Rumah Baru KisahBB

Setelah 2x ga diterima di Wordpress sehubungan penjualan DVD, Shusaku akhirnya memutuskan memindahkan blog cerita seru KisahBB kesayangan kita ke sini.

kirim cerita karya anda atau orderan DVD ke:


Order via email: mr_shusaku@yahoo.com


tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan


email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.

Promo diskon gede-gedean

Paket istimewa 500rb (50dvd),

untuk dalam Pulau Jawa free ongkos kirim, untuk luar Pulau Jawa tergantung daerah.

Harga normal Rp 15rb/dvd kalau beli banyak Rp.12.500/dvd, untuk paket kali ini jatuhnya Rp. 10rb/dvd, murah banget!!


Tapi ini terbatas hanya untuk 10 orang saja.

jadi silakan order, bisa dilihat list barang di

- list semi & softcore

- list western xxx

- list jav


untuk pemesanan email ke mr_shusaku@yahoo.com

Subject: paket istimewa 500rb

tuliskan: nama, alamat jelas, nomor HP, dan list barang yang diinginkan di email pemesanan

email akan segera saya balas dengan rincian harga & no ac bank bca/mandiri unk transfer. barang akan dikirim dengan tiki/pos setelah konfirmasi transfer diterima.


-untuk pesanan di atas 50dvd, selanjutnya dihitung @Rp.10.000,-

-hanya untuk film2 satuan (JAV, western XXX, dan Semi), tidak berlaku untuk koleksi pics & kompilasi

Kamis, 11 Agustus 2011

Korban Permainan Bapak Kost 2


Mona
Sudah seminggu sejak kejadian terkutuk itu, dan Mona sudah tidak berdaya apa-apa lagi untuk bisa menolak keinginan dari Mahmud yang ternyata sudah merencanakan semuanya dari jauh hari, apa yang harus dia lakukan dan terima. Awalnya dimulai dengan Mahmud “mengaudit” lemari baju Mona, ia mengambil semua celana dalam dan BH-nya, ia memilih baju-baju yang bisa digunakan, rata-rata baju yang disisakan adalah baju yang seksi, ketat atau tipis. Lalu ia mengambil atm dan kartu kreditnya, setiap hari bila berangkat kantor ia hanya diberikan uang secukupnya untuk makan dan ongkos, dan juga secara otomatis kini gadis itu tidak pernah menggunakan underwear lagi. Semua celana panjang miliknya telah diambil juga, sehingga kini ia hanya punya rok yang minimal pendeknya 10 cm di atas lutut. Mona sudah pasrah, ia sudah merasa tidak ada harganya lagi sebagai wanita, harga dirinya sudah dirampas dan dipermainkan oleh Mahmud.
Banyak sudah permintaan dari Mahmud untuk melayani dirinya, baik permintaan yang “biasa-biasa” saja atau permintaan yang aneh-aneh, seperti dia harus striptise diiringi musik, atau harus memblowjob dengan posisi tangan terikat dan macam-macam lainnya. Dengan kondisi tidak boleh menggunakan underwear, Mona benar-benar merasa risih sekali apalagi kalo harus berangkat kantor atau beraktifitas. Ia merasa dirinya telanjang dan kayanya semua mata laki-laki yang berpapasan seperti mengetahui bahwa dibalik bajunya ia tidak menggunakan BH. Juga sekarang bila ke kantor, ia diwajibkan menggunakan sepatu yang berhak tinggi, sehingga menonjolkan pantat bulatnya yang dibungkus oleh rok mininya yang ketat. Sering saat ia berdesakan dalam bis kota, ada tangan-tangan jahil yang mencoel pantatnya atau bahkan menggesek-gesek pantatnya saat berhimpitan, dan karena ia diperintah Mahmud untuk tidak marah atau menolak bila dia ada yang melecehkan seperti itu, jadi ia tidak berdaya orang-orang jahil itu menikmati kenyalnya pantat bulatnya itu. Juga dengan berjalan menggunakan high heels ini membuat payudara Mona bergoyang-goyang seiring langkahnya, seolah-olah menantang untuk diremas dan dibelai. Yang membuat Mona heran, dalam kondisi yang diperbudak oleh Mahmud ini malah kadang membuat dirinya terangsang, mungkin karena kondisi yang tidak berdaya ini yang menyebabkan libido-nya meningkat. Bahkan kadang-kadang ia merasa bangga karena tubuhnya yang memang seksi ini benar-benar selalu mejadi pusat perhatian orang, walau sebenarnya itu merendahkan derajatnya sebagai wanita baik-baik.
Kini sudah berjalan 3 minggu sejak kejadian itu, setiap malam ia harus melayani Mahmud dengan beberapa cara dan gaya. Dan kini Mahmud sudah siap untuk melanjuntukan planning kotornya ke gadis malang itu. Ia sudah cukup puas dengan setiap malam bisa menikmati kehangatan dari Mona yang kini seperti boneka hidup. Jadi kini ia ingin ngerjain Mona dengan segala rencana yang sudah dia susun. Hari ini memulai hari dengan jantung berdebar dan rasa khawatir yang luar biasa, karena tadi malam Mahmud memberikan perintah yang bikin jantungnya serasa copot dan rasanya pengen mati aja. Perintahnya adalah ia tidak boleh mengatakan tidak/menolak permintaan dari semua laki-laki, apalagi yang berhubungan dengan hal-hal mesum/seks, apapun perintahnya ia harus turutin sampai laki-laki tersebut sudah mencicipi/menikmati dari apa yang diminta. Mahmud juga mengatkan bahwa ia akan memasang mata-mata atau bahkan ia menyuruh teman-temannya sendiri untuk yang melakukan permintaan-permintaan itu, jadi Mona tidak bisa bohong bila ia berusaha menolak atau menghindar.
“haduuuuhh…mampus deh gua sekarang, anjing bener tuh si Mahmud” kutuk Mona dalam hati, tapi ia tidak berdaya apa-apa untuk menolaknya.

Jantungnya berdebar-debar juga membayangkan hal apa yang akan menimpanya nanti, walau selama ini ia dipaksa oleh Mahmud untuk melayaninya dengan segala cara. Sebenarnya secara tidak sadar Mona sudah menjadi wanita yang kaya pengalaman dalam hal seks dan tau bagaimana memberikan kepuasan pada lawan jenisnya. Dan ia juga tidak memungkiri, bahwa kini ia juga menikmati sensasi luar biasa dalam berhubungan seks, hanya karena lawan jenisnya saja yang seperti Mahmud yang kakek buruk rupa itu yang membuat dia kesal. Dari pagi sampai sore di kantor, Mona bersyukur bahwa tidak ada kejadian apapun yang membuat dia harus menuruti perintah orang dan kini sebelum pulang ia harus menelepon Mahmud untuk memberi laporan.

“hemmm…belum ada ya?”kata Mahmud setelah mendengar laporan Mona. “gapapa lah..kamu tenang aja, ga usah gugup karena baru pertama, biar kamu agak santai kamu sekarang pake baluran perangsang yang udah aku masukin ke tas kamu..”
“Waduh..yang bener pak? Uuh tega banget sih bapak..” Mona kaget mendengar perintah itu. Ia memang diberikan botol kecil yang berisi cairan khusus, entah dimana Mahmud mendapatkan barang seperti itu.
“Udaaah jangan banyak omong, cepet pake video call pas kamu pake di 2 puting kamu, lidah dan bibir kamu dan juga di memek kamu..cepet!!!”
Mona mengeluh dalam hati, tapi ia tetap melakukan perintah itu. Di kamar mandi, ia mulai membalurkan cairan itu ke tempat-tempat yang disuruh, dan sebentar saja Mona merasakan putingnya mengeras dan menjadi sensitive sekali. Lalu ia mulai merasakan efek baluran itu juga pada vaginanya yang langsung basah dan ada perasaan yang kuat, yaitu keinginan untuk agar vaginanya menerima usapan liar dan terutama keinginan disodok sama penis. Begitu juga dari ada keinginan kuat untuk mencicipi aroma penis agar bisa dihisap-hisap dan diemut melalui bibir seksinya. Mona kini benar-benar tak berdaya.
Mahmud tertawa-tawa melihat reaksi Mona melalui video call-nya, melihat gadis itu mendesah dgn pandangan tidak focus
“Hei Mona..!! kamu maunya apa?” teriak Mahmud secara tiba-tiba.
“Mau kontol…eeh, ngga sa..salah..ga mau apa-apa..” tanpa sadar Mona menjawab dengan latahnya.
“Ga mau dientot..?”
“mauu…mau..,ngeh..ngga..ngga..”
“hehehe..selamat pulang yaaah…” Mahmud terkekeh melihat hasil dia ngerjain Mona.
Gadis itu mengeluh dalam hati, karena sepertinya akan sulit menghindar dari malapetaka pelecehan terhadap dirinya karena kondisi dirinya sekarang dan perintah dari Mahmud yang harus menjadi “yes girl”. Ditambah lagi kini ia tidak punya uang untuk pulang dan mau ga mau harus jalan kaki untuk pulang ke kost.
Mona berjalan pulang dengan perasaan yang tidak karuan, sekuat tenaga ia menahan keinginan liar yang dibangkitkan secara tidak wajar pada bagian-bagian tubuhnya yang menjadi sangat sensitif yang sangat membutuhkan pelampiasan. Karena harus menahan nafsunya itu sering Mona menahan nafas dan mengerang pelan dengan wajah yang sayu dan horni, sehingga wajahnya yang cantik itu tampak menggairahkan, belum lagi tubuhnya yang seksi itu menggunakan blus kerja yang tidak mampu menyembunyikan tonjolan dada yang membusung dan rok mininya memperlihatkan paha yang putih mulus dan jenjang itu. Sebisa mungkin gadis itu tidak memandang orang-orang yang berpapasan dengan jalan menunduk, karena setiap ia melihat laki-laki darahnya serasa berdesir dan membayangkan penis dan kenikmatannya bila ia bisa mengulum-ngulum penis itu atau digesek-gesekkan ke vaginanya sambil buah dadanya diremas-remas, kembali Mona mendesah pelan membayangkan itu semua. Makin lama perasaan yang meledak-ledak itu makin kuat membutuhkan pelampiasan, tapi Mona terus menguatkan dirinya jangan sampai ia merendahkan martabatnya, ia terus berharap tidak ada laki-laki iseng yang bakal ngajak dia aneh-aneh yang dia ga bisa tolak. Kini Mona malah merasakan bahwa vaginanya jadi agak basah karena gesekan 2 pahanya saat melangkah dan hal itu makin menyiksa dirinya yang makin horni, apalagi gesekan bajunya dengan putingnya yang mengeras itu juga makin membuat nafas Mona agak memburu dan bibirnya yang seksi seperti menahan nyeri. Mona terus berjalan dan berusaha untuk secepat mungkin melangkah, tapi karena gangguan rasa horninya kadang-kadang ia tampak sedikit limbung dan memelankan langkahnya karena menahan nafsunya. Sejauh ini ia masih aman dari gangguan laki-laki meskipun dia tau setiap laki-laki yang berpapasan dengan liar menatap dirinya dan tubuhnya yang aduhai, ia masih berharap walau harapannya tipis karena ia juga diberikan rute pulang oleh Mahmud yang sedikit rawan untuk seorang wanita seperti dirinya pulang jalan kaki sendirian. Dan apa yang ditakutkan gadis itu benar-benar terjadi.

Dalam rute yang diberikan, Mona harus memotong jalan gang di belakang pasar daging dan pada saat ia masuk gang tsb di kanan kiri-nya merupakan kios-kios daging yang sudah sepi karena pasar sudah tutup. Saat baru berjalan beberapa langkah, ia mendengar suara beberapa laki-laki berbicara diselingi dengan suara tertawa. Sepertinya mereka sedang bermain sesuatu. Dugaan Mona tidak salah, karena saat itu memang ada beberapa supir angkot yang sedang melepas lelah setelah seharian narik dan menghabiskan waktu main judi sambil minum minuman keras, dan saat ini mereka sudah mulai dipengaruhi oleh alcohol.
“Siaaall…!! Waah lo pada pasti ada yang curang niih…abis duit gua..” seloroh Tono sambil membanting kartunya, hari ini dia memang lagi sial karena kalah melulu. “Bilang apa nih ntar ama bini gua?” katanya sambil menenggak beberapa teguk bir-nya.
Teman-temannya hanya tertawa-tawa mengejek Tono dan yang ditanggapin sambil terkekeh-kekeh dan dia berdiri karena mau kencing. Saat ia berdiri itu ia melihat Mona yang sedang berjalan dengan sedikit terhuyung, saat ia menajamkan penglihatannya ia terbelalak melihat kecantikan dan keseksian gadis yang akan lewat di jalan sepi itu.
“Woii..woi..liat tuh, ada cewe cakep banget..cepetaan, keburu lewat loh..” serunya ke teman-temanya.
“Ahhh..palingan si Surni yang di belakang itu kan? Ga jauh deh lo Ton..”seloroh temennya sambil tetep maen kartu.
“Eeeehh..beneraaann.., ya udah gua aja yang mau ngeliat lebih deket..” kata Tono sambil berjalan dengan arah memotong arah perjalanan cewe nafsuin itu.

Teman-temannya tetep cuek dan membereskan kartu dan botol-botol lalu meninggalkan tempat itu. Mona terus berjalan sambil tetap menahan rasa horni-nya, dan sebentar saja dia melihat ada laki-laki yaitu si Tono sedang bersender di salah satu kios kosong sambil memandanginya. Mona berdoa agar laki-laki itu ngga iseng dan ia terus jalan sambil menunduk.
Saat melihat lebih dekat, Tono makin takjub melihat Mona terutama keindahan badannya. Ia menelan ludah melihat payudara gadis itu yang bulat dan montok dan ia melotot karena secara samar ia seperti melihat tonjolan puting dari kain blusnya yang memang agak ketat. Dan saat ia melihat pahanya kembali ia menelan ludah melihat batang paha yang putih bersih dan jenjang itu. Karena bengong itu dan seperti orang linglung Tono tidak sengaja melepas botol minumannya sehingga jatuh dan pecah.
“Praanngg…!!”
“Eh kontol…kontol enak…!!” Mona tanpa sadar teriak karena latahnya dan pikirannya yang sedang kacau.
Mendengar latah itu, Tono tertawa dan jadi lebih berani ditambah lagi ia juga sudah agak mabok..
“Hehehe…emang enak ya kontol ya mba..?” pancingnya
“hmmmm…?” Mona mengutuk dirinya kenapa ia menjawab dengan gaya yang seksi dengan pandangan mata sayu dan suara yang serak-serak basah, dan ia memandang ke arah Tono yang merupakan laki-laki berkulit hitam dengan ukuran tubuh sedang, berusia sekitar 30-an dengan wajah yang keras karena kehidupan.

“A..apa bang?” tanya Mona lagi yang tidak sadar menjilat bibirnya yang ranum itu.
“Ngga…demen sama kontol emangnya…?” blingsatan Tono melihat bibir seksi yang basah dan sprt menyeringai menantang itu.
Mona menelan ludah beberapa kali mendengar pertanyaan itu, dan dengan sedikit gemetar ia menjawab,

“De.. demen banget bang..” pikirannya udah menerawang ga jelas karena rasa takut dan desakan birahinya yang meningkat terus.

Tubuhnya serasa lemas dan tak bertenaga sehingga 1 tangannya bersandar pada meja kayu. Ia merasa vaginanya makin basah dan serasa desiran-desiran pada perutnya yang menjalar ke bagian selangkangnnya makin kencang. Tono lebih berani lagi melihat respon gadis itu, ia merasa celana bagian selangkanganya jadi agak sesak
“Enaknya emang gimana sih?” sambil ia membenarkan arah penisnya.
“Hmmmm….oouh..enaknya diciumin, dijilat…nggg..sama diisepin bang..” jawab Mona sambil matanya tanpa sadar melihat ke arah penis Tono karena gerakan tangannya, dan ia makin sesak nafasnya.
Tono benar-benar ngga ngira akan ada jawaban seperti itu, jantungnya berdetak kencang karena ia jadi gugup juga ngeliat ada gadis secantik dan seseksi Mona berada di tempat seperti ini dan bertingkah yang di luar dugaan itu, ia lalu ngajak Mona untuk masuk ke tempat lebih agak ke dalam dan tertutup dari luar dan gadis itu juga tidak menolak.
“Rejeki banget nih…” pikir Tono dalam hati. Ia sekarang tidak peduli lagi asal usul gadis ”maut” ini, yang penting bisa dipakai.
“teruss..? selain itu enaknya apa lagi..?” tanya Tono
“uuuh..nanyanya gitu?” kesal juga Mona, tapi ia sudah pasrah karena tau ia tidak akan lepas sekarang “yaaah…paling enak kalo dimasukin lah bang..”
“wahahaha…tau aja kamu.., kamu..ehem..kayanya ga pake bh yah?” tanya Tono, ia sudah benar-benar ngaceng sekarang, ia kini lebih berani lagi, lalu ia menarik tangan Mona agar lebih dekat berhadap-hadapan sampai ia bisa mencium aroma wangi dari gadis itu
“Ngga bang..”
“Haah..bener? coba gua cek..” sambil ngomong gitu jari kedua tangan Tono ke arah puncak bukit payudara Mona dan saat dijamah ia segera merasakan puting yang mengeras tanpa ditutupi BH, ia melihat tubuh Mona menegang dan keluar rintihan lirih dari bibir seksinya, dan tubuhnya menggeliat saat ia memuntir-muntirnya dan makin cepat rintihan yang terdengar.
“enak yaaaa…”
“Ngeh..ouuh..ss..stop bang…” Mona masih berusaha menolak, tapi ia segera ingat pesan Mahmud. “Nggeehh..iyaa…enaak bgt baaang…oouuhh…aww..kok dicubit..?” ralatnya dan juga karena birahinya sudah memuncak ia jadi berlaku seperti wanita murahan.

Kesadarannya yang sudah tipis itu, merasa terhina sekali karena ia harus merelakan putingnya dipuntir-puntir sama laki-laki asing dan berkasta rendah. Melihat erangan dan geliat tubuh Mona makin liar itu, Tono tau bahwa gadis di depannya ini sedang dalam keadaan horni banget. Hal ini makin membuat dirinya senang akan kenikmatan yang akan didapat, ia tidak peduli lagi kenapa gadis ini bisa horni kaya gini. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Mona, dan segera ia merasakan hembusan nafas Mona yang hangat dan cepat menerpa dan dengan cepat bibirnya menempel ke bibir gadis itu yang terasa basah dan hangat. Kelembutan bibir Mona makin membuat Tono bernafsu. Ia melumat dan mengulum-ngulum dengan liar, terdengar suara mengerang dari Mona yang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah, sebenarnya hampir pingsan ia mencium aroma minuman keras dan mulut apek Tono. Meski masih berupaya menolak walau hanya setengah hati, tapi sebenarnya ia merasa sangat menikmati lumatan kasar dari Tono itu, tubuhnya merespon dengan sendirinya akibat birahinya yang sudah mengalahkan logikanya. Sambil mencium, kini bukan saja memuntir putingnya tapi mulai meremas-remas dengan liar gumpalan daging kenyal yang kencang nan padat itu. Gadis itu makin merintih-rintih dalam ciuman Tono yang berpindah ke leher Mona yang harum memabukkan.
“Ouucchh..” Mona menjerit lirih saat lehernya dicupang oleh Tono dan ia makin menggelinjang saat Tono mendesah dan menggumam tak jelas di kupingnya.

Hembusan nafas Tono dan jilatan lidahnya membuat Mona blingsatan, tanpa sadar tangannya mengarah ke vaginanya dan langsung mengusapi liang vaginanya yang sudah becek itu.
“Ouuucchh..aaannngggghhhhhhhhhhhhhhh….” sebentar saja Mona mencapai klimaksnya, tubuhnya menggetar hebat dan dadanya bergerak naik turun dalam remasan-remasan Tono.
“Hohohoho..ga pake cd juga kamu ya…emang udah siap dintetot kamu kayanya..” ujar Tono setelah melirik ke bawah dan melihat tangan Mona yang menggeseki selangkangannya sendiri.

Gadis itu merasa wajahnya panas karena malu tapi ia tak berdaya karena nafsunya sendiri. Kini dalam otaknya hanya pengen ada penis yang bisa ia nikmati lewat mulutnya atau lewat vaginanya, ia sudah tidak perduli lagi. Tapi ia tetap berusaha menjaga gengsinya walau ia sendiri juga tidak tau gengsi apa lagi yang bisa ia pertahankan. Setelah melancarkan remasan dan ciumannya selama 15 menit, Tono melonggarkan pelukannya ke Mona yang kini bersandar dengan keadaan yang menggiurkan. Rambutnya terlihat sedikit awut-awutan yang malah menambah kecantikan wajahnya yang diselimuti nafsu, kancing bajunya terbuka sehingga terlihat belahan dada montok yang menyembul dibalik bajunya yang acak-acakan. Gerakan dada montok itu naik turun nafsuin karena nafas Mona yang terengah-engah karena perbuatan Tono dan terutama karena sehabis orgasme tadi. Rok yang sudah mini itu terangkat ke atas memperlihatkan sedikit pangkal pahanya yang malah bikin ser-seran bagi Tono. Kulit paha yang putih itu terlihat sangat mulus dan menaikkan gairah.
“Lo bilang tadi suka kontol kan?” tanya Tono, sambil mulai membuka resleting celananya dan sebentar kemudian ia mengeluarkan penisnya yang sudah ngaceng daritadi. Ukurannya tidak terlalu panjang tapi diameternya cukup besar. Melihat batangan lelaki itu, Mona tidak mampu mengalihkan pandangannya dan menatap penis itu dengan penuh nafsu dan beberapa kali menelan ludah. Yang ada di otaknya cuma pengen menikmati penis itu. Lututnya serasa lemas dan gemetar menahan nafsunya untuk “menerkam” penis Tono. Melihat tatapan Mona yang ngga lepas dr penisnya dan wajah cantiknya yang seperti singa betina kelaparan melihat daging kijang nan empuk itu, Tono tersenyum senang.
“Kamu mau kan nikmatin kontol gua?” tanyanya yang dijawab dengan anggukan cepat dan erangan Mona “Kalo gitu, kamu buka baju kamu sekarang”
“Oooh…” Mona terdiam sesaat, tapi dengan jari gemetar ia mulai melepas kancing bajunya satu per satu.


Tono
Tono menelan ludah melihat gerakan Mona yang perlahan itu mulai memperlihatkan sedikit demi sedikit bagian dalam tubuhnya, dimulai dengan terlihatnya payudara yang berbentuk bulat sempurna dan berukuran di atas rata-rata itu, lalu terlihat perut yang langsing dan pinggang yang ramping tanpa lemak. Ditambah lagi kulitnya membungkus tubuh sintal itu begitu sempurna dan halus. Kini Mona sudah berdiri dengan tubuh bagian atas telanjang, yang membuat penis Tono terasa sakit karena saking kencangnya. “Cepat..isepin kontol gua..yang enak!!”
“Ouuuhh…” erang Mona, ia berlutut dan kini penis ngaceng itu sudah berada di depan wajahnya. Sambil menjilati bibirnya yang ranum ia meraih dengan lembut batang kemaluan itu, lalu ia mengecup pelan kepala penis yang bulat dan beraroma khas. Kecupan lembut itu dilanjuntukan dengan jilatan-jilatan yang menyapu seluruh bagiannya. Jilatan itu diiringi dengan erangan-erangan penuh nafsu yang keluar dari mulutnya dan sebentar kemudian gadis itu memasukkan penis itu ke rongga mulutnya. “Mmmmmmmmmmghh..”
Mona menikmati batang kelaki-lakian Tono yang memenuhi mulutnya, bergerak sliding keluar dan masuk dengan lancar dan cepat yang membuat laki-laki beruntung itu merem melek keenakan, dari atas ia melihat bagaimana bibir Mona yang merah itu menelan penisnya dan lidahnya yang seperti ular itu menjilatinya dengan penuh nafsu. Tono beberapa kali menggelinjang saat lidah gadis itu menyapu urat besar di bawah alat kemaluannya, dan Mona yang sudah ahli itu memainkannya dengan makin cepat dan liar. Sekejap Mona sadar bahwa ia dengan nafsunya memberi blowjob untuk laki-laki seperti Tono, tapi kesadaran itu langsung lenyap lagi akan kebutuhannya, nafsu yang menguasai dan rasa “laparnya” terhadap penis laki-laki, laki-laki manapun.

Mona terus menyepong penis itu dengan nikmat, bibir merahnya melingkar dengan ligat dan lidahnya yang basah dan panas itu terus menjilati dengan cepat dan ahli, gadis itu terus menghisap makin dalam dan dan kuat, akhirnya..
“Uuuugghhh…mantap bangeeet…jago banget lo ngisepnya” teriak Tono, spermanya membanjiri rongga mulut Mona yang langsung ditelannya dengan nikmat dan diteruskan menjilati batang Tono yang tetap perkasa itu.
“Oke sayang…saatnya gua cicipin memek lo yah..” ia menarik wajah Mona ke belakang dan ia mencium bibir sexy itu sekali lagi.

Lalu tangannya merayap ke arah bawah perut Mona dan menyusup langsung ke liang vagina yang sudah basah itu. Jari-jari ahli itu langsung menemukan klitoris Mona yang sudah terangsang banget dan mulai memainkan jarinya dengan cepat. Mona langsung menggelinjang hebat.
“Uuuuuuuugggggmmmmmmmmmmm” Mona menjerit dalam ciuman Tono.
Kedua bola mata Mona yang indah itu terbelalak tak percaya, kenapa hal ini bisa terjadi. Yang awalnya dia seorang gadis cantik nan seksi yang hanya menjadi impian setiap laki-laki, kini tubuhnya berada dalam kekuasaan seseorang seperti Tono yang saat ini sedang leluasa menikmati kenikmatan surga dunia.
“Uuuuugghhmmmm..” kembali ia mengerang merasakan payudaranya mengencang dan timbul rasa geli dan makin panas hawa nafsunya.

Liang vaginanya makin banyak mengeluarkan cairan pelumas yang memudahkan gerakan jari-jari Tono. Nafasnya makin memburu melalui hidungnya dan matanya yang sayu itu bergerak liar saat ia makin dekat dengan puncak kenikmatan yang berusaha dia tahan. Lalu ia menyerah dan orgasme yang luar biasa terjadi dengan liar.
“Aaaaaaaaggghhhhhhhhhh”
“Heheheheh…enak kan?” ujar Tono sambil melihat dengan senang Mona yang kini berdiri dengan goyah di atas sepatu stiletto-nya berusaha menenangkan pikiran dan gejolak dirinya setelah klimaks tadi.

Ia pasrah saja saat Tono menurunkan rok mininya melalui paha jenjangnya ke bawah dan secara otomatis ia melangkahkan kakinya keluar dari roknya tersebut. Kini tubuhnya sudah polos telanjang hanya menggunakan sepatu hak tingginya saja.
“Emang seksi banget lo ya..” ujar Tono, lalu ia menggerayangi setiap lekuk liku tubuh montok itu, pantatnya yang bulat dan kencang itu menjadi sasaran remasan dan cubitan tangannya. Mona hanya menggeliat-geliat lemah dan tampak menikmati setiap usapan pada tubuhnya.
“Sekarang gua mau nyicipin memek lo ya neng..” kata Tono, lalu ia mengangkat tubuh Mona ke atas meja kayu dan mengangkangkan kedua batang paha Mona sehingga kini liang vagina gadis itu terbuka menantang sejajar dengan penis Tono yang sudah siap “menggempur”.
Mona menelan ludah dan tanpa sadar lidahnya menjilati bibir merahnya sendiri saat melihat Tono menuntun penisnya ke arah vaginanya yang panas dan basah itu. Ia tersentak saat “helm” penis itu menyentuh bibir vaginanya dan yang segera dibenamkan masuk. Mata Mona membelalak dan punggungnya menegang ke belakang, tubuhnya serasa dialiri listrik tingkat tinggi, kedua tangannya meremas kuat pinggiran meja menahan serangan liar penuh nafsu itu.
“Uuuuuuuuggghhhhhhh….!”
Gadis itu melenguh-lenguh seirama dengan pompaan Tono yang maju mundur dan makin lama makin cepat, gesekan batang keras nan hangat itu dengan dinding vaginanya membuat dirinya belingsatan. Ditambah lagi remasan-remasan tangan Tono yang kasar pada payudaranya menimbulkan sensasi yang luar biasa.
“Ooouuuff…aak..akhu mau keluaaaaarr…nnggeeeehhh..” diakhiri erangan panjang ledakan orgasme menyerang sekujur tubuh Mona yang menggelinjang “Aaaaiiiiiiiiiieeeeeeeee….”

Otot-otot vagina Mona bergetar saat klimaks mebuat Tono melem melek merasakan sekujur batang penisnya seperti dipijit-pijit, menimbulkan kenikmatan tiada tara. Tono terus memompa penisnya keluar masuk dan makin cepat. 1 menit kemudian, Mona mencapai puncaknya lagi

“Ooouuuuuuuufffffffnngggghhh…”
“Terus bang…oouuhh….yang keras, yang ce…cepeth baangg..hhhhnnnnnnggg…” Mona yang sudah dikuasai sepenuhnya oleh nafsunya, meracau tak karuan diselingi desahan-desahannya yang menikmati setiap sodokan penis Tono yang perkasa.

Gadis itu mengempit pinggang Tono dengan kedua pahanya yang makin membuat Tono keenakan karena lubang vagina gadis cantik itu serasa makin sempit dan memijit-mijit kemaluannya. Keperkasaan Tono benar-benar membuat Mona makin liar dan blingsatan, ia sampai mencapai klimaksnya sebanyak 4 kali dan setiap klimaks itu membuat dirinya makin lepas kontrol menikmati permainan panas itu, ia tidak peduli lagi sekarang dengan memeluk tubuh tegap Tono dan menciumi leher dan sesekali melumati bibir laki-laki beruntung itu. Tono juga tidak ketinggalan, sambil terus memompa penisnya maju mundur tanpa kenal lelah, tangannya tak berhenti bergerilya ke sekujur tubuh seksi Mona, kesintalan tubuh gadis itu sungguh menggairahkan dan daging kenyal di dada serasa hangat dan lembut dalam setiap remasannya. Sesaat kemudian, Tono mempercepat sodokannnya dan wajahnya sedikit menegang, sambil memegang erat pinggul bulat montok itu, dengan sodokan keras akhirnya

“Uuuuuuuuuuuggggghhhhhh…..”
“Aaaaiiiiiiiieeeehhhhh….” Mona juga mencapai klimaksnya yang meledak kuat sekali berbarengan dengan lawan mainnya, ia merasakan “lahar” panas memenuhi liang kemaluan wanitanya. Tubuh sexynya mengejang menikmati setiap detik sensasi luar biasa yang ditimbulkan karena permainan seks mereka. Setelah beberapa saat menikmati setiap detik orgasme yang mereka alami, sambil meringis keenakan Tono mencabut penisnya dari vagina Mona lalu ia terduduk lemas karena keenakan, ia memandangi tubuh montok Mona yang telanjang di depannya dan ia menghela napas memikirkan keberuntungan dirinya dapat menikmati tubuh dari gadis secantik itu, karena kecapean dan pengaruh alkohol Tono ketiduran sambil tersenyum menghiasi bibirnya. Setelah terlampiaskan nafsunya yang dibangkitkan secara tidak wajar, kini Mona merasa tubuhnya lemas juga dan dengan perlahan ia mulai mengenakan kembali bajunya dan rok mininya. Lalu dengan langkah limbung ia meninggalkan tempat itu. Ia memandang ke Tono yang tertidur dan membayangkan kejadian barusan, dimana ia menikmati permainan seks dengan laki-laki seperti Tono yang dalam keadaan biasa tidak mungkin ia akan melakukannya. Dengan menghela nafas ia terus berjalan berusaha menghilangkan ingatannya mengenai dirinya yang dinikmati oleh laki-laki asing itu.

By: Sweet Insanity
---------------------
26 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. alan mengatakan:
    lanjut bro
    ini yg gw tunggu
  2. liong mengatakan:
    pertamaxxx
    ngak nyangka bakal ada lanjutannya secepet ini, makin belakang kayaknya makin ok juga, makin hot gitu loh, moga next episode bisa makin good, and jangan pake lama yah…..
  3. GaKoRu mengatakan:
    Inspirasinya bagus banget..
    ceritanya jadi “ng’gigit” bgt..
    keep working bro..
    .:cheers:.
  4. sandewa mengatakan:
    LEBIH CEPAT LEBIH BAIK…
    DAN TERNYATA WALAU CEPAT KULAITASNYA GA MENURUN..ANE BENAR2 MENIKMATI…..
    TAPI ADA SATU MISTERI YANG MENGGELITIK..
    DARIMANA SI BAPAK MKOST MEMPEROLEH BARANG2 KEREN TERSEBUT ?
    ANALISA ANE..INI ADA HUBUNGANNYA DENGAN PACARNYA MONA …
    KALAU SEANDAINYA JAWABAN INI SALAH…
    ANE RIKWES AMA PENGARANG BUAT MNENGIKUTSERTAKAN ROY DALAM KONSPIRASI INI..
    TERIMAKASIH….
    DITUNGGU SAMBUNGANNYA..
    Re: kayanya si bapak ini seks maniak banget sampe punya macem2 alat unk merkosa hehehe, ayo dong penulisnya ditunggu komentnya nih, rising star loh
  5. Andranih mengatakan:
    Gile ini serial paling cepat di rilis baru 1 minggu seri ke 2 nya udah keluar lagi jgn2 penulisnya kkn ama boss shu biar serial dia lancar keluarnya he he he (cuma bercanda boss) dengar2 serial alfi nya dr h udah masuk waiting list ya boss kapan di keluarin boss
    Re: ngga, soalnya dah rilis di bluefame dulu, makannya gw rilis cepet2 biar ga keburu basi, penulisnya memang termasuk cepet juga loh nulisnya, kayanya bakal jadi saingan salah satu penulis senior di sini yg terkenal cepet nulisnya (pasti ada seseorg yg hidungnya kembung kempes setelah baca koment ini hihihihi), pokoknya maju terus!
  6. hello K!tty mengatakan:
    Bos Shu, aku kirimin cerita horror
    dah nyampe blum ??
    ati-ati bos pas ngedit ada yang sliweran.. brrrrr
    Re: udah sampe, pantes pas malem kemaren baca kaya ada angin dingin hihihihi…apalagi yang nulis ya, jangan2 ada yg noel2 :D
  7. hello K!tty mengatakan:
    wah alat-alat nya lengkap ceritanya juga asik, lengkap & hot, hmm brg-brg antiknya dapet dari mana tuch ^_^ ?? two thumb up…, iya nih cepet nulisnya hebatttt.., idenya juga keren deh !!
    ahe he he, ampir terbang idungnya nih bos, (deg deg deg)
    Re: kayanya emang mahmud itu psycho jadi punya macem2 alat keren hihihi…moga2 dibahas juga korban lain di kost itu. yeee ada yg gr nih hahaha!
  8. penjaga naga langit mengatakan:
    gila…..kilat khusus nih ceritanya…..top deh….
    TAPI……!!!!!!
    PIC beastnya……arrrrrrggghhhhh…..!!!!! sakit mata gue…..
    wkwkkwkwkwkw..hehehehe…………
    Re: hahaha…pas banget ya bos picnya?
  9. Dickdoank mengatakan:
    Hebat banget!!!
    Ngga nyangka lanjutannya secepat ini…wuelehhh…kalo bisa,lanjut lagi,bos…
  10. David Ryuki mengatakan:
    Bgus coy ! Cepet, lngsng bs dnikmati tp kurang pnjang crtax. Pa trllu cpet rilisx trz sexstroyx cm sX doank ?
    Btw lavenia kpn part 3, udh pngn tw kjutanx nc !
    Pkokx 3 tumb up dh . . .
    Re: kan penulis baru, wajarlah kalau blm sesempurna itu, tapi gw yakin ke depan bakal better kok, keep writting pokoknya!
  11. Teddy mengatakan:
    ini adalah cerita lanjutan yang tercepat kali ya di blog ini dan semoga lanjutannya lagi lebih cepat lagi hehehehehehe dan ditunggu alfinya dr.h kalo emang udah masuk dalam waiting list nya bro shu dan ceritanya sis hello K!tty juga boleh tuh tapi itu semua tergantung dari bro shu sebagai pemilik dan penyunting dari semua cerita yang ada di blog ini
    maju terus blog ini dan semoga semakin banyak penulis baru yang berbakat seperti penulis cerita ini
    Re: iya bisa dibilang gitu, terus di tempat awal perilisannya (forum bluefame) juga cepat makannya gw cepetin nongol di sini supaya ga keburu basi. moga2 juga penulis ini bisa meramaikan republik mupeng kita ini
  12. ThaNaTos mengatakan:
    mana gangbangnya ???
  13. mengaku_tobat mengatakan:
    bangke, langsung down waktu liat pic nya Tono T.T
    Re: hak hak hak…masa separah itu kah?
  14. ani mengatakan:
    kelanjutan kakek yang beruntung mana boz
  15. mikenjess mengatakan:
    fotonya tono tuh dapet dari mana? 10 thumbs up buat yang nemu tuh foto… hhaha… trus pertanyaan serius nih, itu yang moto tono itu dia sendiri apa siapa ya? klo dia moto dia sendiri narsis juga, klo difoto ama orang lain, siapa gerangan? dan kok seram? tapi gue suka, cocok banget ama angkot face.
    Mona di foto ini juga mantab, yang soal ukuran dada, lupakanlah…
    cerita disini juga luar biasa, jujur waktu kemaren baca sempet ampir keluar precum gue, untung gue stop bacanya, dilanjut hari ini. karena kemaren nyelesaiin cerita mentalist ke3.
    semua uda di tempat bro shu kan ya?
    dah gitu satu doank yang gue rasa kurang, kurang panjangggggg…. tapi mending pendek tapi cepet dan berkualitas sih.
    writer… comment donk…
    Re: fotonya dari gw, iseng2 cari ehh ada yg cocok, pasang deh, dah kok tulisan2 u dah di gw, tinggal antri
  16. gmox mengatakan:
    ceritanya mantep!!!
    btw, tokednya yg di pic kok kyknya gurang gede yah?
    hmm….
  17. penggemar_kbb mengatakan:
    wah bener-bener rising star nich sweet insanity…..
    ceritanya tambah matang….. lebih mantab….. dan lagi cepet banget ngeluarin sequelnya….
    keep up the mood….. he3x……
    kayaknya masih bersambung nih…. ditunggu lanjutannya…. :-D
    Re: semoga makin hot sambungannya
  18. Pendekar Maboek mengatakan:
    perasaan gw baru baca seri pertama crita ini tgl 20 eh tau2 tgl 26 udah nongol seri kdua, busyeet deh slisih cm 6 hari coy! Gaya pnulisan n pnuturan penulis msi tetep konsisten sperti d seri pertama tp udah mlai muncul tokoh2 beast baru n jg udah ada pergantian setting, kykny klo d lanjutkan bakal tmbah ok nih d next chapter…
    klo kecepatan menulis n rilis sang penulis trus konsisten sperti ini, mka dgn mnggunakan rumus aritmetika M = 4 + B x (O / 3) – K (ini rumus apaan y? he he he), maka hasil kalkulasiny adalah dlm sbulan qra2 bkal rilis plus minus 5 crita, trus dlm stahun bakal rilis plus minus 60 crita, gileee beneeer!
    jika kalkulasi Prof.Dr.Ir. Pendekar Maboek, SH.,SE.,Msi. diatas akurat nih, maka benar tak lama lg akan sgera tercipta rekor kcepatan penulisan baru d KBB :)
    Re: wah2 gelarnya banyak amat tuh…
  19. Sufe mengatakan:
    gini dong kalo bikin lanjutan cepet..salut euy..lanjutkan…
  20. 0cean mengatakan:
    obat polesnya dapet dimana ya?? :P
  21. spermyriver mengatakan:
    ahh gilaaa …
    mukanya tono udah standar’x tengkurep ,, bukan jongkok lagi ….
    ckkakakakakaak
  22. Ninja Gaijin mengatakan:
    Wah… gw bikin 1 bab Tia aja bisa sebulan-dua bulan, ini seminggu :D
    Tapi ceritanya tambah mantab, asyik! Walaupun kurang detail di awalnya (ayo dong jangan cuman diceritain sekalimat-sekalimat), kita bisa lihat perkembangan (atau degradasi?) tokoh Mona menjadi budak seks yg binal dan latah :D
    Adegan Mona digoda dan tergoda-nya efektif dan hot. Episode-episode ke depan bisa dikembangkan lagi tuh supaya lebih kreatif. Mungkin si Mona disuruh flashing… atau yg penggerayangan dalam bus bisa dieksplorasi (kyk bbrp film hentai), atau disuruh mejeng di pinggir jalan biar ditawar sama hidung belang.
    Btw, foto Mona-nya cakep :)
    buat penulisnya, muncul dong di sini, interaksi sama kita…
    Re: iya nih gw udah undang penulisnya ke sini tapi blm muncul, kita tunggu banget loh
  23. GaKoRu mengatakan:
    @pak pendekar mabok: titelnya kurang tuh gan.. harusnya “Prof.Dr.Ir. Pendekar Maboek, SH.,SE.,Msi. ALM”
    ahahahaha..
    ko penulisnya ga cuap2 disini yaa..
    tp mnurut gw malah jadi keren..
    rada elegan gimanaaa gitu..
    jd cukup jadi seorang mister-rius..
    tp ditunggu juga lho cuap2annya mr/mrs swit insaniti..
    .:cheers:.
    Re: jadi kesannya misterius & bikin penasaran aja nih penulisnya
  24. Pendekar Maboek mengatakan:
    waduh jgn tambah ALM dong bro gakoru, sama aja mati dong?! he he he
    aku kan masih mau hidup seribu tahun lagi bro, karena aku ini adalah binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang :)
    Re: wahehee malah bersyair lagi si bos ini
  25. Keren mengatakan:
    dulu gue prna nulis juga di sini…. tapi akhirnya gue brhenti karna tulisan yang ke dua gue trlalu lama di keluarkan jadi menmbulkan rasa jenuh….
    klu bisa stiap penulis yang telah menyelesaikan tulisannya dan di anggp brkuwalitas, sbaiknya secpat mungkin untuk di rilis dengan bgitu dia akan tetap bersmngt untuk menulis krena dia mrsa dirinya begitu penting ktka banyak komentar yang masuk ke padnya,
    sbliknya klu trlalu lama mka dia akn mrasa bahwa tulisannya tdk d hrpkan untk tampil di kisahbb ini….
    Ttpi smua itu kmbli lgi kpda bos shu…..
    terimakasih…..
    Re: wah siapa nih? yg dulu nulis cerita apa? gw berharap lanjut menulis nih, mohon dimengerti kadang tulisan lama dirilis itu karena perlu pertimbangan agar lebih rapi misalnya, atau ditambahin dikit supaya lebih bagus, ya di make up dulu istilahnya lah. pada akhirnya kan dirilis juga & mendapat sambutan baik (saya blm pernah liat cerita disini cuma dapet koment di bawah 10 buah, unk cerita2 yg original disini ya). makasih sekali atas masukan2nya semoga kbb bisa lebih maju ke depannya
  26. khusnul mengatakan:
    hot juga ini dia bru siip

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar