas dendam pada Sandra karena saat dia ketahuan memperkosa Sandra, dia saat itu juga dikeluarkan dari sekolah dan ternyata dia juga dipukuli, mungkin oleh kedua orang temannya yang juga kut dikeluarkan dari sekolah, hal itu terlihat dari mukanya yang dipenuhi bekas-bekas luka yang mengering, bahkan jerawat-jerawatnya sudah tidak terlihat lagi karena tertutup oleh luka, bibirnya pun terlihat sumbing. Saat Sandra memasuki ruangan itu dia segera disambut oleh siulan-siulan mesum dari para kuli bangunan, agak dipojokan ruangan mata Sandra tertumbuk pada sebuah benda yang tidak asing lagi baginya, itulah kamera murahan yang menjepret kejadian pemerkosaan dirinya, kamera itu sedang dilihat-lihat oleh beberapa kuli, mungkin sedang menikmati foto-foto yang terdapat didalamnya.



'aku sudah datang, mau apa kamu?' tanya Sandra

'ngga usah galak-galak, nanti kamu juga menikmati seperti kemarin, hahaha ...' disambut oleh tawa Dinan

' wah barang kualitas nih, tubuh montok gitu patutnya kita yang nikmatin non, jangan egois' kata salah seorang kuli itu pada Sandra

'kemarin kita benar-benar terpesona oleh tarian striptease-mu, ayo sekarang kamu kedepan ditengah-tengah ruangan dan hibur kami' kata Dinan

'Kalau aku hibur kamu, kamu beri foto-foto yang kamu buat di sekolah dan kamu tidak akan buat lagi yang baru, ok?' Sandra agak merinding juga melihat bahwa disana ada sekitar 8 orang kuli bangunan dan Dinan, jumlah totalnya 9 orang, tidak mungkin baginya merampas kamera itu dengan paksa.

'iya iya sudah jangan cerewet, kalau kami semua sudah puas denganmu akan kulepaskan kamu dan kamu boleh bawa kameraku pulang' jawab Dinan sekenanya.



Musik dangdut mulai menghentak-hentak, Sandra maju ketengah-tengah ruangan yang disinari terik matahari dan ruangan itu cukup tertutup sehingga tidak ada angin yang berhembus membuat ruangan itu semakin panas saja tidak hanya oleh hawa nafsu yang menggantung diruangan itu ketika Sandra mulai menggerak-gerakkan pinggulnya menghentak-hentak sesuai irama sambil perlahan-lahan melepas satu persatu kancing bajunya. Sandra membuka belahan bajunya sehingga menampakkan sepasang payudara yang montok dan sekal yang ikut terloncat-loncat seiring dengan gerakan tubuhnya yang makin liar dan ketika Sandra melemparkan bajunya keatas tasnya yang telah terlebih dahulu diletakkannya diujung belakang ruangan itu, riuh tepuk tangan semua orang terdengar menyoraki Sandra yang sedang meliuk-liuk indah dengan tubuh atas yang terlihat mengkilat basah oleh keringatnya, pemandangan itu lebih merangsang lagi ketika Sandra melepaskan BHnya dan kedua payudara besar itu ikut menari dengan yang empunya, meloncat-loncat kekanan dan kekiri seirama lagu dangdut yang sudah menghentakkan lagu keduanya. Ketika rok Sandra tercampakkan diujung ruangan terlihat sudah beberapa orang yang tidak dapat lagi menahan nafsu mereka dan mulai mengocok-ngocok penis mereka yang rata-rata besar dan membuat Sandra mulai ketakutan membayangkan penis sebesar itu nantinya akan merobek-robek vaginanya yang masih sangat rapat itu. Ketika celana dalam Sandra sudah lolos dari pinggulnya, lantai dibawah Sandra sudah membasah oleh tetesan-tetesan keringat Sandra, tubuhnya yang sudah banjir keringat itu terlihat sangat merangsang semua orang yang hadir disana, tubuh bugil yang mengkilat basah dan meliuk-liuk sinkron dengan lagu dangdut kelima itu sudah terlihat kelelahan.



Akhirnya musikpun dihentikan oleh Dinan, Sandra yang sudah kecapaian langsung ambruk terduduk di lantai terengah-engah.

'kamu haus?' tanya Dinan yang dijawab dengan anggukan Sandra.

'hisap saja penis-penis mereka, minum sperma sehat buat wanita lo' jawab Dinan.

Sandra melihat sekeliling dan tercekat ketika melihat semua kuli disana ternyata sudah bugil semua dan salah satunya langsung menyorongkan penisnya ke mulut Sandra dan memaksa Sandra untuk menghisapnya. Sandra menolaknya dengan memalingkan wajahnya tetapi kuli yang lain meremas-remas payudara Sandra dan menjepit putingnya keras-keras sehingga Sandra berteriak kesakitan dan mulutnya langsung disumpal oleh penis yang membuatnya tersedak tetapi tidak dapat mengeluarkan penis itu karena kepalanya dipaksa maju mundur mengulum penis kuli itu. Salah satu kuli menjilati leher Sandra yang basah dihiasi lelehan-lelehan air keringat sambil tangannya mengobok-obok belahan vagina Sandra dan mempermainkan klitorisnya. Kedua tangan Sandrapun tidak diam saja, mereka memaksa Sandra mengocok penis-penis mereka, Sandra saat itu sudah dikerubuti beberapa orang sekaligus, tubuhnya mulai bereaksi oleh rangsangan-rangsangan yang diterimanya tanpa henti dan membuat Sandra mulai merintih-rintih tertahan karena mulutnya masih tersumpal oleh penis.



Tak lama kemudian kuli itu menahan kepala Sandra dan menyemburkan sperma hangatnya kedalam mulut Sandra

'aaahhh .... telan tuuuhhh .... minum sana .... oouugghh....' teriak kuli tersebut.

Sandra gelagapan dan terpaksa menelan sperma kental yang rasanya asin-asin asam itu dengan terpaksa sambil berusaha mengambil nafas, belum selesai Sandra mengambil nafas, mulutnya sudah diisi oleh penis lainnya berganti-gantian bahkan ada yang menyemburkannya di wajah dan rambut Sandra.

'Par, kalau nyemburin lihat-lihat dong jangan asal sembur, gua kecipratan nih!' celetuk temannya yang ternyata kena cipratan sperma si Parmin ketika ia sedang menggumuli ketiak Sandra.



Dinan lalu mengambil alih dan menyuruh semua kuli menjauhi Sandra

'oke sekarang gue nikmatin dia abis ini kalian boleh menikmati dia sampai puas!' ujar Dinan. Dia lalu mengambil tali tambang yang ada disana dan melemparkan ujungnya melewati balok kayu diatasnya sehingga membentuk seperti gantungan.

'nan, mau apa kamu? jangan nan' Sandra memberontak ketika Dinan mengikat tangannya di punggungnya dengan ujung tali tambang itu dan kemudian membelitkannya ke pangkal payudara Sandra. Sandra hanya bisa memohon-mohon dan merintih kesakitan ketika tali tambang itu membelit tubuhnya dan menusuk-nusuk kulitnya yang putih mulus itu. Dinan kemudian mengangkat tubuh Sandra berdiri dan tali tambang itupun membelit lutut Sandra yang terasa bergetar dan sedemikian eratnya sehingga kakinya terangkat dan tubuhnya tertekuk, Dinan kemudian menarik ujung tali satunya sehingga tubuh Sandra berdiri tegak dan mengikatnya pada pergelangan tangan Sandra, ia kini hanya bertumpu dengan satu kaki dan vaginanya kini terbuka lebar, terlihat merah berlendir karena tubuhnya sudah sedari tadi dirangsang tanpa henti. Vagina yang merkah itu mengundang nafsu semua orang yang melihatnya, termasuk juga Dinan yang langsung menyerbu hidangan lezat yang tersedia baginya, lidahnya mula-mula hanya bermain-main di bibir vagina Sandra.

'uuhhhmmm.... aaahhhh..... terusinnn.... deeper nannn.... ughhh...' erangan Sandra kian keras, seperti nafsunya yang sudah terbakar oleh permainan lidah Dinan di lubang surgawinya.

'aaaahhhh .... oooohhhwwww...... yeessshhhhh ..... keep it theerreeee.....' teriaknya ketika Dinan menjilat-jilat klitoris Sandra dan menghisap-hisapnya, terkadang menggigit-gigit kacang itu dengan lembut membuat tubuh yang empunya melenting-lenting keenakan, tanpa disadari Sandra memaju mundurkan pinggulnya demi mencari kenikmatan yang lebih. Tangan Dinan merambat merambahi payudara dan puting Sandra yang dihiasi berjuta-juta butir keringat yang membuat tubuh indah itu berkilat-kilat karena terus bergoyang dan diterpa cahaya matahari yang bersinar terik.



'oohhh ooohhh ... aku mauuuu.... jangan berhentiii .... aaahhhhhh ....' Sandra terlihat kecewa ketika Dinan menghentikan aktifitasnya saat Sandra sudah akan orgasme. Raut kekecewaan yang terpancar diwajahnya digantikan senyum ketika Dinan berdiri dan mengulum bibir Sandra sambil menggosok-gosok vagina Sandra dengan jari-jarinya. Tetapi saat Sandra akan mencapai orgasmenya lagi-lagi Dinan menghentikan jarinya dan membuat Sandra kembali mengeluh penuh kekecewaan.

'Nan tolong buat aku orgasme nan, jangan siksa aku begini' pintanya pada Dinan yang hanya dibalas dengan senyuman mengejek.

'huh tadinya menolak sekarang merengek-rengek seperti perek lu, ayo akui dulu kalo lu emang perek'

'iya iya aku perek ... pake aku semaumu, asal kamu buat aku orgasme' rengek Sandra

'hahaha gue mau buat lu orgasme atau engga itu semau gue, gue cuma mau denger pengakuan dari lu!'

Sandra tak berdaya lagi, ia tahu nasibnya ada ditangan Dinan, ternyata dia begitu ingin membalas Sandra dengan menyiksanya dengan kenikmatan.

Tangan Dinan menyibakkan rambut basah Sandra dan lidahnya menjilati daun telinga dan tengkuk Sandra sementara jari-jari tangan kirinya mempermainkan puting Sandra.

'aahhh ... hmmm ... masukin nan... please....' Sandra mulai merengek memohon agar Dinan memasukkan penisnya yang sudah berdiri tegang itu kedalam vaginanya.

Seperti mendengarkan permohonan Sandra, Dinan menyodokkan penisnya kedalam vagina Sandra yang terasa sempit sekali walaupun sudah banjir oleh cairan kewanitaan Sandra.

'aaahhhhh .... nikmaaatttt .... ooohhhh ....' Sandra sampai merem-melek keenakan, dengan hanya bertumpu satu kaki dia berusaha menggoyang-goyangkan tubuhnya tetapi berkali-kali Dinan menghentikan tubuhnya ketika Sandra akan mencapai orgasme. Sandra yang sudah berkali-kali diambang orgasme seperti gila rasanya ingin mencapai orgasme yang tidak juga kesampaian. Akhirnya ... Dinan sudah tidak tahan lagi dan menyemburkan spermanya kedalam liang senggama Sandra dan segera mencabut penisnya ketika Sandra akan mencapai orgasme sehingga ada sisa-sisa sperma yang muncrat ke perut maupun paha Sandra.

'nooo.... jangaaannn dicabutttt .....' Sandra terlihat kecewa sekali ketika Dinan mencabut penisnya, tubuhnya sudah sensitif sekali, Sandra benar-benar tersiksa oleh orgasme yang tidak kunjung datang.

'kalian sekrang boleh menikmati dia, tapi jangan sampai dia orgasme' perintah Dinan pada para kuli-kuli bangunan itu yang segera menyerbu hidangan lezat berkulit putih mulus didepan mereka. Penis demi penis bergantian menyerbu lubang vagina Sandra tetapi orgasme tidak juga kunjung tiba karena para kuli bangunan itu mempermainkan birahi Sandra dengan menghentikan gerakan mereka atau mencubit puting payudara Sandra keras-keras hingga Sandra berteriak kesakitan atau mereka menjambak rambut Sandra sehingga yang empunya batal menggapai orgasmenya.

'tolong .... buat aku orgasme .... aaaahhh .... jangan dicabut ....' rengek Sandra berulang-ulang kali, sudah banyak yang menyemburkan spermanya di dalam vagina Sandra hingga sperma-sperma kental itu berlomba-lomba menuruni paha Sandra. Para kuli bangunan itu berulang kali merangsang sekujur tubuh Sandra tetapi ketika Sandra hampir mencapai orgasmenya mereka serentak berhenti dan bersama-sama menikmati tubuh Sandra yang terkejang-kejang karena orgasme yang tertahan. Sungguh begitu menyiksa hingga Sandra menangis-nangis dan memohon-mohon. Para kuli iitu ada yang menjilati payudara Sandra, mengulum klitorisnya, mengulum bibir Sandra yang merekah maupun menjilati lehernya memicu syaraf-syaraf seksual dalam dirinya yang tak terpuaskan, membuat tubuh Sandra terengah-engah tanpa daya dihujani butir-butir keringat yang menuruni sekujur tubuhnya tanpa ampun.

Sandra hanya bisa menangis dan tidak lagi menghiraukan penyiksaan-penyiksaan yang diterimanya ketika para kuli bangunan itu menampari payudara dan pantatnya ataupun menggigit keras-keras puting payudaranya, siksaan nafsunya sudah menguasai dirinya secara total, ia sudah tidak tahan lagi ingin mencapai orgasmenya yang sudah begitu lama tertahan.



Setelah para kuli itu ambruk semua kelelahan dan meninggalkan tubuh Sandra yang masih menggeliat-geliat lemah mencoba mencapai puncak kenikmatan, Dinan maju kedepan, dipandanginya Sandra yang sudah kacau balau itu, rambut yang sudah awut-awutan, wajah sembab karena air mata dan pipi yang memerah karena beberapa kali ditampar oleh para pemerkosanya, tubuh putih mulus bersimbah keringat bercampur cipratan-cipratan sperma para pemerkosanya dan pantat maupun payudara yang memerah karena diremasi dan ditampar-tampar dengan kasar dan cairan sperma kental yang mengalir keluar dari mulut vagina Sandra. Dijambaknya rambut Sandra dan ditengadahkannya wajahnya, Sandra memandang dengan penuh harap bahwa dia akan dipuaskan, tetapi .....



tasss .... tali penyangga tubuh Sandra putus dan tiba-tiba sebilah pedang tajam sudah menempel pada leher Dinan. Sandra, Dinan dan semua orang yang hadir disitu terhenyak kaget karena tiba-tiba muncullah seorang gadis jelita berambut panjang, mengenakan celana jeans dengan mode tersobek-sobek dan t-shirt mini yang hanya menutupi payudaranya yang montok tanpa BH, perutnya yang rata terlihat menonjolkan six pack, tiada lemak sedikitpun terlihat pada tubuhnya. Sandra kemudian mendengar suara yang tidak asing lagi bagi telinganya...



'Hey keparat busuk, beraninya mengeroyok ya kalian, Dinan, lepaskan Sandra dan berikan kameramu, kamu tidak membuat copy isinya kan?'

Dinan menunjuk ke ujung ruangan dimana kamera itu tergeletak sambil menggelengkan kepalanya, perlahan dia melepaskan tangannya dari rambut Sandra dan beringsut menjauhinya sambil digiring oleh gadis misterius itu. Semua orang terpaku saat sang empunya suara memasuki ruangan itu yang tak lain lagi adalah .....



'Rikku!! huwaaaaa .....' Sandra menghambur ke pelukanku seakan sudah bertahun-tahun tidak melihatku sambil menangis deras dipelukanku.

'ssshhh .... tenang sayang ... kamu aman .... Aoi, destroy the camera please?' Pintaku pada gadis itu yang langsung menghancurkan kamera itu berkeping-keping dengan sekali tebasan samurainya.

'Mulai sekarang kalian enyah dari hidup kami atau kalian semua akan tahu akibatnya, Aoi sangat benci pemerkosa seperti kalian, kalau tidak ingin dikebiri olehnya kalian lebih baik enyah sekarang'

Aku tidak usah mengulangi dua kali mereka segera melarikan diri dengan terbirit-birit, termasuk Dinan, dalang semua ini.

Aku memunguti pakaian Sandra dan membantunya mengenakan pakaian seadanya dan memapahnya masuk sedalam mobilku, aku menyerahkan kunci mobil Sandra kepada Aoi dan memintanya untuk menyetir mengikuti mobilku dan kamipun meninggalkan rumah itu.



Dalam mobil Sandra bertanya kepadaku bagaimana aku tahu dia disana dan siapa si Aoi itu. Aku bercerita bahwa sejak dia meninggalkan SMS terakhir itu aku sudah merasa janggal tetapi aku harus menjemput Aoi sepupuku dari Jepang yang ternyata memutuskan untuk kuliah disini, Aoi lebih tua setahun dariku dan dia telah menamatkan SMAnya di Jepang, kini dia ingin ke Indonesia dan melanjutkan studinya yaitu Sastra dan Kebudayaan Indonesia. Sejak di Airport aku sudah memantau dimana Sandra berada, Google Latitude Sandra yang terhubung denganku lah yang memberitahu dimana Sandra berada. Setelah aku menjemput Aoi aku segera ke arah Sandra karena aku sudah punya firasat tidak baik.

Sandra segera menepuk dahinya karena dia lupa kalau kami berdua menggunakan Google Latitude.

'Say, aku disiksa, mereka merangsangku tapi tidak membiarkan aku orgasme, maukah kamu membantuku?'

'Sekarang?' tanyaku heran, pertanyaanku tidak dijawab lagi oleh Sandra karena dia telah menggiring jariku yang tidak memegang kemudi ke vaginanya. Kukocok-kocok vagina Sandra didalam mobil dan akhirnya .......

to be continued

By: Minami Kawashima
---------------------------------
20 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. nameless mengatakan:
    wkwkw keren abis broooooo
  2. Henz mengatakan:
    wogh….sandra kasian banget ya ga di kasi orgasme hwhwhwhw…..bagus bos….di tunggu lanjutannya…
  3. momobobo mengatakan:
    wewewewewew…. gile…. aje gile… mantaff nih..
  4. Anna mengatakan:
    Good,good,good,good…
    Bos shu,foto yg di atas thu,yg dipajang di cerita itu langsung dari penulisnya apa dari om shu sendiri?
    Re: kalau yg ini dari penulisnya
  5. pallas mengatakan:
    usul nih bos, sebaiknya kalo evaluasi cerita yg msk jgn sendirian minta bantuan aja ama para menteri buat bantuin, biar gak kelamaan keluarnya.
    trus kalo mau email langsung ke pengarang cerita gimana caranya bos ?
    Re; email pengarang sengaja ga dipasang supaya mencegah spam main ke yang bersangkutan. kalau mau silakan pm gw unk minta email pengarang yg diinginkan
  6. Hello K!tty mengatakan:
    Wahhh makin mantep aja nehhh petualangan rikkunya
    Good story Bro Minami….
    ditunggu lanjutannya lohhh….
    Re: iya ditunggu kayanya makin berkembang cerita ini
  7. ikipiyeto mengatakan:
    hosh..hosh..hosh… suara sepatu kuda, eh.. suara nafasku:)
    si rikku cinta sandra
    di tunggu lanjutannya
  8. sandewa mengatakan:
    MANTAP !!
    buat bos shu : black note 4 ama kepmpong xxx 3 kapan? udah masuk antrean bln?
    Re: blm nih
  9. jimmox mengatakan:
    kayaknya aq udah pernah baca. tp dimanaaa gitu.. pas aq update rss feeds, ada yg baru, pas aq buka, wah kayaknya udah pernah mbaca, bos..
    mungkin usulan bro pallas sedikit banyak bisa dcoba.
  10. Minami mengatakan:
    Ga deh kayanya bro shu aja yg edit, aku gak feel comfy kalau orang lain yg edit my stories. He’ll manage it ya kan bro shu?
    Re: makasih atas kepercayaannya
  11. savend mengatakan:
    baguus neh..apalg sm ft0ny,gw ska bgt.. Nina Minami kan ft0ny??
    yg bkn crt ini cewe yah?
  12. ItSMe... mengatakan:
    gokill Bro….
    di tunggu kelanjutan nya…
    terbit Sebulan sekali yach…
    klu bsa Seminggu sekali dunkz…
    Hohoho…~~
    Mantabh…
  13. Adi Karna mengatakan:
    Hidup boz Shusaku… :) .
    Saya amat mendukung revolusi per mupengan lewat situs ini.Hidup makin susah,rakyat butuh hiburan lewat cerita2 menyehatkan kayak gini.Yg ptg say no to drugs,rape,and anarchy.Boz shu,anda apa punya koleksi cerita dari verna_kusuma? Katanya ada 23 an cerita.Tp saya gak kebagian.Posting di situs ini aja boz.Biar pembaca makin puas & situs anda makin berkibar.Ini sekedar masukan aja Boz.
    Re: 23? ga sampe segitu deh, gw sejak jadi pengikut 17tahun aja blm pernah liat cerita dia sebanyak itu. salah info kali
  14. descrates mengatakan:
    awalannya kurang mantap
    hore… angelic layer 2 nya sudah kelar tapi berhubung jalan cerita menyamai jadi kami dari team merevisi kembali, (kesulitan pada penulis adegan yang benar-benar mendekati riil)
    btw kalau UPLOAD cerita mohon lebih fokus pada TKP paling tidak mudah dibuat skenario ckakakak
    Re: ditunggu di inbox gw, jangan lama2 ya
  15. Pemburu Jilbaber mengatakan:
    Bikin adegan lesbi Sandra, Aoi, ma Rikku, dunk…
  16. dr.H mengatakan:
    Minami (sorry gw bingung mo panggil bro apa sis nih)
    waduh.. kok di putus pas di adegan puncak.
    Nanggung banget …biarin ‘O’ dulu dong.
    gw jadi down lagi nih. he he he
    Apalagi liat photonya, uratnya keliatan ampe ijo2 gitu
    cepetan sambungannya.
  17. Diny Yusvita mengatakan:
    Setuju sama Sis Yo…udah ke-3 aja yah..
    lumayan nih nambah koleksi hihihi.
    Keep working Bro / Sis Minami..??
  18. Steve mengatakan:
    Mantab Bgt,,,!!
    two toMbs up Dehh..
    pa lagi klo ada kata2 kerinGat2 gt…
    uhh makin Keren Dehh..
    d tunggu ya Bos keLanjutannya
  19. Minami mengatakan:
    Lanjutannya masih in progress, gak lama lagi kok harusnya.
  20. geret mengatakan:
    kasian banget si sandra….boleh tu saya yang lanjutin…hehehehe
    liani udah ga ada lagi ya???ko ampe yang ke 7 aja…
    Re: iya kemana liani ya? pengarangnya lagi mandeg ide atau gmn nih?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar