Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Kamis, 11 Agustus 2011

The Sweetest Sin


Dina

“Din…bangun din…!!” kepalaku masih sedikit pening saat Anton membangunkanku.

“Oh…eh….dimana ini” aku benar-benar tak bisa mengingat lagi kejadian semalam.

Yang aku ingat terakhir adalah aku pergi ke acara pesta ulang tahun Anton bersama Frans kekasihku. Kami sedikit minum-minum dan aku rasa aku mungkin mabuk. Frans masih tertidur.Wajahnya nampak sangat damai dalam keadaan tidur nyenyak seperti itu. Mungkin saat ini Frans adalah manusia yang sangat berbahagia setelah baru saja ia mendapatkan promosi kenaikan jabatan di kantornya.

“Ayo…cepat jangan bengong saja.atau kita akan terlambat”Aku terkejut ketika Anton kembali menyadarkanku.


Aku sebenarnya tidak begitu suka kepadanya. Entah kenapa perasaanku mengatakan bahwa Anton bukan orang baik-baik. Caranya menatap diriku sungguh membuatku merasa risih. Aku bahkan sebenarnya hampir saja menolak ajakan pesta ini ketika Frans memaksaku untuk datang dengan gaun pesta yang nampak terlalu seksi. Gaun itu memang rancangan yang indah dengan bagian punggung yang terbuka yang memamerkan keseksian punggungku.

“Tapi mas apakah ini tidak terlalu berlebihan…?”Aku merasa canggung dengan gaun yang aku kenakan.

“Ah tidak koq kau malah nampak anggun dan cantik sekali dengan gaun pestamu itu.”

“Apa kamu tidak cemburu nanti kalau teman-temanmu menatapku?”

“Ah ya ngga lah aku malah bangga kepada mereka kalau aku punya kekasih secantik kamu.”

“Tapi mas aku risih mereka kan kebanyakan pria semua..”

“Sudahlah….toh nanti yang datang para tamu kehormatan. Ini sekaligus untuk merayakan keberhasilan perusahaan kami kilang yang baru di bangun ternyata kandungan minyak mentahnya melebihi dari yang di perkirakan. Kehidupan kita kelak bakal terjamin sepenuhnya

“Ayo cepat Anton sudah menunggu.”Akhirnya aku menuruti juga kemauan kekasihku ini.

Dari kejauhan Nampak Anton sudah melambaikan tangannya.

“Wow cantik sekali kamu din”Mata Anton nampak berbinar-binar menatap diriku.

Beberapakali aku melihat jakun pria gendut itu naik turun entah apa yang ada dalam pikirannya Caranya menatapku membuatku merasa risih. Aku merapat ke arah Frans namun kekasihku itu hanya tersenyum saja nampaknya ia sangat bangga berhasil membuat iri atasannya sekaligus teman karibnya. Anton memang sudah bukan orang asing bagi Frans ia merupakan teman karib sejak kecil kekasihku. Walaupun wajahnya jauh dari tampan namun nasib pria gendut ini sangat beruntung perusahaan keluarganya mengalami kemajuan pesat. Anton mendapat kepercayaan dari pamannya untuk mengepalai proyek pengeboran lepas pantai. Sementara Frans mendapatkan tugas di bagian team audit pengawasan proyek. Tak begitu lama mobil kami telah sampai di landasan helipad yang segera mengantar kami ke anjungan lepas pantai. Setelah beberapa menit mengudara tak lama kemudian nampak kerlap-kerlip cahaya yang nampak semakin terang Anjungan lepas pantai ini menurutku lebih mirip seperti kota mini. yang berada di tengah laut lepas. Entah hanya perasaanku saja, aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mata para pria-pria tamu undangan. Aku menyadari mungkin busanaku terlalu sexy untuk para pria ini aku rasa mata mereka menatap lekat-lekat puting payudaraku yang tercetak jelas di gaun pestaku.dinginnya ruangan ini memang mebuat puting susuku menegang secara alamiah. Pesta berlangsung meriah suasananya tidak terlalu formal malah lebih seperti pesta kaum bujang nampak gadis-gadis berpakaian sexy hilir mudik dengan dandanan menor aku yakin mereka bukanlah gadis baik-baik. Melihat suasana yang seperti ini sebenarnya hati kecilku sepertinya tidak rela melepas Frans harus bekerja di tempat seperti ini. Walaupun aku yakin Frans pria baik yang bertanggung jawab namun perasaanku sebagai wanita cemas jika kelak Frans terlarut dalam gaya hidup para pekerja kilang minyak yang mungkin hanya 1 tahun sekali pulang ke daratan.

Aku sungguh tak menyangka udara di ruangan pesta itu terlalu dingin tentu saja gaun pestaku tak akan mampu mengusir dinginnya hawa ruangan mungkin ini pula penyebabnya hingga aku mabuk karena terlalu banyak minum. Aku bergegas ke kamar mandi dinginnya air seakan mencerahkan isi kepalaku yang seakan membeku semalam. Tubuhku terasa pegal sekali entah kenapa padahal aku merasa tidak melakukan aktifitas yang melelahkan selain hanya minum-minum. Aku juga merasakan sedikit keanehan di kemaluanku entah kenapa darahku berdesir hangat ketika aku menyabuni area intimku itu. Astaga aku kini sedikit teringat. Semalam aku rasanya bermimpi. Mimpi yang sangat cabul yang aku sendiri sungguh heran bagaimana aku bisa memikirkan hal tersebut. Rasanya sungguh nyata saat tubuh bugilku di kerubuti oleh beberapa laki-laki. Aku memang mempunyai obsesi orientasi sex yang mungkin menyimpang. Saat libidoku memuncak terutama di masa-masa menjelang masa suburku, aku sering membayangkan aku bersama Frans bersetubuh di tempat yang tidak lazim walaupun pada kenyataannya aku masih cukup waras untuk tidak melakukannya. Kami bahkan belum pernah melakukan sesuatu yang melanggar norma kesusilaan. Tentu saja aku tidak pernah sekalipun menceritakan orientasi sexualku biarlah ini cukup menjadi rahasia diriku saja. Frans memang benar-benar pria yang baik dan puritan. Aku bahkan merasa aku lebih “nakal” daripadanya.

“O..oi sudah belum kita sudah hampir terlambat nih”Frans rupanya sudah bangun aku terkaget ketika ketokan pintu di kamar mandi membuyarkan lamunanku.

“OK Dina selamat jalan kita pasti bertemu lagi segera.”Anton menjabat tanganku dengan kedua belah tangannya. Seulas senyuman tersungging di sudut bibir tebalnya sambil matanya mengerling genit.

“Silahkan Frans antar bidadarimu ini dan jangan lama-lama ya masih banyak yang harus segera kita kerjakan untuk tempat ini.”Suara parau Anton masih terdengar di tengah deru sura baling-baling helikopter yang semakin memekakan telinga.

************************************

1 Minggu kemudian

“Mas hati-hati ya..!”Entah kenapa aku merasa sedih sekali melepas Frans.

Masa cuti selama 1 minggu terasa sangat cepat berlalu.

“Ah sudahlah toh aku juga 1 minggu sekali bakal pulang koq ke darat.”Kecupan lembut Frans di keningku membuat air mataku tak terbendung lagi. Frans lalu memeluk tubuhku dengan lembut sampai isak tangisku mereda.

Aku melambaikan tangan sampai bayangan heli itu lama-kelamaan semakin menjauh.

***********************************

“Hai Frans gimana liburanmu….?”Anton menyambut Frans

“Yah biasa saja…Ton…Cuma aku agak sedih juga harus ninggalin Dina ia nampak sedih sekali.”Frans tersenyum kecut

“Sudahlah….toh 1 minggu sekali loe juga balik salah loe juga sih….”Anton cekikikan menatap Frans

“Lho koq salah gue sih ? emangnya gue kenapa….sok tau loe Ton?”Frans keheranan dengan pernyataan Anton

“Iya habis biasanya tiap hari loe naikin kini 1 minggu sekali ya wajarlah dia sedih Dina kan sudah kecanduan kontol loe…ha…ha…ha…”Derai tawa Anton kini tak terbendung lagi.

“Anton…jaga mulut loe ya Dina tidak seperti yang loe kira Ton cinta kami bener-bener tulus.”Frans geram dengan gaya becanda karib sekaligus atasannya yang semakin lama semakin ngelantur.

“Ho…ho…loe sensi banget sih Frans sekarang mungkin perlu gue ingetin lagi ya bagaimanapun juga gue ini boss loe ngerti?!”Anton jadi ikut terpancing emosinya juga.

“Akh…sudahlah sorry…sorry Ton gue ngga bermaksud…tapi Dina benar gadis yang baik.”

“Nah begitu donk baru namanya Frans….sudah 5 tahun ga ketemu loe sekarang loe sudah cukup banyak berubah ya?”

“Akh biasa aja koq malah loe yang banyak berubah Ton”

“Masa sih emang berubah di mananya gue.”

“Yah sekarang loe banyak ceweq-ceweq padahal loe kan dulu pemalu banget Ton ha…ha….”

“Ah gue kan cuma bantuin ceweq-ceweq itu aja Frans.”


Anton
“Bantuin…? Emang bantuin apaan?”

“Ya bantuin ngentotin mereka donk ha…ha….”

“Ah loe bisa-bisa’an loe aja emangnya loe tahu apa tentang wanita dulu aja loe mau deketin Chintya aja minta bantuin gue sampai akhirnya malah Chintya-nya yang kecantol sama gue.”

“Ah bro itu masa lalu emang loe punya tampang dan jago ngoceh tapi semuanya itu teori doank gue yakin dari tampang loe pasti loe belon pernah gini kan ?” tanya Anton sambil menyelipkan jempolnya diantara jari telunjuk dan jari tengahnya.

“Astaga ….ya ampun Anton loe bener-bener udah gila ya sekarang.”Frans hanya menggeleng-gelengkan kepalanya

“Namanya wanita sama saja Frans sekali ngerasain punya kita bakal kecanduan minta lagi dan lagi sampai loe kewalahan….ya termasuk ceweq loe itu si Dina.”

“Teori loe makin lama makin ngawur Ton”

“Buktikan saja sendiri nanti atau gue yang buktikan he…he….gue ga nolak tuh kalo loe izinin.”

“Enak saja langkahi dulu mayat gue….wanita lain mungkin bisa tapi Dina ga mungkin seperti yang loe katakan.”

“Sama aja Frans aku bisa jamin 100% wanita itu awalnya saja sok suci malu-malu tapi sekali ngerasain pasti ketagihan kelak loe bakal menyaksikannya sendiri.”

“Sudahlah makin ngaco saja loe.”

***********************

“Tit…tit….tit..”Dina meraih ponselnya

“SEBENTAR LAGI LOE BAKAL GUE PUASIN.”

“Ih SMS siapa sih ini”Sudah seminggu belakangan ini Dina sering menerima teror SMS entah apa maksudnya sebenarnya ingin sekali ia rasanya ganti nomor namun mengingat banyaknya orang yang nanti bakal di hubunginya satu persatu membuat Dina mengurungkan sementara niatnya

“Tit…tit…tit….” ponsel Dina kembali berbunyi ingin rasanya ia memaki-maki orang iseng itu

“Tit…tit….tit……”oh…Frans….

“Halo Frans gimana keadaanmu….?”

“Din aku cuma mau kasih khabar minggu ini aku tidak bisa pulang ada sedikit masalah di sini..aku tidak bisa bicara banyak dulu OK.”

“Frans ada apa sebenarnya…?”

“Sepertinya ada indikasi kecurangan di perusahaan ini namun aku belum punya cukup bukti sudahlah nanti saja di bahasnya OK.”

“Ya sudah lah Frans hati-hati di sana ya.”

“Ok nanti mungkin aku suruh orang untuk jemput kamu kalau sampai terlalu lama.”

“Baik Frans yang penting kamu hati-hati saja.”

*******************************

“Frans sebaiknya ini semua bisa kita negosiasikan Frans…”

“Tapi Ton posisi gue sekarang serba salah kalau aku diamkan pasti aku yang bakal terkena masalah.”

“Apa loe lupa loe bisa ada disini karena siapa?”

“Iya aku tahu Ton loe juga temen baik gue.”

“Ya sudah…beres bukan masalahnya…?”

“Tapi aku nanti yang kena masalahnya Ton lagi pula kenapa loe bisa segila itu? itu kan paman loe sendiri?”

“Jadi maksud loe gue pengkhianat begitu…?!!”

“Ngg maksud gue kenapa loe tega terhadap paman loe sendiri Ton? Aku bener-bener ngga ngerti dengan cara pikir loe sekarang?”

“Heeh…Frans gue ngga butuh ceramah loe sekarang loe putuskan loe mau bantu gue atau tidak….?!!”

“Maaf Ton untuk yang ini terpaksa gue ngga bisa bantu loe.”

“Jadi loe korbankan persahabatan kita yang sudah berjalan selama bertahun-tahun ini…?!!”

“Loe juga korbankan kepercayaan paman loe Ton dan ingat bukan aku yang korbankan persahabatan kita melainkan ulahmu sendiri.”

“Begini saja Ton Aku mengundurkan diri saja….besok aku akan pulang sekaligus antar surat pengunduran diri gue ke paman loe OK.”

“Siapa yang menyuruh loe berhenti aku minta loe bantu gue dan loe harus menyetujuinya. aku yakin loe akan membantuku.”

“Terserah loe saja Ton tapi keputusan gue sudah bulat gue ngga mau terlibat dalam kegilaan yang telah kau buat. Selamat malam. Bapak Anthony”

****************************

“Hallo Dina, Frans memintaku untuk menjemputmu besok pagi loe jangan terlambat ya.”Aku terkejut ketika menjelang tengah malam ponselku berbunyi.

“O.K baik gimana Frans baik-baik saja bukan?kenapa bukan ia sendiri yang mengabariku?

“Oh ngga…ngga apa apa Cuma lagi sibuk saja jadi ia memintaku untuk mengabari mu.

***********************************

“Pagi …Dina sudah siap bukan….”

“Sudah pak ada apa sebenarnya di anjungan pak?

“Frans sakit sebenarnya pagi ini ia juga ingin ikut menjemputmu tapi keadaannya tak memungkinkan.Makanya aku yang jemput kamu.”

“Ah jadi ngerepotin pak Anthony.”

“Buat gadis secantik kamu aku ngga pernah merasa direpotkan koq.”Anton tersenyum sambil mengerling nakal.

Kalau saja pria gendut ini bukan boss Frans pasti sudah aku maki-maki dengan gayanya yang kecentilan ini.

“Oh ya sudah cepetan aja jalan pak. pilot” seorang pria berbadan tegap dengan sigap mulai menjalankan mesin

“Oh ya ini diminum dulu obat vitamin untuk mencegah ketularan penyakit sebelum sampai di anjungan. Sepertinya lagi ada gejala wabah di anjungan”

Jarak landasan helipad yang berada di tepi pantai ke anjungan minyak sebenarnya tidak terlalu jauh paling cuma memakan waktu sekitar 30 menit penerbangan tapi entah kenapa kini seakan lama sekali penerbangan ini. Entah kenapa, tak berapa lama setelah aku menelan obat itu, aku merasakan seluruh pembuluh darahku seakan melebar dan darahku mengalir lebih cepat dari biasanya. Jantungku kurasakan berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada gairah yang aneh yang menjalari tubuhku secara perlahan. Entah kenapa aku merasakan rasa geli yang luar biasa di area clistorisku. Aku merasakan bagian paling intimku itu berdenyut-denyut kencang rasanya seperti ingin buang air kecil namun tak mungkin aku buang hajat itu disini. Semakin lama aku berupaya menahannya, rasanya semakin menyiksa.

“Kenapa Din wajahmu koq memerah…?”

“Ngga…ngga kenapa…kenapa koq….”

“Wah jangan-jangan kamu juga sedang sakit ya? Kalau begitu lebih baik pulang saja daripada nanti ketularan.”

“Oh ngga usah pak Anton sudah lanjutkan saja saya baik-baik saja koq.”

“Kamu yakin…?”Anton tersenyum aneh memandangku. Entah kenapa perasaanku mengatakan ada sesuatu di balik semua ini.

Sementara itu, kurasakan dorongan hasrat birahiku semakin menguat. Tanpa kusadari, aku mengigit bibir bawahku sendiri. Aku benar-benar merasa tersiksa dengan keadaan seperti ini..Aku sendiri tak habis pikir bagaimana mungkin aku memikirkan hal-hal cabul pada situasi yang tidak tepat seperti sekarang. Oh Andai saja Frans ada disampingku, pasti aku akan langsung mencumbunya seperti biasa. Pandanganku kini beralih ke pak Rozak sang pilot Heli. Tubuh pria itu nyaris sempurna. Kulitnya yang hitam kecoklatan semakin menambah kesan maskulin dirinya ada aroma lelaki yang sangat kuat. Ah betapa gilanya aku, tiba-tiba saja aku membayangkan Aku sedang dicumbui pak Rozak. Ini benar-benar sudah sinting aku menarik nafas dalam-dalam aku mencoba rileks namun hal tersebut tak banyak membantu aku tetap saja merasakan jantungku semakin berdebar kencang tak beraturan. Semakin lama, clistorisku semakin keras berdenyut tanpa bisa kutahan lagi. Perlahan namun pasti ku rasakan sedikit demi sedikit kemaluanku semakin lembab dan hangat.Sekilas aku melirik Anton. Aku kaget ternyata sejak tadi ia mengamati aku. Buru-buru aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah lain.

“Ah….oh….eh….adduh…duh…maaf….maaf…aAku terkaget bercampur malu luar biasa otot kelaminku tak mampu lagi menahan panggilan alam yang datang di luar kewajaran.

“Kenapa mba….??...waduh…..mba Dina ngompol ya…..wah bagaimana ini?”Anton nampak kebingungan.

Walaupun tanpa bercermin, aku yakin mukaku kini semerah kepiting rebus belum pernah seumur hidupku mengalami kejadian yang sangat memalukan seperti saat ini.

“Maaf…maaf… kan saya pak Anton..”Dengan terbata-bata aku berusaha bersikap sewajar mungkin

“Sudah ngga apa..apa koq mau gimana lagi sudah kejadian nanti toh bisa di bersihkan bukan begitu pak Rozak.”Anton menepuk bahu pak Rozak sang pilot

Aku sudah tak mampu berkata-kata lagi pikiranku campur aduk jadi satu aku sendiripun kini tak tahu apa yang aku pikirkan. Yang jelas perasaan malu luar biasa sedang menghantui diriku.

“Sudah mbak ngga usah dipikirin…..kita ini bisa jaga rahasia koq cukup jadi rahasia kita bertiga saja. Sekarang lebih baik mbak ganti saja baju dan celana mbak yang basah itu nanti bau lho mbak.”

Aku tersentak kaget dengan ucapan Anton. Walaupun ucapannya sesuatu yang wajar, namun disaat seperti sekarang ucapan tersebut seakan bagai menusuk hatiku di saat perasaan galau di hatiku yang belum usai akibat peristiwa memalukan tadi.

“Sudah copot saja mba masak cantik-cantik bau pesing he…he…he…itu ada baju pengganti koq di bangku sebelah situ sini aku ambilin.”aku semakin terkejut dengan sikap Anton yang semakin agresif memaksakan kehendaknya.

“Tidak…tidak….usah pak…tolong pak saya tidak nyaman dengan sikap bapak” meskipun aku sangat marah, namun aku masih mencoba bersikap sopan bagaimanapun juga Anthony masih merupakan atasan Frans.

Sementara itu, aku semakin terpojok dengan himpitan tubuhnya yang subur. Anthony seolah olah hendak meraih sebuah tas hitam yang posisinya memang dekat dengan kursiku. Sementara itu, tangannya entah di sengaja atau tidak merabai pahaku. Dengan sekuat tenaga aku berusaha menyingkirkan tangan kekar berbulunya yang berusaha mencengkram pahaku.

“Oh maaf aku… cuma bermaksud. baik saja. Itu ada baju dan celana pengganti di tas sebelahmu. Tidak terlalu bagus hanya satu stel seragam kerja saja. Hayo pak Rozak jangan ngintip ya sudah mba cepat ganti saja celananya aku ngga ngintip koq” Anton segera membalikan badannya yang gendut membelakangiku berbagai pikiran buruk silih berganti melintas dalam benakku namun aku tetap berusaha untuk berpikir positif. Apalagi aku sendiripun sangat tidak nyaman dengan baju dan celanaku yang basah.

Peluhku bercucuran deras meski cuaca tidak terlalu panas. Aku merutuki nasibku yang sial hari ini apalagi baju dan rokku yang kukenakan kini adalah sebuah gaun terusan yang menjadi satu bagian dan lebih sialnya lagi aku tidak mengenakan bra, karena gaun yang kukenakan ini mempunyai fungsi sekaligus sebagai bra. Aku sempat merasa ragu dengan tindakanku ini. Sangat memalukan sekali rasanya harus ganti baju tepat di depan pria-pria asing yang belum begitu lama aku kenal. Namun disisi lain aku juga merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi bajuku yang basah oleh cairanku sendiri. Aku merasa jijik dengan keadaanku sekarang. Beberapa saat aku mengamati kedua pria di dekatku ini aku berusaha memastikan mereka agar tidak mengambil kesempatan menikmati pemandangan tubuhku meskipun aku tak yakin bisa menjaminnya. Jantungku semakin berdetak keras ketika perlahan-lahan aku mulai menanggalkan busanaku, kini aku telah sepenuhnya telanjang bulat. Aku berusaha meraih tas yang dimaksudkan Anton. Namun posisi tas itu agak terjepit di kursi depan sehingga aku sedikit kesulitan meraihnya.

“Sini aku bantu pegang bajumu.”

Aku terpekik kaget ketika tiba-tiba Anton meraih bajuku yang aku letakan di samping. Aku merasa sedikit aneh bagaimana mungkin Anton tahu persis posisi letak bajuku sedangkan badannya masih membelakangiku? Tapi aku tak sempat memikirkannya lebih lama lagi pikiranku kini hanya terfokus agar secepatnya kembali berbusana.

“Pak Anton koq tidak ada….bajunya….”Suaraku tergetar firasatku semakin tidak enak setelah tas itu kubuka hanya berisi peralatan kerja bukannya baju.

“Ah yang benar masa sih apa tasnya sudah benar perlu aku bantu?”

“Tidak….tidak perlu aku cari lagi…”Aku terperanjat melihat gelagat Anton yang tiba-tiba hendak membalikan badannya. Aku menyesali kebodohanku yang tidak mengecek Tas itu dahulu sebelum menanggalkan busanaku kini posisiku benar-benar tak menguntungkan. Aku mulai merasa kalau Anton sengaja melecehkanku

“Aduuuh……sialaan….!!”Aku kaget mendengar umpatan Anton.

Aku lebih kaget lagi ketika melihat pakaianku melayang melintas dari balik jendela heli dalam sekejap mata saja, pakaianku kini sudah terbang di tengah laut lepas

“PAAK….BAJU..SAYA….BAJU…SAYA…!!” aku terpekik kaget bercampur panik luar biasa.

Air mataku sudah tak tertahankan lagi jatuh bercucuran.Lengkaplah sudah kini penderitaan dan kesialanku. Baru sekali ini dalam seumur hidupku aku harus menerima kenyataan dalam keadaan telanjang bulat di hadapan pria-pria asing yang baru aku kenal.

“Maaf mbak,…maafkan saya tadi tidak sengaja terlepas kebawa angin. habis tadi maksud saya, saya mau coba cari baju di tas yang satunya lagi.” dengan suara enteng tanpa rasa bersalah Anton menjawab asal-asalan.

Kini aku yakin sepenuhnya keparat gendut ini benar-benar mempunyai maksud jahat terhadapku cuma aku benar-benar tidak menyangka ia bisa berbuat senekat itu terhadap tunangan sahabatnya.

“Gimana mba Dina sudah ketemu belum bajunya? Saya yakin koq tadi ada.” tanpa permisi lagi Anthony segera membalikan badannya yang subur tepat ke hadapan tubuhku yang kini dalam keadaan telanjang bulat.

“AAAIHHH…..!!!” aku terpekik kaget.

Secepat kilat aku menekuk tubuhku yang telah bugil total rapat-rapat. Aku berusaha semampu mungkin menutupi ketelanjanganku dengan kedua tanganku ini meskipun aku tahu itu semua tak terlalu berarti. Hal yang selama ini aku takutkan terjadi juga..

“Rozak kamu lupa tidak membawanya ya tadi?”Anthony pura-pura memarahi pilotnya

“Iya kali boss ketinggalan tadi karena buru-buru.” Rozak menjawab sekenanya.

Aku dapat melihat ekor matanya dari kaca spion mencuri-curi pandang menatap tubuh telanjangku. Sambil tersenyum menyeringai penuh kelicikan.

“Lihat kelalaianmu kini mba Dina jadi telanjang bulat begini bagaimana aku nanti menjelaskan kepada Frans?”Wajah Anthony yang bulat nampak serius mengomeli Rozak namun mata pria tambun itu terus menerus menatap lekat-lekat tubuh polosku. Nafas pria tambun itu terdengar semakin memburu

“Tenang saja Boss nanti setibanya di anjungan toh pasti ada baju itu juga kalo mba Dina masih mau memakainya.”Aku juga menyaksikan kalau Rozak terus mengawasiku dari kaca spion yang berada tepat di hadapannya.

“Apa maksud ucapan kamu dengan mba Dina masih mau memakainya?”Kini Anthony sudah berani terang-terangan menatapku. Mata pria subur itu terfokus pada selangkanganku yang berbulu lebat. Sebetulnya aku merasa risih dengan bulu-bulu kemaluanku yang tumbuh lebat namun Frans selalu melarangku untuk mencukurnya.Menurutnya, aku nampak lebih sexy tampil apa adanya

“Ya mungkin saja mba Dina lebih nyaman dalam keadaan bugil seperti sekarang ini boss.” kedua pria ini sama sekali tak mempedulikan isak tangisku. Mata-mata para pria cabul itu lebih asyik melahap tubuh polosku daripada mempedulikan isak tangisku.

“Ah yang bener kamu Rozak jangan asal ngomong kamu.” Aku benar-benar geram namun tak berdaya sama sekali kedua pria cabul ini mencoba memprovokasi secara verbal keadaan mental dan emosiku

“Tubuh mbak Dina kan bagus, sexy banget wanita mana sih yang tidak senang kalau di kagumi kecantikan dan keindahan tubuhnya bener ngga boss?” Rozak tertawa cekikikan.Pria berbadan tegap itu nampaknya sangat kegirangan menikmati penderitaan yang sedang aku alami

“Ngawur kamu… ya sana nanyanya ke mba Dina sendiri gue kan cowoq bisanya cuma nunggangi ceweq aja ha…ha…ha…”aku benar-benar tak habis berpikir Frans sering menceritakan tentang Anthony yang baik dan pemalu kepadaku. Terutama sejak ia mulai bertemu dan bergabung di perusahaan milik paman Anthony setelah hampir sepuluh tahun berpisah.

Gambaran pria pemalu dan sopan yang sering Frans ceritakan benar-benar tak ada sama sekali pada diri Anthony yang kini ada di hadapanku. Pria gendut ini terlalu kurang ajar dan sangat kampungan sama sekali tidak mencerminkan sedikitpun kebaikan yang sering Frans ceritakan kepadaku.

“Ya ngga usah di jawab juga ngga apa-apa koq boss logikanya kan body seindah dan wajah secantik mba Dina ini lebih indah lagi kalo mbak Dina ngga pake baju bukan.”

Aku benci kepada Rozak walaupun usia pria tegap yang sepertinya mantan tentara ini sudah cukup lanjut, namun semua perkataan yang meluncur dari mulutnya selama yang aku dengar ini tidak ada satupun hal yang benar semuanya hanya berisi seloroh-seloroh cabul yang sangat amoral

“Logika dengkulmu…itu Zak yang ada malah loe yang kebelet ngentot kalo liat mbak Dina bugil seperti sekarang ini.” Anthony tersenyum-senyum penuh kemenangan menatapku dengan tatapan mesum.

“AA..HHHH….!!”Aku terpekik kaget. Tiba-tiba saja Anthony mencubit pentil susuku yang sudah tegang mengacung.

“HA….HA…..KENA…..GILA ZAK PENTILNYA KENYAL BANGET.

LIHAT ZAK BARU DI TOWEL BEGITU SAJA SUDAH NGACENG TUH PENTILNYA….

MBA DINA SUDAH KEPENGIN DI ENTOOT YA MBA….BWAHAHAHAHHA” keparat buncit ini sudah mulai agresif melecehkanku. Nafasku semakin memburu menahan amarah.

“EEEIT….TIDAK KENA….HA….HA….HA…!’Aku gagal mendaratkan tamparanku di wajah keparat ini. Tangan Anthony yang kekar dengan sigap berhasil menepis seranganku.. Kedua tanganku bahkan telah berhasil di pelintirnya.

“AAAUWW….AAAA…..AUWW….AAOOOW….OH..HEGH….SGH…HMPF…!!”Aku menjerit sejadi-jadinya Iblis gendut itu bahkan kini melumat kedua payudaraku setelah kedua tanganku berhasil dibekuknya dari seranganku yang gagal tadi.

“STOOOP…..HENTIKAN…..AMPUNNN PAK…..TOLONG….HNGH….HNGH….HOSH…HMPFH…HEGHH…OOOH!!”

Anthony sama sekali tak mempedulikan teriakanku. Lidah jahanam itu telah asyik menari-nari memutari dan memoles aerola putting susuku dengan seksama sambil sesekali mengisap dan mengigit-gigit pentil susuku yang semakin mengacung keras..

“HMPF…SLURRRPS…SLURPSSS HNGHH HGFGH…”

“LEZAT SEKALI PENTILMU DIN AKU SUKA PENTILMU YANG PANJANG HOOUGH SLRUUP..!!”Lidah Anthony terus menerus menstimulasi puting susuku. Aku bahkan terhanyut oleh permainan lidah keparat itu. Lidahnya terasa kasap menggelitik seluruh ujung pentil susuku secara bergantian kanan dan kiri.

Tubuhku sama sekali tak dapat kugerakan di himpit oleh tubuh gendut Anthony.Terpaksa aku hanya bisa pasrah menikmati seluruh permainan cabul iblis gendut ini.Aku memperhatikan Rozak yang terus-menerus mengawasi kami. Aku dapat melihat jakun pria tua itu naik turun dengan cepat nampaknya Rozak sudah terangsang hebat oleh permainan cabul bossnya.

“Mba Dina jembutnya cakep…. lebat banget pasti doyan ya?” ucapan cabul Rozak seakan merobek gendang telingaku. Mulut pak tua ini semakin lama semakin kotor saja ingin sekali aku menampar mulut jahanamnya itu.Meskipun sambil mengendalikan heli, namun ekor mata si tua cabul itu tak pernah mengawasi spion yang diarahkan kepada diriku.

“Doyan apaan zak?”Anthony sengaja memancing arah pembicaraan semakin vulgar

“Ya doyan ngentooot donk boss…!”Rozak nampak puas mempermainkan diriku.

“AAAAOOOUUUUWW…!!”Aku terpekik kesakitan tanpa permisi sama sekali jari jemari Anthony dengan kasar merenggut paksa bulu-bulu kemaluanku yang tumbuh subur menghitam.

“NIH BUAT KOLEKSI LOE ZAK LOE KAN DOYAN JEMBUT CEWEQ KHAN….HA…HA….HA…!!”Selangkanganku terasa perih Anthony tanpa belas kasihan mencabut sebagian rambut kemaluanku Iblis gendut itu memang benar-benar seorang maniak.

“ITU AKIBATNYA KALAU LOE BERANI MENCOBA MELAWANKU….!!”

Aku sedikit bernafas lega ketika Anthony akhirnya berhenti menyerangku secara sexual.

“Wah boss itu sih namanya bukan hukuman mba Dina malah keenakan tuh pengin nambah hi…hi…hi….”Aku merasa omongan Rozak sepertinya ada benarnya walaupun aku merasa sakit hati dan malu luar biasa namun sepertinya ada dari sebagian dari diriku yang tetap menginginkannya. Tubuh telanjangku kini bergetar menggigil namun bukan karena dingin melainkan menahan gejolak birahi yang semakin tak tertahankan.

“Frans ngentotin mbak sehari berapa kali mbak?”Aku muak dengan gaya bicara Anton. Kedua keparat ini benar-benar sudah sangat keterlaluan mempermalukan diriku dengan sedemikian rupa.

“Yaa…si boss pake nanya sehari berapa kali obat kali ye…ha…ha….”

“Pak Anton jangan kurang ajar ya saya akan laporkan semua ini ke polisi dan aku akan menuntut kalian semua ke penjara.” setelah sekian lama aku terdiam emosiku kini sudah benar-benar pecah paling tidak aku akan memberi mereka pelajaran dan aku bersumpah akan menyeret kedua pria mesum ini ke penjara hatiku baru puas bila kedua bedebah ini mati membusuk di dalam bui

“Waduh boss mau di lapori ke polisi boss iiih takut boss aja deh yang mendem di bui saya mah atuuuut”

“Enak aja loe zak tapi sih gue yakin Mba Dina ngga akan laporkan ini ke polisi malah sebentar lagi mba dina ini akan memohon-mohon kepada kita supaya kita mau ngentotin dia seperti waktu dulu itu.”

Aku terhenyak kaget ketika Anton membuka laptopnya dan membuka sebuah file yang ternyata isinya adeganku sedang di setubuhi beramai-ramai.

“Gimana mbak Dina? Kira-kira kalau Frans tahu gimana ya? Soalnya selama ini ia selalu mengatakan kalau Mbak Dina itu ceweq pemalu. Kami bahkan bertaruh. Sebenarnya aku yang menang namun tentu saja aku tidak mau menyakiti Frans sahabat terbaikku ha…ha….ha…kamu masih ingat ini Dina? Mungkin kamu lupa karena waktu itu kamu terlalu keenakan Tapi aku tidak pernah lupa dengan awal pertemuan kita yang sangat baik ini. Loe merupakan satu-satunya wanita terliar yang pernah aku jumpai bahkan dari semua pelacur yang pernah aku sewa pun semua tidak ada seorangpun yang bisa menyamai dirimu Dina.”Anthony tersenyum licik penuh kemenangan menatap tubuh telanjangku .

“TIDAAAAAK…..BAJINGANNN….KEPARAT KALIAN….!!” aku terhenyak tak percaya dengan pemandangan yang kusaksikan di depan mataku kini.

Aku memang pernah bermimpi beberapa waktu lalu….ya sewaktu pesta itu perlahan otakku mulai bisa mengingatnya. Mimpi yang sangat cabul dimana semua orientasi dan hasrat sexuilku yang paling dalam di dalam relung hatiku terlmpiaskan. Yang mungkin merupakan sisi gelap diriku yang bahkan aku sendiri tak mengenalnya. Namun aku tak percaya kalau ternyata itu semua merupakan sebuah kenyataan dan bukannya mimpi seperti yang aku kira selama ini. Anthony rupanya telah mengerjaiku pada malam acara pesta perusahaan sebulan yang lalu. Entah minuman apa yang mereka berikan padaku sehingga aku bisa berbuat secabul itu. sebuah kegilaan yang tidak mungkin aku lakukan dalam kondisi waras. Aku yakin semua kejadian ini sudah direncanakan dari awal sebuah konspirasi yang sangat licik untuk menjebak aku dan Frans

“BERTERIAKLAH…..MEMAKILAH SESUKAMU…DIN!! Aku ini cuma membantumu membangkitkan sisi lain dirimu yang selama ini tersembunyi jadilah dirimu yang sebenarnya Din, tak perlu ragu lagi untuk menjadi dirimu yang sebenarnya ha….ha…ha….” keparat itu kembali menjamahi kemaluanku yang berbulu hitam lebat tanpa dapat kucegah lagi. Jari jemarinya yang gempal tanpa kesulitan berarti segera menemukan dan memilin-milin clistorisku yang semakin membengkak

Ada perasaan aneh yang melingkupi diriku saat ini. Seharusnya aku memberontak. Aku memang sangat marah kepada bajingan gendut ini namun tubuhku seolah tak merespon segala emosiku yang meledak. Tubuhku malah bereaksi lain merespon jamahan-jamahan kasar dari tangan-tangan kekar Anthony yang secara semena-mena meremas-remas kemaluan dan payudaraku dengan kasar.

“HHHGH…..STOOP…BERHENTI….TOOOLONG….TIIIDAAAK….TIIIDAK….MAAU….AARGH….HNGHH…..OUCH…AAKH….HMPPFH…BAJINGAN…KAU …HENTIKAN…KEPARAT…. !!” aku benar-benar dibuat tak berdaya oleh keparat gendut di hadapanku ini.

Bagaikan binatang buas yang menerkam mangsanya yang tak berdaya, Anthony merabai setiap detail setiap inchi lekuk tubuhku dengan brutal. Membuatku benar-benar kewalahan sekaligus semakin terangsang hebat dengan serbuan-serbuan liar tangannya yang kasar dan tak beradab. Sebagai wanita suci yang bermartabat, aku seharusnya semakin kuat memberikan perlawanan.Tapi entah kenapa gairah liar aneh dari nafsu primitif hewani yang memerangkap sukmaku semakin kuat mencengkram kesadaran jiwaku. Semakin aku berusaha melawannya, semakin kuat pula nafsu birahi yang meletup-letup mengenyahkan kewarasanku.

“Aku sudah berhenti dari tadi koq….ha….ha….ha….!!!” tawa Anthony bagaikan sorak sorai kemenangan iblis dari dasar neraka yang paling dalam.

Aku terkejut luar biasa. Mukaku memerah bagaikan bara api yang hampir padam. Kini aku bagaikan pelacur yang paling hina Anthony tak berbohong. Bajingan itu memang sudah tidak aktif lagi merabai tubuhku. Namun kini justru tubuhku sendirilah yang bergerak liar tak terkendali. Aku bahkan kini tak mampu mengendalikan tubuhku sendiri yang menggeliat dan menggelinjang secara liar dan erotis

“KENAPA DIN..?? MEMEK LOE UDAH MINTA DIJEJALI KONTOLKU BWA…HA…HA…HA..HA..!!!

“MEMOHONLAH….MERENGEKLAH….MUNGKIN AKU DAN ROZAK AKAN MEMPERTIMBANGKAN UNTUK SUDI MENYETUBUHIMU…KARENA KONTOL KAMI TERLALU BERHARGA UNTUK PELACUR LIAR SEPERTIMU HA…HA…HA…”Anthony sepenuhnya telah menguasai keadaan diriku. Bajingan itu tak habis-habisnya menertawakan keadaanku kini yang sedang resah gelisah terbakar api birahi

Entah kenapa segala seloroh dan umpatan cabul mereka malah semakin membangkitkan gairah birahi dalam diriku.Otak ku sudah benar-benar tak berfungsi entah obat macam apa yang mereka berikan padaku sehingga membuatku menjadi seperti mesin sex yang kecanduan kemaluan pria seperti sekarang ini.

Mungkin aku sudah gila sekarang. Aku benar-benar sudah tak mampu lagi menguasai diriku sendiri. Liang kemaluanku semakin terasa basah dan lembab. Aku merasakan kini kemaluanku semakin berdenyut-denyut kencang tak terkendali sesuatu yang dahsyat sedang berusaha menjebol saluran kemihku. Di kepalaku kini yang terlintas hanyalah kemaluan lelaki. Namun aku tetap berusaha untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan mempertahankan harga diriku.

“Gimana Dina apakah kamu sudah menyerah..Ha…ha….ha…?!!”Anthony mengeluarkan sebuah dildo elektrik getar berwarna hitam dan bergeligi.Aku beringsut semakin terpojok tubuhku kini sudah tak mampu bergerak lagi tersudut tanpa daya di dalam cengkraman para iblis cabul yang haus nafsu birahi.

“BAJINGAN….KEPARAT KAU ANTON…..!!!” aku menjerit memaki dengan putus asa bagaimanapun juga aku tak mau dikuasai nafsu primitif hewani sedikit kewarasanku yang tersisa masih berjuang mempertahankan sisa harga diriku yang penghabisan sebagai wanita baik-baik dan terhormat.

“AAARGHH….IIIH….TIDAAAAAK…..MAUU….OUGH….HMPFH…SSGH..ZZZACHH….OHH….!!” tenagaku sebagai wanita lemah tak mungkin mengalahkan kekuatan seorang pria bejat seperti Anthony.

Dalam sekejap dildo hitam itu sudah terbenam dalam liang kemaluanku.bergerak maju mundur berputar secara acak mengobrak-abrik liang kelaminku. Benda kenyal itu mengaduk aduk liang kemaluanku, walaupun diawal terasa nyeri namun ya tuhan inilah kenikmatan terhebat yang baru kali ini aku rasakan selama ini. Bagaikan sebuah oase di tengah padang gurun yang tandus dildo itu bagaikan penyelamat diriku dari siksa cengkraman api birahi. Aku merasa nyaman luar biasa di area selangkanganku aku merasakan liang kelaminku berdenyut-denyut aktif memijit dildo itu getaran dan gesekan dari geligi-geliginya nya benar-benar membuatku nyaman setelah siksaan dalam nafsu birahi yang liar.

Kini runtuh sudah semuanya. Aku telah sepenuhnya takluk dalam gejolak nafsu primitif. Sirna sudah segala harga diri dan martabat yang selama ini aku jaga diriku kini benar-benar sudah tenggelam dan larut dalam lumpur nafsu birahi yang bergejolak dahsyat.

“OOUGHH….SHHGH…”Pinggulku bergoyang memutar secara erotis aku sudah tak peduli lagi pada keadaan sekitarku. Kenikmatan benda sialan itu sungguh asngat luar biasa dalam melemaskan otot-otot kemaluanku yang menegang sejak tadi.

“Gimana kenakan… kan Dina…?”

Aku hanya terdiam, aku tak berani membuka mataku. Aku tak sanggup melihat seringai iblis gendut itu yang tertawa melihat kekalahan diriku.

“KALAU AKU BERTANYA HARUS DIJAWAB…PELACUR….ENAK….TIDAK!!” secara tiba-tiba keparat itu mencabut dildo yang sudah basah kuyup. Kemaluanku yang sudah kepalang tanggung masih belum puas merasakan kenikmatan ragawi dari benda keparat itu.

“OOOOUGH….SGGGHHH…AAAHHH….OOOUGHH….HMMMPFFFHHH..!!”Tanpa bisa aku kendalikan lagi pinggulku bergerak maju mengejar benda laknat itu seolah tak rela di tinggalkan benda sialan itu

Aku menyodorkan kemaluanku untuk kembali diisi benda terkutuk itu

“JAWAB DULU PELACUR….!!! ENAK TIDAK…..MEMEK LOE DI SODOK DILDO INI..?!!”

“JAWAB YANG JUJUR BARU AKU BERIKAN LAGI DILDO INI….!!!”

“ENAK TIDAK MEMEK LOE DI ENTOTIN DILDO….??!!” keparat gendut itu terus menerus membentakku yang sudah hampir putus asa dibuai nafsu birahi yang tak terkendali.

“ENAAA….K…ENAK…..SEKALI…..JANGAN CABUT….PAK….!!!” aku menjerit dengan putus asa birahi yang terputus ini benar-benar sangat menyiksaku bagaikan seorang pecandu yang sedang ketagihan hebat.

Aku tak mampu lagi untuk berpikir jernih segala cara harus aku lakukan hanya demi untuk mendapatkan benda laknat itu untuk memuaskan nafsu primitifku.

“MULAI SEKARANG…..PANGGIL AKU TUAN…!!! MENGERTI…???!!!”

“MAU KONTOL YANG ASLI…..???!!!”

“PLAAAK…..!!” aku terkejut luar biasa, jahanam ini kini bahkan telah mulai berbuat kasar menampar diriku.

“Ma…..ma……mau….Tuan” aku hanya tertunduk lesu

Di antara segala macam hinaan bahkan tamparan, yang paling tak sanggup kuhadapi adalah sorot matanya yang begitu tajam menghunjam jiwaku. Sorot mata keparat ini bagaikan sorot mata iblis yang menyala-nyala menusuk relung jiwaku yang paling dalam. Menghakimiku atas semua kebejatan dan kegilaan yang kini sedang terjadi seolah itu adalah semua mutlak akibat diriku wanita liar yang kecanduan sex.

“KALAU BEGITU MEMOHONLAH……MERENGEKLAH AGAR AKU MENGIZINKAN LOE MENJAMAH KONTOLKU BWHA….HA….HA…!!.” iblis gendut itu kini tertawa lepas merayakan kemenangannya atas diriku.

“Tolong tuan…..izinkan saya memuaskan anda….” dengan terbata-bata aku berusaha menelan semua penghinaan ini.

“MEMUASKAN KU….?? HEH…LONTE JAWAB YANG BENAR…ATAU LOE AKAN GUE SIKSA SAMPAI LOE MENYESAL DILAHIRKAN DI BUMI INI NGERTI…!!!!!?? GUE YAKIN LOE TAHU JAWABAN YANG TEPAT…!!”Anthony benar-benar menyiksaku secara fifik dan psikis.

Sementara itu desakan hasrat birahiku yang memuncak semakin tak tertahankan semua peperangan antara kesadaran dan kegilaan seolah sedang berpacu dengan waktu.

“TUAN…… IZINKAN AKU MEMUASKAN DIRIKU…TUAN AKU MOHON AGAR TUAN SUDI MENYETUBUHIKU….MEMEKKU SUDAH GATAL SEKALI…TUAN JANGAN SIKSA SAYA LAGI TUAN OUGH…AHH…!!” aku menjerit putus asa, aku tak mampu menghadapi kenyataan ini aku merendahkan diriku layaknya budak nafsu yang hina entah siapa aku kini aku juga tak kenal lagi

“BAGUS AKHIRNYA LOE CEPAT BELAJAR JUGA

“SEKARANG BANTU AKU LEPASIN BAJU.”

Dalam sekejap aku telah berhasil menelanjangi Anthony. Tubuh gendut bajingan ini sebenarnya menjijikan. Bagaikan seonggok lemak yang berlipat lipat dengan sekujur tubuh yang di tumbuhi bulu-bulu halus yang cukup lebat.

“AOOUGHHH….AAHH…SAAKIIITZS…….JAA..NGANN……AARGHHH SRGH..…EEH…HNGHH….HHHMPPPFHH!!” aku menggelinjang kegelian

Bajingan itu seolah kesetanan mengunyah dan mengulumi puting susuku silih berganti dengan tak bosan-bosannya. Tangan-tangannya dengan kasar meremas-remas kedua belah payudaraku yang berukuran 36 C. Payudaraku dijadikannya bak adonan kue. Aku tahu keparat inipun sebenarnya sudah sangat bernafsu melihat ketelanjanganku sejak tadi. Penis bedebah ini tidak cukup besar untuk disebut sebagai penis pejantan tangguh, penisnya yang cuma berukuran lebih kurang 12 cm sudah tegak berdiri mengacung laksana tiang bendera. Ujung kemaluannya yang berbentuk seperti jamur berwarna merah muda sudah berdenyut-denyut kencang bagaikan gunung berapi yang siap meletus. Sebenarnya aku geli dengan bentuk kelamin keparat ini yang sangat tidak seimbang dengan ukuran tubuhnya. Hanya ujung penisnya yang berwarna merah muda yang nampak diantara lebatnya bulu-bulu kemaluannya yang tumbuh kasar tak beraturan bagaikan ijuk.

Sepintas tubuh gendut iblis ini lebih mirip seonggok bola lemak yang berbulu. Aku tak habis pikir bagaimana ia memperoleh kepercayaan dirinya untuk tampil telanjang di depan wanita walau bahkan di hadapan seorang pelacur murahan sekalipun. Tanpa uang dan kekuasaan yang dimilikinya Anthony hanyalah mahkluk kurcaci rendah yang hina. Hanya wanita yang tidak waras yang mau digauli keparat ini dengan sukarela

“OH…AHH…ENAK….SEKALI MEMEK LOE LONTHE FRANS BAJINGAN ITU TAK LAMA LAGI BAKAL MENYESAL SAMPAI MATI KALAU TAHU CALON ISTRINYA AKU ENTOTIN…WAKAKKAKAKAK….HHHNGHH….HHNGHHH AH…AH…!!”

Penis jahanam itu tak sampai ½ bagian mengaduk-aduk liang kelaminku perut Anthony terlalu buncit sehingga menghalangi penisnya untuk bisa menerobos liang kemaluanku secara penuh. Bersetubuh dengan iblis gendut ini hanya semakin menyiksa diriku tak ada kepuasan sama sekali yang aku dapatkan hanya rasa geli luar biasa yang semakin membakar birahi dalam diriku. Aku butuh kelamin pejantan tangguh kelamin pria sejati yang panjang dan kenyal bukan kelamin seperti kurcaci seperti ini.

“AKH…OHH…NGEKH…HGHHFF….HMPFFF…..ENAK….SEKALI ….MEMEK LOE LONTE….A…A…AKU NGECRIIIIIT….AAAAKHHHH…OOOOUGH…!!!”

Penis dan nafsu Anthony ternyata tak sebesar mulutnya yang kotor dan cabul, spermanyapun bahkan lebih encer dari cairan precum yang mengucur dari kemaluanku

“SUDAH SANA PERGI….!! SEKARANG LOE PUASIN ROZAK…BUAT BEDEBAH ITU KEENAKAN NGERTI LOE..!!!” aku terpekik saat si gendut itu menampar pantatku yang telanjang. Nafasku masih tersengal sengal dan seluruh tubuhku basah kuyup oleh keringat nafsu yang belum tuntas.

Pak Rozak

Dengan beringsut-ingsut aku pindah ke bagian depan.Rozak tersenyum lebar sambil melirik tubuh bugilku yang kini sudah ada di sampingnya. Perlahan-lahan aku mulai membuka celananya. Iblis tua itu tak bisa terlalu menikmati pemandangan indah di sampingnya karena ia masih harus tetap berkonsentrasi mengemudikan helinya. Aku terus memelorotkan celana pak tua ini sampai melewati lututnya

“O..ohh…” aku kaget luar biasa melihat kemaluan pak tua ini besar sekali panjangnya hampir sekitar 25 centimeter

Meskipun belum terlalu tegang namun penisnya nampak kokoh dengan hiasan urat-urat yang menonjol. Di dekat kepala penisnya pada lipatan kulupnya terdapat 2 bulatan kecil sebesar biji jagung sehingga sepintas mirip capung aku tak begitu paham dengan bentuk kelaminnya yang menurutku cukup aneh. Mungkin pak tua ini pernah mengidap penyakit kelamin sehingga penisnya tumbuh benjolan kecil seperti itu.

“Kenapa…??...Kaget ya….?

“Jangan khawatir itu biji tasbih yang sengaja aku tanamkan di kontolku untuk membuat ceweq khususnya yang seperti mbak Dina supaya ketagihan ngentot denganku. Sekali saja mbak merasakan kontolku ini mengaduk memek mbak, mbak bakal kecanduan kontolku ini. Dan aku jamin mba bakal memohon-mohon ampun untuk aku entotin lagi. Ha….ha….ha….!!”

Meskipun raut muka dan kulitnya hitam berkerut namun badan Rozak masih terlihat tegap aku yakin dulu pak tua ini seorang tentara meskipun wajahnya sudah mulai dihiasi keriput namun sisa-sisa kegagahannya di masa muda masih berbekas

“Ayo jangan malu malu kulum….buat kontolku ini ngaceng. Mbak udah ngga sabar pengin di entotin bukan?”

Dengan sedikit ragu aku mulai menjilat ujung kepala penisnya

“OOOOHHHH…..HMMMPFFH” Rozak melenguh keenakan pria tua itu menarik dalam dalam nafasnya.

Rozak begitu menikmati hangatnya lidahku yang memoles ujung gundul kepala penisnya yang mirip helm baja tentaranya di waktu muda. Cairan precum yang bening licin segera menetes deras.Penis Rozak berayun-ayun naik turun seolah mempermainkan ku yang kesulitan meraih penisnya.Jauh sekali perbedaan penis Rozak di banding dengan Anthony Meskipun telah lanjut usia, batang penis pria ini masih kokoh berwarna coklat kehitaman bagaikan alat vital seekor kuda jantan yang tangguh dengan dihiasi bulu-bulu kemaluan yang juga sudah mulai beruban.

“Sini…sebelah sini mba….”Rozak menggenggam kantung biji pelirnya yang besar seperti kantung menyan.

Disodorkannya biji pelirnya tepat edalam mulutku aku sedikit tersedak saat beberapa helai bulu kemaluannya yang sudah beruban turut tertelan olehku. Asap rokok mulai menyengat kabin heli Anthony yang masih kepayahan nampak asyik menikmati rokoknya. Bajingan itu tertawa cekikikan melihatku yang sedang asyik mengulum penis Rozak.Aku sedikit terganggu dengan permainan ujung jari kakinya yang mengobel kemaluan dan pantatku. Posisiku yang sedang mengulum penis Rozak membuat membuat pantatku tepat tersaji di hadapannya. Iblis gendut ini benar-benar seorang pecundang, jempol kakinya bahkan bisa lebih memuaskan kelaminku dibanding penisnya

“Ayo sini duduk di pangkuanku.” aku sedikit terhuyung saat tangan kekar Rozak menarik tubuh bugilku.naik keatas pangkuannya

“Hati-hati Zak jangan sampai kita semua mampus nyebur ke laut gara-gara loe keenakan ngentotin ini lonthe.!” Anthony sedikit cemas dengan kelakuan Rozak yang memaksa menyetubuhiku.

“Santai aja boss dulu aku pilot andalan boss.”

Aku melenguh lemah saat sebelah tangan Rozak mulai memainkan puting susu sebelah kiriku. Aku menggelinjang kegelian oleh kenakalan jemarinya yang dengan giat memilin-milinnya bagaikan sedang mencari sebuah siaran chanel radio yang tepat.

“Ough….ah….ooh….” aku menarik nafas dalam-dalam saat penis raksasa Rozak perlahan namun pasti mulai tenggelam dalam liang kemaluanku.

Ada rasa yang nyaman luar biasa yang mulai menjalari liang kelaminku seiring dengan mulai amblas sepenuhnya penis Rozak.

“Lihat boss Lonthe ini keenakan hayooo bayar taruhannya..” Rozak tertawa kegirangan saat tubuhku mulai bergoyang erotis diatas pangkuannya

Penis Rozak yang bertasbih harus kuakui membuat kemaluanku terasa nyaman sekali membebaskan kemaluanku dari siksa bara nafsu birahi. Rasa tegang yang menyiksa otot-otot kemaluanku beberapa saat lalu menyiksaku, sedikit mulai sedikit mulai berkurang. Aku tak mempedulikan lagi jari jemari Anthony yang secara bergantian turut campur memilin-milin dengan kasar puting susuku dari arah belakang. Bedebah gembul ini mempermainkan kedua belah payudara indahku ini bak sedang memerah susu sapi. Perlakuan kasar dari kedua pria cabul ini bahkan seolah semakin menuntaskan rasa hausku akan nafsu birahi. Kenikmatan yang menyerbu selangkanganku ini benar-benar membuatku lupa akan segalanya. Entah sudah berapa lama, penis Rozak mengaduk-aduk liang kelaminku rasa nikmat yang perlahan menjalar terasa semakin memuncak.

“AAARGHH….HMMMPFFHH….HOSHH…HOSSH….HNGGH….CCREET…SERRR….CREETT…CRIIIT…!!” otot kelaminku kembali tak mampu mempertahankan cairan yang dengan deras menjebol pertahannya. Dalam sekejap bangku pilot telah menjadi basah kuyup tersiram cairan kenikmatan kelaminku yang memancar deras ke segala penjuru ruangan. Untuk kedua kalinya aku kembali harus berbasah-basahan

“Wah nampaknya nanti bagian maintenance harus bekerja extra membersihkan heli ini boss bwaka ka ha…ha…tunggu sebentar sayang aku juga mau ngecrooot!!”

Tubuhku terasa lemas lunglai bagai tak bertulang. Aku hanya bisa mengikuti hentakan tubuh Rozak yang semakin giat menyodok selangkanganku yang kini sudah basah kuyup oleh cairanku. Aku membiarkan lidahnya menjelajahi mulutku.Lidah pria tua itu sangat terampil mengait lidahku menyapu seluruh penjuru rongga mulutku. Aku hanya bisa pasrah membiarkan tubuh telanjangku bergoncang liar tak beraturan menghadapi bombardir penis Rozak yang semakin deras dan ganas mengaduk-aduk kemaluanku

“A….aku…..ngecriiiiit arghhh……enak sekali memek loe mba Dina.”

Aku masih terlalu lemas untuk bergerak.Penis Rozak berdenyut denyut keras dan bergetar hebat dalam liang kelaminku. Tak berapa lama kemudian aku merasakan cairan hangat yang kental memancar deras di dalam liang kelaminku. Aku masih membiarkan Penis Rozak di dalam liang kemaluanku yang perlahan mulai mengecil. Aku juga merasakan sperma iblis tua ini perlahan mengalir turun melewati selangkanganku. Aku sudah tak bisa membayangkan lagi kalau aku sampai hamil dari benih kedua bajingan ini.

“Pak tolong berikan saya baju pak aku mohon pak….!” seiring dengan terpuaskannya nafsu liarku, kesadaranku perlahan mulai pulih aku terisak-isak meratapi kondisiku yang sangat memalukan seperti ini telanjang bulat dan berlumuran sperma entah bagaimana kalau nanti Frans sampai melihatku dalam kondisi seperti ini.

“BAJU…?....BAJU…APAAN? HEH DENGER YA LOE ITU KINI CUMA SEEKOR ANJING BETINA DAN SEEKOR BETINA SUDAH TIDAK MEMERLUKAN BAJU LAGI BUKAN….??HA….HA….HA….!!”

“TIDAAAAK…..BAJINGAN KAU ANTON KEPARAAT BERIKAN AKU BAJU….!!!” aku berteriak-teriak histeris aku tak mau di perlakukan seperti ini terus menerus sudah cukup penderitaanku kini. Kedua bajingan itu benar-benar sudah keterlaluan.

“DIAM KEPARAT SEBENTAR LAGI KITA MENDARAT DAN LOE BERSAMA FRANS BAJINGAN ITU AKAN SEGERA MENIKMATI KEHIDUPAN BARU KALIAN HA…..HA…..!!”

“APA SALAH KAMI PADAMU….KENAPA KAU TEGA…?

“TANYA SAJA KEPADA BEDEBAH KEKASIHMU ITU KINI KALIAN SUDAH MENJADI MAINANKU NIKMATI SAJA KEADAANMU KINI”

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAK……..TIDAAAAAAAAAAK..!!!”

Anjungan pengeboran pantai mulai terlihat. Aku hanya bisa menekuk rapat-rapat tubuh telanjangku. Aku sama sekali tak menyangka nasibku kini menjadi seburuk ini aku tak bisa membayangkan diriku berjalan telanjang bulat di bawah terik matahari tepat melintas di depan batang hidung para pria pekerja pengeboran minyak. Dan tak lama lagi semua mimpi burukku itu akan menjadi kenyataan.

Bersambung

By: Brainwash
------------------------------
33 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. mikenjess mengatakan:
    yay… beneran pertama ya? asyikkkkkk
    thanks thanks cer4itanya buagus banget… hahaha
    tar baru comment lagi
  2. mikenjess mengatakan:
    un dos tress hatrick gue 3 3 nya gue ya? hahhaha
  3. leon_great mengatakan:
    gleg.. jadi horni berat.. :D . mantaf deh bro atas ceritanya. jadi gak sabar nunggu lanjutan ceritanya. semoga gak lama-lama… :P
  4. jamaika mengatakan:
    wow keren bro critanya..mantabzz….cerita gini yg gw suka..pelecehan n rape hehe..
    gw tunggu lanjutannya bro
    Thx n sukses
  5. Ezka mengatakan:
    Wah ceritanya bagus..
    Temanya jg bagus , tinggal utk lanjutanya perlu di kembangin lagi..Semangat bro..!
    Bro Shu , nightmare campusnya mana neah?Gw dah lama nuNgguin..Hhe
    Dr.H jg , si kecil aLfinya jangan kelamaan.
    Re: baru setengahnya lebih nih
  6. mikenjess mengatakan:
    bener bener brainwash banget ya baca ini…. busettt ini bakal jadi fav gue nih mantabbb… duhhhh senang baca yang ginian… cabul banget.. hahaha
    Re: typikal bro mike sih emang hehehe
  7. dr h mengatakan:
    ga nyangka klo akhir2 ini KBB ada penulis2 baru yg bagus2. cara pebulisan mirip sis Dian P yg juga baru itu. Bro Shu ga usah lagi kuatir soal stock cerita nih.
    soal cerita-nya sendiri mantab..bagus bgt dg situasi yg beda/baru..
    harapan gw mudah2an si penulis msh terus nulis jgn setelah dua atau tiga eps lantas berhenti/hilang dr peredaran dan seks scane-nya dipanjangain/gali lagi biar mupeng meter-nya tambah naik…naikkk dan naikkk terus
    Re: bro brainwash bukan penulis baru dok, dulu dia pernah nulis juga kok, ada 5 cerita kalau ga salah, coba aja search deh. cuma emang dah lama banget baru turun gunung lagi bro, wah karya barunya ok punya lagi, lanjutannya perlu nunggu pemilu berikutnya ga?
  8. Foto Dinanya busyet dah
    Montok abiiss….
  9. dede mengatakan:
    mana nih dm nya?
    ditunggu nih
  10. godjila mengatakan:
    ada…gak ada poto masih tetep bagus gan…
    ceritanya bisa dibayangin…
    tulisannya detil
    terus nakal2 gitu..asek gan…ditunggu lanjutannya…
  11. shara mengatakan:
    keren!!!!
  12. peri_cantik mengatakan:
    wah kok co nya bener2 ancur ngk ada yg mendingan dikit aja,,,,misal co kampung gitu,kan q juga pingin liat co2nya meski ngk cakep
    Re: kan namanya juga kisah beauty & the beast sis, hehehe
  13. Mamat mengatakan:
    Ceritanya keren… Cuma kok kurang sreg aja kalo cowo-nya itu derajatnya lebih tinggi dari ceweknya. Tapi itu sih masalah selera. Yang penting ada unsur ”Beast”-nya kok… Good work! Btw, tks ya udah mau dengerin pendapat gw, yang mau nampilin foto cowok ”ancur” (maap kalo ada yang tersinggung) hampir di tiap cerita…
    Re: thx juga, masukan dari rakyat republik mupenglah yang salah satu faktor pendorong kemajuan republik kita ini
  14. lintang mengatakan:
    Ceritanya bagus banget, tetapi yang paling aku suka gaya tulisannya sangat luar biasa, tata bahasanya juga sangat menarik, emosi pembaca begitu terbawa saat membaca tulisan anda,
    kyaknya ini bukan penulis biasa ataupun pemula, karena bahasanya tulisannya sangat bagus dan gampang di mengerti,
  15. konack berduri mengatakan:
    beu..bagus tenan.. kena bngt nich.. bro Brainwash lo mang yahuut.. terus berkarya bagi kemajuan republik mupeng..
    @bro shu.. pertahankan terus reputasi-mu..
    Re: thx, hidup mupengers!
  16. Ninja Gaijin mengatakan:
    gue suka gagasannya… diperkosa dalam helikopter, ekstrim tuh…
    gue suka dirty talk nya… bikin adegan seksnya makin asyik aja…
    tapi gue paling suka foto cewenya… bahenol :p bisa aja nih nemunya, shu…
    Re: bener tuh, background placenya unik, ml di atas helikopter. mungkin bisa nanti2 ada ml sambil diving, sambil terjun payung hahahha….iya pas lagi nemu foto yg pas aja lah
  17. tsubomi fans mengatakan:
    hihihi tulisan bro brainwash emang keren abizz,,yg penting lanjutannya jgn terlalu hard ya boss,,coz cerita2 yg dulu2 kadang berasa terlalu hard so malah bikin agak eneg…tapi yg 1 ni bener2 masterpiece deh,,five thumbs up !! *lho??
    Re: hard dikit ok, tapi kalau terlalu ekstrim janganlah, ini dah bagus kok bro brainwash
  18. mikenjess mengatakan:
    hauahahhaha ml sambil terjun payung? busetttt…. gila betul idenya…
    gue paling suka pas dia ngompol dan pas bajunya kelempar ke luar dari heli, si cewenya pasti adu duh baju gue,
    dan secara psychologis waktu cewenya terangsang buka baju itu, gue rasa sengaja, karna da terangsang, pasti dia punya fantasi deg deg duer klo si cowo jelek itu nengok ke dia. dan dia memang butuh itu.
    hahahah…
    gue bahas ini kayak tuh cewe emang idup di kehidupan nyata aja. emang dah di brainwash gue hahaha
    Re: hehe sapa tau aja ada yg terinspirasi, asal jangan sampe lupa buka parasutnya aja, kan ga lucu ntar :D
  19. ThaNaTos mengatakan:
    ceritanya masih ada bagian2 yg hilang saya rasa ,,,, dan antara isi cerita dengan judul rada ga nyambung ,,,
    salam dari pengamat lama ,,
    Re: hilang gmn nih?
  20. proteus mengatakan:
    Ada yang aneh, sesudah ngompol, kok pas buka baju, dina ngak buka celana dalam juga? brarti udah ngak pake daleman dari rumah? CMIIW
    Overall ceritanya bagus… walau si anton ternyata nafsu gede… hehehe
    Nungguin kelanjutannya yang di pengeboran lepas pantai… Kalo boleh saran unsur slave dan dirty talk nya lebih ditonjolkan…
    Re: sedikit ksalahan teknis, ya wajarlah, masih bisa ditolerir
  21. mokondo mengatakan:
    busyet dah fotonya.. itu bemper apa bemper.. hehe
  22. matijoni mengatakan:
    setuju ama bro mikenjess, orang gila nih yg bikin..! pretty damn original, pretty fuckin good! the best part emang adegan baju di lempar keluar jendela. Siapa yg pernah kepikiran eksibisionis dilakukan di atas udara? Mantap! Tuk yg berikutnya harus digali trus emosi protagonis terlebih lompatan karakter dari wanita baek2 ke slave. Jgn lama2 lanjutannya, kasian ga pake baju trus kan dingin tuh doi..
  23. matijoni mengatakan:
    oh iya.. ini judulnya kurang menjual deh kayaknya. Jd kalo di toko buku bisa ga laku bukan krn cerita yg kurang bagus, tp cover. Dan emang kurang berkorelasi ama cerita. Salah satu pemilihan judul yg gw suka adlh, Silahkan perkosa istriku. Buset dari judul udah cabul abis.. Siapa yg ngarang ini ya kmrn? Judul sweetest sin, gw malah ngebayangin cerita teenlit. Ngepop bgt. Sori yah, masukan aja dr gw. Mupenglah selalu KBB ku! biar berbeda2 tetap mupeng jua..!
    Re: judul juga berpengaruh ya ternyata hehe…tapi mnrt gw judul ini dah cukup pas kok, masa kaya teenlit bro?
  24. Hello K!tty mengatakan:
    idem ama sis peri
    rada kaget juga pas liat foto si Anton…,
    ceritanya bagus, feri wild
    lanjutannya dunggggg…
    Re:wah kaget kenapa sis? takut disumo ama antonnya ya hihihi
  25. ikipiyeto mengatakan:
    itu pak rozak apa mbah surip boss ixixixiixi
    ceritanya nendang abiss
    belum selesai bacanya ane dah hampir crott..
    fiuh….
    Re: mbah surip? wahahaha…iya ya agak2 mirip, cuma rambutnya ga gimbal aja
  26. Pendekar Maboek mengatakan:
    Tambah banyak aja cerita-cerita bagus nih, tambah banyak juga penulis-penulis bagus yang baru gw kenal, kalau gitu musti tambah sering juga nih bolak-balik ke KBB buat cari inspirasi he he he
    Re: iya bro supaya bisa menulis better & better, gmn kapan ym lagi nih?
  27. godjila mengatakan:
    kok om shu lama banget sih updatenya…
    om….update sering2 dong..
    tapi kreatifitas gak bisa dipaksa ya,,,hikhikhik
    Re: iya agak sibuk, jadi telat
  28. andreaz mengatakan:
    ceritanya bagus,,,lanjutannya harus lebih bagus lagi yah.. lam kenal bwt mupungers se jagad KBB!!
    gw pengemar baru neh……..
    Re: we welcome you to republic mupeng, semoga betah disini
  29. arie mengatakan:
    ceritanya muantap men………
    bos shu kalu kirim cerita gimana y :D
    Re: email aja ke mr_shusaku@yahoo.com dlm bentuk ms word document ok
  30. naga_langit mengatakan:
    GOD DAMN HELL….!!!! this is good one…….
    ceritanya bagus ,bikin minder nih hehehe…,….bener juga tuh , di atas heli..hmmm…
    susah nih klo mo comment cerita bagus…..pokoknya oke dah…
  31. ipank mengatakan:
    mana ada pilot se-tua itu masi aktive???
    tolong lebih di realitaskan lagi bro…
    Re: heheh…jeli juga nih, semoga bisa jadi masukan kelak, thx ya
  32. DewAsmara mengatakan:
    Mantep nih cerita,
    Dah lama gak liat yang dirty slavery gini. Apalagi kalo nanti si Dina nya jadi kecanduan ng*we dan mohon-mohon di antar oleh Anton ke tempat pengeboran tiap suami nya sedang tidak ada di site pengeboran lepas pantai. Dan oleh Anton si Dina di gilir keliling ke seluruh site pengeboran di seluruh nusantara. Akhirnya si Dina jadi bintang pelacur khusus pengeboran :D Apalagi pas sesudah menikah sama si Frans, terus si Dina hamil tapi si Frans gak tau kalo anak di rahim si Dina itu hasil proyek gangbang, bukan benih si Frans, yg tau cuman si Anton dan Dina doang :p
    Re: weleh2 fantasi yg liar
  33. Odratz mengatakan:
    kapan dilanjutin??? nunggu ni… hehehehe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar